Summary :

Uzumaki Naruto. Anak yang dicintai oleh alam semesta tetapi di benci oleh penduduk desanya sendiri walaupun itu bukanlah hal yang pantas ia tanggung. Bersama hewan kuchiyose yang malah memilih untuk desegel dalam tubuhnya mampukah Naruto mencapai impiannya? Warn. Taijutsu Naru, SageMode Naru, Smart Naru.

Desclaimer : Naruto bukan punya ane. Naruto kepunyaannya Masashi Kishimoto-sensei.

Warning : OOC Naru, OOC Minato, gak mirip canon, Typo bertebaran, Bahasa berantakan, Iritasi berlebihan. Mata merah, hidung tersumbat, sesak nafas, bibir pecah - pecah dan gangguan kesehatan lainnya.

Rating : M

Pair : Naruto x ? ()

"Aku Uzumaki Naruto" -Normal

'aku uzumaki naruto' -Inner

"aku uzumaki naruto" -Monster/Angry

'aku uzumaki naruto' - Mindscape/Dream

Jikukan Kekkai -Jutsu

Ane saranin kalau gak suka mending langsung di tutup aja ya!

Yosh… selamat membaca

V

V

v

~~Emperror of The World~~

~~Sebelumnya

"bagaiamana keadaanmu kushina?"

"berhentilah bersikap seperti kau mengkhawatirkanku!"

"haah….. aku kesini hanya untuk mengenalkannya padamu. Dia adalah orang yang menolongmu sewaktu kau tengah sekarat dulu"

Dengan itu laki – laki yang dari tadi berada di belakang maju kedepan dan memperkenalkan dirinya.

"Namaku Minato, Namikaze Minato. Aku harap kita bisa berteman baik"

"Anoo…"

"e..eehh…. gomen. Namaku Kushina, Uzumaki Kushina"

"hee….. jadi kau adalah Akai Chishio no Habanero itu! Aku sering mendengar tentang kehebatanmu"

"tidak sesering aku mendengar tentang kehebatanmu. Konoha no kiroi senko"

Tanpa sadar aku mulai mebuka pertahananku pada laki – laki ini. Laki – laki yang akan menjadisumber dari penderitaanku dan anakku kelak. Dan sayangnya aku belum bisa menyadarinya.

V

V

v

~~Emperror of The World~~

Tiga tahun sudah aku berada di konohagakure. Desa yang dulunya kubenci hingga ke akar – akarnya kini mulai kucoba untuk terima. Tinggal disebuah apartemen yang diberikan sandaime hokage kepadaku. Menjalani kehidupan layaknya seorang civilian. Ya aku berhenti dalam system ninja, sudah terlalu banyak kenangan pahit yang ku dapat dari gelapnya dunia ninja. Mulai menerima diriku sebagai penduduk konoha.

Selama tiga tahun ini juga hubunganku dengan Minato semakin dekat. Karena dia lah aku bisa melupakan kejadiandi masa lalu sedikit demi sedikit. Menerima diriku sebagai penduduk konoha sedikit demi sedikit. Bisa di bilang bahwa kami adalah sepasang kekasih. Dialah yang selalu memberikanku perhatian, kasih sayang dan cinta lebih dari siapapun di konoha.

Hubunganku dengan sandaime hokage juga tidaklah seburuk dulu. Aku sekarang bisa menerima alasan yang diberikan hokage itu. Dia sudah ku anggap sebagai ayah angkatku di konoha. Memang benar kata pepatah 'waktu bisa menghancurkan segalanya bahkan batu karang sekalipun'.

Kedekatanku dan minato kian hari kian hari kian mendekat bahkan satu hal yang masih kurahasiakan yaitu sekarang aku tengah mngandung. Ya aku sekarang mengandung anak dari minato. Hal itu terjadi satu bulan lalu. Terjaidi bahkan sebelum sempat aku menyadarinya.

Aku tahu bahwa hamil diluar ikatan pernikahan bukanlah suatu yang bisa diterima oleh masyarakat begitu saja. Maka dari itu aku dan minato sepakat merahasiakannya. Walaupun aku ingin merahasiakannya tetapi aku tetap tidak bisa merahasiakannya dari ayah angkatku, sandaime hokage.

Tapi minato sudah berjanji bahwa ia akan segera menikahiku setelah acara pelantikannya sebagai hokage. Minato terpilih sebagai kandidat terkuat sebagai Yondaime Hokage. Prestasi – prestasi yang diraihnya selama ini memantapkan langkahnya menjadi seorang hokage.

