Naruto – Masashi Kishimoto
Pulang – Kei Dysis
.
SC/F (?), OOC, Typo, etc.
.
15/5/2015
Happy reading!
-:-
"Sudah waktunya aku pergi."
Sasuke membuka mata. Tidak berkata apa-apa. Tidak juga berbalik badan menghadap Hinata.
Sasuke tiba-tiba berharap bisa memiliki kekuatan untuk membekukan waktu.
Ketika Hinata akhirnya bergerak, memilih berdiri di hadapannya, Sasuke tak bisa lagi mencegah bola matanya memandang sosok gadis itu.
Haruskah ia menyampaikan ucapan terima kasihnya sekarang?
"Sekali lagi terima kasih," ucap Hinata sambil menatap sendu lengan Sasuke, membuat Sasuke kembali mengingat sebelumnya pernah ada perban yang melilit salah satu bagian tubuhnya itu. Hinata kemudian mengangkat kepala, tersenyum kecil. "Aku juga sudah menyiapkan sedikit obat-obatan untukmu. Kuharap kau mau memakainya jika kau terluka lagi."
Sasuke tetap bergeming. Terpaku oleh kebutuhan baru untuk terus mendengar suara Hinata.
Sesaat, bibir Hinata terbuka hendak berbicara lagi, namun kembali tertutup. Dan … ada kesedihan yang sayup-sayup terpancar di sepasang lavender Hinata, Sasuke akhirnya menyadari.
"Ka-kalau begitu aku pamit."
Sasuke mengernyit. Dadanya terasa nyeri ketika melihat Hinata beranjak menjauh. Seketika itu juga Sasuke merasa benci terhadap rasa sakit itu.
Seharusnya ia sekarang kembali masuk ke dalam gubuk kecil, tempatnya dan Hinata sebelumnya tinggal untuk sementara waktu saat dirinya terluka ketika menolong gadis itu. Seharusnya ia bersiap-siap melanjutkan perjalanannya, pengembaraannya yang entah berakhir sampai kapan.
Tapi ….
Dengan hanya dipisahkan jarak dua meter, Sasuke tiba-tiba melihat Hinata memutar tubuh. Memandangnya. Penuh tekad. Penuh harap.
"Maukah kau ikut pulang bersamaku?"
Sasuke tertegun kaku. Kemudian tersenyum samar. Menyeringai kecil. Mendengus lega. Tak percaya.
Entah kenapa … Sasuke merasa suara Hinata-lah yang selama ini dinantikannya mengucapkan kata-kata itu. Mengajaknya pulang.
Sial! Ia akan menuntut tanggung jawab dari gadis itu. Nanti.
Pulang. Ah, ya. Pulang. Setelah perjalanan panjangnya, Sasuke merasa kini sudah saatnya ia pulang. Benar-benar pulang.
Bukan hanya ke desanya. Bukan hanya ke rumahnya. Namun juga pulang ke ….
Tanpa berpikir dua kali, Sasuke merogoh tas ninjanya, mengambil sebuah benda. Sejenak dipandangnya ikat kepala lamanya. Tak ada lagi goresan. Sambil tersenyum tipis, Sasuke memasang penunjuk identitasnya itu menutupi kening.
"Ya. Aku akan ikut pulang bersamamu, Hinata."
.:.
THEEND
.:.
THANKS! :)
