abi udah upload part 2 di lapak sebelah sih tapi kayaknya Abi pilih di sini deh namatinnya hehehehe...

Semoga besok bisa update part 3nya...udah selesai tinggal finishing ajah...

Kuylah liat aksinya si tetet buat dapetin adek kookie yang ucul bin semok...

TELL ME WHO'S THAT GIRL?

Taehyung kicep, Jimin lebih kicep lagi, Yoongi marah udah kayak orang ngerapp. Jungkook yang jadi biang masalah merasa ngga enak hati dengan Jimin dan Taehyung di kuliahi gratis oleh sepupunya.

Mereka sedang ada di kantin sekolah, jam sekolah sudah selesai tiga puluh menit yang lalu. Tapi, Yoongi menyuruh Jimin menunggu di kantin. Kirain cuma di suruh nungguin Jungkook sampai Yoongi selesai urusan di clubnya. Malah dapet kuliah gratisan. Yang paling miris tentu saja Taehyung, niatnya ngemodusin si bidadari malah ikutan kelas gratis Min Yoongi.

"Kak Yoongi udah dong….Kak Jimin itu ngga salah. Kookie tersesat sendiri kok….", Jungkook berusaha menarik lengan kakak sepupunya.

Omaya….suaranya kookie bikin adem, pikiran Taehyung ngelantur. Daripada denger suaranya Kak Yoongi.

"Janji deh Kak, besok Kookie selamat sampai sekolah bahkan sejahtera selama orientasi", sumpah Jimin pada gebetannya yang masih bertanduk.

"Taehyung bakalan nganterin Kookie kan?", Jimin dengan tampang sumringah mengejutkan Taehyung yang lagi ngelamun indah.

"hah?" Taehyung loading, dia ketinggalan pembicaraan anyway

"WHAT?", Min Yoongi shook, kenapa mesti nyeret-nyeret ini alien buat nganter adiknya

"eh?", Jungkook kaget imut.

"Kan mereka tetanggaan", ucap Jimin polos menunjukk dua manusia yang mengerti maksud Jimin sebelumnya.

"APAAAAA?. Kok kamu ngga cerita Dek?", Yoongi menarik lengan Jungkook.

"Kookie kan ngga tau kalau Kak Taehyung sekolah di sini juga", aku Jungkook yang salah tingkah.

"Aku sih ngga masalah. Selama kookie,rr, maksudnya Jungkooknya mau", Taehyung pasang senyum kotaknya karena Yoongi langsung mengeluarkan laser dari matanya.

"Gue yang masalah! Memangnya aku ngga tau. Akal-akalan", Yoongi nyolot lagi.

Belum juga mulai Taehyung sudah mengalami rintangan besar menghadang. Kalau kayak begini di sekolah dia ngga bisa mengodusin Jungkook dong.

"Yaelah Kak…kenapa juga ngga boleh? Sama Jiminnya boleh gitu?. Ntar oleng dikit hatinya Jimin, Kak Yoongi yang nyesel lho", Taehyung menskak mat raja dan menteri sekaligus. Jimin menoleh ke arah Taehyung kaget. Apa maksud perkataan Taehyung itu?. Di hati Jimin tuh Cuma ada Kak Yoongi sampai kapanpun. Yoongi sedikit tersentak. Gadis berambut bob itu memalingkan wajahnya.

"Kookie bisa ke sekolah sendiri kok. Aku udah tau busnya", Jungkook ingin menyudahi pertengakaran ngga guna ini. Yang ada masalah tambah besar kalau dia ketahuan berangkat bareng Jimin apalagi Taehyung. Dua manusia ini sepertinya cukup populer melngingat reaksi rekan-rekannya tadi.

"Yakin?", Yoongi masih khawatir. Jungkook mengangguk mantap.

"Ya udah pulang yok, udah sore. Kamu juga harus nyiapin tugas buat besok kan?", Yoongi merangkul Jungkook yang mengangguk.

