Naruto – Masashi Kishimoto

Delapan Tahun – Kei Dysis

.

AU, OOC, Typo, etc.

.

6/6/2015

Happy reading!

-:-

Sasuke terpaku. Matanya enggan berkedip. Seluruh atensinya terpusat pada sosok Hyuuga Hinata yang tengah melangkah anggun ke arahnya. Dengan gaun putih dan flower crown, pesona Hinata tampak semakin menarik pandangan Sasuke. Tak lupa kedua tangan Hinata menggengam sebuket bunga calla lily, salah satu bunga kesukaan calon istrinya itu.

Delapan tahun. Sasuke seolah merasa sudah menunggu momen ini delapan tahun lamanya. Sejak pertama kalinya ia bertemu dengan sang dunia.

Ketika Hinata telah berdiri tepat di hadapannya, Sasuke mengulurkan sebelah tangan. Seringai tipis Sasuke langsung terbentuk saat akhirnya satu tangan Hinata yang bebas telah digenggam olehnya.

Sasuke menarik napas panjang, kemudian dengan mantap berucap, "Aku, Uchiha Sasuke, Pangeran dari Kerajaan Taiyoukuni, menerima Hyuuga Hinata sebagai istriku, baik dalam suka maupun duka."

Hinata merona gugup, namun tetap berusaha membalas, "A-aku, Hyuuga Hinata, Putri dari Kerajaan Tsukigami, menerima Uchiha Sasuke sebagai suamiku, baik dalam suka maupun duka."

Tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki kuda dari kejauhan. Sasuke serta Hinata seketika menoleh, dan … melihat kedua kakak laki-laki mereka yang tengah menunggangi kuda, hendak mendekati lapangan berumput tempat mereka berdua kini berada.

"O-oniisama," ucap Hinata takut-takut.

Tubuh Sasuke menegak kaku. Dagunya terangkat angkuh. Sambil mendengus, dibawanya Hinata ke balik punggung. "Dasar pengganggu."

Hyuuga Neji segera turun dari kudanya. Dengan pandangan curiga, sang pangeran berambut panjang itu bertanya, "Apa yang sedang kalian lakukan di sini?"

"Kami berdua sedang menikah," Sasuke spontan menyahut. Ketus. Tanpa takut.

Bola mata Neji melebar kaget. "A-apa?"

Masih duduk di atas kudanya, Uchiha Itachi menyeringai kagum. Kepalanya menggeleng takjub. "Aku tak menyangka kau benar-benar melakukannya, Sasuke. Kau … memang pangeran yang terbaik untuk Putri Hinata."

"Tentu saja." Sasuke tersenyum bangga.

Neji melirik tajam ke arah sahabatnya. Bibirnya berdesis kesal, "Ini pasti perbuatanmu, Itachi."

Itachi mengangkat alis. "Aku tak mengerti maksudmu." Kepada Sasuke dan Hinata, kemudian Itachi bertanya, "Lalu siapa yang menjadi saksi pernikahan kalian berdua?"

Tak berani melihat pandangan mengerikan kakaknya, Hinata beralih tersenyum rikuh ke arah Itachi. "Umm. Saksinya Yohime dan …"

"Juga Kishi," lanjut Sasuke santai sambil ikut menepuk-nepuk lembut kuda poni yang menjadi sahabatnya.

"Oh astaga!" Neji mendengus tak percaya. Diulurkannya satu tangan untuk mengajak sang adik. "Ayo, Hinata! Sudah waktunya pulang ke kerajaan kita. Otousama, Okaasama, dan Hanabi pasti sudah menunggu."

"Ta-tapi Oniisama …"

"Tidak!" Sasuke berseru sengit. Semakin dijauhkannya Hinata dari jangkauan Neji. "Hinata tidak akan ikut pulang. Hinata sudah menikah denganku. Jadi sekarang Hinata sudah bisa terus tinggal di istana Kerajaan Taiyoukuni, seperti Ino Oneesama yang kemarin sudah menikah dengan kakakku. Benar kan, Aniki?"

Tawa Itachi sontak meledak, bersamaan dengan geraman Neji berkumandang lantang.

"Demi Tuhan! Bagaimana bisa kalian menikah? Kalian berdua masih berumur delapan tahun!"

.:.

THEEND

.:.

THANKS! :)