DOMINAN

Nggak diedit, moga typo-nya dikit. Kalau ada ya... mohon maafkan. Soalnya nulisnya ngebut pas dapat wifi berbayar murah. Jadi langsung posting.

Sekalian ngasih tahu, aku debut di wattpad. Cerita pertama dengan judul Jass Deol. Bl juga. Masih chap 1. Kalau sempat mampir, yaaa! Thanks!

Cast: Kyuhyun, Kibum

Genre: Romance

Rate: M

Summary:

Awalnya Kyuhyun percaya bahwa dirinya lelaki dominan. Dia pintar, kaya, tampan, berbadan bagus, dan digilai banyak wanita. Namun setelah bertemu Kibum, perlahan-lahan dominasinya menghilang. Dan ketika satu kejadian di masa lalunya muncul di permukaan, Kyuhyun tak lagi dominan. Kibum telah mengambil alih statusnya, dan paling parah mengambil alih hatinya.

Real Dominan

Terlanjur menyukai kegiatan malam mereka, Kyuhyun dan Kibum tidak memedulikan keadaan sekitar.

Kyuhyun memunggungi Kibum, berdiri di tepi ranjang dengan kedua tangannya bertumpu pada kasur. Sementara Kibum memegang leher dan pinggangnya dari belakang. Kyuhyun menunduk, dan kibum mendongak. Dua suara desahan bersahutan di kamar itu.

Meski Kibum menumbuk lubang senggamanya secara brutal, Kyuhyun malah merasa ketagihan. Memang dia tidak ingat perkosaan yang dilakuakn Kibum enam tahun lalu, dia juga tidak begitu ingat hubungan badan mereka di kamar rumah sebelah, tapi Kyuhyun menyimpulkan kalau mereka memang ditakdirkan untuk melakukan ini bersama.

Kibum menusuk terlalu dalam, dan Kyuhyun mengeram terlalu keras.

"Lagi, Kyu?"

"Terserah kau!"

Lalu Kibum menusuknya lagi ke tempat yang paling dalam. Lagi, hingga Kyuhyun mengerang, meringik seperti kuda yang kakinya terjebak di dalam lubang. Tapi kali ini lubangnya yang menjebak Kibum, hanya sensasi sakitnya membuat Kyuhyun melayang.

Kibum menunduk, mencium tengkuk Kyuhyun dan mendesah di telinganya. "Kita terlalu lama melewatkannya. Besok-besok jangan sampai mununda kalau memang sedang ingin bercinta." Untuk saat ini Kyuhyun setuju. Dia ingin bercinta berkali-kali dengan Kibum.

Mulai malam ini Kyuhyun tidak akan jual mahal lagi. Dia butuh Kibum untuk mengisi hari-harinya. Dia butuh lelaki itu untuk menempati sebelah ranjangnya yang kosong. Dia juga butuh satu orang seperti Kibum yang mampu membuatnya bergairah hanya dengan melihat mukanya. Kyuhyun yakin hanya Kibum yang bisa menghangatkan tubuhnya. Karena seperti yang sudah dirasakannya, lelaki itu membuatnya ketagihan.

Kibum mendongak lagi, meresapi kenikmatan bertubu-tubi yang disuguhkan Kyuhyun lewat lubang belakangnya. Ternyata seperti ini, rasa penasarannya terbayar lunas dengan mampu menghujamkan kelelakiannya ke lubang itu. Kyuhyun, lahir batinya telah dimiliki Kibum. Propertinya bisa disentuh dan dimainkan sesuka hatinya. Maka dari itu Kibum memulurkan tangannya, melingkar ke pinggul dan berhenti di pangkal Kyuhyun. Menemukan kelelakian kekasih barunya itu dan mengerjainya.

Sialnya, Kyuhyun suka dengan pijatan yang dibuat Kibum.

Kibum sedang mendesis nikmat ketika pijatan cincin pembuangan Kyuhyun berkedut dengan ganas. Tetapi ketika hendak memejam, matanya menangkap seseorang tengah berdiri mematung di kamar rumah sebelah. Kibum menajamkan penglihatannya, dia mendapati adik Kyuhyun terbengong memandangi adegan percintaan mereka.

"Kyu, adikmu ada di kamar rumah sebelah. Sedang memandang ke arah sini!" Kibum memberitahu. Kyuhyun langsung mendongakkan kepala, melihat ke arah yang dikatakan Kibum. Benar adiknya ada di sana, mematung melihat kakaknya sedang bercinta. Terlihat takjub seperti dirinya belum pernah bercinta dengan kehebohan yang sama. "Tidak apa-apa dia lihat kita?"

Meski Kibum bertanya demikian, dia tidak menghentikan gerakan maju mundurnya. Tangannya belum berhenti mengurut kelelakian Kyuhyun. Hanya pandangannya saja yang dialihkan pada namja di seberang kamar ini.

Kyuhyun tidak menjawab. Dia langsung menghadapi adiknya, menghadiahkan pelototan tajam kemudian mengabakannya untuk pergi. Karena adiknya masih terbengong di tempatnya. Kyuhyun mengangkat sebelah tangan, membuat gerakan pengusiran dengan lambaian tangannya. Adiknya tersadar lalu menghilang dari balkon kamar sebelah secepat yang dia bisa.

.

Kulit bokong Kyuhyun tertampar-tampar oleh pangkal paha Kibum. Karena terlalu keras menimbulkan bercak kemerahan di kulit putih pucatnya. Namun sensasi tamparan itu membuat Kyuhyun merinding dan malah ingin ditampar betulan oleh Kibum.

"Kibum..."

Itu kode agar Kibum mengurut kelelakiannya lebih cepat.

Kibum menghentikan genjotannya, fokus pada urut mengurut milik Kyuhyun. Nafas kyuhyun keluar pendek-pendek seiring makin dekatnya reaksi puncak. Lalu detik berikutnya Kyuhyun tersengal-sengal ketika kelelakiannya memuncratkan sarinya. Kyuhyun hampir ambruk, tapi berhasil ditahan oleh Kibum.