"Biar sama Taehyung aja,Kak", tawar Jimin yang diamini Taehyung. Sebenernya sih biar Jimin bisa berduaan sama gebetan tapi, " Gue mau nemenin Kookie buat tugas orientasi", ucap Yoongi datar.

"Kan bisa Yoongi sama aku, Taehyung sama Jungkook", usul Jimin lagi. Pantang menyerah.

"Terus motor gua ditinggal di sini?. Duh…si chimol",Yoongi pengen ngegeplak kepala Jimin tapi urung. kasihan.

Taehyung sebenernya pengen ketawa tapi ngga enak sama Jimin. Dia tahu usaha Jimin selama ini deketin senior savage yang menyetarai ketua osis mereka. Bedanya Kak Jinyoung nurut sama Kak Mark, pacarnya. Nah yang ini, boro-boro nurut yang ada Jimin kena semprot mulu. Eh tapi, Jimin kan bukan pacarnya Kak Yoongi.

"Iya deh iya, serah Kak Yoongi", Jimin akhirnya nyerah.

(BunnyLion)

Sebenarnya Taehyung pengen berlama-lama depan rumah. Lumayan mandangin bidadari cantiknya. Tapi Kak Yoongi dengan ganas menarik adik sepupunya itu ke dalam rumah. Yaelah…Taehyung tuh bukan mau memperkosa adik sepupunya. Posesif banget dah.

"Tae, kamu ketemu Jungkook di sekolah?", Seokjin menanyai anaknya karena tadi pagi ibunya Jungkook sempat mengobrol kalau anaknya bersekolah di sekolah Taehyung.

"Iya. Kok Bunda bisa tau?", Taehyung mendudukkan dirinya di kursi sebelah kulkas.

"Ibunya Jungkook cerita. Angkatan baru yah? Jangan galak-galak lho Tae", Bunda memperingatkan anaknya yang jadi anggota osis pasti jadi panitia orientasi. Gimana mau galak-galak, Taehyungnya sendiri udah digalakin duluan sama Kak Yoomgi.

"Nggalah Bund, Tae mana pernah galak sih. Lagian Taehyung bukan korlap kelasnya Jungkook". Walaupun begitu Taehyung masih bisa jalan-jalan sesekali ke kelas sepuluh empat.

"Tapi bunda penasaran deh, secantik apasih sampai kamu kayak orang bloon gitu kemarin?". Pertanyaan bundanya sukses bikin Taehyung keselek.

"Bunda kalau ngga liat sendiri mana percaya sih", Taehyung sudah menormalkan napasnya kembali.

"Selera kamu sama kayak ayahmu itu, biasanya yang high level, contoh aja bundamu ini", Seokjin menyombongkan diri berhasil meraih hati Kim namjoon ketua osis dingin plus pewaris perusahaan. Taehyung memutar bola matanya. Bundanya narsis.

"Makanya Bun…kasih kue kek ke sebelah. Perkenalan gitu, Bund", usul Taehyung. "Anaknya udah pulang tuh tadi", Taehyung semkain gencar merayu bundanya biar mau ke sebelah.

"Kamu yang anterin tadi?", tebak Seokjin.

"Ngga lah Bund. Digorok leher Tae sama Kak Yoongi", Taehyung bergidik ngeri ngebayangin Yoongi bawa-bawa pisau.

"Yoongi gebetannya Jimin? Kok bisa?", Seokjin itu biang gossip makanya dia tahu JImin suka sama Yoongi bahkan Seokjin tau yang namanya Yoongi walapun ngga pernah ke rumah.

"Dia kakak sepupunya Jungkook", ada nada putus asa saat Taehyung mengucapkan kalimat barusan.

"Susah dong kamu deketinnya?", Seokjin meletakkan sebuah piring di counter dapur.

"jadi Bunda setuju aku nikah,eh,pacaran sama Jungkook?", Taehyung sumringah lagi.

