Summary :
Uzumaki Naruto. Anak yang dicintai oleh alam semesta tetapi di benci oleh penduduk desanya sendiri walaupun itu bukanlah hal yang pantas ia tanggung. Bersama hewan kuchiyose yang malah memilih untuk desegel dalam tubuhnya mampukah Naruto mencapai impiannya? Warn. Taijutsu Naru, SageMode Naru, Smart Naru.
Desclaimer : Naruto bukan punya ane.
Warning : OOC Naru, OOC Minato, Typo bertebaran, Bahasa berantakan, Iritasi berlebihan.
Rating : M
Pair : Naruto x ? ()
"Aku Uzumaki Naruto" Normal
'aku uzumaki naruto' Inner
"aku uzumaki naruto" Monster/Angry
'aku uzumaki naruto' Mindscape/Dream
Jikukan Kekkai Jutsu
Ane saranin kalau gak suka mending langsung di tutup aja ya!
Yosh… selamat membaca
V
V
v
~~Emperror of The World~~
~~Sebelumnya
"Uzushiogakure….. sebentar lagi akan di serang"
"5000 pasukan musuh sedang dalam perjalanan menuju ke uzushiogakure. Perkiraan mereka akan sampai adalah besok malam"
"ini berita buruk…. Bahkan sangat buruk. Dengan kekuatan desa sekarang kita bisa sangat terdesak! Sial… apa sebenarnya mau mereka?"
"Masih ada berita yang lebih buruk lagi….. mereka juga mengirim junchiriki mereka. Kiri mengirim jinchuriki sanbi, kumo mengirim jinchuriki nibi dan hachibi, sedangkan iwa mengirim jincuriki yonbi dan gobi"
"…."
Terdiam dalam pikirannya. Sang uzukage sedang dalam dilema tentang perang ini. Menghadapi 5000 pasukan saja sudah sangat menyulitkan. Apalagi harus ditambah melawan 5 jinchuriki sekaligus. Uzushio benar – benar diambang kehancuran.
V
V
v
~~Emperror of The World~~
Suara riuh memenuhi ruangan rapat Uzushiogakure. Terlihat wajah – wajah tidak mengerti yang ditunjukan oleh para anggota rapat. Pasalnya tidak ada pemberitahuan yang jelas akan apa yang akan diangkat sebagai agenda rapa kali ini. Pemimpin mereka hanya meminta mereka untuk segera hadir dalam rapat ini. Walaupun itu tidak langsung dikatakan oleh pemimpin mereka tetapi oleh anbu kepercyaannya. Suara riuh semakin menjadi - jadi akibat keterlambatan sang pimpinan dari waktu yang diadwalkan. Mereka mulai khawatir akan keadaan ini. Kekhawatiran mereka bukan tanpa alasan. Pimpinan mereka, Sandaime Uzukage bukanlah orang yang suka membuat orang menunggu. Ia adalah orang yang paling menghargai waktu lebih dari siapapun. Hal ini mulai membuat mereka semakin resah. Bahkan keresahan itu sudah membuat ruangan ini lebih mirip pasar ikan dari pada ruang rapat.
Semua suara riuh itu berubah menjadi keheningan tatkala terdengar suara pintu yang terbuka. Seorang pria dewasa dengan rambut merah panjang yang dikuncir naik kebelakang mulai memasuki ruangan dan duduk di kursi paling depan. Semua orang diam menunggu. Senyap akan keheningan yang dibawa oleh sang Uzukage yang penuh akan aura keseriusan.
Sang Uzukage duduk dengan tenang, jari – jari tangannya dianyam di depan mulut dengan kedua siku dijadikan penopang pada permukaan meja.
"Baiklah… aku akan memulai rapat kali ini" suara penuh ketegasan itu mulai membuka suara.
"…"
"Desa kita, Uzushiogakure sebentar lagi akan memasuki peperangan" ucap sang Uzukage tanpa jeda di setiap kata – katanya itu sukses membuat suasana ruangan yang tadinya sudah tenang kembali riuh seperti pasar ikan.
"Apa yang anda katakan Arashi-sama? Desa mana yang ingin menyerang desa kita?" sebuah suara kembali membuat diam peserta rapat. Suara itu berasal dari seorang pria tua yang rambut merahnya sudah mulai memutih termakan usia. Dia adalah Nimura. Tetua desa sekaligus penasehat sang uzukage.
"Tiga desa besar, Iwa, Kumo dan Kiri beraliansi membentuk kekuatan untuk menjatuhkan kita"
"…"
Susana rapat mendadak semakin hening bahkan lebih terkesan mencekam. Semua mata membulat mendengar pengakuan sang Uzukage.
"Dan berita buruknya adalah….. diantara 5000 pasukan tempur mereka terdapat lima jinchuriki sekaligus. Dan itu juga belum termasuk pimpinan mereka"
"….."
Hening.,hal yang yang bisa menggambarkan keadaan dalam ruangan ini. Semua mata masih membulat tak percaya akan hal ini. Keringat dingin mulai mengalir dari dahi mereka.
Sang uzukage tidak mepermasalahkan reaksi para peserta rapat. Karena ia pun juga melakukan ekspresi yang sama ketika mengetahui berita itu.
