Let the game begin yo

.

.

.

.

Author POV

Tampak suasana mencekam disebuah mansion terdapat dua orang paruh baya yang sedang menatap tajam anak dan menantunya yang berada dihadapannya. Tampak sang anak ketakutan sambil mengelus perutnya yang membuncit.

"Kim Donghyuk bisa jelaskan appa semua kekacauan ini?"

"..."

"Kenapa diam?"

"Abeonim dongie tidak tahu apa-apa mengenai semua ini"

"Aku tidak bertanya padamu Kim Jiwon dan apa yang kau katakan tadi tidak tahu apa-apa? Kami telah mencari Yunhyeong kesegala tempat yang ia datangi dan pengawalku mengatakan selama ini ia bersembunyi diapartemen kalian"

"Yeobo sudahlah..."

"Kau berkata sudahlah? Kau yang meminta perjodohan itu dilaksanakan tapi apa yang dilakukan Yunhyeong? Apa yang harus kukatakan pada tuan Goo?"

"Maafkan dongie appa hiks... dongie bersalah"

"Ahh baiklah maafkan appa jika terlalu keras padamu, sekarang katakan dimana kakakmu?"

"Dongie -hiks- tidak tau appa -hiks- -hiks- eonni mengatakan bahwa ia akan pergi menyelesaikan syuting terakhir untuk drama terbarunya dan akan pulang cepat tapi -hiks- dia tidak kembali sampai saat ini huaaa..."

"Sttt... berhentilah menangis donggu-ya"

"..."

"Dia tertidur"

"Aigoo pasti dia kelelahan menangis baiklah bawalah dia kekamar lamanya Jiwon-ah"

"Ne eomoni, aku pamit keatas dulu"

"Ne Jiwon-ah"

Sepeninggal bungsu keluarga Kim dengan sang menantu tuan Kim hanya dapat menghela nafas mengetahui kenyataan akan sifat anak-anaknya dimana Yunhyeong yang pemberontak dan berjiwa bebas sedangkan Donghyuk yang tingkat kemanjaannya melebihi anak taman kanak-kanak.

"Entah semanja apa cucu kita nanti"

"Diamlah kau kakek tua"

.

.

.

Kembali ke apartemen Junhoe dimana terlihat nyonya Goo tengah mengintrogasi anak sulungnya. Berbeda dari suasana kediaman keluarga Kim, dimana sang anak yang tengah diintrogasi menangis ketakutan, Goo Junhoe tampak santai dan seolah memberi pandangan menantang pada sang ibu.

"Hentikan pandangan sassy-mu itu Junhoe-ya. Kau ini sungguh tidak berubah dari kecil selalu mencari masalah" tampak nyonya Goo memijit pelipisnya

"Kau sudah menjadi vampir dewasa Junhoe-ya setidaknya berubahlah sedikit. Ayahmu adalah pemimpin bangsa vampire dan kau adalah penerusnya, bagaimana kau akan memimpin kawananmu jika kau terus saja seperti ini? Bahkan kau menyia-nyiakan mate mu dan ingin menjadikannya makananmu."

"..."

"Pikirkanlah perkataan eomma, eomma akan kekamar mengechek kondisi Yunhyeong"

.

.

.

Yunhyeong POV

Dimana aku? Kurasakan pening mengusai kepalaku ah apa yang terjadi seingatku terakhir kali aku berada di apartemen namja aneh yang kuketahui bernama Junhoe kemudian aku berpamitan pulang dengan ibunya dan berita mengenai malam itu.

"Arghh!"

"Kau sudah sadar Yunhyeong-ssi?"

Kutolehkan kepalaku ke sumber suara nampak wanita yang beberapa saat lalu kuketahui adalah ibu dari pria yang menyekapku. Segera aku bangun dari tempat tidur namun ditahan oleh wanita tersebut.