"Sebentar, Kyu..." Lalu Kibum menumbuk lagi. Sembari pelan-pelan menurunkan badan Kyuhyun di tepian tempat tidur. "Jangan terlalu rendah, aku tidak bisa menusuk lebih dalam!" lalu Kyuhyun menguatkan diri untuk bangkit kembali.

Menggenjot Kyuhyun lagi. Mencari kenikmatan sendiri. Dan ketika Kibum menggenjot dengan cepat, tubuh Kyuhyun terdorong maju mundur. Saat itulah adik Kyuhyun muncul kembali di balkon kamar sebelah. Namja muda itu melambai-lambaikan tangannya meminta perhatian mereka. Meneriakkan sesuatu tapi tanpa suara. Ketika Kyuhyun dan Kibum masih sibuk dengan adegan ranjang, mereka tak peduli lagi dengan kode dari adiknya.

Kemudian telepon Kyuhyun berbunyi. Dari seberang adiknya menelepon.

"Ada apa?" tanya Kyuhyun kasar, serak, dan napasnya putus-putus. "Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk menelepon, ha? Mengganggu orang bercinta jadi hobimu sekarang ini?"

"Hyung..." Protesnya bercampur dengan kecemasan. "Aku membawa teman-temanku untuk menginap, mereka mau masuk kamar. Bahkan mereka sedang berada di depan pintu sekarang ini." Adiknya cemas kembali. Cemas kalau teman-temannya melihat adegan kuda-kudaan kakaknya dengan lelaki yang kemungkinan kekasih kakaknya. Dia pernah menunjukkan foto keluarga pada teman-temannya, mengakui Kyuhyun sebagai kakak terhebat. Tubuhnya, otaknya, juga kedudukannya telah dielu-elukannya. Bahkan julukan raja gonta ganti pasangan itu juga pernah disebutkan pada teman-temannya. Kalau sekarang teman-temannya melihat kakaknya tengah disetubuhi lelaki lain, apa kata mereka nanti? "Kalau mereka masuk ke kamar ini, aku tidak mungkin bisa menahan mereka untuk tidak ke balkon. Setidaknya tutup pintu balkon, tarik kordenmu sampai rapat, dan matikan lampu. Juga jangan teriak-teriak walau rasa enaknya tembus langit sekali pun."

"Suka-suka aku," jawab Kyuhyun sekenanya.

Masih digenjot dengan keras, Kyuhyun mendesah saat ujung benda tumpul Kibum menumbuk tepat di tempat terenaknya.

"Hyung..." Adiknya memohon. Kemudian dia berteriak ke dalam, menyuruh teman-temannya bersabar. "Hyung, ayolah! Aku tidak mau teman-temanku bertanya yang tidak-tidak tentangmu."

Kyuhyun mengumpat sebelum bertanya pada Kibum, "Masih lama? Teman-teman adikku mau masuk ke kamar itu." Kemudian dia mengupat sekali lagi ketika Kibum memilin ujung dadanya. "Ada waktu menutup pintu dan gorden?"

"Suruh dia menahan teman-temannya sebentar lagi."

Kyuhyun berpindah ke handphone-nya. "Tahan teman-temanmu sebentar lagi! Hanya sebentar!" kemudian memutus sambungan telepon.

Sementara adik Kyuhyun menahan teman-temannya untuk tidak masuk kamar, Kibum menyodok bagian belakang Kyuhyun lebih cepat. Kedua tangannya mencengkeram pinggul Kyuhyun, memaju mundurkan bokong Kyuhyun sampai bertubrukan dengan pusat tubuhnya. Sampai terasa ada yang berjalan dari pangkal ke ujung kelelakiannya, kemudian menerobos keluar. Kibum menancapkan ke tempat terdalam lalu mendesah dengan suara 'Ah' yang sangat panjang.

Ketika dari kamar sebelah terdengar kegaduhan. Teman-teman adik Kyuhyun sudah masuk, dan sebagian menyebar ke dalam ruangan, Kibum cepat-cepat menarik juniornya dari Kyuhyun. Berjalan sambil melompat-lompat menuju balkon. Menarik pintunya, kemudian gorden. Kyuhyun sudah naik ke ranjang dan menyelimuti diri sendiri ketika Kibum menyelesaikan tugasnya. Kibum menyusul, naik ke ranjang kemudian masuk ke dalam selimut yang sama.

"Istirahat sebentar..." Kibum mematikan lampu kemudian merebah dan memejamkan mata.

Dominan

Kyuhyun melihat adiknya menerobos masuk rumah. Lelaki muda itu melenggang santai meski melihat kakaknya tengah berjalan turun dari latai atas. Melirik sejenak, memberi senyuman janggal kemudian kembali berjalan.

"Kenapa kau ke sini?"

"Minta minuman kaleng. Aku lihat waktu itu kau punya bertumpuk-tumpuk minuman di dapurmu." Adiknya meninggalkan Kyuhyun yang hari ini terlihat terlalu berhati-hati turun lewat tangga. "Jadi tadi malam gilirannya Kibum hyung, ya?" tanyanya ketika Kyuhyun menyusul ke dapur.

"Apa maksudmu?"

"Mereka berdua mengaku sebagai kekasihmu, tentu saja kau bergantian berhubungan badan dengan mereka." Yang dimaksud di sini adalah Kibum dan Donghae. Tempo hari dua lelaki itu mengatakannya, jadi adik Kyuhyun masih percaya soal itu. "Semalam gilirannya Kibum hyung, kan?"

Adiknya membuka lemari penyimpanan, kemudian menarik satu kotak minuman berisi enam kaleng, lalu memindahkannya ke meja dapur.

Kyuhyun berdecak sebal.

Dia mengambil dua buah cangkir dari lemari atas. Mengambil kopi siap seduh dari lemari lainnya kemudian membuka dan menuang satu persatu ke gelas. "Kekasihku hanya Kibum. Donghae itu temannya Kibum. Mereka memang suka bercanda." Lalu satu persatu gelas dituangi air panas dari dispenser. "Jangan ambil bir itu!"