"Ta,tapi… dari mana anda mengetahui hal ini Arashi-sama?" Suara itu berhasil Nimura keluarkan walaupun masih tersendat pada awalnya. Berusaha mencara kebenaran dibalik ucapan sang uzukage.
"Oni!"
'boft'
Sebuah ledakan asap menjawab panggilan sang uzukage. Memperlihatkan seorang dengan pakaian anbu dengan rambut merah panjang. Memakai topeng berbentuk wajah iblis dan sebuah pedang bertengger di punggungnya.
"Jelaskan!"
"Hai! Uzukage –sama!"
"…."
"Saat perjalanan hamba pulang setelah melaksanakan misi. Hamba menyempatkan diri untuk pergi ke masing – masing desa bersar. Tujuan awal hamba hanya untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan desa dan hubungan diplomatic antar desa. Tetapi hamba menemukan keganjalan pada desa Iwa, Kumo dan Kiri"
"apa maksudmu?" ucap Nimura memotong ucapan sang Anbu
"Mereka melakukan hubungan mencurigakan. Mereka saling bertukar informasi yang seharusnya tidak dilakukan oleh desa - desa yang saling membenci itu. Mereka mulai mebuat senjata secara besar – besaran. Menghimpun kekutan untuk suatu rencana besar seperti…. Perang"
"….."
"Lalu pada akhirnya aku menangkap burung pembawa informasi mereka lalu mebaca isinya"
"…"
"Isinya adalah…. rencana untuk menghancurkan desa Uzushiogakure."
Dengan berakhirnya ucapan sang anbu. Suasana rapat kembali menjadi semakin riuh. Bukan hanya bisikan – bisikan seperti di awal bahkan ada juga yang mulai berteriak ketakuatan.
"kenapa mereka ingin menyerang desa kita?"
"desa kita akan musnah"
"kita harus melarikan diri!"
"apa yang difikirkan desa – desa sialan itu?"
Itulah beberapa dari sekian banyak teriakan yang menggema di dalam ruangan itu.
'Brak'
"Bisakah kalian diam!"
Suasana kembali bisa terkendali setelah sang uzukage menghancurkan meja yang ada di depannya dengan sekali pukulan. Membuat semua perhatian kembali tertuju padanya. Tidak ada lagi suara – suara riuh saat ini.
"Aku tidak tahu kenapa mereka ingin meyerang desa satu hal pasti yang harus kalian ketahui… kita akan melawan mereka."
"kenapa kita tidak melarikan diri saja uzukage-sama?" ucap seorang peserta rapat.
"kita mungkin bisa melarikan diri untuk saat ini. Tapi kalian fikir sampai kapan kita bisa terus – menerus melarikan diri? Mereka pasti akan terus mereka kejar"
Bukan sang Uzukage yang menjawabnya tetapi sang penasehat Nimura lah yang menjawab pertanyaan itu.
"itu benar…. Kekhawatiran mereka pada kemampuan klan uzumaki membuat mereka menjadi terlalu paranoid. Mereka mengira kita akan menggunkaan kemampuan kita untuk meenghancurkan Negara mereka"
"tapi itu tidak mungkin…. Kita bukanlah klan yang suka berperang"
"sayangnya mereka bukanlah Negara yang bisa diajak berdiplomasi. Aku mengenal semua watak pimpinan mereka. Meraka adalah pimpinan yang keras kepala dan selalu haus akan kekuasaan"
"…"
Semua terlihat diam menundukkan kepala mereka ekspresi mereka bercampur aduk antara marah dan takut.
"kita harus melawan mereka!"
"Ya… kita harus melawan mereka"
"YA…. KITA HARUS MELAWAN. KITA HARUS MELINDUNGI UZUSHIOGAKURE"
Teriakan – teriakan para anggota rapat kembali mememnuhi ruangan. Tetapi kali ini bukanlah teriakan penuh keputus asaan tetapi teriakan penuh tekad, tekad untuk melindungi uzushiogakure.
"Baiklah…. Aku ingin semua shinobi dari tingkan Chunin, Jounin, Elit Jounin, Anbu, dan ElitAnbu untuk berkumpul di Lapangan Pusat 1 Jam lagi. Sedangkan para genin akan memandu dan melindungi penduduk untuk menuju ke tempat pengungsian. Dan aku ingin divisi komunikasi segera mengubungi konoha untuk meminta bantuan. Setelah itu lakukan semua persiapan yang dibutuhkan. LAKSANAKAN!"
"HAI!"
Dengan itu seketika ruangan rapat itu telah kosong meninggalkan sang Uzukage seorang diri.
V
V
v
~~Emperror of The World~~
~~Lapangan Pusat Uzushiogakure
Terlihat lapangan uzushiogakure terisi penuh oleh para ninja uzuhiogakure dari berbagai tingkat. Mereka semua sudah bersiap dengan seluruh persiapaan yang ada. Walau masih terlihat wajah keraguan yang tercetak di wjaah mereka. Sang uzukage terlihat telah berdiri di panggung ditemani oleh para dewan. Mengambil langkah maju. Sang uzukage mulai berbicara.
