Naruto – Masashi Kishimoto
Meet and Greet – Kei Dysis
.
AU, OOC, Typo, etc.
.
20/5/2015
Happy reading!
-:-
"Terima kasih," Hinata berucap sopan sambil menerima kembali kaset CD-nya. Sedikit dibungkukkannya badan pada pemuda di hadapannya ketika bersalaman.
Seringai sang bassist D'Ville itu terbentuk kecil, selagi sebelah matanya berkedip kilat. "Terima kasih juga sudah datang, Hime."
Mendengar panggilan itu, Hinata hanya bisa meringis dari balik syal tebal yang menutupi bibirnya. Kemudian Hinata beringsut ke sosok berambut gelap di samping pemuda itu, yang sudah sejak tadi disadari Hinata mengawasinya diam-diam.
Hinata terus berusaha tampak santai, meski jantungnya berdegup kencang. Dengan datar nan anggun, kembar mutiara Hinata pun membalas tatapan misterius dari sang vokalis band rock yang sedang naik daun di Jepang itu. Disodorkannya benda berbentuk kotak yang ada di tangannya, tanpa berkata apa-apa.
Pemuda itu sejenak menelengkan kepala, lantas menerima CD album pertama D'Ville yang baru seminggu rilis. Setelah menandatanganinya dengan gerakan cepat, ia mendongak dan menyeringai lebar. "Terima kasih atas kedatangannya, Hime-sama."
Hinata mengangkat alis. Tersentak kecil. Kemudian menahan senyum. "Ya. Tentu saja."
Tanpa terduga, sang pemuda bermata onyx tersebut tiba-tiba meraih jemari kanan Hinata, dan perlahan mendekatkan punggung tangan wanita itu hingga hampir menyentuh bibirnya.
"Well." Hinata tertawa gugup. Sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan waswas, Hinata segera mengambil kembali kaset CD-nya dari pemuda itu. "Terima kasih juga untuk tanda tanganmu."
Tanpa menunggu balasan, Hinata langsung beranjak menjauh. Kedua kakinya berusaha melangkah tenang menuju jalan keluar dari gedung tempat acara Meet and Greet diadakan. Banyak tatapan nyalang tertuju pada Hinata, namun tak sedikit pun dihiraukan olehnya. Anehnya, Hinata justru ingin tersenyum geli, merasa terkenang.
Sesampainya di area parkir, Hinata mencari-cari kunci mobilnya di dalam tas. Namun mendadak Hinata merasa ada seseorang yang mengamatinya. Memperhatikannya. Dari belakang.
Seketika Hinata memutar tubuh. Dan detik itu juga keseluruhan tubuhnya menegang kaku. Terlalu tertegun dengan kehadiran sosok berambut gelap dan berkacamata hitam yang menyembunyikan sepasang mata onyx. Sebuah syal tebal tampak melilit di lehernya, hingga menyelimuti bagian bawah wajahnya. Namun Hinata langsung bisa mengenali sosok itu.
"Se-sedang apa kau di sini? Bu-bukankah seharusnya …."
Sosok itu mendekati Hinata. Mendengus pelan. "Sedang menyamar, huh?"
Sembari melepas topi wolnya, Hinata berusaha menenangkan diri. "Yah. Sebenarnya hanya ingin menguji, dan ..."
"Dan?"
Hinata mengedipkan sebelah matanya, sementara kedua tangannya menyodorkan kaset CD-nya. "Boleh minta tanda tanganmu, Tuan Produser?"
Sosok itu sekali lagi mendengus. "Hanya karena dia juga bisa tahu kau bukan Himeka, bukan berarti aku tidak akan mematahkan tangan bocah sialan itu karena sudah berani menyentuh istriku."
Hinata tertawa. "Jangan terlalu galak dengan calon menantumu, Uchiha Sasuke."
.:.
THEEND
.:.
THANKS! :)
