DOMINAN
Maaf kalau masih ada typo.
Selamat membaca!
Cast: Kyuhyun, Kibum
Genre: Romance
Rate: M
Summary:
Awalnya Kyuhyun percaya bahwa dirinya lelaki dominan. Dia pintar, kaya, tampan, berbadan bagus, dan digilai banyak wanita. Namun setelah bertemu Kibum, perlahan-lahan dominasinya menghilang. Dan ketika satu kejadian di masa lalunya muncul di permukaan, Kyuhyun tak lagi dominan. Kibum telah mengambil alih statusnya, dan paling parah mengambil alih hatinya.
Omega
Ada benda besar menempel di badan setengah telanjang Kyuhyun. Kyuhyun yang baru membuka mata pagi ini merasa dejavu. Minggu lalu tangan Kibum ada di satu bagian tubuhnya, tiga hari lalu kaki Kibum di atas kakinya, kemarin tangan lelaki itu melingkari perut plus mukanya nempel di tengkuk. Meski Kyuhyun sudah menebak itu Kibum, dia belum terbiasa, eh, tidak terbiasa.
Kibum tidak lagi bilang kalau mau datang dan menginap. Lelaki itu mengambil kunci serep rumah Kyuhyun yang digantung bersama kunci serep semua ruangan di rumah ini. Kadang dia datang ketika Kyuhyun belum pulang kerja, kadang saat Kyuhyun ada di rumah, tapi yang lebih sering ketika Kyuhyun sudah tidur. Paginya Kyuhyun selalu terkejut dengan keberadaan Kibum di ranjang, tepat di sampingnya. Seperti pagi ini.
Kyuhyun menyibak selimutnya, menyingkirkan Kibum seperti hari-hari sebelumnya. Melompat turun dari ranjang, lalu memeriksa tubuhnya sendiri. Adakah yang sakit? Kalau semuanya dalam keadaan baik, berarti Kibum tidak melakukan apa pun. Kemudian dia pergi ke kamar mandi, mengguyur badannya dengan air hangat. Mulai dari kepala, sambil menepuk dan memijit kulit kepalanya. Siapa tahu Kibum menanamkan paham yang tidak jelas ke otaknya, dengan diguyur dan dipijat paham sesat itu bisa hilang. Lalu badannya disabun, digosok dengan kekuatan super supaya aroma Kibum yang menempel di badannya luntur kena sabun mandi. Selesai mandi, dia akan menyemprotkan parfum kesukaannya.
"Kibum, kau tak kerja hari ini?"
Yang ditanya hanya mengulat, bergelung dalam selimut tebal milik Kyuhyun. Dia menanggapinya dengan gumaman lirih. Mengabaikan Kibum, rutinitas Kyuhyun berlanjut. Dia mengambil pengering rambut dan menyalakannya keras-keras. Saat itulah Kibum akan terganggu, kemudian bangun.
"Kau selalu melakukan itu tiap kali aku menginap di sini?"
Kyuhyun mendengar Kibum bicara, langsung mematikan pengering rambutnya. Memberi atensi pada lelaki yang masih berbaring di ranjangnya, kemudian menyuruh Kibum mengulang pertanyaannya.
"Kau selalu menggunakan benda itu untuk membangunkanku."
"Kenapa? Tidak suka mendengar suaranya yang berisik?"
Kalau dipikir-pikir rutinitas yang dilakukan Kyuhyun tiap kali Kibum menginap di rumahnya berbeda dari biasanya. Mulai dari bangun tidur memeriksa tubuhnya, mandi dengan menggosok badan secara brutal, keramas, dan mengeringkan rambut dengan suara keras agar Kibum terbangun. Kesemuanya entah dimaksudkan agar Kibum sadar kalau dia tak suka dekat-dekat dengan lelaki itu atau bentuk penyesuaian diri dengan hadirnya Kibum, Kyuhyun belum memutuskannya. Yang jelas dia mau melakukan hal itu saja untuk sementara ini.
"Tiap pagi aku berhadapan dengan karyawan yang begitu banyak. Sekali-kali langsung meeting. Tidak mungkin aku hadir di hadapan mereka dengan rambut basah." Kibum tidak menjawab, dia hendak melanjutkan tidurnya, tapi Kyuhyun melemparkan sisir ke kepalanya. "Kau pergi kerja atau tidak?"
"Kerja."
"Bangun dan pergi mandi. Sekarang hampir pukul 8!" Dia menunjuk jam dinding, Kibum mengikuti arah tunjuknya. "Aku mau keluar lebih cepat. Kau mau kukunci di dalam sini, ha?"
"Aku punya kunci serep. Kau lupa?"
Kibum telah mencuri kunci serepnya. Harusnya Kyuhyun tak mengatakan akan mengunci Kibum di dalam rumah.
"Aku tak suka orang asing ada di rumahku sementara aku tak ada di tempat. Kembalikan kunci itu padaku!" Dia memutuskan bersikap tegas. Kibum lelaki bersifat buruk, tidak sepadan dengan Kyuhyun sendiri. Kalau berteman masih ditolerir olehnya, tapi tidak boleh terlalu dekat.
"Kita berteman, Kyu."
"Hanya berteman," tegas Kyuhyun. "Berteman bukan berarti boleh menginap tiap hari di rumahku."
"Aku tidak menginap tiap hari," sangkal Kibum. "Hari Senin dan Kamis kemarin aku tidak menginap di sini," tambahnya sambil pasang muka masa bodoh.
"Lima hari dalam seminggu," Kyuhyun menunjukkan lima jarinya. "Tidak ada teman yang melakukan itu. Apalagi yang baru kenal dalam waktu sebulan."
Kurang lebih sebulan mereka saling kenal. Banyak sekali yang diperbuat Kibum pada Kyuhyun. Mulai dari bantuan mengusut kasus Kibum dan Donghae, walau awalnya Kyuhyun menawarkan diri, sekarang dia merasa dimanipulasi Kibum agar mau membantu. Sampai ketertarikan Kibum pada rumah sebelah yang akhirnya membawa petaka untuk Kyuhyun. Semua itu terjadi hanya dalam waktu sebulan, bagaimana Kyuhyun tenang kalau kehidupannya rusak dalam waktu yang sedemikian singkat?
Mulai sekarang dia harus tegas. Buat jarak antaranya dan Kibum.
"Ada," jawab Kibum enteng.