Adik Kyuhyun yang sudah mengeluarkan tiga kotak, tak jadi mengeluarkan kotak ke empat. "Kita sudah besar, Hyung. Kita sudah sering minum dan mabuk."

"Bukan. Itu bir kesukaan Kibum. Ambil saja yang lain!"

Adik Kyuhyun mendengus, kemudian mengambil bir merek lain. "Kau tahu, Hyung, aku terkejut saat melihatmu semalam. Selama ini kau dominan di bidang apa pun, kupikir dalam hubungan sesama jenis pun kau juga akan berada di posisi dominan. Kenapa yang kulihat semalam bertolak belakang?"

Kyuhyun tidak mau menjawab. Dia lebih memilih mengambil sendok, kemudian mengaduk kopi buatannya. Karena tahu mereka berada di posisi yang sama, Kyuhyun membiarkan adiknya berfikir sendiri.

"Iya, memang enak sih di posisi itu. Aku sampai merasa akan mati lemas karena bahagia ketika kekasihku melakukannya," terangnya menggebu. Bahkan mengindahkan dengusan Kyuhyun yang terkesan tidak suka dengan pembahasan. "Di tempat yang itu-itu saja. Enak ya? Tapi aku tidak suka kalau setelahnya punggungku ngilu, kakiku sakit, badanku susah digerakkan."

Itu karena tidak pernah olah raga, dan frekuensi seks yang tidak teratur. Kyuhyun juga merasakannya. Semalam waktu Kibum penetrasi, lubangnya seperti dijebol besi tumpul. Sakit dan panas. Setelah ada yang tertumbuk di dalam sana, sakitnya jadi enak. Enak terus sampai akhir. Baru pagi tadi ketika dia bangun, seluruh tulangnya seperti dipalu sampai hancur. Padahal Kibum pernah menggagahinya sebelum ini, tapi lupa pernah merasakan sakit yang sama atau tidak. Kalau tidak ada adiknya di sini, Kyuhyun sudah pasti bergerak sambil mendesis kesakitan terus.

Jadi memang harus melakukannya secara rutin.

"Cuma kesenangan sesaat, tapi semua orang mengelu-elukannya." Awalnya mencebikkan bibir, kemudian meringis senang. "Tapi memang enak kok."

Kyuhyun setuju, tapi dia tak akan bilang itu pada adiknya.

"Aku masih tidak punya gambaran kau jadi yang didominasi."

"Memangnya penting aku harus jadi apa di sebuah hubungan?"

Adiknya menggeleng. "Setidaknya penampilan menentukan posisi. Kalau pada kasusku kan wajar, aku memang terlihat lebih lemah dari kekasihku. Tapi kau dan Kibum hyung tidak jauh beda dari model perawakan." Adik Kyuhyun berhenti di lima kotak. Menutup kembali lemari penyimpanan kemudian melipat tangan di dada sambil bersender di meja dapur. Lalu memperhatikan kakaknya. "Milik Kibum hyung lebih besar dari milikmu, ya?"

"Penting kau menanyakan itu?"

Kyuhyun dua kali mengelak, padahal sekecil apa pun perbedaan bisa memengaruhi posisi. Contohnya bentuk badan. Bentuk badan yang lebih atletis biasanya jadi yang dominan. Demikian juga ukuran Mr. P. Kalau punya Kibum lebih besar dan panjang, jelas lebih memuskan dibanding yang kecil. Memang tidak semua berpatokan dari situ, namun sebagian besar kan seperti itu.

Adik Kyuhyun belum pernah melihat kakaknya telanjang di usia sebesar ini, tapi prediksi adiknya, punya kakaknya itu tak jauh beda dari miliknya sendiri. Adik Kyuhyun tak bilang kalau miliknya kecil, ya. Hanya tidak lebih besar dan lebih panjang dari milik kekasihnya saja. Padahal milik kekasihnya tidak panjang-panjang amat.

Adiknya menggeleng lagi. "Hanya ingin tahu." Dia menunggu Kyuhyun selesai mengaduk, kemudian dia mulai bicara lagi. "Lebih enak dengan Kibum hyung atau Donghae hyung?"

"Sudah kubilang kekasihku hanya Kibum, dan hanya dengan dialah aku berhubungan."

Kyuhyun malas meladeni adiknya kalau yang ditanyakan soal itu-itu saja. Dia memang baru menyadari orientasinya. Adik dan kakaknya juga baru tahu, tapi tidak perlu dibahas berlebihan. Bagaimanapun juga Kyuhyun punya rasa malu. Dia berhubungan badan dengan sesama jenis baru dua kali, kalau perkosaan yang tidak diingatnya itu tidak dihitung. Itu pun hanya dengan Kibum. Jadi, pengalaman bercintanya jelas jauh di bawah adiknya. Kalau dia kalah dalam urusan ranjang, bagaimana dia bisa mengatasi rasa malunya?

"Aku jadi penasaran, milik Kibum hyung lebih besar dari punya kekasihku, tidak ya!"

Kyuhyun merengut. "Kenapa? Kau mau lihat?" Adiknya hanya tersenyum mesum. "Mati saja kau!" Kyuhyun mengangkat dua cangkir berisi kopi itu, bersiap membawanya ke kamar.

"Ya Ampun, Hyung. Aku Cuma bercanda."

"Kembali ke rumahmu sana. Mengganggu saja!"

Merasa menjadi orang lemah, adik Kyuhyun mengangkat satu kotak minuman kaleng. "Jangan posesif seperti itu, tidak baik!" Dia meringis melihat kakaknya mendengus. "Jangan kunci pintunya, aku akan suruh temanku mengambil sisanya. Tanganku kadang terasa sakit kalau mengankat barang telalu berat." Dia meringis lagi.

Dominan

Kibum sudah menelepon Donghae, mengabarkan kalau dia akan datang dengan Kyuhyun. Mengabarkan juga berita baik bahwa Kyuhyun sudah memaafkan mereka dan berniat kembali menjalin hubungan pertemanan.