Kini aku sedang menyusuri jalan di konoha, terlihat jalanan konoha saat ini sangatlah sepi. Mereka semua kini sedang menghadiri acara penobatan Minato mejadi seorang Kage. Sebenarnya Minato melarangku untuk menghadiri acara ini. Tapi walaupun begitu aku sangat ingin melihatnya berhasil menggapai impiannya sebagai hokage. Terus menyusuri jalanan konoha hingga aku kini sampai tepat di halaman depan kantor hokage yang tepat berada di bawah pahatan wajah para hokage terdahulu.

Dari atap bangunan bisa kulihat sandaime hokage bersiap untuk membuka acara. Sepertinya aku datang tepat waktu.

"Penduduk konoha yang ku cintai. Hari ini kita akan memasuki era kepemimpinan baru"

"kepemimpinan selanjutnya yang akan mewarisi tekad api konoha"

"saya berdiri disini, Hiruzen Sarutobi, Sandaime Hokage senang kalian semua hadir disini"

"baiklahsaat ini langsung saja saya perkenalkan orang yang akan mejadi Yondaie Hokage mulai saat ini,

Bisa ku lihat Minato dengan jubah Yondaime hokage yang ia kenakan berjalan menghampiri dan berdiri di samping Sandaime.

"semua orang mengenal dia sebagai… Minato Namikaze"

Semua orang seketika bersorak, mengelukan nama Minato. Sorakan bahagia karena bangga memiliki hokage tangguh seperti minato. Minato juga terlihat sangat bahagia. Ia melambaikan tangannya kepada penduduk konoha.

"Terimakasih karena kalian mau memilihku sebagai Hokage selanjutnya. Ini merupakan sebuah kebanggaan bagiku"

"hari ini juga aku akan mengabarkan sebuah kabar gembira pada kalian semua"

"perkenan aku untuk mengenalkan calon istriku pada kalian"

Eh…. Apa yang dilakukan Minato? Apa dia ingin memperkenalkanku pada penduduk konoha bahwa aku adalah calon istrinya. Wajahku mungkin sudah seperti kepiting rebus kali ini. Pandanganku dan pandangannya bertemu, tapi itu tidak berselang lama karena dia sudah mengalihkan pandangannya pada arah lain.

"Nama calon istriku adalah… Shizune Katou"

Eh…. Apa katanya? Bukankah… eh? Semua pandangan mengarah pada seorang gadis yang berdiri di sebelah Tsunade Senju. Tapi bukakah aku adalah calon istrinya? Bukankah dia sudah berjanji? Bukankah sekarang aku sedang mengandung anaknya? Apa maksunya ini?

Pandangan kami kembali saling bertemu. Tapi dia kembali mengalihkan pandangannya dariku seakan aku bukanlah pihak yang tersakiti.

Berlari sekuat tenaga meninggalkan kerumunan itu berlari menuju apartemenku untuk mengurung diri. Mengurung semua perasaanku yang mencoba untuk keluar, walupun air mata tidak henti – hentinya keluar.

Setelah sampai di apartemen ku. Bukannya menjadi tenang, aku malah meangis semakin keras. Menangis penuh penyesalan. Hingga tanpa kusadari bahwa aku mengakhiri hari itu hanya dengan menangis di apartemenku.

.

.

~~Skip Time

.

.

Sembilan bulan sudah berlalu sejak pelantikan hokage. Sejak penghianatan dan kekecewaan yang aku dapatkan di hari itu. Kekecewaan yang sudah hampir menghilangkan semua harapanku. Mungkin jika aku tidak sedang mengandung mungkin aku sudah mengakhiri hidupku ini.

Si brengsek minato itu bahkan menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku ini. Ia datang tepat satu hari setelah acara pelantikan. Kata – katanya bahkan masih terukir jelas di kepalaku ini.

'berhentilah menemuiku lagi. Aku akan segera menikah dengan Shizune. Mulai sekarang bersikplah seperti kita tidak saling mengenal. Dan masalah kandunganmu….. gugurkan saja'

Begitulah katanya. Kata – kata datar yang menghancurkan semuanya. Harapanku dan cintaku. Sepertinya memang sebuah kesalahan untuk mencintai shinobi konoha apalagi si brengsek yang bernama minato itu.