"Siapa? Tunjuk orangnya kalau memang ada!" tantang Kyuhyun.
Sesaat Kemudian Kyuhyun menyesal menantang Kibum, pasalnya lelaki itu menunjuk mukanya sendiri. Kalau begitu keputusannya sudah bulat, tidak ada acara berbaik hati pada Kibum lagi. Akan diselesaikan dulu penyelidikan kasus lelaki itu, kemudian menyudahi hubungan pertemanan mereka.
Dominan
Berkas kerja sama enam tahun lalu antara perusahaan keluarganya dan perusahaan keluarga Lee sudah dibaca Kyuhyun tiga kali, tapi tidak menemukan kejanggalan yang dimaksud. Kalau dua keluarga itu memang menggunakan kambing hitam untuk menutupi kesalahan mereka, harusnya kesalahan itu tertulis meski hanya sedikit.
Dia juga sudah bertemu dengan saksi pemerkosaan. Mereka berani bersumpah kalau Kibum memerkosa, tapi saksi itu tidak bisa mengatakan siapa korbannya. Mereka tidak melihat dengan jelas. Entah lelaki atau perempuan. Entah sudah dewasa atau masih dibawah umur. CCTV yang diserahkan pada ahli untuk dianalisis di kasus tabrak larinya Donghae pun demikian. CCTV itu asli, tidak direkayasa.
Kyuhyun curiga Kibum dan Donghae memang bersalah dalam hal ini. Hanya karena korban mereka salah satu anggota keluarga kelas atas, mereka bisa dengan mudah dipenjarakan tanpa tahu hal yang sebenarnya terjadi. Kemungkinan keluarga korban melakukan itu untuk melindungi anak mereka dari sorotan media. Namun, siapa anak keluarga Lee yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Kibum dan Donghae itu? Kalau bukan Lee yang ini, lalu Lee yang mana lagi?
Terus-terusan memikirkan kasus Kibum dan Donghae membuat Kyuhyun sakit kepala. Dia memilih mengabaikannya sementara. Mengingat Kibum telah membuatnya kesal akhir-akhir ini, seumpama menyerah menolong Kibum pun tidak jadi soal. Tetapi janji adalah hutang, prinsip itu masih dipegang Kyuhyun hingga saat ini.
Berhenti di lampu merah. Kyuhyun melihat Kibum mengendarai motor, menyelip di antara mobil-mobil yang sedang berhenti. Lelaki itu tengah membonceng seorang namja. Namja berparas rupawan seperti mantan kekasih Kibum. Tubuhnya langsing, selangsing mantan kekasih Kibum juga. Namja itu memeluk erat pinggang Kibum sambil pasang muka masam, berbanding terbalik dengan Kibum yang pasang muka cerah ceria. Ketika lampu berubah hijau, Kibum mengegas motornya, otomatis namja diboncengannya teriak dan lebih kencang memeluk pinggang Kibum. Pemandangan itu membuat mata Kyuhyun iritasi, sampai-sampai membuatnya mengumpat berkali-kali.
Tidak jauh dari lampu merah itu juga, Kyuhyun melihat adiknya. Adik lelakinya yang tengah duduk di kursi, di bawah pohon tepi jalan bersama namja lain. Dari jarak 100 meter Kyuhyun memelankan laju mobilnya. Kyuhyun bisa melihat namja itu melingkarkan lengan kanan di pinggang adiknya. Bukan hanya melingkar saja, tapi juga menyusup di dalam kaos. Mereka terlihat seperti sedang ngobrol biasa. Dari obrolan biasa itu membuahkan lengkungan manis di bibir adiknya. Tersipu-sipu pula, membuat mata Kyuhyun makin iritasi. Agaknya pertemanan mereka tidak seperti pertemanan pada umumnya. Karena Kyuhyun berusaha bersikap wajar, dia melewati keduanya. Namun, belum jauh dia melaju, namja itu mendekatkan wajahnya. Seperti akan membisikkan sesuatu, berakhir mencium dan menjilat telinga adiknya.
Sekarang kakak mana yang tidak syok melihat adegan mesum adiknnya di depan umum?
Kyuhyun mengerem mendadak. Tidak menepi, langsung keluar dari mobil, menghampiri adiknya, lalu menyeret adiknya dari tempat itu untuk dibawanya pulang.
"Hyung, aku bukan anak kecil lagi?"
"Kalau kau bukan anak kecil, seharusnya tahu tempat. Tidak berbuat mesum di depan umum!" bentak Kyuhyun. Pasang tampang garang, tapi adiknya hanya cemberut di tempat. "Sudah diapakan saja kau oleh namja itu?"
"Hyung..." ptotes adiknya.
Setelah Kibum sekarang adiknya, Kyuhyun merasa keberuntungannya menipis. Dia memang bukan anti gay, tapi kalau setiap hari melihat orang-orang dengan orientasi seperti itu, dia bisa jadi anti gay betulan.
"Dia kekasihku, Hyung."
"Terserah. Aku hanya mau kau tidak mempermalukan keluarga." Kyuhyun pusing. Dia mau minum sedikit agar tidak perlu memikirkan adiknya terlalu dalam. Baru masuk dapur, dia melihat satu kunci di atas meja. Kunci serep rumahnya. Ternyata Kibum telah mengembalikannya. "Sialan!" umpatnya.
"Iya iya, aku tak akan melakukannya lagi. Tetapi kau jangan mengumpat seperti itu padaku."
"Siapa yang mengumpat padamu?"
"Barusan?"
Dia mengumpat pada Kibum. Lelaki itu...
Kyuhyun tak tahu harus bilang apa soal Kibum. Lelaki itu membuatnya jatuh bangun. Dia sadar kalau harus menjauhi Kibum, tapi sadar juga bahwa ditinggalkan lelaki itu bukan sesuatu yang bagus. Buktinya, baru melihat kunci serep rumahnya kembali ke tempatnya saja sudah membuatnya mengumpat. Belum lagi tadi melihat Kibum boncengan dengan namja lain. Kyuhyun memang tak berharap kalau dia yang dibonceng Kibum, tapi setidaknya Kibum jangan membonceng orang dulu sementara Kyuhyun dalam masa transisi.
Ah, dia gay in denial sekarang ini.
Ingin Kibum, tapi juga tidak ingin.