Sampai di bengkel, Kyuhyun ditinggalkan bersama anak buah Donghae sementara Kibum dan Donghae pergi sebentar ke mini market terdekat. Mereka kembali dengan berbagai makanan ringan untuk teman-teman mereka.

"Aku melihat tanda-tanda kebahagiaan di mata Kyuhyun." Teman Kibum yang suka menebak-tebak itu duduk di kantor Donghae bersama Kibum dan si empunya kantor. "Aku belum bertanya apa yang membuatnya bahagia, tapi dia sudah pergi ke toilet."

Dan saat itulah Kibum dan Donghae masing-masing mengulurkan sejumlah uang padanya.

"Apa ini?"

"Kau menang taruhan," jawab Donghae singkat. Dia mendengus sebal karena kalah. Dia ke mini market bersama Kibum tadi untuk menarik uang dari atm.

Tetapi temannya itu belum paham. Soalnya mereka sering sekali taruhan. Masih ada lebih dari 5 taruhan lagi yang belum kelihatan hasilnya.

"Kyuhyun jadi kekasihku menggantikan kekasih dua mingguku itu," terang Kibum.

"Oh... Kupikir kalian tidak pernah menanggapi omonganku waktu itu." Temannya itu mengambil uang yang disodorkan keduanya sambil terkekeh, merasa bahagia. "Jadi bagaimana dia bisa jadi kekasihmu?"

"Dia suka padaku, aku suka padanya, lalu jadi kekasih." Kibum menerangkan sesimple mungkin walau usahanya tidak sesimple itu untuk menarik perhatian Kibum tempo hari.

Kibum merasa lucu kalau mengingat usahanya meraih hati Kyuhyun terus-terus gagal. Nyatanya hanya semalam saja semuanya berubah. Sentuh lelaki itu, ciumi dia, jamah, dan puaskan di atas ranjang, kemudian luluh. Tahu begitu dari kemarin-kemarin saja dia memerkosa Kyuhyun. Lelaki itu memang suka diperkosa, kan?

"Oh..." temannya mengangguk-angguk. "Kalau aku boleh menebak, kau baru saja menidurinya. Em... semalam?"

Kibum dan Donghae mengerutkan dahi. Donghae tidak berpikir ke arah sana, tapi Kibum membenarkan perkataan temannya.

"Dari gerak-geriknya kelihatan. Dia merasa tidak nyaman walau duduk di kursi empuk. Bawaannya ingin segera pergi. Dan akhirnya dia pergi ke toilet sekarang ini." Dia tersenyum kecil sebelum melanjutkan, "Tandanya dia jarang sekali melakukan hubungan badan dari belakang. Kau baru sekali menidurinya, jadi lebih sering akan lebih baik. Itu akan merelekskan otot senggamanya."

Teman Kibum berusaha menggurui padahal belum tentu juga dia tahu prakteknya. Namun benar, lebih sering akan lebih baik.

Tapi, ya, dari penglihatan Kibum dan Donghae, Kyuhyun terlihat biasa saja. Sama sekali tidak ada tanda-tanda baru gagahi. Badannya masih berjalan tegap, mukanya saja masih tidak ekspresif seperti sebelum-sebelumnya. Lehernya, tangannya, dan bagian-bagian tubuhnya yang terekspos pun tidak terdapat satu pun bekas percintaan. Bokongnya masih terlihat padat, berisi, dan kencang seperti biasanya. Tidak sedikit pun terlihat jalan mengangkang seperti orang yang baru kehilangan keperawanannya. Berarti temannya itu masih jeli seperti sebelumnya.

Ngomong-ngomong sejak pertama kali melihat Kyuhyun, yang pertama kali disukai Kibum adalah bokongnya. Dia pernah berfantasi melihat bokong itu tanpa tertutup kain apa pun, kemudian meremat-rematnya sampai puas. Saat meniduri Kyuhyun di kamar rumah sebelah, dia yakin meremat bokong itu. Sayangnya dia mabuk, jadi tidak bisa dengan jelas mengingatnya. Untung semalam dia bisa menikmati meremat bokong kyuhyun. Rasanya kenyal-kenyal menggemaskan.

"Meski aku bisa menebak dia akan menjadi kekasihmu, aku masih tidak habis pikir kenapa dia mau kau tunggangi." Dia menggeleng-geleng tak mengerti. Butuh penjelasan langsung dari mulut Kibum sendiri. "Kau memang tak pernah berada di posisi bawah, tapi sebagai pasangan sejenis, dia punya khans yang sama besar berada di posisi atas."

Temannya itu belum tahu saja siapa Kyuhyun sebelum ini. Walau melewati seribu kali reinkarnasi dan mereka dipertemukan sebagai kekasih, Kibum tetap akan jadi yang superior.

"Aku pernah menidurinya sebelum ini." Temannya gantian mengerutkan dahi mendengar omongan Kibum. "Pesta di rumah Kyuhyun, kau ingat? Aku menidurinya saat itu. Mungkin mulai dari hari itu dia menerima posisi bawah."

Teman Kibum tak tahu kapan tepatnya, tapi dia mengangguk.

Donghae nyengir. Mereka tak akan membahas perkosaan enam tahun lalu pada orang lain, jadi bagian itu tak perlu disebutkan juga di sini.

"Eh, tapi sepupumu menyukai Kyuhyun, kan?" tanyanya pada Donghae.

"Kalau tahu Kyuhyun sudah digagahinya..." sambil menunjuk muka Kibum. "...memangnya dia masih mau?"

"Kalaupun mau, akan kubuat Kyuhyun menolaknya!" kata Kibum mantap.

Kyuhyun datang, untungnya pembicaraan sudah berhenti. Teman Kibum segera mengantongi uangnya lalu pamit keluar. Kyuhyun langsung mengambil tempat. Tidak di depan meja Donghae, tapi di sofa yang jaraknya cukup jauh meski masih ada dalam satu ruangan. Dia duduk senormal mungkin agar tidak ketahuan Donghae kalau ada yang salah dengan badannya. Setelah duduknya terasa nyaman, dia mendesah lega tanpa diketahui Donghae dan Kibum.

