I Want U (Back)

.

.

.

Epilogue

.

.

.

Yuta keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe. Kakinya melangkah menuju lemari dan membuka lemari itu. Saat akan mengambil piyamanya gerakkannya tertahan ketika seseorang memeluknya dari belakang secara tiba-tiba.

"Hyung~" Itu suara Jaehyun. Yuta menoleh ke belakang, dan dilihatnya Jaehyun sedang menatap sayu ke arahnya.

"Ada ap-mmphh." Mata Yuta terbelalak ketika Jaehyun mencium bibirnya tiba-tiba. Namun, ia segera menguasai dirinya dan membalas ciuman Jaehyun.

Membenarkan posisinya, Yuta pun membalikkan badannya ke belakang dan mengalungkan tangannya pada leher Jaehyun. Jaehyun melumat bibir atas dan bawah Yuta secara bergantian. Yuta memejamkan matanya menikmati ciuman mereka.

Taeyong memasuki kamar mereka dan menyeringai melihat Yuta dan Jaehyun sudah memulai acara mereka tanpa menunggunya. Setelah mengunci pintu, Taeyong melepas jas hitam yang di pakainya dan melemparkannya ke sembarang arah. Tangannya mulai membuka beberapa kancing kemeja putih yang di kenakannya dan kakinya mulai melangkah mendekati Jaehyun dan Yuta.

Taeyong memeluk Yuta dari belakang dan mulai mengecupi leher bagian belakang Yuta yang memang terbuka. Yuta melenguh dalam ciumannya bersama Jaehyun ketika merasakan sentuhan lain dari belakangnya. Matanya terbuka dan ia melepas ciumannya dari Jaehyun, membuat Jaehyun menatapnya bingung. Jaehyun kemudian melihat ke arah belakang Yuta dan menemukan Taeyong yang masih bekerja di bagian belakang tubuh Yuta itu.

"Ini waktunya, hyung." Jaehyun menyeringai sebelum menyerang lagi bibir Yuta. Membuat Yuta yang ingin berbicara, harus kembali menelan kata-katanya.

Taeyong di belakang sana menyeringai, meskipun ia juga ingin mencium bibir Yuta, tapi sepertinya bermain dengan tubuh Yuta terlebih dulu lebih menyenangkan. Jadilah, ia menggunakan tangannya untuk membuka kaitan bathrobe yang Yuta kenakan. Kemudian, tangan Taeyong mulai mengelus perut Yuta yang terbuka, membuat Yuta melenguh pelan dan melepas ciumannya lagi pada Jaehyun. Jaehyun kemudian mengarahkan bibirnya pada tulang selangka Yuta yang terbuka. Membuat Yuta sedikit limpung namun tertahan Taeyong yang berdiri di belakangnya.

"Jaehyun. Pindah." Titah Taeyong saat melihat Yuta yang sepertinya tak bisa menahan berat tubuhnya sendiri lagi karena godaan dua suaminya pada tubuhnya.

Jaehyun mengangguk seraya membantu Yuta menuju ranjang mereka. Jaehyun mendudukkan dirinya di tengah ranjang, setelah sebelumnya membuka celananya terlebih dahulu. Lalu, Jaehyun menarik Yuta agar duduk di pangkuannya. Yuta sedikit memekik ketika lubangnya bertemu dengan milik Jaehyun yang menegang, membuat Jaehyun sedikit mendesah. Taeyong ikut naik ke ranjang setelah membuka semua pakaiannya.

Yuta yang duduk membelakangi Jaehyun dan menghadap Taeyong pun, bibirnya langsung di sambar oleh Taeyong. Sementara Jaehyun, ia mulai mengecupi punggung telanjang Yuta -Yuta sudah melepas bathrobenya juga- yang sudah di bubuhi beberapa tanda kemerahan oleh Taeyong sebelumnya.

Yuta mencengkram kuat bahu Taeyong ketika lelaki tampan di hadapannya itu, menghisap lidahnya dengan kuat. Di tambah, tangan Jaehyun yang mulai bermain dengan penis miliknya.

Jaehyun terus mengecupi bagian belakang tubuh Yuta sambil meninggalkan banyak tanda yang hampir memenuhi punggung Yuta. Dan tangan Jaehyun, bergerak untuk mengocok penis milik Yuta. Mengabaikan sang pemilik yang bergerak tak tenang karena kocokan di penisnya juga ciuman liar Taeyong yang tak kunjung selesai.

