Saat Luhan tiba di dapur, paman dan bibinya sudah duduk berhadapan. Tak seorang pun menoleh ketika Luhan masuk dan duduk. Paman Kyuhyun sedang membaca koran, sesekali berhenti untuk minum kopi; Bibi Sungmin sedang menata sarapan, tampak imut dengan apron motif beruangnya.

Menu sarapan hari ini adalah roti panggang selai coklat—sama seperti hari-hari sebelumnya. Bibi Sungmin tersenyum tipis kepada keponakannya, menggasak rambut coklat-madu Luhan, dan mendorong sepiring penuh roti panggang berasap ke arahnya. "Selamat ulang tahun, keponakanku yang paling cantik."

"Astaga, aku sangatlah bodoh. Selamat ulang tahun, Luhan! Ini kadomu, jangan buka sekarang. Astaga, sudah lima belas tahun…" Paman Kyuhyun seperti ingin menangis, saking terharunya. "Aku masih ingat, empat belas tahun lalu, saat kau masih menangis karena lapar, atau karena jatuh ketika belajar jalan. Dan… astaga, kau sudah besar sekarang."

"Jangan berlebihan, Kyuhyun. Nah, Luhan, ini kadomu," Bibi Sungmin mengeluarkan dua kotak berukuran sedang dari dalam rak dan memberikannya kepada Luhan.

"Semoga jadi anak yang berprestasi, berhasil di masa depan, dan senantiasa cantik! Yah, meskipun aku benci mengakui kalau kau itu cowok, tapi—ayolah! Aku berani bertaruh banyak yang naksir kau di sekolah." Bibi Sungmin menyikut rusuk Paman Kyuhyun. Sontak pria itu terdiam, pipinya menggembung menahan tawa.

"Terima kasih, Paman, Bibi," jawab Luhan tulus, meski kedengaran agak sarkas. Dia mulai mengangkat garpu dan pisaunya.

"Luhan," Bibi Sungmin duduk di sebelah Paman Kyuhyun, tangannya bersedekap di atas meja, menatap Luhan prihatin. "Maaf sekali, kami tidak bisa mengantarmu ke stasiun. Pamanmu harus pergi dinas tanggal 1 September, jadi kami tidak bisa mengantarmu. Berangkatnya pagi-pagi sekali."

Sebelum Luhan sempat menjawab, bel pintu berdering. Bibi Sungmin bergegas membukakan pintunya, tidak kembali beberapa menit kemudian. Luhan menjulurkan kepala macam jerapah, dia mendengar percakapan di pintu depan, dan pintu dibanting menutup. Semenit kemudian, Bibi Sungmin masuk lagi, membawa dua amplop surat kekuningan dan tiga kotak beda ukuran; satu superbesar, satu sedang, dan satu kecil. Bibi Sungmin mengernyit.

"Ada dua surat di sini, pengirimnya bernama Byun Baekhyun dan Kim Minseok. Mungkin temanmu dari Hogwarts. Dan, oh, ada hadiah. Berat sekali. Teman-temanmu sangatlah baik, Luhan."

Luhan berhenti mengunyah, meletakkan alat makannya di atas meja dan meraih surat dari Baekhyun. Dia mengambil kadonya, lalu melesat ke atas, ke kamarnya. Pintu kamarnya dibanting keras, menimbulkan bunyi mirip tembakan meriam. Menunduk memandangi surat dari Baekhyun, Luhan mulai membaca:

Dear Luhan,

Selamat ulang tahun!

Tadinya aku ingin mengirimkan ini lewat burung hantu, tapi aku beruntung punya kakak macam Jisoo. Cewek itu sudah mulai bekerja di Departemen Penyalahgunaan Barang-barang Muggle, jadi aku sekarang sudah tahu dikit-dikit soal Muggle. Buktinya aku bisa mengirimimu surat lewat pos Muggle! Aku tidak tahu seberapa cepat posnya, tapi kuharap tidak ada hambatan.

Aku baru saja pulang dari Prancis. Asyik banget di Beauxbatons; sejarah-sejarahnya menarik! Kau pasti tahu soal Nicolas Flamel, pencipta Batu Bertuah yang melegenda itu. Dan astaga, Menara Eiffel benar-benar menakjubkan. Banyak cewek-cewek cakep di sini.