Adiknya jadi korban. Sebenarnya tidak juga, adiknya memang salah. Tidak pernah diajarkan oleh orang tua mereka untuk berbuat yang tidak semestinya. Apalagi berbuat mesum di tepi jalan raya. Kalau ada yang melihat, keluarganya juga yang kena jeleknya.
"Kau mau minum apa?" Kyuhyun mengalihkan pembicaraan, tentu saja dia harus menurunkan tingkat kemarahannya. Adiknya tidak menjawab, tapi dia anggap sama dengannya. Adiknya sudah cukup umur untuk minum minuman beralkohol. Dia membawa dua gelas wine, satu untuknya, satu untuk adiknya. "Siapa namanya?"
"Hah?"
"Nama kekasihmu tadi?"
"Kau pasti mau melakukan sesuatu padanya. Aku tidak rela, Hyung!"
"Aku cuma tanya nama. Kau pikir aku akan melakukan apa?"
Adiknya mengendikkan bahu. "Siapa tahu kau mau menghajarnya." Setelah memasang tampang menyelidik namun tidak menemukan kejanggalan, dia melanjutkan, "Aku menyukainya sejak lama sekali. Kuhalalkan segala cara agar dia mau denganku, bahkan sampai merebutnya dari kekasih lamanya. Kau malah menyeretku dari hadapannya. Jahat sekali!"
"Kau apa tadi?" Kyuhyun salah dengar atau apa? Adiknya menghalalkan segala cara demi namja itu? "Merebutnya dari kekasihnya? Makin lama kau lebih mirip namja murahan."
"Biar saja!"
"Keluarga Cho tidak ada yang jadi orang murahan."
"Murahan demi cinta memangnya salah?"
"Salah!" Kyuhyun menempeleng kepala adiknya sampai Cho yang lebih muda itu mengaduh. "Kenapa kau tak buat dia yang mengejarmu, malah kau yang mengejar-ngejar dia?"
"Aku kan bukan kau. Semua orang mengejarmu, semua orang menyukaimu. Kau tak pernah mengajarkan apa pun padaku." Adiknya cemberut, mirip sekali seperti wanita. Kyuhyun heran, kenapa lelaki bisa memasang tampang seperti itu. Kalau bukan di dalam rumah, Kyuhyun pasti tak mengakuinya sebagai adik. "Lagipula aku suka laki-laki, kau suka wanita."
Kyuhyun hanya menghela nafas. Memang benar, sebagai kakak dia telah gagal. Dia sudah membiarkan adiknya jadi sedemikian menyedihkan. Badannya terlihat lemah, meski terlahir sebagai laki-laki dengan wajah yang tidak ada cantik-cantiknya, tapi kelakuan adiknya malah dimirip-miripkan dengan wanita. Terjebak cinta sesama jenis pula. Kemana saja dia selama ini?
"Eh Hyung, kenapa kau tidak marah setelah tahu aku gay?" Berdebat dari tadi sampai-sampai lupa kalau Kyuhyun tidak membahas soal ini. "Kau tidak masalah kalau aku suka sesama jenis?"
"Aku marah pun kau tidak akan berubah jadi suka wanita, kan?" Adiknya mengangguk. "Lagipula wanita mana yang suka dengan lelaki lemah sepertimu?" kata Kyuhyun sambil menoyor kening adiknya. "Besok minggu kujemput, kau ikut aku latihan bela diri."
"Yahhh!" eluh adiknya.
Dominan
Tidak bertemu Kibum sudah hampir seminggu.
"Sialan!"
"Kau mengumpat karena apa?" Sebuah lengan melingkar di bahu Kyuhyun. Lengan yang pemiliknya seminggu ini tidak dijumpai Kyuhyun. "Bagaimana kabarmu? Merindukan aku, tidak?" tanya Kibum bercanda, tapi dianggap agak serius oleh Kyuhyun.
"Merindukanmu? Untuk apa?" Kyuhyun menyangkal.
"Siapa tahu tiba-tiba kau merindukankan pelukanku." Pelukan yang selalu diberikannya tiap kali menginap di rumah Kyuhyun. Kibum sendiri rindu memeluk Kyuhyun, siapa tahu Kyuhyun juga rindu. "Aku saja rindu memelukmu. Seperti ini!" Kibum memeluk Kyuhyun, hampir-hampir mencekiknya. Kemudian ingat bahwa sedang di tempat umum, dia segera melepas pelukan kasarnya. "Aku lupa sedang berada di tempat umum. Nanti malam aku akan menginap di rumahmu lagi, akan kupeluk kau lebih lama dari yang tadi."
"Gila kau!"
"Kadang-kadang aku memang gila, Kyu." Kibum memutari bangku, kemudian duduk di sebelah Kyuhyun. "Kekasihku selalu jual mahal tiap kali mau kupeluk dan kucium."
Kyuhyun mengernyitkan dahinya. "Kau punya kekasih?" Lalu tersenyum geli. "Siapa yang sudah dengan bodohnya mau menerimamu?"
"Yang dulu kuceritakan padamu. Ya... walau hanya punya waktu dua minggu pacaran dengannya, setidaknya aku bisa merasakan jadi kekasihnya." Kibum tersenyum lebar ketika Kyuhyun memasang tampang tidak paham. "Aku diterima, tapi hanya dua minggu. Syaratnya, setelah itu aku harus menjauh darinya."
Kibum geleng-geleng kepala. Merasa agak gila, tapi itu satu-satunya kesempatan. Akan dikerahkan seluruh kekuatannya untuk membuat namja itu jatuh cinta, agar dua minggunya bisa jadi selamanya.
"Kenapa tak menginap di rumah kekasihmu, malah menginap di rumahku?"
Melihat Kibum boncengan dengan namja langsing tempo hari, Kyuhyun merasakan tidak enak. Bukan tidak enak sih, tapi lebih kepada rasa yang tidak bisa dijabarkan. Dugaan-dugaan muncul di kepala Kyuhyun sampai akhirnya dia tahu kalau namja itulah yang diincar Kibum selama ini. Seharusnya bagus kalau mereka sudah jadi pasangan kekasih, ada alasan untuk meluruskan pemikirannya yang akhir-akhir ini agak belok gara-gara Kibum. Namun... ada alasan lain juga yang tiba-tiba muncul sehubungan dengan pernyataan Kibum barusan. Kyuhyun tidak rela Kibum punya kekasih.