Yuta menggigit kecil bibir Taeyong dan segera melepas ciuman panas mereka. Begitu ciuman panas itu terlepas, benang saliva tercipta dan Taeyong menyeringai melihat wajah Yuta yang memerah menahan nafsunya.

"Eunghh~" Lenguhan Yuta terdengar ketika Jaehyun dengan sengaja mempercepat kocokannya pada penis Yuta. Membuat Yuta melengkungkan tubuhnya saat rasa kenikmatan mendekati puncaknya.

Taeyong menangkup pipi Yuta, membuat Yuta menoleh kearahnya dan menatap sayu padanya. Taeyong tersenyum seraya menyodorkan penis besarnya di depan mulut Yuta. Yuta yang mengerti pun langsung melahap penis Taeyong dan mengulumnya. Taeyong mendesah pelan merasakan kehangatan mulut Yuta pada penisnya. Taeyong memaju mundurkan pinggulnya pada mulut Yuta, Yuta sesekali menggigiti penis Taeyong dan tangannya pun tak tinggal diam. Tangan Yuta aktif untuk mengocok batang penis Taeyong yang memang tak masuk semua ke dalam mulutnya.

Jaehyun menyeringai kecil sembari memindahkan tangannya untuk menggoda lubang dubur Yuta setelah ia sedikit mengangkat tubuh Yuta. Membuat Yuta tersedak penis Taeyong yang mengenai ujung tenggorokannya, karena tubuhnya tiba-tiba di angkat oleh Jaehyun. Dengan posisi sedikit mengangkang, Yuta membiarkan jari-jari Jaehyun yang perlahan memasuki tubuhnya. Dua jari Jaehyun masukkan pada lubang dubur milik Yuta. Jaehyun sedikit menggeram ketika kedua jarinya merasakan betapa sempitnya lubang Yuta itu. Jaehyun pun menggerakkan kedua jarinya itu seperti gerakan menggunting, guna untuk memperlebarnya dan mempermudah dirinya -juga Taeyong- masuk nanti.

Taeyong menggeram rendah saat Yuta memainkan bola kembar miliknya dengan sesekali menggigit lubang kencing penisnya. Membuatnya tak tahan untuk segera memuntahkan benihnya pada mulut Yuta.

"Uhuk!" Yuta tersedak ketika cairan Taeyong tiba-tiba datang dan memenuhi mulutnya. Taeyong pun mengeluarkan penisnya dari mulut Yuta dan membiarkan istrinya untuk menghabiskan cairan miliknya.

Di bawah Yuta, Jaehyun masih sibuk untuk memperlebar jalannya masuk dengan empat jari yang sudah masuk ke dalam lubang Yuta.

"Aku datang, hyung~" Jaehyun menggigit kecil cuping telinga Yuta seraya mengarahkan penisnya yang ereksi ke dalam lubang Yuta.

Yuta yang sudah selesai dari acara menghabiskan cairan sperma Taeyong pun segera mencengkram bahu Taeyong dengan kuat ketika Jaehyun mulai memasukinya. Di depannya, Taeyong menyeringai dengan tangan yang mengocok penisnya sendiri guna membuatnya bangun lagi setelah tadi melemas karena sudah mengeluarkan cairannya.

"Akhhhh~" Yuta memekik ketika penis ereksi Jaehyun memasuki lubang dubur miliknya. Jaehyun pun mendiamkannya sebentar dan melirik ke arah Taeyong memberi kode agar lelaki yang lebih tua darinya itu, juga ikut memasuki sang istri.

Taeyong mengecup kening Yuta sebelum mengarahkan penisnya yang sudah bangun -lagi- ke dalam lubang Yuta. Beruntung Yuta dalam posisi mengangkang, jadi sedikit memudahkannya untuk memasuki lubang dubur Yuta itu.

"AKHHHH!" Yuta berteriak ketika penis besar Taeyong juga memasukinya. Gila! Ini adalah pertama kalinya Yuta melakukan hal ini, dan rasanya, sangat menyakitkan.

Taeyong yang memang berada di depan Yuta pun segera membungkam bibir Yuta dengan ciumannya. Sementara Jaehyun, ia mulai memainkan penis Yuta guna mengalihkan rasa sakitnya. Melihat Yuta mulai tenang, Jaehyun sedikit menggerakkan pinggulnya. Membuat Yuta segera melepas ciumannya dengan Taeyong, dan melihat Jaehyun dan Taeyong secara bergantian.

"Bergeraklah." Yuta berujar lirih yang langsung membuat Jaehyun dan Taeyong tersenyum lebar.