"Yang bilang setuju siapa? Nih Bunda mau liat orangnya sekarang", Taehyung melihat bundanya menyiapkan sepiring kue, eh? Tunggu dulu, itukan kue kesukaan Taehyung. "Bund…kue…", Taehyung menunjuk kue-kue yang tergeletak manis di atas piring. Ngga rela.

"Relain Tae…demi ketemu gebetan…", Seokjin mengedipkan satu matanya. Taehyung mendesah pasrah. "Ikut ngga?", Seokjin udah bersiap-siap keluar. "Ikutlah Bund…", Taehyung ngibrit nyusulin Bundanya ke luar.

Taehyung berdiri di samping bundanya. Masih pakae pakian sekolah lho…

Sementara Seokjin memencet bel sambil memegangi piring berisi kue yang tadi di bawanya. Tak lama terdengar langkah kaki dari dalam, pintu putih itu terbuka menampilkan gadis berambut hitam sebahu dengan kaos dan celana pendek.

Seokjin akui sebagai perempuan, gadis di depannya punya sihir yang membuat laki-laki ingin melihatnya meski hanya sekilas. "Anyeonghaseyo…", sapa Jungkook, gadis yang membukakan pintu, mengetahui ada tamu.

"Anyenghaseyo…Jungkookie?", tebak Seokjin.

"Ne…majayo…".

"Aku tante tetangga sebelah, Seokjin", Seokjin memperkenalkan dirinya.

"Ne…Jungkook imnida, bangapseubnida", Jungkook menjabat tangan Seokjin sopan. "Silakan masuk tante…", ucap Jungkook.

"Kak Taehyung ngga ikut masuk?", tanya Jungkook yang menyadari kehadiran seniornya itu daritadi cuma mematung. Seokjin sampai menyikut anaknya agar kembali ke dunia nyata. "Eh? Eoh? i..iya…",Tuhkan si Taehyung jadi malu. Ngga nyadar aja dia udah malu-maluin daritadi.

"Lagi buat tugas yah? Kebetulan tante bawa camilan", Seokjin meletakkan sepiring kue di atas meja.

"eh, ada-", Taehyung menyikut bundanya biar ngga keceplosan kalau bundanya tau Yoongi. Bisa-bisa Jimin gagal sebelum perang. "Oh, kakak sepupu tante. Satu sekolah juga. Terima kasih kuenya", Jungkook membungkuk pada seokjin.

"Bumonimmu kemana?", Seokjin tidak melihat nyonya dan tuan Jeon daritadi.

"Eomma sedang ke supermarket. Appa masih di kantor", Kookie kembali dengan dua gelas minuman. Seokjin mengucapkan terima kasih. Padahal tadi niatnya kesini Cuma iseng pengen liat anak gadis mana yang bikin anak semata wayangnya kayak orang bloon.

Taehyung daritadi ngga bersuara, dia sibuk bertelapati dengan Yoongi. Mereka saling memberi kode lewat mata.

"Kalau di sekolah ada masalah, tanya ke Kak Taehyungnya boleh kok dek", Seokjin memberi saran. Jungkook tersenyum mengiyakan. Taehyung tersenyum menang dari pelototan Yoongi.

"Udah sore nih, tante niatnya bentar jadi betah gini di sini". Seokjin beranjak dari sofa.

"terimakasih kuenya tante", Yoongi dan Jungkook kompak bilang terima kasih.

"Iya sama-sama. Tae…kamu mau pulang atau diem disini?", Seokjin bertanya pada anaknya yang sejak tadi diam. Lagi, Yoongi memelototi Taehyung, kalau ngga ada Seokjin mungkin Taehyung udah kena semprot suruh pulang. Taehyung jadi dilemma, pulang ngga rela, kalau diem,Hilang aja Seokjin, Taehyung yakin Yoongi pasti keluar ganasnya. Tapi dia ngga rela meninggalkan pemandangan indah di depannya.