Heh….. dasar brengsek itu. Tentunya aku tidak menurutinya. Lagi pula siapa dia. Ini adalah kandunganku. Dia tidak berhak menentukan apa yang harus aku lakukan. Selama 9 bulan ini aku bahkan tidak pernah lagi melihat si brengsek itu. Merawat kandunganku sendiri, walupun biwako-ba san selalu dating sekedar untuk mengingatkanku ataupun memarahiku. Mungkin dialah satu orang yang tidak bisa ku benci di konoha. Entah kenapa ia selalu menebarkan hawa horror jika aku melihatnya dengan pandangan benci.

Hari ini adalah hari yang menegangkan untukku. Dokter memprediksi bahwa aku akn melahirkan hari ini. Tepat saat usia kandunganku 10 bulan 13 hari, mungkin karena pengaruh kyubi membuat usia kandunganku agak lama. Aku juga mendengar bahwa Shizune juga akan melahirkan hari ini. Hah…. Untuk apa aku memikirkan mereka.

Kini aku sedang bersama dengan biwako- ba san menujuke tempat persalinanku. Tempat persalinanku berada di luar batas desa, di sebuah tempat yang telah dijaga oleh puluhan anbu. Bukan karena apa. Tapi karena kyubi yang ada dalam tubuhku. Karena jika seorang jiichuriki melahirkan maka segel yang dimilikinya akan melemah. Maka untuk menghindarinya maka aku di minta untuk untuk melakukan proses persalinan di sini oleh sandaime hokage.

Proses persalinanku berlangsung sangat menyakitkan. Tenagaku terbagi menjadi dua setengah untuk persalinan dan setngah lagi untuk menahan segel kyubi. Sebenarnya ini akan lebih mudah jika ada seorang ahli fuinjutsu yang membantu proses persalinan. Tapi disini tidak ada yang memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal fuinjutsu.

"ooeee…..""

Tapi akhir dari perjuangan panjang dan rasa lelahku seakan menguap ketika aku mendengar suara bayi yang menangis. Ya ….. suara bayiku.

"selamat kushina….. kau sudah melahirkan anak laki – laki yang sehat"

Ku lihat biwako-ba san menggendong anakku. Anak laki – laki yang akan ku beri nama Naruto, Naruto Uzumaki. Ku gendong anakku dengan lembut lalu menyatukan dari kami.

"selamat datang ke dunia Naruto….. "

Tapi sepertinya tuhan tidak bosan – bosannya memberikaku cobaan dalam hidup. Pandanganku teralih ketika satu persatu orang dalam ruangan persalinan itu jatuh kehilangan nyawanya ketika sekelebat bayangan hitam bergerak dengan cepat menebaskan kunainya. Lalu berhenti ketika mengarahkan ujung kunainya tepat ke arah leherku.

"sebaiknya kau menurut jika masih sayang pada nyawamu dan anakmu"

Ucap seorang pria dengan jubah hitam dengan suara baritone yang sedikit tertahan karena topeng yang ia kenakan.

…..

Kini aku sudah dlam kondisi terlemahku. Kondisiku yang lemah pasca melahirkan ditambah dengan kyubi yang di tarik paksa dari tubuhku oleh pria bertopeng tadi sukses membuat tubuhku berada pada titik terlemahku. Normalnya seorang jinchuriki yang diatarik biju dalam tubuhnya akan langsung mati. Tapi terimaksih pada darah uzumaki murni yang mengalir dalam tubuhku sehingga aku masih bisa bertahan sedikit lagi.

Kini aku tengah berbaring diatas permukaan batu bersama dengan putraku Naruto. Memeluknya dengan erat karena ini mungkin terakhir kalinya aku bisa memeluknya seperti ini.

Bisa ku dengar ledakan – ledakan besar dari anah konoha. Sepertinya pria bertopeng itu menggunakan kyubi untuk menghancurkan konoha. Meh…. Itu bukan lagi urusanku. Setidaknya aku akan menghabiskan waktu terahirku bersaa dengan Naruto.

Namun semua keinginanku lagi – lagi tidak bisa terwujud karena sebuah kilatan kuning tiba – tiba muncul dihadapanku memunculkan kyubi yang sedang diduduki oleh seekor katak besarnya menyaingi kyubi. Dan di atas kepala katak itu ada si brengsek Minato.