Keduanya bergerak secara bergantian, jika Jaehyun keluar, maka Taeyong masuk. Begitu pun sebaliknya, jika Taeyong keluar, maka Jaehyun masuk. Di kamar itu, ketiganya berbagi desahan, erangan, dan cairan bersama. Mengabaikan beberapa orang yang mengintip mereka lewat camera yang memang orang-orang itu pasang di kamar itu.

"Gila! Ini sangat panas." -Johnny.

"Aku tak menyangka jika Jaehyun dan Taeyong bisa seganas itu di ranjang." -Sehun.

"Dasar anak jaman sekarang! Tapi, ini benar-benar panas." -Heechul.

"Punya dosa apa kami, sampai mempunyai suami seperti mereka." -Jungsoo yang di angguki serentak oleh Ten dan Minseok.

.

.

Tiga Tahun Kemudian

.

.

Jaejoong menggendong seorang anak kecil yang masih berusia dua tahun itu dengan senang. Anak itu baru saja menangis, dan ia menenangkannya dengan susah payah.

"Maaf ya eomma, jadi merepotkanmu. Jaemin sedang merindukan appanya, jadi sedikit rewel." Yuta meletakkan nampan yang di bawanya dari dapur di meja. Ia kemudian meletakkan tiga cangkir yang berisi teh itu pada meja dan menatanya, tak lupa beberapa cemilan kecil pun Yuta keluarkan.

Jaejoong tersenyum maklum, sembari mengelus rambut Jaemin yang sedang bermain dengan robotnya pada pangkuannya.

"Bukan masalah Yuta. Aku malah senang. Kau tau? Melihat Jaemin seperti ini sama seperti melihat Jaehyun sewaktu kecil. Mereka benar-benar mirip."

"Tentu saja eomma. Kan dia anakku." Suara Jaehyun dari ambang pintu terdengar. Membuat semua yang ada di situ menoleh, termasuk Jaemin yang langsung mengangkat kedua tangannya semangat minta di gendong.

"Appa!" Serunya bahagia ketika melihat sang appa yang langsung menghampirinya dan menggendongnya.

"Aku tak tahu jika kau akan pulang secepat ini." Yuta berdiri menghampiri sang suami. Mengambil tas kerjanya dan mengecup pipi sang suami sebagai ucapan selamat datang.

"Pekerjaanku sudah selesai, jadi aku bisa pulang lebih cepat." Jaehyun membalas mengecup bibir sang istri mengabaikan fakta jika sang ibu berada di situ. Setelahnya, ia menciumi wajah sang anak.

"Dimana Winwin dan Jeno?" Tanyanya ketika tak menemukan sang anak sulung, dan juga kembaran Jaemin.

"Mereka sedang keluar bersama kakek dan daddy mereka." Itu Jaejoong yang menjawab. Yuta sudah pergi ke kamar untuk merapihkan tas kerja Jaehyun dan menyiapkan air untuk Jaehyun mandi.

Jaehyun mengangguk seraya mendudukkan dirinya di samping sang ibu dengan Jaemin di pangkuannya. Matanya menatap Jaejoong yang menatap dirinya dan Jaemin bergantian.

"Ada apa eomma?" Jaehyun bertanya karena penasaran kenapa sang ibu menatapnya sebegitu intensnya.

"Tidak Jaehyun-ah. Hanya saja, Jaemin dan Jeno itu seperti fotocopy kalian bertiga. Jaemin dengan wajah manisnya seperti Yuta, sementara sifatnya, dia sangat menurunimu dan Yuta. Sementara Jeno, wajahnya tampan perpaduan antara kau dan Taeyong. Apa lagi sifatnya, Taeyong sekali. Tapi, senyum mereka berdua, sama seperti ibunya, sama-sama menenangkan dan membuat orang lain ikut tersenyum."

Jaehyun ikut tersenyum mendengar perkataan Jaejoong. Memang benar kedua anak kembarnya itu sama seperti orangtuanya persis apa yang di katakan Jaejoong. Namun, mereka juga tak melupakan Winwin. Hanya saja, karena Winwin selama ini di rawat oleh orang-orang yang baik dan tak terlalu dekat dengan sang ayah kandung, jadilah ia menjadi anak yang baik dan tak menuruni sifat jelek Taeyong. Berbeda dengan Jeno, masih kecil saja, ia sudah berlagak menjadi seseorang yang dingin, seperti sang ayah. Memang beruntung ia tak rewel seperti Jaemin, tapi, tetap saja, itu adalah hal yang tak wajar untuk anak kecil seperti mereka.