"ng…Tae pulang aja deh. Besok ada acara pengenalan ekstrakurikuler. Pamit yah, Kak,Dek…", dia lebih baik menyelamatkan diri. Masih ada kesempatan lain. Toh juga Jungkook rumahnya sebelahan ini.

Jungkook mengantar ke depan terus dada kecil ke pasangan Ibu anak itu.

"Cantik ya Tae…", puji Ibunya setelah mereka masuk rumah.

"Iya Bund…tapi kakak sepupunya itu galak banget", Taehyung kesal juga.

"Kalau kamu tulus. Yoongi bakal ngijinin kok. Pelan-pelan aja…kalau buru-buru gitu kamu kayak mau mainin hati adiknya", nasihat Seokjin. Dia dulu sempat nolak Namjoon dua kali anyway. Tapi yang ketiga kalinya dia terima, dia tahu Namjoon tulus sayang padanya.

"Gitu ya,Bund?". Seokjin mengangguk.

Taehyung manggut-manggut. Dia mau selow aja dari sekarang, Jimin aja yang yang sebegitu gencarnya belum di terima juga sama Yoongi. Bener juga kata bundanya.

Taehyung dan Jimin kepagian, tumben, dia niat banget nyiapain acara hari ini. Iyalah… Kalau sampai berantakan dia bisa kena semprot Kak Jinyoung. Duo itu baru saja membuka pintu ruang osis, niatnya, mau ngecopy formulir buat anak-anak baru eh, pemandangan yang bikin hati meleleh, sebenrnya Cuma hatinya Jimin, membuat mereka membeku di depan pintu.

Di sofa yag nempel ke tembok. Ketua osis mereka ciuman, ngga ding, haha, ketua osis mereka tidur cantik beralaskan paha ketua club bahasa inggris sekolah ini. Mark menempelkan telunjuknya di bibir. Terpaksa Taehyung dan Jimin masuk mengendap-ngendap ke dalam. Bilang permisi bisik-bisik.

Jimin ngelirik sekilas Kak Jinyoung yag pules banget tidurnya. Kapan Kak Yoongi bisa gitu ke Jimin?

"Sst, baper lo?', bisik Taehyung yang menghidupkan mesin fotokopi.

"Gue ngebayangin Kak Yoongi. Mereka berdua sama-sama savage tapi kok Kak Jinyoung nurut banget sama Kak Mark?", Bisik Jimin lagi.

"Kak Mark itu pacar sahnya Kak Jinyoung, nah elu, apa coba?", Taehyung meletakkan kertas di mesin fotocopy. Jimin diem. Iya ya, dia siapanya Kak Yoongi?. Taehyung yang menangkap muka murung sahabatnya merasa bersalah. "Sori…ngga maksud".

"ngga Tae, lu ngga salah".

"Eh? Tae, Jim…Sorry aku ketiduran", Jinyoung terbangun gara-gara bunyi mesin fotocopy.

"ngga papa kok…", Taehyung senyum kotak.

"Tumben pagi banget…udah sarapan kalian?", Jinyoung menggeliat. Kalau diliat-liat bodynya Kak Jinyoung tuh lumayan. Lemaknya berada di tempat yang tepat atas bawah, yah macem huruf S gitulah. Sayang aja kalau marah nyaingin Kak Yoongi.

Taehyung dan Jimin kompak geleng-geleng. "Ada kue…ambil gih…," Jinyoung mengikat rambutnya menunjuk atas meja. Ada sekotak kue. Wah…rejeki nih, mumpung Kak Jinyoung lagi baik. Jimin ngambil dua potong terus dikasih Taehyung sepotong.

"Makasi kak, capek banget ya Kak sampai ketiduran gitu?", Jimin basa-basi.

"He-eh…ahhhh…pengen cepetan hari jumat", Jinyoung menggeliat lagi. Jimin dan Taehyung yang memang lagi ngeliatin Jinyoung nelen ludah. Mark langsung menatap tajam kedua hoobaenya yang ketahuan ngeliatin Jinyoung. Keduanya nyengir, Taehyung buru-buru ngambil hasil fotocopy.