Dia sedang menyiapkan sebuah altar untuk penyegelan. Kepada siapa dia akan menyegel kyubi? Aku tidak bisa membiarkannya. Jika konoha apalagi si brengsek minato itu berhasil mendapatkan kyubi maka kedamaian dunia bisa terusik lagi. Sial…. Setidaknya berikan aku waktu yang damai kami –sama.

Saat ku lihat sebuah serangan ekor kyubi menghempaskan minato hingga menghancurkan hutan berates – ratus meter aku segera memulai rencanaku.

Mengecup singkat naruto. Aku mulai berdiri dan mengguarkan sisa cakraku. Mengeluarkan rantai cakra yang menjadi jutsu spesialku itu. Mengekang pergerkan kyubi.

Aku tidak mungkin membawa kyubi sepenuhnya dengan kondisi ku yang seperti ini. Melihat ke arah naruto dan tersenyum kecut. Spertinya kau harus menjadi jinchuriki juga Naruto. Merapal segel tangan dengan cepat untuk memulai sebuah teknik penyegelan.

Shiki Fujin

Dengan mengucapkan nama jutsu itu sebuah sosok astral dengan wujud Shinigami dengan wajah seram yang membawa tasbih di tangannya dan sebuah pisau yang digigit d antara gigi – gigi runcingnya. Di depan sosok itu ada bentuk roh manusia yang terika tali. Itu adalah roh ku.

Shiki fujin adalah tenik penyegelan yang memiliki resiko yang sangat menakutkan. Karena bayaran untuk jutsu ini adalah nyawa penggunanya. Tapi itu bukanlah masalah bagiku. Lagi pula pada khirnya aku juga akan mati.

Ku arahkan tanganku kedepan bersamaan dengan dewa kematian yang berada dibelakangku menusukkan tangannya ke roh yang berada di depannya. Lalu tiba – tiba sebuah tangan astral dengan tanda tanda mengerikan menembus perutku bergerak dengan cepat lalu mengarah pada tubuh kyubi.

Menarik setengah cakra kyubi lalu meraiknya kembali ke dalam perutku. Kini tanda segel kembali muncul di perutku. Menandakan bahwa separuh kyubi kini tersegel kembali. Kuarahkan tatapanku pada naruto yang sudah ku taruh di atas altar penyegelan lalu beralih menatap kyubi kembali.

Merangkai segel tangan kembali lalu

Hakke No Fuin Shiki

Tapi sebelum jurusku berhasil menyegel kyubi pada naruto. Tiba tiba kilatan kuning mengganti tubuh naruto dengan tubuh bayi lainnya. Sehingga jutsu yang sudah tidak bisa lagi dibatalkan itu memaksa untuk tetap menyegel kyubi pada bayi itu.

Kini kyubi sudah tersegel secara keseluruhan. Tapi setengah kyubi tidak tersegel di tubuh naruto tapi di tubuh bayi yang dibawa oleh kilatan kuning tadi, dibawa oleh si brengsek minato.

"aku tidak bisa membiarkan kau menyegel kekuatan seperti kyubi pada anakmu kushina"

"kyubi akan menjadi kekuatan untuk konoha"

"SIALAAN KAU MINATOO!"

"kheh….. dengan ini aib sepertimu bisa menghilang dimuka bumi ini"

"SIALAAAN!"

Kini sandaime hokage telah smapi ke medan pertempuran itu lalu aku bisa melihat dia shok saat melihatku menggunakan Shiki Fujin.

Ku rasakan waktuku sudah habis melihat kea rah sosok dewa kematian yang kini menarik pisau yang dari tadi digigitnya.

"Oi…. Sandaime! Bisakah aku meminta satu hal padamu?"

"apa itu kushina…. Aku pasti akan melakukannya"

"tolong jaga anakku, jaga naruto untukku!"

Ucapku dengan nada sendu ksembari melihat naruto dengan pandangan sendu.

"tentu kushina…. Aku akan menjaga naruto untukmu!"

Menganggukan kepalaku mempercayai perkataan sandaime. Lalu ku alihkan pandanganku pada si bangsat Minato

"Dan kau minato…. Bersiaplah. Aku akan mengahajarmu sebelum kau di Tarik shinigami ke dasar neraka"

Dengan itu shinigami yang berada di belakangku menebas iktan antara tubh dan jiwaku. Membuatku Uzumaki Kushina meninggalkan dunia ninja yang kelam utnuk selamanya dengan penyesalan yang luar biasa.