"Karena rumahmu sudah kuanggap rumahku juga," kata Kibum masih terkesan seenaknya. "Kuncimu kukembalikan. Sudah kau temukan?" Kyuhyun mengangguk. Kunci itu yang membuatnya mengumpat berkali-kali, maka dari itu dia tak suka membahasnya. Ingin cemberut takut mukanya terlihat seperti wanita, mengaca dari ekspresi adiknya tempo hari. Jadi, dia hanya mengerang pelan. "Tadinya aku memang ingin menginap di rumah kekasihku, tapi perjanjiannya menyangkut tidur bersama juga. Dia tidak mau tidur bersamaku meski tanpa sentuhan fisik sekali pun. Enak tidur denganmu, dagingmu lebih tebal darinya, dipeluk juga lebih hangat."
"Kau gila!"
Kibum langsung pasang tampang muram.
"Sudah dua kali kau menyebutku gila. Ada apa sebenarnya?" Dia menjauhkan mukanya demi melihat Kyuhyun lebih jelas. Lelaki di depannya itu malah membuang muka. "Kalau ada masalah dengan orang lain, menyebut gilanya jangan padaku!"
"Aku ada masalah denganmu. Kau memperlakukanku lebih dari teman. Aku risih dengan tingkahmu itu." Kyuhyun menggeser tubuhnya, berjarak satu depa dari Kibum. Melipat tangannya di dada dan memasang majah bengis. "Aku tak mau ada orang salah paham tentang hubungan kita."
Kibum tertawa, membuat Kyuhyun bingung. Padahal Kyuhyun sudah mengatakannya dengan sangat baik. Harusnya Kibum paham kalau dia tidak bercanda.
"Teman-temanku tidak akan salah paham."
"Kalau orang lain yang lihat?"
Kibum mencebikkan bibirnya. "Kau peduli orang lain? Baiklah. Aku janji tidak akan berlaku ambigu terhadapmu di tempat umum. Tapi aku tidak janji kalau di tempat privat!" katannya diikuti tawa keras sampai-sampai Kyuhyun mau menyumpal mulut itu dengan serbet bengkel. Kibum susah diajak bicara serius. "Kau tunggu di sini, aku mau menemui Donghae sebentar!"
"Kenapa aku harus menunggumu?"
"Kan aku mau menginap di rumahmu. Motorku dibawa teman dan akan pulang sangat malam. Daripada aku menunggunya, lebih baik ikut kau pulang saja." Kyuhyun mendengus keras karena tidak sanggup menolak. "Sekalian aku mau tahu apa yang tadi kau bicarakan dengan Donghae. Sudah ada kemajuan kasus kita tampaknya."
Kibum melenggang, bicara sepatah dua patah kata saat berpapasan dengan montir lain, bahkan berhenti cukup lama untuk menolong temannya mengerjakan sesuatu. Kemudian dia benar-benar berjalan lurus, masuk kantor. Donghae ada di mejanya, beserta satu montir yang sedang mencatat kerusakan mobil yang dia tangani.
"Sepertinya Kyuhyun menyukaimu," celetuk si montir, teman Kibum yang kali ini sudah berhenti menulis. Kibum dan Donghae dibuat melongo olehnya. "Kyuhyun suka kau!" tegasnya.
"Kau gila!" Kibum meng-copy perkataan Kyuhyun.
"Kyuhyun adalah namja tampan, baik, hebat, dan kaya raya yang tidak akan jatuh cinta pada orang seperti Kibum." Kibum berdecak sebal saat Donghae mengatakannya, tapi Donghae tidak meralatnya. "Dia menyukai wanita-wanita yang hebat pula. Kalaupun jadi gay, bukan Kibum orangnya. Dia akan lebih memilih namja manis dan kaya raya."
Kata kaya raya agaknya erat sekali dengan Kyuhyun. Namun benar, perkataan Donghae sudah ada buktinya. Harusnya itu jadi penyangkal atas pernyataan montir tadi.
"Berani taruhan berapa kalau setelah kontrak dua minggumu habis dengan kekasihmu itu, Kyuhyun akan menggantikan tempatnya?"
"Aku tidak suka padanya, begitu pula sebaliknya."
Donghae mengangguk setuju.
"Bisa kubaca ekspresi minor di wajahnya saat bertemu dan bicara denganmu. Dia menyukaimu, tapi menyangkal perasaannya sendiri."
Kibum menganguk-angguk. Temannya satu ini memang terobsesi dengan hal-hal berbau psikologi. Terakhir kali menebak masalah seorang pelanggan, dia dapat tips besar setelah memberikan solusi kecil-kecilan. Tapi pernah sekali juga kena tampar karena membuka aib seorang wanita. Yang kali ini entah benar atau tidak, Kibum dan Donghae belum bisa menebaknya.
"Anggap saja dia menyukaiku. Lalu bagimana denganku? Aku tidak merasa menyukainya, tapi siapa tahu aku menyangkal perasaanku sendiri seperti yang Kyuhyun lakukan."
Temannya itu menggeleng.
"Kibum tidak suka Kyuhyun maksudnya?" Donghae mengartikan gelengan itu.
"Bukan."
"Lalu?"
"Bukan aku tak bisa membaca ekspresi wajahmu, tapi tak mau. Wajahmu tidak ada bagus-bagusnya untuk dibaca."
"Setan kau!"
.
.
Setelah Kyuhyun bilang bahwa dia butuh sample sperma dari Kibum, Kibum langsung melucuti bajunya sendiri. Telanjang di hadapan Kyuhyun dan siap melakukan adegan ranjang. Namun Kyuhyun memakinya, Kibum pun sampai harus menutup telinganya karena kerasnya suara Kyuhyun. Dia memakai bajunya lagi setelahnya.
"Kau sudah kuberitahu bahwa kekasihku tidak mau kusentuh. Dengan cara apa bisa kuberikan sample spermaku padamu kalau bukan dengan cara yang pernah kita lakukan?"
"Memangnya siapa yang mau tidur denganmu?"
"Kekasihku tak mau, kau juga tak mau. Lalu bagaimana?"
Kyuhyun menunjuk kamar mandi.
"Tidak bisa!" Kibum merengut. "Kau pikir aku bisa melakukannya tanpa sebab? Kau sendiri bisa, tidak? Seenaknya menyuruh orang begituan, sendirian pula!"
Malas meladeni Kyuhyun. Dia merebahkan tubuhnya ke kasur. Dia pikir permintaan Kyuhyun tadi akan membuktikan perkataan temannya kalau Kyuhyun memang suka padanya, nyatanya lelaki itu memang hanya butuh sample spremanya tanpa ada maksud lain.