Sayangnya Donghae sudah tahu alasan Kyuhyun duduk di sana.

"Kau tak ingin duduk dekat kami, Kyu?" Pertanyaan itu terdengar biasa saja, padahal Donghae punya maksud meledek Kyuhyun. Ingin mengetahui seberapa parah hasil kerjaan Kibum. "Aku dan Kibum bawa banyak snack dari mini market. Ada minuman dingin kalau kau mau." Donghae menunjuk bungkusan besar dari kantong plastik putih yang ada di mejanya. "Kemarilah!"

"Nanti saja. Aku sedang tidak ingin makan atau minum. Ingin bersantai sejenak."

Terdengar masuk akal, tapi Donghae tahu satu bagian badan Kyuhyun ada yang tidak bisa diajak berkompromi kalau duduk di bangku yang sponsnya tipis. Kibum yang tahu akan hal itu mengambil alih. Dia mengambil beberapa snack, juga minuman dingin. Membawanya ke sofa di mana Kyuhyun duduk kemudian mengulurkannya pada kekasihnya itu.

Kibum menyusul duduk di samping Kyuhyun.

"Ada yang mau aku bicarakan denganmu, Hae." Kibum memulai. "Aku dan Kyuhyun sepasang kekasih sekarang. Kau bisa katakan juga pada sepupumu supaya dia berhenti mengejar Kyuhyun." Kibum memulai bicara, padahal Donghae sudah tahu. Lebih dulu diberitahunya malah agar mereka bisa menyiapkan uang untuk temannya itu. Tetang taruhan itu, Kyuhyun tidak boleh tahu.

Kibum merangkulkan sebelah tangannya ke pundak Kyuhyun, sayangnya Kyuhyun mengenyahkan lengannya. Kemudian Kibum mencoba membukakan snack untuk Kyuhyun, tapi ditolak juga. Giliran minuman dingin, Kyuhyun menerimanya mesti tidak meminumnya.

"Oh, benarkah?" tanya Donghae. Memasang tampak sok tidak tahu sambil melongo, terkejut pura-pura. "Sejak kapan? Bagaimana bisa? Kupikir Kibum bukanlah tipemu, Kyu. Dia agak... kurang dari segi apa pun."

Sialan. Tapi Kibum tidak akan mengumpat sekarang.

"Memang, tapi mukanya sedikit menyedihkan. Jadi, aku terima saja dia."

"Kasihan maksudmu?"

Kyuhyun mengangguk sedangkan Kibum pasang muka muram.

Kibum lirik-lirikan dengan Donghae. Mengabakan temannya itu untuk berhenti mengoda Kyuhyun. Kalau Donghae terus bertanya, Kyuhyun pasti akan berusaha bersikap dominan. Dia terbentuk jadi lelaki dominan akhir-akhir ini, agaknya dia tak akan dengan mudah mengakui kalau Kibum lah yang mendominasinya di atas ranjang. Kenyataan itu agak membuat Kibum iritasi.

"Aku tidak bisa bayangkan kalau kau tak menerimanya, siapa yang akan menerima lelaki sepertinya?" Kibum mencibir Donghae yang masih tersenyum senang menggonda Kyuhyun. "Kau tahu kan kalau beberapa saat lalu Kibum menyukai seorang namja? Dia terus mengejarnya, dan terus saja ditolak. Sama seperti sebelum-sebelumnya."

"Sialan kau!" pekik Kibum.

Donghae hanya terkekeh menanggapi Kibum. "Kau beruntung Kyuhyun mau menerimamu. Jangan macam-macam biar kau tak didepaknya!"

Kibum membalasnya dengan mendecih samar.

Dominan

"Kau hanya kasihan padaku, ya?"

Kyuhyun mengendikkan bahunya. Dia melenggang santai memasuki rumah, kemudian menjatuhkan diri di sofa ruang tamunya sendiri.

"Jadi di sini aku yang beruntung, ha?"

Kibum menjatuhkan dirinya di atas Kyuhyun. Mendekap, dan mencium pucuk hidung kekasihnya. Berpindah mencium bibirnya, dagunya, kemudian lehernya.

"Aku juga beruntung," kata Kyuhyun singkat.

"Bisa tidak saat di luar rumah kau bersikap sedikit lebih santai?" Kyuhyun tidak menjawab, belum tahu maunya Kibum apa. "Keluarkan sedikit aura feminimmu," tambahnya. "Melihat kau pasang tampang kaku terus serasa sudah pacaran dengan psikopat."

"Aku bukan psikopat."

"Tahu..." Kibum mendesahkan nafasnya keras-keras. Udaranya menerpa mata Kyuhyun, menggoyangkan bulu matanya yang panjang dan melengkung. Kyuhyun otomatis memejamkan mata, dan saat itulah Kibum mengecup kelopak mata itu. "Teman-temanku tidak bisa percaya kalau aku berhasil memacarimu. Dia juga tidak percaya saat kubilang aku menidurimu."

"Kau bilang begitu pada teman-temanmu?"

Duh Kibum, masak soal hubungan badan juga dibicarakan dengan teman-temannya. Persahabatan Kibum, Donghae, dan teman-temannya sangat kental. Mereka terbuka satu sama lain, tapi tidak membicarakan soal urusan ranjang juga, kan? Jangan-jangan kelakuan Kyuhyun yang memalukan saat sedang disodok Kibum diumbar-umbar juga di depan teman-temannya. Soalnya Kemarin saat mereka bercinta, Kibum berjongkok di antara kakinya, juniornya ditempelkan ke lubangnya lalu ditekan sedikit ke dalam, saat itu Kyuhyun mengeluarkan air mata. Tapi Kyuhyun bersumpah tidak menangis. Air mata itu keluar dengan sendirinya. Lalu Kibum bertanya, 'Sakit? Apa ditunda dulu sebentar?' sambil bersiap menarik kembali sebagian juniornya yang sudah masuk ke lubang Kyuhyun. Tanggung, kan?