END FLASHBACK

V

V

v

~~Emperror of The World~~

~~Normal POV

Pagi yang indahdi Desa Konohagakure….. eee….. maksudku pagi yang indah di hutan kematian. Burung yang berkicau layaknya saling menyahut satu sama lain. Kehangatan matahari yang mulai menghangatkan hutan. Bulir bulir embun pagi memantulakan cahaya matahari membuatnya berkilau bak berlian.

Hal yang bisa mebuat orang menganga tidak percaya karena yang kita bicarakan itu adalah hutan paling mengerikan yaitu hutan kematian. Tapi sepertinya keindahan itu sudah menjadi sarapan sehari – hari untuk anak yang kini sedang melakukan rutinitasnya. Melakuakan latihan super ekstrim bisa kita simpulkan dari hitungan yang anak itu suarakan.

"809, 810,811…."

Latihan gila – gilaan yang dilakukan oleh anak berumur 7 tahun. Dan jika kau melihatnya melakukan hitungan itu untuk pushup dengan hanya menggunakan tangan kanannya. Lalu tangan kirinya. Lalu situp dengan posisi menggantungkan kakinya pada dahan pohon, squat jump, melakukan tendangan dengan kaki kanan lalu kaki kiri, pukulan dengan tangan kanan dan kiri. Semuanya pada hitungan seribu. Dan jangan lupakan peraturan sederhana namun juga gila yang dibuat anak itu. Jika aku gagal mencapai seribu maka aku haru ulang lagi dari nol.

Semua latihan itu ia lakukan setiap hari pagi dan sore. Selama sebulan ini di bahkan tidak pernah meninggalkan hutan kematian. Semua yang dia perlukan selalu ia cari di hutan ini. Selain itu dia selalu mendapatkan kiriman dari orang misterius yang menurutnya sangat eksentrik itu setelah latihannya.

Anak itu adalah Uzumaki Naruto. Anak yang dianggap sebagai jinchuriki kyubi. Sebuah kesimpulan bodoh yang diambil penduduk hanya karena sebuah kabar angin yang tidak jelas dimana sumbernya.

Baju yang selalu ia kenakan pasca ia di usir oleh panti asuhan sekarang sudah benar – benar hancur, robek dan lubang di sana – sini. Pakaian yang lebih mirip kain lap dibandingkan pakaian itu selalu ia kenakan.

Bukan karena ingin atau apa. Tapi karena hanya inilah pakaian yang ia miliki. Dia tidak memiliki sepeserpun uang untuk membeli yang baru. Sekalipu ia memilikinya, tidak akan ada yang mau menjual padanya.

Menyelesaikan semua sesi latihannya, naruto menadang pada kunai yang selalu menancab di pohon yang berada di sberang tempat latihannya. Berharap ada yang tergantung disan. Tapi tidak ada. Sudah dua hari dia tidak menerima bungkusan dari orang misterius itu lagi.

Mungkin bantuan dari orang itu sudah berakhir. Bukan makanan ataupun minuman bahkan kotoran kud—ee…. Vitamin dari bingkisan itu yang ia iginkan. Tapi kertas yang selalu berisi kata – kata semangat yang paling ia nantikan. Setiap bungkusan yang ia terima selalu berisi kata – kata penyemangat. Dan setiap kata penyemangat itu selalu ia jaga baik baik dalam sebuah kotak yang ia temukan di pinggir hutan.

Walaupun kata – kata penyemangat itu selalu mengenai semangat masa muda seperti

"SELALU TUNJUKAN SEMANGAT MASA MUDAMU NAK"

Atau

"JANGAN MEYERAH PADA SEMANGAT MASA MUDAMU NAK"

Atau hal – hal yang berbau semangat masa muda lainnya. Tapi itu sudah sangat cukup untuk membuat jiwa kanak – kanaknya membuncah dengan kebahagiaan. Apalagi kata – kata "AKU SELALU MEMPERHATIKANMU NAK"

Kata – kata yang bagi kebanyakan orang adalah kata yang biasa, tapi bagi naruto itu adalah kata yang mengandung arti yang sangat mendalam. Bahwa ia tidaklah sendiri, masih ada orang yang mau memperhatikannya. Tapi mungkin semua itu akan berakhir.

"haah….. sepertinya aku harus memburu kelinci lagi hari ini"

Bergumam seperti itu naruto mulai menyusuri hutan. Mencari kelinci yang bisa diburunya untuk dijadikan sarapan. Hingga akhirnya ia menemukan seokor kelinci dengan ukuran sedang yang sedang asik memakan rumput.