Tim Quidditch Prancis sangat hebat. Aku saja sampai malu, skill-ku belum cukup hebat ternyata, mereka pasti latihan keras tiap hari. Beater-nya memukul dengan sangat hebat, dan dia seorang cowok tinggi besar, Bludger terlempar sampai ke seberang lapangan. Kapan-kapan kau harus kemari. Sepertinya akan menyenangkan.

Minseok ada di rumahku. Dia juga ingin belajar mengirim bingkisan lewat pos Muggle. Kami mengantarkannya ke kantor pos bersama-sama. Kuharap hadiahnya sampai cepat. Mampirlah kemari kalau kau ada waktu luang. Naik Bus Ksatria. Mobil terbang-ku disita Mum untuk satu tahun ke depan, jadi aku tidak bisa menjemputmu seperti biasa.

Sampai jumpa di Hogwarts tanggal 1 September nanti, ya.

Sahabatmu,

Byun Baekhyun

Luhan memungut hadiahnya yang dari Baekhyun, kotak superbesar dan kotak berukuran kecil. Karena Baekhyun adalah Beater tim Gryffindor, Luhan yakin isinya Peralatan Perawatan Sapu—tapi ternyata bukan. Dia tersenyum lebar ketika melihat isi kotak superbesar; sekantung permen lezat dari Honeydukes dan beberapa bungkus tar karamel.

Kotak kedua dijajal Luhan. Ukurannya agak kecil tapi tidak sekecil kotak ketiga. Isinya sama beratnya dengan kotak superbesar, dan ternyata isinya adalah buku-buku bagus, termasuk Quidditch dari Masa ke Masa yang sudah lama dia idam-idamkan. Lalu ada Sejarah Sihir, Susunan Suku-kata Spellman, Kisah-kisah Beedle si Juru Cerita, Hewan-hewan Fantastis dan di mana Mereka Bisa Ditemukan, dan Menyingkap Kabut Masa Depan.

Perasaan Luhan tidak mengambil mata pelajaran Ramalan tahun ini.

Cowok itu mengendikkan bahu, masa bodoh, dan membuka hadiah dari Minseokkotaknya kecil sekali. Betapa herannya Luhan ketika seluruh lengannya bisa dimasukkan ke dalam kotak, dan menarik keluar kotak Penghilang Jerawat dalam Sepuluh-Detik Dijamin, Detonator Jebakan, Telinga Terjulur, dan sekantong besar Pastilles Pemuntah.

Merogoh lebih dalam, Luhan menemukan jubah Quidditch Gryffindor yang masih baru, buku bestseller Albus Dumbledore: Penyihir Paling Hebat di Dunia, sekarung permen karet rasa buah (benar-benar diwadahi dalam karung), dan sapu terbang model Nimbus 2001. Napasnya seolah tercekat, dia menatap sapu dan jubah itu dengan tatapan tak percaya.

Luhan membuka amplop Minseok dengan tangan gemetar saking senangnya. Ada dua lipatan perkamen di dalam sana. Dibukanya perkamen pertama.

Dear Luhan,

Selamat ulang tahun, Sobat! Aku sedang berada di rumah Baekhyun, dan kebetulan saudaraku dari Ravenclaw, Junmyeon, juga ada di sini. Asyik banget, orang tua Baekhyun selalu mengajak kami ke Diagon Alley dan mencekoki kami es krim Florean Fortescue. Es krimnya enak.

Oh, ya, aku mengirimi beberapa hadiah. Yang sapu terbang dari Junmyeon, dia sebetulnya ingin membelikanmu Firebolt—aku menceritakan soal insiden sapu terbangmu rusak—tapi katanya Nimbus 2001 lebih keren. Jangan merasa sungkan padanya. Uang warisan keluarganya banyak sekali di Gringotts, jadi tidak perlu merasa hutang budi.

Aku baru saja pulang dari London, dan kau tahu, aku pergi ke Sihir Sakti Weasleys! Toko lelucon terkenal itu! Oh, ya, kau harus ke rumah Baekhyun secepatnya. Aku sengaja membelikanmu Penghilang Jerawat dalam Sepuluh-Detik Dijamin supaya tampangmu bisa makin mulus. Kau tahu, berita tentang Wonwoo naksir kau sudah menyebar luas di Hogwarts! Dan ada Telinga Terjulur, supaya kita bisa lebih memata-matai Slytherin. Detonator Jebakan sebenarnya ide Baekhyun, entah mau kau buat apa. Aku membelikanmu ramuan cinta. Kau bingung, kan? Makanya, cepat kemari.