Saat Kibum sudah menggenjotnya juga ada satu bagian yang menurut Kyuhyun memalukan. Dia minta break, mohon izin ke Kibum, mau kentut dulu. Sudah tidak tahan, dan Kibum menghalangi jalan keluar kentutnya dengan junior besarnya itu. Kyuhyun takut kentutnya keluar paksa ketika Kibum sedang enak-enak menggenjotnya dari belakang.

Ada lagi beberapa.

Meski Kibum tidak berkomentar apa pun soal kejadian-kejadian yang menurut Kyuhyun memalukan itu, belum tentu juga temannya sependapat. Kalau mereka sampai tertawa terpingkal-pingkal, bagaimana? Kalau suatu saat Kyuhyun disindir soal kejadian itu, bagaimana? Kyuhyun juga bisa malu.

Kibum menggeleng. "Kau tahu kan, temanku yang pintar menebak itu? Dia menebak dari gerak-gerik dan ekspresi mukamu." Lalu dia merengut, kesal. "Tapi teman-temanku yang lain tidak ada yang percaya saat diberitahu. Mereka bilang aku mengada-ngada soal yang aku menidurimu itu. Katanya, mana mungkin kau bisa jadi bot-ku. Bahkan aku sudah bersumpah, mereka masih tidak percaya."

Kapan mereka membicarakan soal itu? Perasaan Kyuhyun dari tadi bersama Kibum. Atau saat Kyuhyun bolak-balik ke kamar mandi itu?

Btw, Kyuhyun bolak balik ke kamar mandi karena tidak betah rasa panas dan nyeri di ujung lubang patatnya. Pagi tadi adiknya memberinya salep dingin, katanya itu meredakan nyerinya secara bertahap. Makanya tiap kali nyeri-nyeri, Kyuhyun segera ke kamar mandi dan mengoleskan salepnya. Bagaimanapun juga dia harus mengakui kalau adiknya lebih fasih soal hubungan sejenis. Mengaku kalah tidak akan melunturkan karismanya di depan orang lain. Lagipula meski adiknya suka jail, tidak mungkin akan membocorkan kejadian saat dia mengeluh soal lubang pantatnya yang nyeri ke orang lain. Makanya di minta bantuan adiknya.

"Mereka bilang kau punya aura dominan, kesempatan kita sama besar untuk jadi top. Makanya, Kyu, jadilah sedikit lebih lemah di depan teman-temanku. Meski cuma pura-pura juga tidak pa-pa!"

"Kenapa kita tidak mencoba tukar posisi? Kedengarannya menyenangkan, kan?"

Kyuhyun bisa merasakan kulit Kibum meremang, merinding sampai sebagian bulunya berdiri. Kyuhyun tidak akan bilang kalau jadi yang dibawah itu enak meski ada sakit dan nyeri-nyeri di awal dan akhirnya. Biar saja Kibum ketakutan sediri. Lagipula Kyuhyun juga bercanda bilang begitu. Dia sudah pasarah dijadikan apa saja oleh Kibum, asal tidak ditinggalkan saja.

"Kyu..." Kibum merengek. "Jangan buat aku takut!"

"Tidak seburuk yang kau pikirkan. Coba saja dulu. Sekali saja!"

Kyuhyun menggerakkan tangannya, mengulur ke bawah dan meremas pangkal paha Kibum. Nyatanya apa yang diperbuat Kyuhyun itu salah. Karena ketakutan Kibum malah berbuat seperti orang gila. Dia memang menelanjangi Kyuhyun dan dirinya sendiri, tapi terus saja menyingkirkan tangan Kyuhyun yang berusaha menyentuhnya. Dia juga tidak mengijinkan Kyuhyun berpindah se-inchi pun dari dasar sofa. Kibum terus memepetnya di sofa itu. Dia yang menciumi Kyuhyun, dia yang menjilati seluruh badan Kyuhyun, dia juga yang bertindak mengelus dan mengelusi tubuh telanjang Kyuhyun. Kyuhyun harus diam di tempatnya.

Kibum tidak ambil pusing apa saja yang dibicarakan Kyuhyun untuk mengancamnya. Dia lebih fokus ke hal lain, mendorong ke atas kedua kaki Kyuhyun lalu menariknya berlawanan arah antara yang kanan dan yang kiri. Sementara tangan kekar Kibum menyangga kedua paha belakang Kyuhyun, kepalanya tenggelam di pusatnya. Melahap potongan dari Kyuhyun yang mencuat menjadi batangan keras.

Kyuhyun berteriak, mendesah, dan mengerang keenakan. Sudah, dia tidak akan menggoda Kibum lagi dengan istilah-istilah tukar posisi. Ini saja sudah membuatnya sangat nyaman. Tapi... sumpah demi apa pun lubang Kyuhyun berkedut terus, dan itu sakit.

Belum juga dua menit, Kyuhyun menjerit keenakan. Kemudian tersengal-sengal setelahnya. Dia keluar lebih cepat dari yang semalam. Semuanya masuk ke mulut Kibum. Ketika Kibum memuntahkannya ke lantai, Kyuhyun bergidik jijik. Dia tak akan melakukan seperti apa yang dilakukan Kibum padanya. Dia tak akan mengotori mulutnya dengan sperma Kibum atau siapa pun. Namun apa yang dikatakannya barusan tidak jadi kenyataan, soalnya masih dengan mulut bekas sperma, Kibum mencium mulutnya. Basah, amis, bau, tapi lidah Kibum tidak mau melepaskan diri dari mulutnya.

Dua kaki Kyuhyun kembali direnggangkan, Kibum memasang dirinya di antara kedua kaki itu. Hendak memasukkan jarinya dulu sebelum batangannya.

"Masih sakit," eluh Kyuhyun.