Mengendap endap mendekati buruannya hingga jarak antara naruto dan kelinci itu hanya terpaut jarak 10 meter. Merasa timing sudah tepat naruto berlari dengan kecepatannya semakin mendekati kelinci itu.

Tapi kelinci itu lebih sigap dari pada duagaan naruto. Kelinci itu dengan gesit menghindari naruto dan malah berlari. Tak ingin buruannya kabur naruto pun ikut berlari mengejarnya. Aksi kejar – kejaran antara naruto dan kelincipun semakin memanas dimana kelinci itu melakukan drift hebat diantara pepohonan melakukan gerakan zig – zag yang semakin menyulitkan naruto untuk mengejarnya.

Aksi kejar – kejaran itu mungkin bisa menyaingi film Fast And Furious jika direkam. Aksi kejar kejaran itu terus berlangsung hingga dengan kecepatan tinggi kelinci itu meluncur masuk kedalam lubang dibawah sebuah pohon besar. Dan sialnya bagi naruto yang saat itu dalam kecepatan tinggi tidak bisa melakukan pengereman akhirnya harus merelakan wajahnya membentur permukaan kasar dari pohon yang ditabraknya.

Sedangkan kelinci itu memunculkan kepalanya lalau melihat kea rah naruto sekan meledek naruto.

"Gah….. kelinci sialan!"

Sedangkan naruto hanya bisa mencak –mencak sendiri menerima nasibnya.

"HA HA HA HA…."

Namun acara mencak – mecaknya itu terhenti saat mendengar suar gelak tawa dari arah belakangnya. Menoleh kea rah belakang ia bisa melihat seorang laki – laki dengan rambut mangkok hitam dan lais tebal dan jangan lupakan baju hijau yang terlihat sangat ketat di tubuhnya.

"Apa yang kau tertawakan ha?"

"Ha ha ha….. kau benar – benar hebat nak. Aku belum pernah melihat aksi kejar – kejaran yang menakjubkan seperti itu"

'cih orang itu…. Dia berniat memuji atau menghinaku sih'

"Berhentilah tertawa!"

"Haha….. baiklah baiklah…"

"jadi siapa kau? Apa yang kau lakukan di hutan ini?"

"Oi oi… bukankah tidak sopan menanyakan nama orang sebelum meperkenalkan diri terebih dahulu?"

"haah….. Naruto"

"eh…. Apa hubungannya dengan toping ramen? Perkenalkan dirimu nak"

"Naruto itu namaku…. Uzumaki Naruto!"

"Hahaha… maaf maaf…..!"

"Jadi siapa kau? Dan apa yang kau lakukan disini?"

"Hmmm…. Namaku Maito Gai. Aku kesini untuk melihat kau berlatih mengasah semangat masa mudamu. Setelah pulang dari misi. Tapi yang kutemukan disini ternyata lebih menyenangkan"

"EEEEHHHH…. KAU? Kupikir orang yang mengawasiku dan membawakanku makanan adalah orang yang tampan dan penuh wibawa"

"Oi….. kau mau bilang aku tidak tampan?"

"emmm….. Ya"

Ucap naruto dengan wajah yang terlampau polos. Sedangkan Gai sudah meluncur bebas terjatuh daridahan pohon tempatnya bertengger dan terjatuh dengan tidak elitnya.

"Setidaknya berbohonglah dan buat pria dengan masa muda membara ini bahagia"

"eeh….. bukankan kau sudah tidak muda lagi?"

"ukh… kau menyerangku lagi nak!"

"…"

Sedangkan naruto malah semakin bingung dengan apa maksud dari pria di depanya itu. Salahkan penduduk desa yang membuatnya tidak bisa memiliki pengalaman untuk berinteraksi.

"Hei nak…"

"ya?"

"Apa kau sudah makan?"

"emmm" menggelengkan kepalanya sebagai jawaban

"kalau begitu ikutlah aku. Tapi sebelum itu kita harus melaukan sesuatu pada pakaianmu itu."

Mengambi sesuatu dari dalam tasnya lalu gai mengeluarkan sesuatu sebuah baju hijau yang sama persis dengan yang dimiliki oleh gai.

"pakailah…."

"eeeee…. Bolehkan aku sedikit merubahnya?"

"kenapa kau ingin merubahnya?"