"Ya sudahlah." Kyuhyun menyerah, ganti ke topik lain. "Jaket yang dijadikan bukti di pegadilan itu benar punyamu, kan?" Kibum mengangguk. "Benar-benar kau pakai di malam pesta?" Kibum mengangguk lagi. "Kau ingat bagaimana jaket itu bisa terlepas dari tubuhmu?" Pertanyaan Kyuhyun sama persis seperti pertanyaan di pengadilan beberapa tahun lalu, jawaban Kibum juga tidak berubah. Itu jaket yang dipakai di malam pesta, tapi tidak ingat bagaimana bisa lepas dari tubuhnya. "Kau pernah lihat adegan perkosaan secara nyata ataupun dalam film?"
"Kedua-duanya pernah. Aku dan semua teman bengkel pernah melihat film, lalu Donghae mempraktekkannya di depan kita esok harinya." Kyuhyun memejamkan mata mendengar kebejatan Donghae diumbar Kibum. Miris, tapi dia harus dengar lebih lanjut. "Itu hanya bohongan. Donghae tidak pernah benar-benar memerkosa orang. Dia hanya menyewa wanita yang disuruhnya akting untuk diperkosa."
"Kalian semua pernah melakukannya juga?"
Kibum menggeleng. "Hanya Donghae. Dia suka mencari sensasi. Suka dibilang hebat dalam urusan..."
"Cukup!" Kyuhyun langsung tahu kemana arah pembicaraan Kibum. "Tadi aku sudah menanyakan beberapa hal pada Donghae, dia juga mengakui semuanya. Jadi, kemungkinan perkosaan dan tabrak lari itu memang benar-benar terjadi. Hanya saja siapa yang jadi korban, dan apa alasan sampai kalian tidak bisa mengetahunya saja yang belum aku tahu."
Karena adiknya memasang tampang sok imut tempo hari, Kyuhyun menyimpulkan yang tidak-tidak. Seperti kata Remi waktu itu, karena Kibum hanya menyukai lelaki, bisa jadi yang diperkosanya adalah lelaki juga. Lelaki yang punya wajah manis, hampir seperti wanita. Kalau dalam hal ini ada hubungannya dengan keluarganya atau keluarga Lee, kemungkinan anak itu adalah adiknya dan Lee Sungmin. Lee Sungmin tercoret dari daftar, jadi tinggal adiknya kandidat utama di kasus Kibum. Enam tahu yang lalu adiknya hampir 15 tahun. Kyuhyun ingat wajah adiknya yang selalu berusaha terlihat manis di depan siapa pun. Bisa jadi Kibum tertarik dengan muka manis adiknya.
Kalau yang mengalami kecelakaan enam tahu lalu, mungkin salah satu kerabatnya. Kyuhyun bisa cari tahu. Eh, tapi dia tahu siapa sepupunya yang mengalami cacat fisik. Anak bibinya yang sekarang tinggal di luar negeri. Sebelah kakinya mengalami kerusakan syaraf sampai tak bisa digerakkan. Entah itu karena kecelakaan atau akhibat lain, Kyuhyun tidak tahu. Enam tahun lalu anak itu seumuran adiknya. Keduanya bisa jadi ada hubungannya dengan kasus Kibum dan Donghae. Namun Kyuhyun belum berani mengungkapkan itu pada Kibum dan Donghae.
"Kalau memang kita melakukanya, kita siap minta maaf." Wajah Kibum lesu seketika. Ada penyesalan cukup dalam di sana. Kibum tidak mengelak kalau dia sedih seumpama benar-benar memerkosa gadis di bawah umur. Tetapi dia juga geram, kenapa kasus itu tidak begitu jelas? Sampai sekarang dia dihantui terus. Ingin tahu kejelasannya. "Seumpama kau ada di posisiku, apa yang akan kau lakukan pada gadis itu?"
Kyuhyun mengendikkan bahu.
"Kira-kira dia mau terima tanggung jawab yang kutawarkan atau tidak, ya?"
"Tanggung jawab apa maksudmu? Menikahinya?" Kibum mengangguk. "Kau penyuka sesama jenis, mana mau dia dengan orang sepertimu?"
"Aku bisa jadi straight untuk sebuah tanggung jawab." Tapi apa yang dikatakannya barusan terdengar berat, sampai dia sendiri merasakan kalimat itu dipaksakan, terasa menyangkut di tenggorokan. "Menebus kesalahan tidak boleh setengah-setengah, kan?"
"Bukankah kau sudah menebusnya di penjara?"
"Tidak tahulah, Kyu. Aku tetap merasa bersalah."
Merasa pembahasan ini membuat Kibum sedih, Kyuhyun tidak tega. Dia menghentikan pembicaraan soal perkosaan. Tidak bicara apa-apa lagi kecuali ikut merebah di samping Kibum dan terdiam menikmati suasana. Hanya lima menit bertahan, Kibum sudah merusak suasana tenang itu. Dia membalik badannya, menghadap Kyuhyun. Tersenyum mesum, kemudian mengatakan hal tak terduga yang tak ingin didengar Kyuhyun.
"Kau tidak tertarik bercinta denganku lagi?"
Lalu mulut lancang Kibum kena tabokan dari Kyuhyun.
Dominan
Tidak ada keluarga Lee lain yang kasusnya pernah ditangani Pengacara Yoon. Sudah jelas Lee yang itu, tapi Lee yang itu tidak punya kasus serius di tahun yang sama dengan kasusnya Kibum dan Donghae. Tahun itu keluarga Lee punya kerja sama besar-besaran dengan keluarga Cho. Keluarga Cho juga yang terhitung punya banyak masalah dan harus dibawa ke pengadilan. Kyuhyun menemukan aliran dana besar masuk ke perusahaan keluarga Lee. Dia menyimpulkan bahwa sebenarnya yang punya masalah dengan Kibum dan Donghae adalah keluarganya, dua anggota keluarga telah dapat musibah itu. Demi kebaikan nama besar dan untuk melindungi mereka, keluarga besar membeli nama Lee dengan cara menjalin kerja sama bisnis besar-besaran.