Baekhyun mengajariku Mantra Perluasan Tak-Terdeteksi. Sangat rumit tapi brilian. Aku bisa memasukkan semua isi lemariku ke dalam tas jinjing kecil Jisoo. Jubah baru dari Junmyeon juga. Kubilang juga apa, dia kebanyakan duit. Mungkin saat bertemu kau nanti dia akan menyerahkan seperempat uangnya di Gringotts untuk kau.

Sampai ketemu nanti!

Kim Minseok

P.S: Seperempat uang Junmyeon di Gringotts mungkin lebih dari cukup untuk membeli tanah Diagon Alley.

Dia mengabaikan soal ramuan cinta dan Wonwoo-naksir-kau. Dibukanya surat dari Kim Junmyeon. Perkamennya dicat biru dan tintanya berwarna keperakan kelap-kelip. Terkesan sangat Ravenclaw.

Untuk Luhan,

Selamat ulang tahun! Perkenalkan, aku Kim Junmyeon, sepupu Minseok. Oke, langsung ke intinya saja. Aku benar-benar syok mendengar cerita Minseok tentang sapu terbangmu. Aku tidak tahu rusaknya sampai separah itu. Sebenarnya Kyungsoo yang menabrakmu dan itu tidak sengaja. Aku menyuruhnya menyalipmu di udara dan dia tak sengaja menyenggolmu dan kau jatuh. Aku benar-benar minta maaf atas nama Kyungsoo.

Dan sebagai gantinya, aku membelikanmu Nimbus Dua Ribu Satu dan jubah Quidditch baru. Kudengar jubah Quidditch-mu dirobek anak-anak Slytherin. Maafkan aku, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya agar kau bisa kembali ikut pertandingan. Sekali lagi aku minta maaf atas namaku dan Kyungsoo. Kuharap sapu dan jubah bisa membantumu.

Salamku,

Kim Junmyeon

Luhan meringis miris. Sapu terbangnya, Komet Dua Enam Puluh, patah menjadi dua saat pertandingan Gryffindor lawan Ravenclaw berlangsung, dan itu terjadi dua tahun lalu. Seseorang menabraknya sampai jatuh terjembap di tanah—yang ternyata bernama Kyungsoo, hidungnya patah. Akibatnya dia terpaksa keluar dari tim. Dan begitu berita Luhan-si-Chaser-keren-keluar-dari-tim menyebar, anak-anak Slytherin langsung mencegatnya di koridor dan merampas jubah Quidditch-nya, merobeknya lalu membuangnya.

Sekarang sisa dua kotak. Hadiah dari Paman Kyuhyun adalah sweater gombrong warna coklat, topi rajut hitam, dan kaus kaki wol merah tua. Musim dingin masih lama, tapi Luhan mengenal betul pamannya; selalu sedia payung sebelum hujan. Bibi Sungmin memberinya novel-novel bergenre komedi, syal warna merah, headset, dan pemutar lagu. Kartu ucapannya berisi: Selamat ulang tahun. Kami berdua mencintaimu. xoxo.

Luhan tertawa kecil. Diambilnya pena bulunya dan secarik perkamen, kemudian menulis untuk Minseok, Junmyeon, dan Baekhyun.

Terima kasih banyak atas hadiahnya. Terlebih lagi untukmu, Junmyeon. Pos sampai tepat waktu. Nimbus Dua Ribu Satu amatlah keren, dan kudengar ahli ramuan terkenal bernama Draco Malfoy pernah memakainya pada tahun keduanya. Keren sekali. Trims atas buku-buku dan permennya, Baek. Trims atas Penghilang Jerawat dan majalahnya, Minseok.

Xi Luhan

Dilipatnya surat ini sampai kecil, dan bersiul pelan memanggil burung hantunya. Owlett terbang menyebrangi ruangan, hinggap di meja di depan Luhan, beruhu-uhu riang. Luhan mengikat suratnya ke kaki si burung hantu dan begitu ikatannya sudah kuat, Owlett meluncur keluar dari jendela menuju rumah Baekhyun.


TBC.