"baju ini terlihat konyol"

"ukh….. kau menyerangku lagi nak"

"….."

"baiklah…. Lakukan sesukamu. Baju ini sekarang milikmu"

"apa kau punya jarum dan benang? Dan bisa aku pinjam kunaimu?"

"ini"

Memberikan jarum dan benang serta kunai kepada naruto. Gai melihat naruto dengan cekatan memotong dan menjahit beberapa bagian.

"he….. kau terampil juga untuk ukuran anak sepertimu"

"aku besar di panti asuhan. Hal ini sudah menjadi pelajarn dasaryang harus kau ketahui….. Setidaknya sebelum aku di usir"

Balas naruto dengan memelankan suaranya pada bagian akhir walaupun masih dapat di dengar oleh Gai. Memandang sendu pada anak dihadapannya. Gai tidak habis piker kenapa penduduk begitu tega kepada anak ini. Hanya karena rumor bodoh yang beredar tanpa alasan.

"osh selesai!"

Memakai pakaian yang sudah ia modifikasi. Kini naruto menggunakan baju hijau ketat tanpa lengan. Baju dan celana sudah dipisahkannya. Celananya sendiri kini hanya sepanjang lutut dengan tambahan beberapa kantong yang dia ambil dari celanya yang terdahulu. Memakaai sepatu ninja berwana biru.

Pelindung tulang kering berwarna orange. Tangannya dibalut perban hingga sebatas siku menampilkan otot bisep san trisep kekar buah dari latihannya.

"ouuuh… selera pakainmu bagus naruto"

"Hmmm"

"ITU MEMBUAT SEMANGAT MASA MUDAKU SEMAKIN MEMBARA"

"hehehe"

Inilah yang naruto sukai dari pria ini. Mungkin naruto bisa meniru beberapa hal dari orang ini. Ya beberapa hal.

"untuk merayakan pakaian barumu ayo kita pergi ke ichiraku ramen. Dan kita kan melakukannya dengan berlari sekuat tenaga. Jika kau sampai lebih dahulu kau bisa memesan sepuasmu. Bagaimana?"

"Yosh….. ayo semangat masa mudaku!"

"baikalah…. bersiap..!... mu-"

"UOOOHHH RAMEN….. SEMANGAT MASA MUDA!"

"oi aku belum bilang mulai naruto"

Panggil Gai pada Naruto yang telah berlari terlebih dahulu sebelum Gai bilang mulai. Tapi Gai malah tersenyum.

"kau tidak akan kesepian lagi Naruto"

"….."

"EEEEHHHHH… AKU TERTINGGAL… TUNGGU AKU NARUTOOO!"

.

.

.

Naruto kini sudah sampai didepan kedai ichiraku. Tetapi Naruto hanya berdiam diri di depan kedai. Tidak masuk kedalam. Hingga Gai datang menghmapirinya.

"Kau curang Naruto….Kau menghianati semangat masa mudaku"

"…"

"kau kenapa?"

"Mungkin sebaiknya aku mencari makanan di hutan saja"

"eh….. memangnya kenapa?"

"aku….. a,aku takut kalau pemilik kedai ini akan mengusirku"

Ucap naruto dengan menundukkan kepalanya. Memori ketika dirinya diusir, dihina, dihajar masih terekam dengan baik di kepalanya. Sedangkan Gai kembali menatap sendu pada naruto.

'begitu pahitkah kenangan yang kau miliki Naruto?'

"Tenanglah….. Mereka berbeda. Aku jamin itu. Ayo masuk!"

"…."

"Irashai…."

Begitulah sambutan yanga mereka terima begitu memasuki kedai. seorang pria tua menyambut mereka dengan senyuman. Melihat dua pelanggannya. Walaupun terlihat naruto bersembunyi di belakang Gai tidak membuat senyumannya runtuh.

"Gai-san….. mau pesan apa?"

"aku miso ramen"

"dan apa yang bisa aku sediakan untukmu adik kecil?"

Bukan jawaban yang ia dapatkan tetapi sikap Naruto yang semakin bersembunyi dibelakang gai. Naruto mendongak menatap kearah Gai. Mencoba mencari sebuah kepastian. Sedangkan gai mengangguk sebagai balasannya.

Memberanikan dirinya naruto menyembulkan kepalanya dari belakang gai.

"a,aku…"

Kembali melihat kearah gai kemudian kemabali bicara.