"Langsung saja. Desa Uzushiogakure akan memasuki peperangan. Lawan kita adalah Aliansi kekuatan Iwa Kumo dan Kiri. Kita juga harus berhadapan dengan lima jinchuriki sekaligus"
"…"
Wajah para ninja Uzu bertambah pucat. Mental mereka benar – benar down. Saat ini mereka berada pada mental yang paling bawah.
"Tapi… kita tak mungkin melarikan diri. Jika kita melarikan diri mereka akan terus – menerus mengejar kita. Kita tidak mungkin membuat keluarga kita terus melarikan diri. Kita tidak mungkin membuat keluarga kita merasakan tekanan akibat menjadi incaran bahkan buronan Negara – Negara besar selamanya."
Wajah – wajah yang awalnya pucat pasi dan tanpa harapan itu perlahan – lahan mulai teraliri darah. Semangat perlahan - lahan mengisi hati mereka tangan mereka kini telah terjkepal erat. Menunjukan bahwa semangat mereka bukanlah cuma kata – kata belaka. Menunggu reaksi yang telah ditunggunya sang uzukage bersiap meberikan sedikit dorongan semangat lagi. Berharap meningkatkan moral pasukannya.
"…JADI KITA HARUS MELAWAN. KITA HARUS MELAKUKANNYA DEMI KELUARGA KITA, DEMI UZUSHIO DAN DEMI KLAN UZUMAKI. JADI AKU MOHON KEPADA KALIAN SEMUA UNTUK MEMINJAMKAN KEKUATAN KALIAN."
"UUUWOOOHH…."
Dan sepertinya berhasil. Semangat pasukan ninja uzu kini sudah pada titik tertinggi. Kesiapan bertempur yang tinggi setidaknya bisa meningkatkan persentase kemenangan mereka sebanyak 5%. Setelah menyelesaikan pidatonya sang uzukage kembali pada posisinya. Setelah sampai diantara barisan para dewan, seoranganbu tiba - tiba muncul dihadapnnya.
"jadi bagaimna dengan konoha?" Tanya sang uzukage
"Maaf Uzukage-sama…. Masih belum ada respon yang berarti dai pihak konoha." Jawab cepat anbu tersebut.
"Cih….. apa yang dilakukan oleh sekutu kita itu. Di saat kita terdesak sperti itu mereka malah bertindak seakan tidak tahu apa – apa." Respon sinis itu keluar dari sang penasehat sekaligus pengatur siasat sang uzukage, Nimura.
"Sudahlah Nimura… Kini bukanlah saat yang tepat untuk saling menyalahkan. Jika konoha tidak mau membantu kita, maka kita harus berjuang sendiri. Berjuang berkali – kali lipat lebih keras."
"….. Hai…. Uzukage-sama."
"Sisanya aku serahkan padamu "
"Hai…."
Dengan itu sang ahli siasat. Maju mengamnil posisi tepat dihadapn pasukan perang Uzu. Mempersiapkan segala rencana yang dibutuhka untuk bisa melindungi Uzushio dan memukul mundur musuh – musuh Uzu.
.
.
.
~~Skip Time.
Sore hari di Uzushiogakure yang biasanya selalu terisi oleh kegembiraan kini sudah tak tampak lagi. Kali ini suasana desa dipenuhi oleh tensi serius yang tidak mengenakkan. Rumah – rumah penduduk sudah kosong tanpa ada satupun orang yang menempatinya. Mereka telah di evakuasi ke tempat perlindungan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama pertempuran.
Semua pasukan sudah bersedia di posisinya masing – masing. Menunggu dan terus menunggu. Menunggu sang dewa kematian yang menghampiri mereka atau dewi keberuntungan yang tersenyum pada mereka. Menunggu hingga matahari perlahan – lahan hilang di arah barat. Lalu digantikan tugasnya oleh rembulan yang bersinar terang namun mencekam. Dengan munculnya bulan setiap bagian pasukan mulai menggenggam senjatanya masing – masing dengan sangat erat seakan sejnajata itu akan hilang jika tak dipegang sperti itu. Sinar rembulan perlahan – lahan semakin terang.
Sinar rembulan bergerak menerangi desa lalu menuju kearah hutan di depan gerbang desa. Dari depan gerbang desa terlihat beberapa orang manusia, dilanjutkan dengan ratusan bahkan ribuan manusia di belakangnya. Ya…. Mereka adalah musuh Uzushiogakure saat ini, aliansi Iwa, Kumo, dan Kiri.
Terlihat tiga orang berada di depan ribuan pasukan itu. Mereka adalah para pemimpin desa. Sandaime Raikage, Sandaime Tsucikage, dan Yondaime Mizukage.
"Oi…. Uzukage. Sebaiknya menyerahlah! Biarkan kami menghabisi kalian. Perarungan ini adalah hal yang sia – sia. Karena pemenangnya sudah terihat pasti."
Ucapan sinis itu keluar dari seorang pria tua dengan tubuh kekar dari sisi musuh. Ucapan itu seketika membakar api amarah dari pasukan uzu dan tentunya juga bagi pimpinan mereka. Namun berhasil disembunyikan dibalik wjah datarnya.