"Udah siapkan acara hari ini Tae?", Jinyoung bangkit mendekati Taehyung.

"Sip Kak…", Taehyung mengacungkan jempolnya.

"Nanti kumpulin semua ketua club. Briefing sebentar," perintah Jinyoung lagi.

Taehyung dan Jimin memberi hormat pada ketuanya.

(BunnyLion)

Semua ketua club sudah memasuki kelas masing-masing. Taehyung tinggal mengawasi. Dia sebenernya udah daritadi pengen ke kelasnya Jungkook. Nanti dia harus baca formulir kelasnya Jungkook paling pertama. Kira-kira bidadarinya ikut club apa yah? Berharap banget sih Jungkook ikut club dance kayak dia. Tapi jangan-jangan Jungkook udah dicekoki sama Kak Yoongi. Andwae….

"Ngapa lagi sih?", Jimin mendudukkan dirinya di sebelah Taehyung.

"Bantuin gue doa". Dahi Jimin berkerut,"Buat?".

"Biar Kookie masuk club dance", Taehyung masih menangkupkan kedua tangannya. Jimin ketawa,"Ya ngga mungkinlah Sob….", Jimin masih lanjut ketawa. Taehyung sampai noleh, tega banget si Jimin.

"Suaranya Kookie itu bikin manusia sekelas Yoongi rela bolak balik Seoul-Busan. Dia udah di daulat jadi penerusnya Yoongi", jelas Jimin benar-benar memecah belah berantakan berkeping-keping harapan Taehyung. Gagal sudah harapan ngeliat bidadarinya stretching-stretching cantik di ruang seribu cermin. "jangan bilang lu mau pindah club abis ini Tae?", duga Jimin ke arah yang paling ekstrim yang bisa dilakukan seorang Kim Taehyung demi Jeon Jungkook. "Meskipun kata orang suara gue bagus, ogah gue satu club sama gebetan savage lu itu".

"Ya Tuhan…sebegini besar cobaan-Mu", Taehyung geleng-geleng, mau dapetin bidadari tercinta Taehyung harus kuat.

(BunnyLion)

"Hai. Kookie…", Sapa Taehyung yang lagi nyante depan rumah. Kebetulan banget Jungkook baru pulang dari belanja. "Oh…kak Taehyung…", Jungkook menoleh sebentar ke arah tetangganya.

"Belanja ya, Dek?", tanya Taehyung, basa basi.

"Iya kak…kak Taehyung lagi ngapaen?", Jungkook meletakkan belanjanya di depan pintu pager rumahnya. Taehyung yang duduk di kursi taman nyusulin ke dekat pager pembatas rumah mereka. "Ngga….nyante aja. Uhm…dek?".

"Ya?", Jungkook berhasil masuk ke halaman rumah. Taehyung yang ngeliat Jungkook kesusahan buru-buru ke sebelah. "Minta tolong bawa bisa kali dek", Taehyung ngga modus, walaupun keliatannya gitu, kasian banget Jungkooknya. "Eh…ngga usah Kak. Ngerepotin", Jungkook merasa tak enak hati pada Taehyung.

"Iklas kok iklas…udah gih bukain pintu", Taehyung aja lumayan ngangkat ini belanjaan. Kuat juga ini cewek pikir Taehyung. Jungkook buru-buru buka pintu.

"Makasih lho Kak", ucap Jungkook setelah Taehyung meletakkan belanjaannya di dapur,"Mau aku buatin minum?", tawar Jungkook.

"Ngga usah Dek, berasa ngangkat beban berat banget". Taehyung tertawa yang membuat Jungkook ikut tertawa. Lagi-lagi Taehyung melihat cahaya yang keluar dari tubuh Jungkook. Taehyung jatuh cinta lagi, pada orang yang sama untuk yag kesekian kalinya.

"Eh, Dek…kamu ikut club music ya?", tanya Taehyung, lebih terdengar mengkonfirmasi sih.

