ONLY YOU

CAST:

MIN YOONGI

YOU (kwon MiRan)

Park JiMin

Kim TaeHyung

Kim SeokJin

Jung HeoSoek

Jun JungKook

Kim NamJoon

--

part 2

MiRan POV

"aku rasa operasinya berjalan dg baik." kudengar seseorang berkata di dekatku, disaat aku mencoba untuk membuka mata.

"Miran..kau dengar ibu nak?"

kucoba membuka mataku perlahan,

"eomma." dengan sisa tenagaku aku berusaha memanggil eomma akan tetapi hanya suara lirih dan pelan yang muncul dari mulutku.

"dokter! miran sadar! miran!"

kulihat ibuku dengan wajah lesu tersenyum menatapku, ada kekhawatiran tergambar jelas diwajahnya.

kepalaku masih terasa pening, kututup kembali mataku disaat seorang dokter masuk dan memeriksa detak jantungku, menyentuh kepalaku, disaat itu pula terasa pening kembali menyerangku. aku hanya bisa meringis menahan sakit.

"syukurlah, dia sadar, kita tinggal menunggu penyembuhan bekas operasinya." kata dokter itu

operasi? aku baru saja menjalani operasi? kenapa? kucoba kembali mengingat kejadian setelah aku melakukan fansign malam itu.

sedikit tergambar memory yang aku ingat, aku berlari dan tiba tiba mobil menabrakku dan ak tak ingat lagi apa yang terjadi.

tapi kenapa aku harus berlari?apa yang ingin ku lakukan?

"ahhsiis.." kepala sakit ketika mengingat semua itu.

"istirahatlah miran." suara eomma menyadarkanku. eomma membantuku untuk berbaring kulihat senyumnya yg sedikit lega karena aku telah sadar pasca operasi.

" eomma, berapa hari aku tertidur?" tanyaku lirih

"dua hari, kau tertidur selama dua hari." jawab eomma sambil membelai rambutku pelan.

"appa, akan segera disini, dia sudah segera mengambil penerbangan ke Indonesia mengetahui kalau kau tidak sadarkan diri selama ini." terang ibuku.

ayahku memang tidak di Indonesia, beliau ada di Korea karena memang ada pekerjaan disana, aku memang lahir dari keluarga yang memiliki darah campuran Korea dan Indonesia, Ibuku asli dari Indonesia sedangkan ayahku orang Korea, itu yang menyebabkanku memiliki marga ayahku "Kwon".

"kau mau makan atau minum nak?" tanya eomma.

"tidak, aku mau istirahat tidur, kepalaku sedikit pusing eomma."

" ya, tidurlah, eomma akan ada disini menjagamu."

"eomma juga tidur, pasti lelah menjagaku dua hari ini." kataku sambil tersenyum yang hanya dijawab dengan anggukan kepala dari eomma.

Jimin POV.

"hyung, kita harus membawa yoongi hyung segera pulang ke korea." kata jimin memecah keheningan diantara kami berenam yang sedang berkumpul setelah insiden penusukan dua hari lalu.

"ya, besok aku akan bertanya kepada dokter, apakah kondisi yoongi hyung telah stabil untung terbang ke korea." jawab namjoon

"sasaeng sialan itu, kenapa dia bisa lolos dari penjagaan?" ucap taehyung kesal

"taehyung!geumanhae!itu sudah dibereskan oleh polisi sekarang." kata jin sambil mengusap matanya yang tampak sangat kelelahan.

"besok akan aku bicarakan dengan manager dan dokter disini, kita harus segera terbang ke korea." namjoon menyakinkan kami

"tidurlah sekarang, aku akan menjaga YoonGi hyung." kata hoseok sambil mendekati tempat yoongi berbaring masih dengan alat penditeksi jantung menempel ditubuhnya.

"hyung, cepatlah sadar." gumamku

tiga hari setelah insiden

Namjoon POV

"syukurlah kalau yoongi hyung sudah setabil untuk dibawa terbang ke korea."

" ya, tapi dia masih belum sadar sampai sekarang." kata manager kami dengan wajah khawatir.

" aku harap dia segera sadar, kapan penerbangan kami nanti?" tanyaku sambil melihat yoongi, yang masih tertidur diranjang rumah sakit. aku sering melihatnya tertidur disela sela aktifitas kami, dia lah yang sering tidur dibandingkan para member lainnya. kami memang paling tidak berani mengganggunya ketika YoonGi tidur, dia akan mengumpat kami atau menendang kami ketika kami berusaha membangunkannya, tapi kali ini aku benar benar ingin dia segera bangun.

