.
oOo
If I become jealous
Coz' I'm loving you
oOo
.
.
Rated T
Meanie Couple
Genderswitch
One Shot
.
.
Happy Reading
Mingyu dan Wonwoo sudah jadian, namun tidak banyak yang tahu kecuali beberapa anggota OSIS karena Mingyu dan Wonwoo sering berbaur dengan yang lain tidak terlihat seperti sepasang kekasih. Yang baru mengetahui Soonyoung, Jihoon dan Jun yang memang curiga dengan tingkah Mingyu dari awal.
Kelas Mingyu kedatangan anak baru, pertukaran pelajar dari luar kota. Seorang gadis. Cantik. Sempurna. Kim Min Kyung namanya. Saat wali kelas memperkenalkan, semua murid laki-laki bersorak girang. Setelah memperkenalkan diri, Minkyung biasa disapa duduk di sebelah Mingyu. Semuanya berteriak heboh, Mingyu hanya tertawa saja.
"Ciyeh ciyeh duo marga Kim bersanding. Huu..." sorak teman-teman sekelas saat jam istirahat.
"Nama depan kalian juga sama ciyeeehh..."
Minkyung hanya tersenyum malu karena terus diledek, ia terlihat mulai tertarik pada Mingyu yang memang tampan.
"Ah sudahlah, berisik kalian." Mingyu keluar kelas dengan tertawa. Ia mendapat pesan untuk berkumpul di klub basket, karena OSIS sedang tidak ada kegiatan jadi ia fokus di klub basket.
oOo
Bel pulang berbunyi, Mingyu menuju ke ruang ganti untuk latihan basket karena mau ada pertandingan persahabatan antar High School. Mingyu juga sudah izin pada Wonwoo tidak bisa mengantarnya pulang, Wonwoo juga mengatakan ia akan pergi dengan Jihoon untuk membeli buku. Sejauh ini hubungan keduanya baik.
Mingyu selesai berganti pakaian olahraga langsung ke lapangan, didepannya seperti biasa gerombolan siswi yang duduk untuk menyemangati anggota tim basket. Mata Mingyu menangkap sesorang disana, iya dia Minkyung terlihat sedang berlatih menjadi anggota cheers. Mingyu jadi tidak fokus, melihat ah lekuk tubuh seorang gadis dengan seragam yang mini, ketat dan terbilang terbuka untuk anak berumur 16 tahun. Tubuh Minkyung benar-benar sempurna, ditambah dengan wajahnya yang cantik.
"Oy Kim! Fokus! Fokus!" Teriak sang kapten membuat Mingyu malu dan terdengar kekehan dari gerombolan anak cheers.
...
...
"Istirahat 10 menit." Sang kapten memberi jeda, Mingyu yang kelelahan mendekati bangku dan mencari air minumnya.
"Ini."
Mingyu mendongakkan kepalanya menatap si pemilik tangan yang menyodorkan air mineral botol pada Mingyu. Kim Minkyung yang datang.
"Oh terima kasih. Tapi aku..."
"Ciyeehh ciyeehh..." sorak gerombolan anak cheers.
Mingyu menghargai pemberian orang lain, ia menerimanya, ia tidak ingin melukai hati orang lain. Ia meminum air dari Minkyung. Lalu ia mengambil handuk untuk menghapus keringatnya. Minkyung menjauh dari Mingyu dan teman-teman cheersnya bersorak senang.
oOo
Berita tentang anak baru dikelas Mingyu telah sampai ditelinga Wonwoo, saat ia ke perpustakaan banyak yang membicarakannya. Bukan Wonwoo tidak peduli, tapi dia memang sudah siap menghadapi keadaan seperti ini. Mingyu memang tampan dan populer. Tapi saat ini, Wonwoo itu kekasih resmi Mingyu, Wonwoo merasakan sakit tapi ia menahannya.
Mingyu izin lagi tidak bisa mengantar Wonwoo pulang karena pertandingan semakin dekat. Wonwoo mencoba berpikiran positif karena Mingyu benar-benar latihan. Tapi Wonwoo terus memikirkan rumor tentang Mingyu dan si anak baru yang katanya jadi anak cheers.