"Kalian tentunya sudah tau jawabanku bukan jadi seharusnya kalian tidak perlu repot – repot bertannya bukan."
"cih….. sombong sekali. Baiklah jika itu keinginanmu, maka kami tidak akan segan" dengan berakhirya ucapan itu angina kencang memenuhi area itu. Tekanan kekuatan yang luar biasa mengguar tatkala empat orag barisan kedua di belakang para pemimpin dan yondaime mizukage seketika berubah menjadi bijuu sempurna.
Nibi, kucing yang diselimuti api biru dengan dua ekor. Sanbi, kura – kura bermata satu dengan tiga buah ekor yang melambai di belakang tubuhnya. Yonbi, gorila merah dengan empat ekor. Gobi, dengan kepala lumba – lumba bertanduk badan rusa dengan lima ekor. Hachibi, badan bagian atas berbentuk banteng sedangkan badan bagian bawahnya berbentuk gurita dengan delapan ekor.
Tekanan yang lebih besar kembali terjadi saat semua biju itu mulai mengumpulkan energy positif dan energy negative di depan mulut mereka. Proses pengumpulan energy itu membuat permukaan tanah retak dan mulai bergerak melayang membuktikan besarnya tekanan kekuatan itu. Mengkompresikannya hingga tingkat tertinggi lalu secara bersamaan menembakkannya kea rah desa uzushiogakure.
Lima buah Biju Dama melesat cepat menuju kearah desa uzushiogakure melenyapkan apapun yang menghalanginya. Tapi hal itu sama sekali tidak membuat sang uzukage gentar.
"Langsung menggunakan Biju Dama kah? Sayangnya kalian berurusan dengan klan yang salah."
Mebuat segel tangan dengan kecepatan tinggi yang sulit diikuti dengan mata biasa. Saat selesai merapal segel sang uzukage membentangkan telapak tangannya kedepan. Dari telapak tangannya terihat aksara fuin berbentuk arah mata angin yang bersinar.
Tiba – tiba kelima Biju Dama itu berhenti lalu secara ajaib mulai tertelan oleh aksara fuin yang identic dengan akasara fuin ditangan sang uzukage. Uniknya aksara itu melayang di udara tanpa ada yang menopangnya. Setelah semua Biju Dama itu tertelan secara keseluruhan sang uzukage mengepalkan tangannya.
Jikukan Kekkai
Semua pasukan musuh mengalami shok akibat hal yang luar biasa di depannya itu. Lima bom biju dihentikan begitu saja oleh satu orang. Namun rasa shok mereka seakan belum cukup ketika melihat ke langit di atas mereka. Lima bom biju itu sekarang malah mengarah kea rah mereka layaknya hujan meteor.
"SEMUANYA BERPENCAR"
Mendengar perintah atasan mereka. Mereka segera melompat menghindari serangan bersekala besar yang dikembalikan itu. Saat kelima bom biju itu menyentuh tanah ledakkan yang luar biasa besar terjadi menelan apapun disekitanya menjadi abu. Bahkan saking kuatanya ledakan itu membuat sekitar seribu pasukan musuh musnah tak bersisa.
'cakraku banyak berkurang untuk menahan serangan bom biju itu'
Mengakhiri pemikirannya sang uzukage mengakat telapak tangannya tinggi tinggi lalu ia jatuhkan kedepan. Tanda untuk memulai serangan, berusaha memanfaatkan kekacauan yang telah ia buat.
"UUUWWWOOOHHHH!
Mendpat tanda dari sang Uzukage, paukan uzu seketika berteriak. Melaju ke barisan depan melindungi keluarga ,desa, dan klan mereka melindungi apa yang mereka percaya.
Dengan itu perang antara pasukan aliansi melawan desa uzushiogakure pun mulai memasuki klimak. Teriakan – teriakan ninjutsu yang dikeluarkan, teriakan kesakitan, marah, kesedihan mengisi malam yang mencekam itu.
Para biju kini sudah tak bisa lagi bergerak akibat fuin pengekang yang dilakukan oleh beberapa master fuinjutsu uzu no kuni. Sementara sang uzukage sedang berhadapan dengan sandaime raikage.
"Tarik mundur pasukanmu Raikage."
"kenapa aku harus melakukannya? Sekarang adalah malam terakhir dari eksistensi klan uzumaki."
Ucap Raikage sembari mengaktifkan Raiton No Yoroi –nya. Membuat tubuhnya kini dikelilingi oleh petir yang melecut – lecut.
"sikap keras kepalamu itulah yang mebuat dunia shinobi tidak pernah menemui titik perdamaian."
"Kheh….. simpan saja omanganmu saat kau bertemu dengan shinigami nanti"
Dengan itu petempuran antar kage itu dimulai. Raikage bergerak dengan kecepatnnya yang telah ditambahdengan cakra petir dari ration no yoroi kini telah ada di samping Uzukage. Melayangkan pukulan pada sang Uzukage. Saat pukulan itu mengenai kepala Uzukage, tiba – tiba tubuhnya berubah menjadi kepulan asap
"cih…. Bunshin"
"Mencari ku?"
