Naruto – Masashi Kishimoto
Red – Kei Dysis
.
AU, OOC, Typo, etc.
.
11/06/2016
Happy reading!
-:-
Hinata terus berlari, meski tubuhnya yang bertelanjang kaki semakin menjeritkan rasa letih, meski dadanya terasa ingin meledak oleh detak jantung yang bertalu-talu kencang, meski kulit lengan kanannya tak henti mengalirkan darah segar berwarna merah.
Hinata terus berlari. Ia ingin cepat keluar dari perangkap hutan belantara, ingin segera terlepas dari kejaran para kawanan makhluk buas itu.
Hinata terus berlari, namun akar sebuah pohon tiba-tiba menjatuhkannya. Suara geraman dan lolongan serigala semakin mendekat. Hinata semakin menggigil ketakutan.
Ringisan terdengar dari bibir Hinata yang bergetar kecil, kala gadis itu berusaha bangkit berdiri. Hinata menggerakkan kakinya lagi, tertatih-tatih menahan nyeri.
Namun sekali lagi takdir tak membiarkannya lolos dengan mudah.
Mata Hinata membulat sempurna. Tubuh Hinata membeku kaku. Wajah Hinata memutih pasi.
Di depan Hinata sebuah jurang terbentang lebar. Kawanan makhluk haus darah semakin mendekat.
Hinata seketika memutar tubuh, tanpa sadar berjalan mundur. Kilat kengerian semakin jelas berpendar di sepasang lilac. Para serigala kini menjadi objek tatapannya.
Lalu sesuatu melesat. Cepat. Lagi dan lagi. Hingga semua makhluk bergigi tajam itu runtuh, melolong kesakitan, dan mati di antara kolam darah.
Hinata mengerjap. Tertegun.
Suara derap langkah kuda terdengar mendekat. Kepala Hinata menoleh. Matanya bertemu pandang dengan sosok bernetra sepekat malam di atas kuda hitam. Jubah gelap menyelubungi tubuhnya, dengan busur tergenggam di tangan kanan dan beberapa anak panah terlihat di balik punggung.
Sosok itu turun dari atas kuda, lantas berjalan tegas menghampiri Hinata. "Kau sudah aman sekarang," ucap sosok itu sedatar ekspresi yang menghiasi wajah maskulinnya.
"Apakah kau seorang pangeran?" Hinata berkedip kaget ketika pertanyaan itu tiba-tiba mencelat dari mulutnya. Diperhatikannya wajah bak diukir itu dengan pipi merona.
Sosok itu menahan senyum. "Sayangnya bukan," sahutnya sembari menggiring Hinata menuju sebuah batu besar, dan mendudukkan sang gadis di atas batu tersebut. "Aku hanya seorang pemburu dari sebuah desa yang letaknya tidak terlalu jauh dari sini. Namaku Sasuke. Uchiha Sasuke," lanjut pemuda itu, sementara tangannya mengambil pisau kecil yang terselip di pinggang, lalu merobek sedikit kain jubahnya. Setelah melilit luka berdarah di lengan Hinata dengan kain itu, Sasuke mendongak, memandang Hinata dengan intens. "Siapa namamu? Dan … kenapa kau berada di sini? Kau tidak tahu seberapa berbahayanya hutan ini, huh?"
Sejenak tenggorokan Hinata tercekat oleh tatap oniks itu. Lalu bibirnya perlahan berhasil menyuarakan jawaban, "Namaku Hyuuga Hinata." Sembari menunduk memandang gaunnya yang kotor dan compang-camping, Hinata mendesahkan napas gemetar. "Ayahku adalah seorang saudagar, dia ingin menjodohkanku dengan seorang bangsawan. Tapi aku tidak setuju, jadi aku kabur dari rumah. Aku tersesat, dan tidak tahu bagaimana malah terjebak di hutan ini."
Sasuke membisu beberapa saat, lalu berkata rendah, "Luka-lukamu harus segera diobati. Ada tabib di desa tempatku tinggal."
Hinata mengangkat wajah, dan sontak gelombang kejut menyerangnya. Sasuke kini memakaikan jubah hitamnya ke tubuh Hinata, kemudian menggendong Hinata dengan kedua lengannya. Hanya bisa bergeming, Hinata membiarkan Sasuke mendudukkannya di atas kuda. Lalu Sasuke menyusul duduk di belakang Hinata.
"Aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih padamu," lirih Hinata dengan jantung berdegup riuh. "Kalau kau tidak datang, aku mungkin sudah—"
"Sebagai permulaan balas budimu, aku menginginkan sesuatu."
Dan pernyataan itu seketika mencuri deru napas Hinata. "A-apa itu?"
Sasuke menyeringai samar. Disibaknya surai panjang Hinata. "Ini," bisik Sasuke, seraya membawa bibirnya mendekati leher Hinata.
Tubuh Hinata mematung, di sela-sela rasa perih yang menyengat, ketika merasakan sesuatu yang tajam menembus kulit lehernya. Entah berapa lama waktu berlalu, hingga akhirnya rasa kantuk perlahan menghinggapi Hinata. Kepala Hinata berhasil menoleh, dan yang terakhir ia lihat adalah seringai Sasuke, dengan mata merah yang bersinar nyalang.
"Selamat datang di dunia barumu, Uchiha Hinata."
.:.
THEEND
.:.
THANKS! :)