"Tentu eomma, mereka adalah anak kami. Jadi, mereka akan menuruni sifat-sifat kami." Taeyong datang dengan Winwin yang tidur di gendongannya, begitu pula dengan Jeno yang tertidur di gendongan sang kakek.

"Beruntungnya, Winwin tak menuruni sifatmu, Taeyong-ah." Jaejoong terkekeh sambil berdiri dari duduknya.

Yuta yang sudah kembali dari kamar pun, menghampiri mereka dan mengambil alih Jeno dari Yunho.

"Sepertinya kami harus pulang. Jaga diri kalian baik-baik. Taeyong, Jaehyun, jaga istri dan anak kalian. Mengerti?"

"Ya, eomma." Jaehyun dan Taeyong mengangguk bersamaan. Setelah mencium kening dan pipi ketiga cucunya bergantian, Jaejoong dan Yunho pun berpamitan untuk pulang.

.

Setelah membaringkan Winwin dan Jeno pada ranjang mereka, dan membiarkan Jaemin yang sibuk bermain sendirian, Yuta, Jaehyun dan Taeyong pun duduk di sofa yang ada di kamar mereka sambil menatap ketiga anak mereka.

Yuta yang duduk di tengah pun menggenggam erat satu-satu tangan kedua suaminya.

"Maaf dan terima kasih." Yuta berujar yang membuat kedua suaminya menoleh.

"Untuk apa Yuta?" Taeyong bertanya sambil mengelus rambut Yuta menggunakan tangannya yang bebas.

"Maaf karena aku mungkin belum bisa menjadi istri yang baik untuk kalian. Dan terima kasih, karena kalian, aku mempunyai tiga malaikat lucu." Yuta menjawab seraya menatap kedua suaminya bergantian.

Jaehyun dan Taeyong terkekeh. Bersamaan, mereka mencium pipi istri mereka. Membuat Yuta mengerjap pelan dan memerah setelahnya.

"Kau adalah yang terbaik hyung. Harusnya kami yang meminta maaf dan berterima kasih. Maaf, karena dulu kami menyakitimu. Dan terima kasih sudah melahirkan malaikat-malaikat lucu seperti mereka. Kami mencintaimu hyung." Ucap Jaehyun sambil mencium tangan Yuta.

"Benar Yuta. Kau adalah yang terbaik. Tak ada yang sebaik dirimu bagi kami. Kau adalah cinta dan hidup kami. Tanpamu, kami rasa, kami tak ada apa-apanya Yuta. Percayalah, kami akan selalu mencintaimu dan menjagamu juga anak-anak kita." Taeyong menambahkan juga sambil mencium tangan Yuta.

Yuta tersenyum meskipun matanya berair menahan air mata bahagia yang menggenang di matanya.

"Aku juga mencintai kalian."

Setelahnya, ketiganya larut dalam pelukan hangat di selingi kecupan-kecupan kecil pada tubuh Yuta. Mengabaikan fakta bahwa sang anak bungsu masih di sana sambil menatap polos mereka bertiga.

.

.

Yuta hanya berharap, jika di masa mendatang, meskipun kata ujian akan selalu datang dalam hidupnya, Yuta percaya jika ia akan bertahan dari ujian itu bersama dengan dua suaminya dan tiga malaikat miliknya. Karena, Yuta meyakini jika mereka adalah takdirnya.

.

.

.

END

.

.

.

I Want U (Back)

Prolog - Epilogue

17 Desember 2016 - 17 Maret 2017

[COMPLETE]

.

.

.

Note :

Akhirnya selesai juga. Aku bahagia. Buat kalian semua, maaf jika ini mengecewakan. Percayalah, aku muter otak buat bikin adegan threesomenya tapi karena kurang referensi jadinya ya cuma segitu, maaf *bow.

And then NoMin twins right? Sengaja. Karena sebenarnya, aku mikirin epilognya dulu di banding chap ending kemaren haha XD.

Buat kalian semua, terima kasih karena sudah menemani ku di ff ini. Terima kasih banyak untuk dukungan kalian di ff ini, juga untuk saran dan kritiknya selama ini.

Terima kasih juga untuk Favorit/Follow/Review kalian selama ini. Juga untuk silent reader. Tanpa kalian, ff ini tak akan sampai sini. Pokoknya, terima kasih banyak *kiss&hug.

Big Thanks To :

Min Milly, BlueBerry Jung, guest, 2113, Yuta Noona, nabillasella, liaoktaviani. joaseo, Unnayus, leejegun, and nadifarhhs.

See you in my other ff and next project *wink

Bye :*

chochopanda99