Sebuh suara dari belakang mebuat raikage membulatkan matanya. Saat berbalik yang ia temui adalah sebuah bogem yang mengandung cakra padat. Bogem milik Uzukage itu tepa mengenai pipi Raigake membuatnya terpelanting jauh menuju lebatnya hutan menghancurkan puluhan pohon hingga akhirnya bisa berhenti.
Menatap datar hasil serangannya sang Uzukage kembali meningkatkan kewaspadaannya ketika melihat sebuah cahaya terang yang bergerak bagaikan cahaya laser menuju karahnya. Namun saat sudah berada beberapa meter di depan Uzukage. Tiba – tiba cahaya itu menghilang. Matanya menatap liar mencari keberadaan Raikage. Hingga ia merasakan kehadiran tepat di hadapnya.
"Ya…. Aku mencarimu"
Dengan itu sebuah Uppercut mendarat mulus di dagunya. Menghempaskannya tinggi ke atas dimana Raikage dengan sekejap mata sudah berada di atasnya meyiapkan tendangan kapak kearahnya
Girochin Drop
Tendangan itu mengirim Uzukage menghantam tanah dengan keras layaknya sebuah meteor. Membentuk kubnagan tanah dengan tubuhnya. Namun serangan raikage tidak berhenti sampai disitu. Ia membuaka telapak tangannya lalu menekuk jempol dan kelingkingnya.
Sanbon Nukite
Melesat turun kearah jatuhnya uzukage layaknya laser. Menghantamkan jutsunya kearah uzukage. Saat jutsu itu bersentuhan kubangan tanah itu semakin meluas dengan petis melecut – lecut dari pusatnya. Debu mengepul membuat pandangan tertutupi. Saat debu itu menghilang terlihat tangan Raikage hanya menembus tanah. Tidak ada tubuh Uzukage disana.
"kau cepat seperti yang dirumorkan"
"kheh…. Kau juga cukup hebat bisa bertahan dari serangan beruntunku"
'serangannya benra – benar menyakitkan. Jika saja aku tidak melakukan sunshin tadi. Aku pasti sudah mati'
"Saa…. Ayo kita tingkatkan pertarungannya Uzukage"
Dengan itu cakra Raikage meningkat dengan intensitas gila. Rambutnya mulai berdiri, petir yang melindunginya semakin bergerak liar. Mengangkat telapak tangannya lalu menekuk jari – jarinya, menyisakan telunjuknya.
"baiklah kalau begitu….. kita tingkatkan level pertarungannya"
Ucap sang uzukage sembari merapal segel tangan yang bahkan lebih panjang dari pada segel pada awal pertempuran. Setelah menyelesaikan segel tangannya. Tiba – tiba dari kedua telapak tangannya muncul aksara fuin yang mulai menyebar hingga sikunya, seperti aksara itu adalah benda hidup.
"Saa….. ayo kita mulai!"
Melesat dengan kecepatannya yang naik berkali – kali lipat dari pada pertarungan awal. Raikage bergerak lurus mengarahkan tangannya pada sang Uzukage.
Ippon Nukite
Cakra petir membentuk tombak super tajam itu dirahkan tepat ke kepala sang uzukage. Sedangkan sang uzukage yang berhasil melihat pergerakan super cepat itu berhasil menghindar pada titik paling krusial dengan memiringkan kepalanya sehingga serangan itu hanya berhasil menggores sedikit pipi dan beberapa helai rambutnya.
Berhasil menghindari serangan itu tidak menghentikan aksi sang Uzukage. Dengan cekatan tangan sang Uzukage segera memberikan serangan pukulan telapk tangan layaknya Jyuken dengan tanganya yang sudah dipenuhi dengan aksara aneh tadi.
Tangan kanannya ia arahkan pada siku raikage sedangkan tanagn kirinya ia arahkan pada perut raikage. Tepat saat pukulan itu mengenai Raikage, sekilas muncul percikan listrik merah dari telapak tangan Uzukage.
Bentrokan berkecepatan tinggi itu berakhir dengan posisi saling membelakangi. Hingga beberapa detik tidak ada yang bergerak dari posisi itu. Hingga tiba – tiba Rikage memuntahkan darah dari mulutnya. Ration no Yoroi yang selalu melindungi Raikage selama bertrokan jugs telah menghilang.
"Hoek….. a..apa yang kau lakukan Uzukage?" Tanya Raikage dengan susah payah. Suaranya tercekat akibat darah yang masih ingin memberontak keluar dari tenggorokannya.
"Jaringan Cakramu….. sudah kuhancurkan!"
"a..apa? Bagaimana bi..bisa?"
"kuakui seranganmu tadi adalah serangan yang sangat mematikan. Tetapi kau tidak bisa memaksimalkan serangan itu. Sehingga musuh bisa memanfaatkan seranganmu untuk mejatuhkan dirimu sendiri."
"….."
"Pukulan tadi bukanlah pukulan biasa. Pukulan itu pemiliki prinsip yang hampir sama dengan Jyuken dari Klan Hyuga. Tapi aku menambahkan prinsip jikukan pada serangan itu. Normalnya serangan itu hanya akan mengacaukan jalur cakra seseorang dengan cara mendistorsi dimensi mikro di dalam tubuh. Tapi lain lagi jika yang ku serang adalah kau raikage."