Kyuhyun mengecek keadaan sepupunya. Menelepon ke luar negeri dan basa-basi menyinggung cacat sepupunya pada bibinya. Bibinya bilang kalau anaknya sudah mulai bisa berjalan. Dengan operasi pembetulan syaraf dan terapi rutin dalam waktu dekat anak itu terbebas sepenuhnya dari kursi roda. Beliau juga menyebut kecelakaan itu hampir merenggut kehidupan anaknya, untung dia bisa bertahan. Dari situ Kyuhyun percaya, cacat fisik sepupunya itu ada hubungannya dalam kasus yang ingin dia ungkap
Mengecek di rumahnya, seorang pembantu bilang kalau enam tahun lalu ada kejadian memilukan, tapi pembantu itu sendiri tidak begitu tahu. Serba simpang siur beritanya. Untuk memperjelas hal itu, hari ini dia mengundang adiknya ke rumah. Dia mau mengorek sedikit kejadian enam tahun lalu, kejadian yang Kyuhyun tidak tahu atau tidak ingat. Kalau memang adiknya pernah mengalami pelecehan seksual, kemungkinan besar Kibum pelakunya.
Lengkap sudah kasus ini kalau semuanya mengaku.
"Enam tahu lalu..."
"Enam tahun lalu kenapa?" Adiknya agak gugup. Padahal Kyuhyun belum menyelesaikan kalimatnya. "Hyung, jangan tanyakan apa yang tidak bisa kujawab!"
"Memangnya kau kira aku mau bertanya soal apa?"
"Enam tahun lalu..." dia tidak melanjutkannya. Kyuhyun masih menunggu, bertekat tidak akan berpindah topik sebelum adiknya menjelaskan. "Ada kejadian yang tidak boleh kita sebutkan. Bahkan kalau bisa harus dilupakan."
"Kenapa bisa begitu?"
"Tidak jelas, Hyung. Aku tidak tahu."
"Kau tahu, hanya tidak mau memberitahuku."
"Aku tidak bisa." Dia meraih tasnya, menyampirkan di bahu, dan berniat pergi. "Aku pergi!"
Kyuhyun mencegahnya. Menarik lengan adiknya dan membawanya duduk kembali. Ok, ini sedikit sulit. Harusnya Kyuhyun tidak memaksa bertanya tentang hal yang sensitif. Kalau adiknya mengalami pelecehan itu enam tahun lalu, tentu dia berusaha melupakannya. Kyuhyun akan menjadi kakak terjahat kalau sampai mengungkitnya lagi. Tapi ini semua demi kebaikan adiknya, atau... kebaikan Kibum?
"Maaf. Aku tidak akan bertanya lagi." Kyuhyun membuat adiknya luluh. "Aku hanya merasa ada yang hilang dari ingatanku. Ingatan enam tahu lalu."
Saat Kyuhyun menjalani operasi plastik. Dia tidak ingat sebelum dan sesudahnya. Kemungkinan trauma paska operasi. Beauty is pain, begitu kalau orang-orang bilang. Namun Kyuhyun heran, bagaimana bisa dirinya setuju malakukan operasi plastik besar-besaran kala itu sedangkan sekarang pun dia sama sekali tak tertarik. Memang hasilnya bagus, dia memiliki tampang rupawan, tapi kalau efeknya kehilangan sebagian ingatan, lebih baik tidak. Tetapi semua sudah terlanjur, kan?
"Trauma operasi itu penyebabnya."
Adiknya mengangguk. "Jangan memaksakan diri, Hyung. Sudah biasa seseorang kehilangan ingatan sebagian setelah mengalami hal buruk."
"Harusnya aku tak melakukan operasi plastik."
"Dulu kau jelek."
Kyuhyun sensitif kalau membicarakan wajah masa lalunya. Iya dia memang tidak tampan, bukan berarti dia jelek juga. Operasi doble eyelid, jaw surgery, nose job, pembentukan bibir dan segala macam operasi itu telah menjadikannya sempurna. Seperti sekarang ini.
Kalau begitu Kyuhyun menarik kata-katanya yang tadi.
"Bahkan semua foto lamumu kau singkirkan dari rumah," tambah adiknya. "Menumpuk di gudang, tapi tikus saja enggan menggerogotinya."
"Jangan merasa sok suci!" Kyuhyun mencengkeram rahang adiknya. "Kau pikir muka porselen ini didapat dari mana kalau bukan dari operasi?" kemudian melepaskannya secara kasar.
"Tapi aku tidak menyangkal sepertimu, Hyung. Kalau aku tidak minta Appa membiayai operasiku, mana bisa kekasihku itu suka padaku?"
Kala itu bukan hanya ayahnya, Kyuhyun pun ikut pusing gara-gara adiknya tidak mau meneruskan sekolah. Tidak mengatakan alasannya mogok sekolah, hanya diam di rumah sampai berminggu-minggu. Keluarga baru tahu alasannya setelah seorang pembantu mencuri dengar ketika adiknya itu berbicara di telepon dengan temannya. Adiknya menginginkan operasi, tapi ayahnya menolak. Sebenarnya tidak menolak, tapi belum menyanggupi karena ayahnya terlalu sibuk. Setelah ayahnya berjanji membiayai opersinya, dia mau kembali sekolah. Kyuhyun hanya tidak menyangka operasi yang dijalani adiknya itu untuk menarik perhatian pujaan hatinya saja.
"Mengorbankan banyak hal demi seorang namja, mau jadi apa kau nantinya?"
Adiknya mencebikkan bibir. "Suka-suka aku!" Ketika Kyuhyun hendak menoyornya, dia menghindar dengan cepat. "Tidak kena!" lalu menjulurkan lidahnya.
Dominan
Donghae menginjak rem setelah Kibum meneriakinya. Terlalu mendadak sampai-sampai ban mobilnya mengeluarkan asap. Namun, seseorang yang lewat di depan mereka tetap kena tabrak. Kibum langsung membuka pintu mobil, berlari ke depan mobil. Sementara itu Donghae termangu di tempatnya.
"Hae, keluar dari sana! Bantu aku mengangkatnya!"
Setelah teriakan Kibum terdengar lagi, Donghae sadar. Dia menyusul keluar mobil.
"Apa dia mati?" tanya Donghae yang terserang panik dadakan setelah melihat namja muda yang dia tabrak tak bergerak sedikit pun. Gambaran penjara yang pernah di huninya berputar-putar lagi di kepalanya. "Kibum, apa dia mati?"
Kibum memeriksa denyut nadinya. "Belum. Hanya pingsan."