"Ah jangan bangun dulu Yunhyeong-ssi kau baru saja siuman istirahatlah terlebih dahulu. Kau pasti terkejut mendengar berita tersebut dan kau belum makan sama sekali. Baiklah tunggu sebentar ahjumma akan mengambilkan makanan untukmu kau pasti masih merasa pusing istirahatlah"

"Kamsahamnida ahjumma"

"Ah kau tidak perlu berterimakasih seperti itu"

Sepeninggal wanita aku memutuskan berbaring kembali, ibu dari namja aneh itu ternyata baik dan cerewet seperti eomma. Ah aku benar-benar merindukan eomma disaat-saat seperti ini. Kuedarkan pandanganku kesekeliling kamar ini dapat kusimpulkan ini adalah kamar yang beberapa saat lalu kutempati saat disekap namja aneh itu. Kulihat ponselku tergeletak disamping nakas, segera kuambil dan kulihat terdapat 119 total panggilan tak terjawab dari Donghyuk dan eomma. Segera kudial nomor telepon Donghyuk dia pasti cemas sekali karena aku tidak pulang dan memberi kabar semalaman.

"Yeoboseyo, ah kimbab dimana dongie?"

"Dia baru saja tertidur setelah lelah menangis, mengapa kau baru menghubungi kami? Tidak terjadi sesuatu yang buruk kan?"

"Aku sungguh minta maaf telah membuat kalian khawatir dan mengenai skandal itu aku akan diskusikan dengan agensi"

"Ey... kenapa kau tiba-tiba bisa seserius ini eoh? Tidak seperti song yoyo yang kukenal"

"Ya! Bisakah sehari saja kau tidak mengajakku bertengkar?"

"Kau sudah mulai marah lagi syukurlah itu artinya kau baik-baik saja"

"Baiklah aku akan pulang setelah ini aku tutup ya annye.."

TUUT TUUT

Dasar adik ipar tidak sopan seenaknya saja menutup telepon tanpa mengucapkan salam awas kalau bertemu nanti.

Ceklek~

Kulihat namja aneh tersebut memasuki kamar dengan nampan ditangannya, dapat kupastikan itu samgyetang tercium dari baunya. Entah mengapa ia terlihat lebih kalem dari sebelumnya. Perlahan ia mendekati ranjang dan menaruh makanan tersebut dinakas.

"Makanlah, eomma menyuruhku membawa makanan ini"

"Terimakasih, maaf telah membuatmu terlibat dalam skandalku meskipun ini semua salahmu"

"Ya"

"Tidak bisakah kau memberi respon yang lebih baik dari sekedar ya?"

"..."

"Baiklah kalau memang itu reaksi terbaikmu, aku akan makan saja. Kau tidak menaruh sesuatu yang aneh pada masakan ini bukan?"

"Kau pikir eommaku sepicik itu?"

Kuambil nampan dinakas kemudian mulai memakan samgyetang tersebut tanpa menghiraukan namja aneh yang tengah memberikan tatapan mematikannya yang jika dalam anime matanya itu akan tampak mengeluarkan laser. Setelah menghabiskan samgyetang tersebut aku memutuskan untuk pulang menemui keluargaku dan memberikan penjelasan pada mereka.

"Aku sudah menghabiskannya katakan pada eommamu aku sangat berterima kasih pada beliau dan aku akan pulang sekarang"

"Katakan langsung padanya dan kau akan pulang bersamaku"

"Apa bersamamu? Tidak tidak aku akan pulang sendiri saja"

"Cih jika bukan eomma yang menyuruh aku tidak akan sudi"

"Baiklah kalau bejitu tidak usah"

Kulangkahkan kakiku keluar dari kamar dan tak lupa sebelumnya aku mengambil barang-barangku yang ada dinakas. Ketika akan berpamitan pulang ahjumma memaksaku agar pulang diantar oleh si namja aneh.

Beginilah sekarang aku berakhir dimobil si namja aneh dalam perjalanan pulang. Suasana mencekan menghiasi mobil jika diperhatikan maka akan tampak asap-asap hitam mengelilingi mobil ini.

"Aku ..."