"…"
"Ippon Nukite serangan mematikan dengan berbasis cakra petir yang dikompersikan lalu dipertajam. Kau fikir apa yang akan terjadi jika serangan itu menjadi satu saat aku mendistorsi dimensi tubuhmu?"
"….."
"Ya…. Seranganku akan menjadi serangan super yang bahkan bisa menghancurkan system cakramu. Tapi mengingat tubuh supermu itu kau akan sembuh jika bisa beristirahat selama 1 bulan penuh. Tapi sayangnya kau akan mati di sini raikage"
Dengan berakhirnya ucapan itu sang Uzukage bersiap memberika pukulan penghabisan kepada Raikage. Sedangkan raikage hanya bisa mengumpat.
"ONOREE…."
"Hentikan Uzukage!"
Beberapa centi lagi serangan itu telak mengenai Raikage sebuah suara mengitrupsi aksinya. Suara itu berasal dari seorang pria tua cebol yang tengah melayang di udara.
"apa – apaan kau Raikage… hanya untuk mengulur waktu saja kau hamper terbunuh. Benar – benar memalukan"
Sedangkan sang Uzukage hanya bisa membulatkan mata. Bukan karena bagaimana pria tua cebol itu bisa melayang, melaikan apa yang ikut melayang bersamanya.
~~Uzukage POV
Mataku dibuat mebola akibat kedatangan Tsucikage. Pasalnya yang ia bawa adalah para penduduk Uzu. Mereka terkurung dalam kekkai transparan yang berbentuk kubus. Mengurung mereka layaknya Sandra. Aku bisa melihat mereka mencoba untuk keluar, berteriak meminta bantuan, manangis, atupun menenangkan anaknya yang menangis. Sungguh pemandangan yang mengiris hati.
"Menyerahlah Uzukage!"
Nada sinis itu… Sialan kau Tsuchikage.
"aku tak akan menyerah. Aku pasti akan melindungi rakyatku"
"sou ka….. kalau begitu nikamatilah pemandangan dimana rakyatmu berubah menjadi abu!"
Jinton : Genkai Hakuri No Jutsu
Perlahan kubus yang mengurung penduduk uzu bercahaya terang menyusut lalu meledak. Menghancurkan penduduk uzu bahkan tanpa menyisakan apapun.
"…."
Aku tidak bisa berkata apa – apa lagi. Melihat penduduk yang coba ku lindungi melihat penduduk yang sudah ku anggap sebagai keluargaku sendiri diperlakukan seperti itu dihadapanku.
"jadi….. apa sekarang kau akan menyerah?"
"….. tidak akan pernah! TIDAK AKAN SEBELUM AKU BISA MENGIRIMMU KE DEPAN PINTU NERAKA TSUCHIKAGE!"
Seharusnya jutsu ini tidak pernah digunakan tapi jika seperti ini, tidak ada jalan lain. Jika kushina tau jika aku menggunkan jurus ini pasti aku akan dimarahi habis – habisan. Bagaimana keadaan kushina di gerbang barat? Semoga kau baik – baik saja anakku. Setidaknya biarkan ayahmu berjuang hingga titik darah penghabisan.
Merapal segel tangan kembali. Perlahan lahan aksara yang tadi hanya sebatas siku kini mulai bergerak memenuhi seluruh permukaan kulitku. Jutsu tingkat lanjut dari jutsuku yang pertama. Jutsu yang tidak pernah bisa ku beri nama karena penggunaanya yang sangat beresiko.
"hooo…. kalau begitu majulah. Biarkan aku membunuhmu!"
"sesuai kinginanmu…. Tapiyang mati bukanlah aku. Tapi kau!"
Menghilang dalam jurusku, kini aku sudah berada disamping tsuchikage yang melayang lalu mengirimkan pukulan yang sudah ku kombinasikan dengan serangan berbasis jikukan. Mengirim sang tsuchikage jatuh layaknya roket. Kembali menghilang dan muncul ke arah jatuhnya sang tsuchikage. Kembali menghantamkan pukulan padanya. Lagi. Lagi. Lagi. Puluhan kalis serangan sudah kulancarkan padanya. Dan kini adalah serangan penghabisan.
Ketikan sudah pada titik tertinggi dari serangnku. Telah kusiapkan pukulan super yang yang lagi – lagi ku kombinasikan dengan jikukan. Tapi sayangnya sebelum serangan itu mengenai Tsuchikage brengsek itu tubuhku terlebih dahulu terhempas oleh serangan ekor dari Yonbi. Menghempaskan tubuhku ketanah dengan keras.
Eh… biju? Bukankah mereka sedang di kekang oleh Nimura .
""jika kau sedang mencari orang yang tadi mengekang kami, maka sebaiknya kau harus mencarinya di alam baka… ha ha ha!"
Sial…. Sial …. Sial….. keparat kalian. Kalian semua keparat.