"Nanti kita ke dokter temannya temanku. Temanku pernah melakukannya pada namja sekolahan di dekat rumahnya sampai berdarah-darah, setelah dibawa ke dokter itu dua hari kemudian dia bisa melakukannya lagi pada namja itu." Kyuhyun tidak mau dibawa ke dokter, apa pun alasannya. "Atau nanti aku tanyakan obat yang bisa langsung dibeli di apotek.."

Jari tengah Kibum menerobos masuk dengan kasar. Kyuhyun berteriak dan menedang bahu Kibum. Jarinya terlepas. "Ambil pelumas di dapur. Di atas meja!"

"Oli?" Kibum orang bengkel, tentu saja pelumas yang diketahuinya adalah Oli. "Minyak goreng?" karena di dapur kan tempatnya minyak-minya itu berada.

"Adikku memberikannya padaku. Dia meninggalkannya di meja dapur." Oh, Kibum baru tahu kalau pelumas yang dimaksud Kyuhyun adalah lube. "Ambil sekarang!"

Kibum turun dan berjalan cepat ke dapur. Tidak terlihat ada benda menggantung dan goyang kanan kiri di selangkangan Kibum saat Kyuhyun melirik lelaki itu. Tentu saja benda itu mengeras, menjulang seperti menara pisa yang nempel di perut si empunya benda. Kyuhyun membodoh-bodohkan dirinya sendiri saat memandang benda itu. Benda itu yang sudah merusak lubang pantatnya beberapa kali, tapi sekarang dia malah telentang pasrah menunggu benda itu dihujamkan lagi ke lubang pantatnya. Begitu tidak begunanya dia yang lebih memilih menerima kesalahan berulang-ulang.

Habis mau bagaimana lagi. Dia suka dengan yang punya benda itu, juga enak kalau benda itu sudah menyodok-nyodok dalaman anusnya. Ih... Kyuhyun langsung menggelengkan kepala mengusir pikiran kotornya.

Kibum kembali dengan tangan basah. Nampaknya sudah menggunakan cairan itu saat berjalan kembali ke sofa. Segera melebarkan paha Kyuhyun, lalu menepatkan diri di antara paha itu. Lelaki itu menuang carian lagi, langsung ke lubang Kyuhyun. Lalu mengelus, menggosok dengan tangan kanannya yang sudah basah, dan tentu saja menusuk nusuk serta mengocok dalaman lubang Kyuhyun dengan jarinya.

"Ahhh..."

"Enak ya?" Kibum menyentil di tempat yang sama. Kyuhyun mendesah dengan suara yang sama pula. "Tidak usah tukar posisi lah, Kyu. Berada di posisimu sekarang tidak ribet. Tinggal telentang, dan aku yang akan melakukan semuanya. " Kyuhyun tidak menjawab. Mulutnya sibuk dengan hal lain. Mendesah dan mendesah terus sampai juniornya ereksi lagi. Berdiri menantang Kibum lagi. "Kyu... ya?"

Kyuhyun menggeleng.

"Tidak usah bertukar posisi, ya?"

"Terserah kau!"

Kibum tersenyum lega. Dia segera mencabut jari-jarinya. Membasahi juniornya dengan lube, memasang posisi siap di depan selangkangan Kyuhyun, menepatkan junironya tepat di cincin senggama kekasihnya itu lalu medorongnya perlahan.

Kyuhyun harus ingat, lain kali harus pakai pelumas biar lubang pantatnya tidak perih seperti semalam.

Genjotan Kibum mulai teratur. Kyuhyun memejamkan matanya sambil meracau. Dau menit kemudian dia keluar lagi meski Kibum tak menyentuh juniornya. Juniornya melemas, tapi kaku lagi dua menit berikutnya. Lima belas menit berikutnya Kyuhyun merasakan kakinya kaku, kesemutan. Untungnya saat itu Kibum mempercepat gerakannya. Kemudian mengeram keras beberapa detik, kemudian ambruk di atas tubuhnya.

Kibum sudah menyingkir dari atas tubuhnya. Kyuhyun tertidur karena kelelahan. Saat dia bangun dua jam kemudian, ada benda kenyal dan basah yang sedang bergerilya di atas dadanya. Putingnya sampai mengeras. Dan dia juga merasakan ada yang mengobok-obok bagian bawahnya. Ketika kesadarannya kembali sepenuhnya, Kibum menyetubuhinya lagi.

Dominan

Udara dingin malam hari menerpa kulit Kyuhyun. Dia terbangun bukan karena itu, tapi karena sesuatu yang buruk telah menimpanya. Dia diperkosa. Diperkosa oleh orang yang barusan menanyakan toilet saat dia berjalan pulang dari rumah temannya. Orang itu mabuk, dari rumah sebelah yang sekarang terdengar meriah dan tampak lebih terang dari rumah-rumah lain di komplek ini. Orang itu pasti tidak tahu kalau sudah berjalan keluar area pesta. Setelah pelecehan itu selesai, Kyuhyun menemukan pakaiannya robek-robek tak bisa digunakan, dia ditinggalkan telanjang di jalanan hanya dengan sepotong jaket.

Kenapa dia harus diperkosa? Salah apa dia sampai diperlakukan seperti ini? Bukankah dia menjawab pertanyaan lelaki itu soal toilet? Apa ada yang salah?

Lagipula Kyuhyun juga lelaki, apa orang tadi rabun? Atau karena mabuk dia asal perkosa orang?

Lalu Kyuhyun harus bagaimana sekarang?

"Kyu, kau sudah bangun?"

Suara Kibum menarik Kyuhyun ke alam sadar. Matanya mengerjap berkali-kali dan mendapati Kibum baru datang kamar mandi.

Apa yang barusan itu? Ingatan masa lalu yang kembali secara tiba-tiba, kah?

Jarum pendek jam menunjuk angka 10. Malam hari. Melihat pada dirinya sendiri, Kyuhyun terkapar, telanjang, dengan jaket Kibum menutupi sebagian perut dan pangkal pahanya. Keadaannya sekarang sama persis seperti keadaannya waktu itu. Penuh bercak dan lengket dengan sperma. Nyeri di sekujur tubuhnya pun terasa sama.