"aku pesan ramen jumbo… dengan naruto yang banyak"

"hai… satu miso ramen dan satu ramen jumbo dengan ekstra naruto segera siap."

Ucap teuchi sembari melenggang meninggaalkan kedua orang itu. Sedangkan naruto kembali bersembunyi di belakang Gai.

"kau lihat kan…. Mereka berbeda"

"emm" menganggukakan kepalanya sebagai jawaban

"Ayo duduk….."

"…."

"kau tau Naruto…. Tidak semua orang di dunia sperti yang kau pikirkan. Banyak diantara mereka yang bisa kau percayai"

"kua cukup mencari mereka yang bisa kau percayai lalu kau jaga mereka dengan seluruh semanagat masa muda yang kau miliki Naruto"

"Seperti kau dan orang tadi?"

Sebuah pose nice guy dengan jempol tecung dan gigi yang bersinarlah yang menjawab pertanyaan naruto.

"ano….. Gai-san. Bisakah kau melatihku menjdi lebih kuat lagi?"

"emm…. Kenapa kau ingin menjadi kua Naruto?"

"aku ingin melindungi semua orang yang kupercayai melindungimu dan pemilik kedai ini"

"….."

Ucap naruto dengan sorot mata penuh keyakinan. Sedangkan Gai tertegun dengan pernyataan Naruto.

"Apakah tidak boleh?"

Meletakkan telapak tangannya pada puncak kepala Naruto lalu mengacak rambut jabrik itu sembari memamerkan senyuman lebarnya. Gai lalu mejawab.

"tentu saja aku akan melatihmu. Jadi makanlah yang banyak dan jaga semangat masa mudamu tetap membara naruto"

"ehehe….."

"anooo… janji?"

Ucap naruto sembari mengacungkan jari kelingkingnya pada Gai.

"Aa…. Janji!"

Balas Gai sembari menautkan jari kelingkingnya dan kelingking Naruto.

"Pesanan Siap!"

"Uwaaaahhhh…"

Ucap naruto antusiah ketika melihat ramen yang tersaji di depanya itu.

"Makanlah yang banyak nak!"

"Paman!"

"Emm?"

"Tunggulah aku jadi lebih kuat lagi….. aku pasti akan melindungimu!"

"Ya….. Aku akan menunggumu Naruto. Tapi sebaiknya kau cepat karena orang tua ini juga sedang di kejar usia!"

"Emm! Aku pasti menepati janjiku!"

Sedangkan dua laki – laki dewasa itu tak kuasa menahan senyum tulus yang terukir di wajah mereka.

"Yosh… Ayo makan Gai-san… eh.. Ayo makan Gai-sensei"

"Ayo….. kita akan bertanding siapa yang bisa makan ramen paling banyak"

"Ayo!"

"yang kalah harus mengelilingi konoha dengan menggunakan tangan"

"yosh….. Itadakimasu!"

"Oi….. kau curang Naruto…. Kau mencuri Start dariku!"

"eh…. Aku tidak melakukannya"

Dengan kegembiraan dan gelak tawa serta teriakan yang meyuarakan semangat masa muda di kedai itu menandakan terbentuknya suatu ikatan dan janji yang akan menentukan masa depan Naruto di masa yang akan datang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Beberapa sosok terlihat berkumpul memperbincangkan sesuatu. Namun karena gelapnya ruangan itu membuat sosok itu hanya terlihat seperti sekilas bayangan.

"Proses sinkronisasi sebentar lagi akan selesai"

"Sebentar lagi kita akan melatih Emperror"

"Hahaha….. sebaiknya dunia manusia sudah bersiap untuk kehadiran emperor"

"kalian semua diamlah. Dan fokuslah pada proses sinkronisasi

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

..

TBC

Yosh….. minna ketemu lagi di chapter 5….. sebenarnya ane mau berehntiin ini fic….. karena banyak flame yang masuk…..

Tapi berkat review positif yang menyusul ane jadi sadar kalau ada juga yang nunggu fic ane lanjut.

Jadi maaf buat flamer yang gak pake account ane Cuma bisa ngasih jari tengah aja buat kalian.

Buat yang udah ngerespon positif fic ane baik yang ngereview, fav, atau follow ane ucapin terimaksi sebanyak – banyaknya buat kalian.

Ane tunggu masukan – masukan lainnya dari kalian lagi. Udah gitu aja kali ya!

please review

v

v

v

v

v

v

Wisesa Kazehaya

Out