"Saaa…. Selamat Tinggal Uzukage"
Kembali lima bijudama melesat ke arahku. Kali ini aku tidak mungkin bisa memindahkan serangan itu. Tubuhku sudah mencapai batas. Memang hasil yang dicapai saat menggunakan jutsu ini sangat luat biasa. Aku mampu berpindah tempat kemanapun selama masih berada dalam jangkauan jutsuku. Seranganku menjadi berkali – kali lipat lebih kuat dan berbahaya. Tapi efek samping yang ditimbulka juga sangat luar biasa. Penggunaan jutsu tadi sudah menghancurkan semua jaringan tubuhku. Sekarang aku tidak bisa menggerakan tubuhkuku, bahkan untuk menggerakan ujung jariku saja aku tak mampu.
Aku hanya bisa menatap nanar pada lima biju dama yang mengaah padaku itu. Haaah…. Kami-sam Aku ingin melihat wajah anakku sebelum aku mati.
"TOU-SAMAAA!"
Suara itu Kushina….. hah…. Ternyata tuhan masih berbaik hati mau mengabulkan permohonanku. Ku kirimkan sebuah senyuman dengan menggunakan seluruh tenagaku yang tersisa. Senyum terakhir yang bisa diberikan ayah kepada anaknya"
~~Kushina POV
Menyusuri hutan uzu….. kini aku mulai memasuki desa. Gara – gara melawan Kirigakure no Shinobigatana Shinchinin Shuu aku dipaksa bertarung di luar dinding desa. Walaupun cukup kesulitan menghadapi mereka sekaligus, setidaknya aku berhasil memukul mundur mereka. Kini aku harus bersiap untuk pertarungan yang lebih besar. Memasuki desa aku melihat begitu banyak mayat shinobi yang telah tumbang dlam perang baik dari pihak lawan maupun kawan. Selain itu dapat ku lihat para biju sedang mengelilingi seorang…
Eehhh…. Tou-sama. Mereka berusaha membunuh tou-sama. Tapi kenapa tou –sama tidak bergerak. Jangan – jangan dia menggunakan jutsu itu. Sial. Kenapa di saat seperti ini. Oh… tidak biju – biju itu ingin menembakkan bijudama lagi…. Sial…. Aku tidak akan sempat…. Siaaaallllll.!
"TOU-SAMAAAAA"
'BLAAAARRRRRR'
Ledakan besar menjawab panggilanku. Kini tidak ada lagi yang berdiri di sana. Bom biju itu pasti sudah….
"ONOREEE…!"
Aku pasti mebunuh kalian semua…. Pasti! Tidak ada pilihan lain aku harus meminta bantuan pada para Dewa Penjaga Mata Angin. Walau cukup beresiko tapi tidak ada pilihan. Aku mungkin bisa kehabisan cakra saat memanggilnya. Tapi harus ku lakukan untuk membunuh mereka semua.
Menggigit jempolku hingga darah mengalir keluar darinya. Kuoleskan darahku pada telapak tangan. Merapal segel pemanggil lalu kuhentakan tanganku ke tanah.
Kuchiyose No Jutsu
'Boft'
'Boft'
'Boft'
'Boft'
Saat ku lihat para dewa penjaga mata angin telah muncul kini kesadaranku yang mulai menghilang. Sisanya kuserahkan pada kalian.
"tolong!"
V
V
v
~~Emperror of The World~~
Membuka mataku perlahan – lahan. Membiasakan mataku pada sinar yang tiba – tiba memasuki mataku. Setelah terasa terbiasa ku buka mataku secara penuh. Hal yang pertama ku lihat adalah ruangan yang serba putih. Bau obat – obatan menyengat memasuki hidung ku. Bunyi tetesan cairan infus saling berpacu dengan detak jam dinding. Tenggorokanku terasa kering.
"Dimana ini?"
Tanyaku entah pada siapa. Apakah aku masih di uzu. Tapi jika ini rumah sakit uzu seharysnya ada ornament – ornament yang menggambarkan lambing klan uzumaki. Tapi di sini tidak. Lagi pula terakhir kali kuingat uzu sudah benar - benar rata dengan tanah. Jadi dimana ini?
Ku alihkan pandanganku ke arah jendela menerawah jauh dapat ku lihat pahatan wajah – wajah di sebuh tebing. Dan kalau aku tidak salah ingat itu adalah wajah para pemimpin pendahulu desa konoha. Para hokage pendahulu.
Mataku membulat. Jadi sekarang aku berada di konoha. Lalu apa yang terjadi dengan Uzu. Bagaimana dengan rakyat Uzu. Bagaimana dengan ayahku. Ku pegang keningku seakan dengan melakukan hal itu bisa membuat ingatanku kembali pulih.
"…"
"aku harus kembali ke Uzu"
Ucapku segera beranjak dari tempat tidur. Meraih tiang penyangga infus untuk ku jadikan penyangga tubuhku. Berjalan dengan tertatih menuju ke arah pintu. Namun sebelum tanganku bisa meraih ganggang pintu, pintu itu lebih dahulu terbuka menampilkan seorang pria dewasa dengan rambut yang mulai memutih termakan usia. Dia adalah sandaime hokage, hirusen sarutobi.
"apa yang kau lakukan. Tubuhmu masih perlu istirahat"
Nada itu. Nada khawatir itu. Tapi sayangnya nada itu tidak keluar dari orang yang aku inginkan.