"Astaga. Aku akan dipenjara lagi!" Bukan membantu Kibum, Donghae malah mondar mandir di sekitarnya. "Apa dia cacat permanen?"
Kalau dilihat sekilas tidak ada luka berat. Hanya luka lecet di siku dan luka kecil di sekitar lengan. Kibum tidak begitu tahu cara mendeteksi luka dalam, tapi dia bisa meneliti bagian tubuh namja muda itu seumpama ada tulang yang retak atau patah. Setelah memeriksa sebentar dan tidak mendapati masalah, Kibum mengangkatnya, membawanya menepi, lalu membaringkannya di rerumputan.
"Hae, jangan mondar-mandir di situ saja. Bawakan sesuatu yang bisa membuatnya sadar!"
"Dia cacat permanen, Kibum?"
Paham kalau Donghae trauma dengan penjara, Kibum segera menggeleng. "Kalau kau tidak mau dilaporkan polisi lagi, bantu aku menyadarkan namja ini!" Donghae mengangguk di kejauhan. "Beri aku sesuatu yang bisa menyadarkannya!"
"Kaos kakiku?"
Kalau membangunkan teman, mereka suka menggunakan kaos kaki kotor. Cuma itu yang terlintas di pikiran Donghae sekarang. Maklum, dia kalut. Untung Kibum tidak emosi menanggapi kekalutannya. Kibum menyuruhnya mengambil minyak angin, tapi karena di mobilnya tak ada benda-benda seperti itu, Donghae harus berlari ke apotik terdekat untuk membeli minyak angin. Dia lupa kalau mobilnya masih bisa dipakai. Sedangkan ketika Kibum mau mengingatkannya, Donghae sudah lari jauh sekali.
Namja muda itu mulai sadar setelah diberi minyak angin dan dikipas-kipas oleh Kibum dan Donghae. Dia dibantu Kibum duduk, masih belum mendapatkan tenaganya kembali, Kibum terpaksa menopang berat tubuh namja muda itu.
"Kalian siapa?"
"Dia lupa ingatan!" pekik Donghae.
"Lupa ingatan kepalamu!" bentak Kibum. "Dia memang tak mengenal kita!" Donghae mengelus dadanya, lega. "Tadi kau tertabrak mobil kami. Kau jatuh, lalu pingsan."
"Ohhh." Dia ingat. "Aku kaget tadi. Kalian menyetir kencang sekali. Kalau sampai menabrakku betulan lalu aku mati, bagaimana?"
Donghae mengerem, berhenti tepat di depan namja muda itu. Kalaupun menyegol, cuma sedikit. Namja itu luka karena dia kaget, jatuh, dan pingsan di aspal. Benar-benar untung tidak ada luka berat. Bayangan penjara yang terus berputar di kepala Donghae hilang seketika.
"Maaf!" kata Donghae tidak iklas. Tentu saja karena namja muda itu telah membuatnya ketakutan hebat tadi. "Kau mau diantar ke rumah sakit atau ke rumahmu langsung?"
"Rumah sakit dulu. Kalian harus bertanggung jawab dengan lukaku," katanya sambil menunjukkan sikunya yang lecet. Berdarah, tapi cuma sedikit. "Lalu antar aku ke rumah hyung-ku. Aku ada janji dengannya hari ini!"
Donghae hampir menempeleng namja muda itu. Banyak maunya, sih. Namun, Kibum mencegahnya. Mereka salah, itu paham yang ditanamkan Kibum pada Donghae. Kibum bisa tahu dari penampilan dan barang-barang yang melekat di tubuh namja itu bahwa namja itu anak orang kaya. Kemungkinan salah satu keluarga kelas atas. Jadi, mereka tidak boleh cari gara-gara. Menurut saja sampai semuanya selesai.
"Tidak usah dibantu, aku bisa berdiri sendiri!" katanya saat Kibum mau mengangkatnya lagi.
Dia memang berdiri sendiri, berjalan, kemudian masuk mobil Donghae sebelum dipersilakan.
"Kupikir Kyuhyun benar," celetuk Donghae yang langsung membuat Kibum menunda langkahnya. "Aku menabrak seseorang enam tahun lalu. Saat menabraknya tadi, aku ingat sekelebat bayangan tabrakan masa lalu." Donghae mencoba mengingat-ingat lebih banyak. "Aku mabuk berat, tapi sedikit ingat wajahnya saat berteriak ke arahku sebelum kutabrak. Aku lupa kejadian setelahnya."
"Kau yakin?"
Donghae mengangguk, kemudian menggeleng. Sebelum dia menjawab pertanyaan Kibum, namja muda dalam mobil itu mengeluarkan kepalanya, kemudian meneriaki mereka.
.
.
Saat akan dibawa ke rumah sakit, namja muda itu bisa berjalan sendiri, tapi setelah keluar dari rumah sakit dia mengaku tidak kuat berjalan. Dia bersikap seperti itu setelah mengetahui kalau tujuan mereka sama, yaitu ke rumah Kyuhyun. Barusan saat memasuki rumah, dia minta digendong Kibum. Badannya tiba-tiba lemas katanya. Efek diperiksa dokter. Agak mengada-ada, tapi Kibum dan Donghae harus pura-pura percaya.
"Kyuhyun hyung akan pulang siang ini," katanya. Duduk manis sambil makan keripik kentang yang tadi dibawanya. "Kalau mau minum, ambil sendiri di dapur."
Donghae menggeleng, kemudian duduk di sebelah kanan namja muda itu. Kibum ikut duduk di sebelah kirinya.
"Jadi, kau adiknya Kyuhyun?"
Cho muda itu mengangguk.
"Tidak mirip sama sekali."
"Aku dan saudara-saudaraku tidak ada yang mirip. Tapi yang pasti kita keturunan dari ayah yang tampan dan ibu yang cantik," terangnya tanpa menyebut soal operasi plastik sama sekali. "Makanya aku tampan begini!"
Pasang senyum manis ke arah Kibum, tapi Kibum melengos. Berpindah pada Donghae, namja itu malah sibuk dengan handphone-nya. Padahal baru saja bertanya sambil memelototi wajah adik Kyuhyun, sekarang sudah pindah fokus. Adik Kyuhyun langsung cemberut.
"Berapa usiamu sekarang?" kali ini Kibum yang tanya. "16 atau 17?"