"Kau duluan"

"Tidak kau saja"

"Baiklah aku minta maaf mengenai kejadian kemarin malam dan aku akan bertanggung jawab atasmu"

Apa dia meminta maaf? Unbelievable setelah selama ini memasang tampang sassy-nya ia meminta maaf dan apa katanya tadi? bertanggung jawab atas diriku? Dia berkata seolah-olah telah melakukan hal tak senonoh kepadaku eh? Ah lupakan.

"Meskipun ini rumit aku menerima pernyataan maafmu dan kau tidak perlu bertanggung jawab aku akan menyelesaikan masalah ini sebisaku sendiri karna aku tidak mau berurusan lebih lama lagi denganmu.

"Baiklah jika itu maumu"

.

.

.

Setelah sampai aku langsung saja memasuki pekarangan rumah kedua orang tuaku. *

"Aku pulang"

"Darimana saja kau? Sudah selesai bersenang senangnya?"

Suara appa mengagetkanku ketika memasuki rumah tampak appa memandangku dengan tatapan marah yang sungguh menakutkan selain itu tampak eomma memandangku dengan raut wajah kecewanya.

"Ah itu aku ehmm aku"

"Aku apa Song Yunhyeong?"

Gawat appa memanggil nama lengkapku tamatlah riwayatmu Song Yunhyeong. Kau akan mendapatkan ceramahan dan hukuman mengerikan atau kemungkinan terburuknya kau akan dicoret dari daftar keluarga.

"Kau pergilah kekamarmu mandi dan beristirahatlah kita bicarakan lagi setelah makan malam bersama."

Eomma memang memahamiku dengan baik disaat-saat seperti ini. Segera kulagkahkan kakiku kelantai atas dimana kamarku berada.

.

.

.

Author POV

Waktu telah memasuki jam makan malam tampak anggota keluarga Song telah berkumpul di ruang makan. Suasana kelam yang terpancar dari sang kepala keluarga memenuhi ruang makan tersebut.

Yunhyeong tampak melirik sang ayah takut-takut, akhirnya ia pun memberanikan diri untuk membuka mulut.

"Eummm appa? Mi-"

"Ini waktunya makan malam, makanlah dahulu"

"Baik appa"

Yunhyeong semakin menundukkan kepalanya sembara memakan masakan sang ibu.

"Aku sudah selesai, dan kau setelah menghabiskan makananmu temui appa di ruang keluarga!"

"Arraseo appa"

.

.

.

.

Nahlo Yoyo bakal disidang. Bagi yang penasaran bagaimana Yoyo bakal disidang tunggu di chapter selanjutnya ya.

Dan untuk yang penasaran gimana Junhoe tau rumah ortunya Yoyo tanpa nanya arah rumahnya. Anggep aja sebelumnya yoyo udah ngasik alamat rumahnya pas baru masuk mobil jadi Junhoe tinggal ngetik aja alamatnya di GPS mobilnya.

Maafkan aku sebesar-besarnya baru bisa update ff ini jujur setahun kemarin hidupku benar-benar hectic banget. Jujur merasa berdosa sama kalian semua, aku pengen banget update tapi keadaan ngga memungkinkan bahkan aku lupa password akun ffn dan wattpad. Di wattpad ff ini padahal udah banyak banget reviewnya bahkan ranknya lumayang tinggi

Curhat dikit gapapa kali ya hmmm pertama kemarin itu aku udah tingkat akhir di SMA so aku harus banget mertahanin nilai sama prestasiku, trus aku selama itu sakit dan ya aku berjuang antara hidup dan mati bahkan aku nangis pada saat selesai un akibat ngga kuat nahan sakit. Dan untungnya aku udah sembuh sekarang dan berdoa semoga aku ngga lagi ngalamin hal itu.

Semoga kalian ada yang masih setia nungguin ff ini dan masih inget jalan ceritanya. Untuk yang udah komen akan kubalas satu persatu sebagai permintaan maafku. Dan yang masih setia sama ff ini aku ucapkan terimakasih banyak dan untuk yang baru baca aku ucapkan selamat dating di ff abalku.

Next aku update cepet kalau review kalian bagus. Okay?

Udah segitu aja ya ppai ppai