"Kenapa aku ada di konoha.? Apa yang terjadi pada Uzu? Apa yang terjadi pada penduduk Uzu?"
Pertanyaan demi pertanyaan ku layangkan padanya dengan nada sinis. Ku lihat pandangannya menjadi sendu. Cih…. Hokage sialan ini.
"maafkan aku….. Uzushiogakure sudah hancur. Kau adalah uzumaki terakhir yang tersisa. Maafkan aku"
Ucapnya dengan suara yang bergetar. Wajahnya tetuntuk menghadap kea rah lantai. Sedangkan kembali harus terdiam dengan keadaan shok berat.
"…"
"Maafkan aku"
"BERHENTILAH BERSANDIWARA HOGAKE SIALAN. KAU FIKIR KARENA SIAPA UZUSHIOGAKURE BISA HANCUR HAH? ITU KARENAMU, KARENA KONOHA YANG MENGABAIKAN PERMINTAAN TOLONG KAMI DAN MALAH BERSIKAP ACUH"
Pengekang emosiku sudah pecah. Ku lontarkan kata – kata penuh cacian itu pada hokage didepanku. Mataku mungkin sudah tidak lagi violet, melainkan suda berganti menjadi mata merah dengan iris hitam vertical akibat ckra kyubi yang merespon amarahku. Sedangkan orang dihadapanku semakin menundukan kepalanya.
"Maaf-…"
"PERGI DARI HADAPANKU. DAN JANGAN PERNAH TUNJUKAN WAJAHMU DIHADAPNKU LAGI"
Bentakku lagi tanpa memberinya kesempatan untuk menyeleaikan kata – katanya. Pandangan tajam dengan kombinasi mata kyubi memberikan tekanan besar pada sang hokage belum lagi kata – kataku tadi. Dengan langkah enggan hokage itu perlahan meninggalkan ruangan itu. Namun sebelum benar – benar pergi dalam ruangan itu dia sempat berbalik dan berbicara.
"Maaf atas sikap konoha pada Uzu. Tapi itu bukanlah murni keinginanku."
Dan kini tinggalah aku sendiri di dalam ruangan itu. Sendiri dalam kesedihan dan keputusasaan.
.
.
.
Lima hari sudah aku berada di konoha, tepatnya rumah sakit konoha. Namun semuanya masih sama, tidak ada yang berubah termasuk rasa kecewaku pada konoha. Namun tanapa ku sadari semu itu akan mulai berubah mulai dari hari ini. Hari dimana aku bertemu dengannya.
Menatap datar kearah satu - satunya jendela di ruangan itu. Menyesali betapa lemahnya dririku yang bahkan tidak bisa menyelamatkan desaku sendiri. Semua lamunan dan penyesalanku tiba tiba runtuh dan berubah menjadi amarah ketika pandanganku menangkap sosok hokage yang masuk kedalam ruanganku.
Saat aku ingin melontarkan kata – kata kasar untuk mengusir hokage itu, aku harus dibuah menahan kata – kataku akibat seseorang yang masuk setelah sang hokage. Seorang laki – laki berambut pirang yang mengenakan rompi jounin konoha yang umurnya berkisaran sama sepertiku. Laki – laki itu kini tengah tersenyum ramah padaku.
Senyum yang tiba – tiba membuatku merona. Tidak…. Dia adalah ninja konoha. Semua ninja konoha adalah penghianat Kushina. Jangan tergoda olehnya.
"bagaiamana keadaanmu kushina?"
"berhentilah bersikap seperti kau mengkhawatirkanku!"
"haah….. aku kesini hanya untuk mengenalkannya padamu. Dia adalah orang yang menolongmu sewaktu kau tengah sekarat dulu"
Dengan itu laki – laki yang dari tadi berada di belakang maju kedepan dan mempekalkan dirinya.
"Namaku Minato, Namikaze Minato. Aku harap kita bisa berteman baik"
Eh….. namikaze minato. Bukankah itu nama ninja konoha dengan julukan Konoha no kiroi senko. Laki – laki ini?
"Anoo…"
"e..eehh…. gomen. Namaku Kushina, Uzumaki Kushina"
"hee….. jadi kau adalah Akai Chishio no Habanero itu! Aku sering mendengar tentang kehebatanmu"
"tidak sesering aku mendengar tentang kehebatanmu. Konoha no kiroi senko"
Tanpa sadar aku mulai mebuka pertahananku pada laki – laki ini. Laki – laki yang akan menjadisumber dari penderitaanku dan anakku kelak. Dan sayangnya aku belum bisa menyadarinya.
.
.
..
.
..
END
Yosh….. gitu aja….. ini udah ane panjangin wordnya…. Gak ada sesi balas review. Soalnya ane udah kena protes. Naruto muncul chapter depan jadi jangan khawatir. Ane rencanain fic ini bakan terus update setiap hari minggu. Jadi please review ya….. tentunya ane harap review yang membangun. Klw Cuma review yang bikin orang sakit ati mending gak usah deh.
Thanks buat yang udah dukung fic ane sampe sekarang. Jaaa…. Sampai jumpa di chap selanjutnya.
.
.
.
.
Wisesa Kazehaya
Out.