"Donghae baru saja menelepon, aku diharuskan ke sana. Ada klien baru yang ngotot minta mobilnya diperbaiki sekarang." Kibum menjatuhkan handuk yang barusan digunakannya untuk menggosok rambut. Dia mengambil celananya yang masih berada di sebelah Kyuhyun, melucuti handuk yang melingkari area terlarangnya dan memperlihatkannya pada Kyuhyun. "Kau kenapa? Tidak enak badan? Cepat mandi air panas lalu tidur di kamar!" katanya sambil memasukkan sebelah kakinya pada celana. Tapi dia lupa celana dalamnya.

Kibum melepas celananya lagi. Berjalan telanjang mencari keberadaan celana dalamnya di balik sofa yang digunakan Kyuhyun untuk merebah. Setelah menggunakan celana dalamnya. Kibum beradu pandang dengan Kyuhyun. Mendapati kekasihnya itu menatapnya dengan tatapan horor, Kibum jadi merasa aneh.

"Kenapa?" tanyanya sambil memasang celana panjangnya. "Kau baik-baik saja, kan?"

"Kenapa kau memerkosaku waktu itu?" tanya Kyuhyun, pasang tampang kejam.

"Aku tidak tahu. Aku mabuk, jadi tidak ingat alasanku memerkosamu waktu itu." Kibum menggaruk lengannya. Merasa aneh ditanya demikian. Bukankah mereka sudah membahas perkosaan ini berkali-kali. Katanya Kyuhyun tidak marah lagi. Kenapa sekarang ditanyakan lagi? "Memangnya kenapa?"

Kyuhyun mendesis marah. "Kau menanyakan toilet padaku, tapi berakhir memerkosaku!" pekiknya. Kibum kaget, tapi dia masih berlagak santai. "Aku ingat sekarang. Kau yang melakukan semua itu. Tanpa belas kasihan, tanpa sekali pun mendengar apa yang kuteriakkan. Kejam kau, ya!"

"Apa..."

"Tidak usah berusaha menyangkal!" Kyuhyun bangkit tertatih. Membiarkan Kibum melongo karena bantuan yang diulurkannya ditepis Kyuhyun. Dia menarik jaket Kibum dari tubuhnya, melemparkan ke lantai dan berdiri telanjang dengan berbagai bekas kejahatan Kibum di tubuhnya. "Jangan kira karena aku sudah mencintaimu, kau akan terbebas dari kemarahnku. Lihat saja, kau akan kumasukkan penjara sekali lagi!" Kyuhyun menuding ke arah Kibum yang masih melongo di tempatnya. Dia melempar telenjuknya, kemudian berjalan pelan ke kamar. Sebelum itu dia berbalik. "Donghae juga. Kalian berdua, sekali lagi akan membusuk di penjara!"

"Maksudmu kau ingat kejadian enam tahun lalu?"

Kyuhyun tidak menjawab. Memilih pergi.

"Kyu... bukankah kau bilang aku dan Donghae sudah menerima hukuman, kenapa kau mau memenjarakan kami lagi?" Kibum sibuk membuntuti Kyuhyun, sekaligus mengemis ucapan maaf dari kekasihnya itu. "Aku akan tanggung jawab. Aku serius soal menikahimu, hidup denganmu, tapi tolong jangan kirim aku dan Donghae kembali ke penjara."

Kyuhyun naik tangga, Kibum naik juga.

"Aku mencintaimu, Kyu. Sumpah..."

Kyuhyun sudah di anak tangga teratas, kemudian berjalan ke kamarnya. Kibum masih membuntuti.

"Aku rela kau apakan saja asal jangan dipenjarakan."

Kyuhyun sampai di depan kamarnya, Kibum tepat di belakangnya.

"Aku tidak bisa hidup di dalam penjara, lalu tidak bisa melihatmu selama bertahun-tahun."

Kyuhyun menarik kenop pintu, terbuka, kemudian dia masuk. Ketika Kibum akan ikut masuk, dia mencegahnya. Mendorong Kibum tepat di dadanya yang telanjang dan masih basah.

"Baiklah, aku rela dipenjara asal kau menjengukku tiap hari!"

Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. "Aku benci padamu, tapi aku juga mencintamu. Jadi lebih baik kau jauh-jauh dariku sampai aku bisa memaafkanmu!"

Tidak dipenjarakan tapi dijauhi, sama mengenaskannya untuk Kibum.

"Maksudnya apa? Aku tidak bisa bertemu denganmu lagi?" Kyuhyun mengangguk malas. "Kita jadi kekasih baru kemarin malam, masak harus berpisah sekarang?" pekik Kibum histeris. "Kyu..."

Ketika Kibum sibuk memohon, Kyuhyun menutup pintu kamar, meninggalkan Kibum meratapi nasib di depan pintu.

"Kyu... aku mencintaimu!" teriaknya sambil menggaruk-garuk daun pintu. "Kyu... aku mencintaimu!" teriaknya lagi. Kali ini memohon. "Kyu... aku mencintamu!" Kemudian jatuh terduduk di depan pintu.

Kibum tidak akan menyerah dengan Kyuhyun. Kibum mencintai Kyuhyun, jadi Kyuhyun harus mencintainya juga. Tidak ada istilah break atau apa pun itu dalam hubungan mereka. Entah nanti, besok, atau lusa, Kyuhyun harus jadi kekasihnya lagi.

"Kyu... aku mencintamu. Kau dengar!" teriaknya sambil mengedor pintu kamar.

Kibum hanya tidak tahu kalau Kyuhyun menutup pintu tanpa menguncinya. Karena terkadang cinta itu bisa merusah segalanya, termasuk merusak kecerdasan seseorang.

The end

Nggak akan berhenti menulis. Nggak akan berhenti menistakan mereka-mereka ini. Jadi, ketemu lagi di ff selanjutnya ya! Terima kasih untuk kalian semua.