"YoonGi Hyung. Bangunlah!apa kau akan terus tidur seperti itu?kali ini kau harus bangun!"

di bandara, satu jam sebelum keberangkatan menuju Korea

" hyung, aku merasa yoongi tidak harus di bawa ke korea." hoseok berkata padaku saat akan chek in dibandara

"dia akan lebih baik jika di korea, ada keluarga yang akan menjaganya." kataku menenangkan.

"entahlah, aku merasa yoongi akan tetap di Indonesia saat kita membawanya kembali ke korea." kata hoseok khawatir

"apa maksudmu? jangan berkata yang tidak tidak." kataku sambil mengernyitkan dahi saat mendengar perkataan hoseok.

"hyung, aku benar benar merasa meninggalkan sesuatu disini." kata hoseok khawatir. aku hanya bisa menepuk bahuhya sambil menggelengkan kepala, aku tahu dia sangat khawatir, tapi ini sangat berlebihan.

"apa semua barang yoongi hyung tidak ada yang tertinggal?" tanya hoseok sambil meriksa semua tas yang akan dimasukan dalam bagasi pesawat.

"ya, aku pastikan tidak ada yang tertinggal di rumah sakit." kata jimin yang sedari tadi memperhatikan kami dari antrian belakang.

"aahh, kau memang yang terbaik jimin a." kataku sambil tersenyum.

di rumah sakit

Miran POV

aku merasa lebih baik sekarang, tubuhku memang cepat pulih, walaupun saat berjalan aku masih harus memakai kursi roda.

kulihat cuaca diluar jendela terlihat sangat cerah, dari kamarku dapat kulihat rumput serta beberapa pohon rindang dengan tempat duduk dibawahnya, terasa sangat teduh.

"eomma, apa aku boleh berjalan jalan di taman?" tanyaku

eomma yang sedari tadi membereskan piring bekas makan pagi ku menoleh sambil tersenyum,

"tentu. eomma ambilkan kursi roda untukmu. tunggulah sebentar."

aku hanya tersenyum mendengarnya, ah...akhirnya ak bisa menghirup udara di ruang bebas. "duduk di bawah pohon itu pasti menyegarkan." gumamku.

beberapa menit kemudian ku lihat eomma telah membawakan kursi roda untukku. "ayo, kau mau kemana?" tanya eomma sambil berjalan mendekatiku untuk membantuku perpindah ke kursi roda.

"eumm, ketaman." jawabku bersemangat

"aahh, baiklah." jawab eomma sambil mendorongku keluar dari kamar.

lorong rumah sakit

"eomma, maaf sudah membuat khawatir." kataku

"tidak apa nak, lain kali kau harus lebih hati hati."

"eung..." jawabku sambil menganggukan kepalaku.

"eomma, appa sampai jam berapa?" tanyaku sambil mendongakkan kepala agar dapat melihat wajah eomma sambil tersenyum.

"aahh, eomma lupa. aku tanyakan sekarang." jawab eomma sambil berhenti mendorong kursi rodaku dan merogoh sakunya mencari ponsel untuk menghubungi appa.

"kau tunggu disini sebentar, eomma akan mengambil ponsel tertinggal dikamar." kata eomma sambil menurunkan rem kursi roda.

"baiklah eomma." jawabku sambil tersenyum.

"jangan kemana mana. tunggu disini." perintah eomma untuk memastikan aku tidak berjalan sendirian ke taman.

"siap!" jawabku

kulihat eomma berjalan menjauh menuju kamarku. aku rasa sikap cerobohku menurun dari eomma, itu yang ak pikirkan sekarang.

sambil menunggu eomma kembali, ku lihat sekeliling lorong rumah sakit, semua bercat putih, dan ada hall besar ditengah dengan atap kaca berwarna biru yang membuat beberapa cahaya matahari terbias masuk, "apa rumag sakit ini baru selesai di renovasi?" gumamku sambil terus melihat sekeliling.

tiba tiba mataku terpaku dengan sosok namja yang sedang duduk di salah satu bangku rumah sakit, "aku seperti mengenalnya." gumamku sambil menurunkan rem kursi roda agar aku bisa berjalan mendekatinya.

mataku sedikit aku pincingkan untuk memastikan apakah aku benar benar mengenalnya, dan tepat di jarak seratus meter dari namja itu duduk. aku pastikan dia memang benar benar orang yang aku kenal.

"MIN YOONGI?!" teriakku terkejut

namja yang sedari tadi menunduk menoleh dan terlihat sangat terkejut.

"ka-u, me-nge-nalku?" kata yoongi dengan nada terbata karena terkejut.

"kau, melihatku?" tanyanya lagi sambil berjalan mendekatiku.

"eung. aku tahu dirimu." jawabku yakin.

-TBC-