"Aku terlihat semuda itu, ya?" Cemberutnya hilang, digantikan senyum manis yang tadi sempat dipamerkannya. "Seminggu lagi umurku 21. Kalau masih seperti remaja 17 tahun, berarti aku memang awet muda. Kuncinya harus banyak minum air putih, harus..."
"Tidak," Kibum menghentikannya bicara. "Aku bertanya umur hanya ingin memastikan ekspresi wajah yang kau pasang sepadan dengan umurmu. Tapi karena umurmu sudah hampir 21, kurasa kau tak pantas pasang tampang sok imut di depan namja dewasa seperti kami."
Ganteng-ganteng, mulutnya pedas. Tadinya adik Kyuhyun suka dengan Kibum, sekarang rasa sukanya berkurang 20% karena Kibum bermulut pedas.
"Kalian ada urusan apa dengan Kyuhyun hyung?"
"Urusan orang dewasa!" jawab Kibum singkat.
"Aku juga sudah dewasa."
Kibum meliriknya, meragukan ucapan adik Kyuhyun. "Umur banyak, tapi kelakuan masih seperti anak-anak. Bagiku kau belum dewasa."
Cemberut lagi. "Tidak mau memberi tahu juga tidak apa-apa. Aku tidak butuh tahu urusan kalian!" katanya dengan nada marah. Setelah dapat perhatian dari dua namja di kanan-kirinya, dia menunjukkan diri kalau sedang kesal. Memasukkan segenggam keripik ke mulutnya, lalu mengunyah dengan brutal.
"Kalau tersedak, kau harus ambil minum sendiri di dapur," celetuk Donghae yang kemudian membuat adik Kyuhyun tersedak betulan. "Nah, ambil minum sendiri sekarang. Sekalian ambilkan untuk kami!"
Dia melempar keripik kentangnya ke meja, berdiri dan pergi ke dapur secepat dia bisa. Dia kembali dengan perasaan lega setelah minum segelas air. Di tangannya ada dua gelas air putih yang kemudian disuguhkannya pada Kibum dan Donghae. Siapa tahu setelah diberinya minum, mereka mau berbagi informasi.
"Sebenarnya kalian mau apa ke sini?"
"Bertemu Kyuhyun," jawab Donghae yang masih belum berpindah fokus dari handphone.
"Memang kalian siapanya Kyuhyun hyung?"
"Kekasihnya!" jawab Kibum dan Donghae serempak.
Adik Kyuhyun geleng-geleng kepala tidak percaya. "Kyuhyun hyung suka wanita."
"Siapa yang bilang?" Adik Kyuhyun geleng-geleng lagi. "Aku kekasih pertama. Dia kekasih kedua." Kibum menegaskan sambil menunjuk diri sendiri, kemudian Donghae. "Kalau tidak percaya tanyakan pada hyung-mu setelah dia pulang nanti!"
Rasa sukanya pada Kibum berkurang 20% lagi karena lelaki itu berusaha melucu dengan mengaku sebagai kekasih kakaknya.
Kyuhyun selalu terlihat bersama wanita-wanita cantik. Semua namja yang kenal dengannya hanya rekan bisnis. Kalau sekarang ada dua namja tampan mengaku kekasih kakaknya, bagaimana mungkin adiknya bisa percaya? Tetapi beberapa hari yang lalu kakaknya tidak terkejut dengan hubungan sesama jenis yang dijalaninya. Sempat bilang juga soal tidak membuat diri sendiri terlihat murahan dengan membuat orang lain yang mengejarnya. Apa jangan-jangan itu kode kalau kakaknya juga penyuka sesama jenis?
Dia menarik tasnya dari meja, menggeledah dalamnya, mengambil foto berbingkai bunga-bunga dari dalamnya, dan berniat menunjukkannya pada dua namja dewasa itu.
"Kami memang terlahir dari orang tua yang tampan dan cantik, tapi ada satu saudaraku yang punya wajah asli jelek." Dia tersenyum licik sekarang. Sampai kapan kakaknya itu akan dikejar-kejar orang kalau wajah aslinya ditunjukkan? "Nih!"
"Foto siapa? Jelek sekali," celetuk Kibum yang hanya melihat sekilas.
"Ini wajah Kyuhyun hyung sebelum operasi."
Donghae berminat. Mengantongi handphone-nya, kemudian melihat ke arah foto Kyuhyun jaman sebelum operasi. Awalnya pendapat Donghae sama dengan Kibum. Hanya foto seorang namja yang menurutnya jelek. Namun, makin diperhatikan wajah itu terlihat familiar. Ujung-ujungnya Donghae melotot tajam, kemudian memekik hebat.
Kibum yang awalnya tak tertarik pun ikut memperhatikan apa yang membuat temannya memekik. Masih biasa saja melihat foto itu. Setelah merebutnya dari tangan adik Kyuhyun, memperhatikannya betul-betul, Kibum langsung mengumpat. Dia melihat mata yang sama dengan mata seseorang di masa lalunya. Beda di sorot mata saja. Yang di foto itu memperlihatkan mata tajam dan penuh ekspresi, tapi yang di masa lalunya adalah gambaran mata sayu dan putus asa. Kibum mengumpat sekali lagi sebelum suara si empunya rumah menyapa pendengarannya.
"Ada apa kalian mengumpat-umpat di rumahku?"
Adik Kyuhyun menyeringai. Dalam batin sudah menduga Kyuhyun akan ditinggalkan dua namja yang mengaku kekasihnya. Namun, dugaan itu meleset. Dua namja dewasa itu segera berdiri, berlari sama cepat bukan untuk meninggalkan rumah, tapi untuk menyongsong kehadiran kakaknya. Keduanya berebut untuk memeluk Kyuhyun.
Kibum merangkul leher Kyuhyun, menyusupkan mukanya di dekat telinga Kyuhyun. Donghae juga, berlutut, memeluk dua kaki Kyuhyun sambil mengumamkan kata maaf.
"Maafkan aku, Kyu!" ucap Donghae yang seketika membuat Kyuhyun bingung.
"Maafkan aku. Seperti janjiku, aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah kulakukan!" Kibum tidak berkata keras, hanya berbisik, itu pun agar apa yang disesalkannya diterima langsung oleh Kyuhyun. "Aku minta maaf," ucapnya lagi.
Kyuhyun masih bingung, adiknya lebih bingung lagi.
Donghae dan Kibum telah berbuat apa sampai harus bersamaan minta maaf pada Kyuhyun?
To be continue
See you soon!