"Kak Taehyung pasti baca-baca formulir aku ya?", Jungkook sudah tidak canggung lagi. Lagipula Taehyung orangnya asyik.

"Ngga boleh ya?", Taehyung setengah bercanda. "Aku ngga bilang gitu. Baru tau aja korbid dua tuh kepo", Jungkook memutuskan untuk duduk.

"Aku Cuma kepo sama orang yang menarik", ooopss! Modus Tae modus.

"Makasi, Kak".

"Apa?", Tahyung menatap Jungkook,"Kak Taehyung bilang aku menarik kan?", Jungkook mengkonfirmasi maksud ucapan terima kasihnya.

"Grnya….", ucap Taehyung meledek.

"Lha terus?".

"Ya gitu deh…penasaran aja, aku kira kamu bakal ikut club dance", pancing Taehyung. Kapanlagi coba dapet ngobrol lama-lama kayak gini. "Tadinya", Jungkook memutuskan mengambil dua minuman kaleng menyerahkannya satu pada Taehyung. Sepertinya obrolan sore ini dengan Kak Taehyung akan berlangsung lama.

"Tapi…aku rasa lebih asyik club music. Lagipula di sana ada Kak Yoongi sama Kak Ji hoon", jelas Jungkook,"Kak Taehyung ikut club apa?", Jungkook meneguk sedikit miuman kaleng ditangannya.

"Dance", saut Taehyung singkat. Dia sibuk memperhatikan Jungkook minum.

"Sehati banget sama Kak Jimin", Jungkook meletakkan minuman kaleng di sebelahnya. Taehyung Cuma tertawa. "Boleh dong dek, aku sekali dengarin kamu nyanyi", pinta Taehyung. Penasaran juga sama suara Jungkook yang membuat si genius music Min Yoon gi jatuh cinta.

"Ntar Kakak ngga bisa tidur", Jugkook bercanda.

"Tinggal telepon kamu buat lullaby-in", Taehyung mengangkat bahunya.

"Tahu nomorku aja engga gimana mo telpon", Jungkook terkekeh.

"Ya udah nih", Taehyung menyodorkan ponselnya,"ketik nomor kamu". Jungkook mengerjap-ngerjapkan matanya menatap ponsel silver di depannya,"Sekalian id SNS juga boleh", sekalian, Minta nanggung-nanggung amat.

'Ngga takut sama kak Yoongi?", Jungkook mencoba mengulur waktu.

"Disini lagi ngga ada dianya", receh Taehyung. Jungkook tertawa lagi mengambil ponsel Taehyung mengetikkan nomor dan beberapa idnya. Ahhhh…sore penuh berkah. Udah dapet ngobrol panjang, dapet nomor, id SNS. Rasanya Taehyung selangkah lebih dekat dengan bidadari incarannya.

"Thanks ya dek. Masih tak tunggu lho lagunya. Eh udah sore aja, Aku balik nih, nanti bunda nyariin. Pamit yah…"., Taehyung dan Jungkook jalan ke depan. Dadah kecil pas Taehyung masuk ke rumahnya.

"Bundaaaaaaaaaaaaaa….", Taehyung teriak meluk bundanya.

"Ada apa ya? Kamu udah jadian sama bidadari sebelah rumah?", tebak bundanya.

"Terima kasih doanya Bund. Tapi belum…tapi,,,Tae sudah semakin dekat dengan itu", Taehyung kembali memeluk bundanya.

"Anak ayah kenapa ya?", Namjoon yang baru pulang heran melihat istri dan anaknya berpelukkan.

"Yah…aku tahu sekarang rasanya pas ayah dapet nomor ponselnya bunda", Taehyung jalan ke tangga sambil senyam-senyum gaje. Sesekali dia memeluk ponselnya, atau bernyanyi miss right-nya BTS.


Cieeee…Taehyung selangkah lebih maju….

Kira-kira apalagi ya langkah Taehyung selanjutnya?