"Oh tidak. Apa mereka latihan bersama?" Wonwoo memutar langkah kembali ke sekolah menuju lapangan basket, tampak ramai dengan banyaknya siswi yang menonton latihan.
"Ini baru latihan, bagaimana pertandingan?" Gumam Wonwoo sambil mencari sosok Mingyu.
Wonwoo melihatnya, Mingyu sedang mengobrol bersama seorang gadis. Ia cantik. Dan Wonwoo? Wonwoo cemburu dengan yang dilihatnya. Ditambah lagi banyak yang bersorak melihat Mingyu dan gadis itu. Wonwoo balik badan berjalan menjauh dari lapangan. Hati Wonwoo sakit, seharusnya ia langsung pulang.
"Hmm Wonu?" Jun melihat Wonwoo berjalan sendirian sambil menunduk. Jun penasaran, ia melihat ke arah lapangan dan mengerti apa yang dilihat.
oOo
Wonwoo melihat Mingyu saat baru turun dari bis esok paginya, ia bermaksud menghampiri.
"Mingyu!"
"Oh hai."
Wonwoo mengurungkan niatnya, karena gadis yang ia lihat kemarin sudah lebih dulu menyapa Mingyu. Wonwoo makin kesal, ia mulai membenci Mingyu lagi. Mingyu juga jarang menanyakan kabar, alasannya setelah sampai rumah langsung tidur karena lelah latihan. Mereka jarang berkomunikasi lagi.
Wonwoo menjadi murung, ia anak pendiam jarang mengutarakan masalahnya pada orang lain.
"Won? Wonu?" Jun menyadarkan Wonwoo yang melamun.
"Oh kenapa Jun?"
"Kamu sakit?"
"Hmm tidak apa."
Jun hanya memandang iba pada Wonwoo.
Saat istirahat Mingyu tidak datang ke kelas Wonwoo, tidak seperti saat Mingyu mengejar Wonwoo saat itu.
"Won, mau ikut ke kantin?" Ajak Jun, ia tidak tega Wonwoo selalu sendiri.
"Hmm kamu duluan saja."
"Won, makanlah jangan sampai kamu sakit lagi seperti waktu itu."
"Hmm baiklah, apa tidak masalah aku bergabung?"
"Kenapa memangnya? Tidak apa kok. Ayo."
Wonwoo mengikuti Jun ke kantin berkumpul bersama Minghao, Dino dan juga ada Seungkwan serta Hansol.
"Eonnie, tumben. Sini-sini." Ajak Seungkwan riang menyambut Wonwoo. Wonwoo tersenyum duduk dekat Seungkwan dan Minghao.
Wonwoo ikut makan bersama anggota OSIS lain. Mingyu memasuki kantin bersama teman-temannya dan ada gadis itu lagi.
"Oh lihat, genk anak populer datang." Ucap Seungkwan. Semua mata melihat ke gerombolan teman-teman Mingyu. Wonwoo hanya diam sambil mengacak-acak bento-nya. Ia tidak selera makan.
"Wow, ada Minkyung! Dia sangat terkenal dikelasku!" Ucap Dino. Dino sekelas dengan Hansol dan Minghao sekelas dengan Seungkwan.
"Hmm rumornya Mingyu dan Minkyung pacaran!" Tambah Hansol.
"Ckckck wajar saja sih kalau anak basket ya pacarnya anak cheers. Tapi dia disini sementara kan? Dia bukan murid sekolah sini." Ucap Seugkwan.
Wonwoo hanya menunduk mencoba sabar.
"Hei, kalian memangnya sudah tahu pasti beritanya?" Tanya Jun karena tidak tega melihat Wonwoo. Semua temannya hanya mengedikkan bahunya.
"Tapi banyak yang bergosip seperti itu Ge." Minghao ikut menambahkan.
"Iya, tapi kan beritanya belum pasti." Jun membersihkan sisa remah roti yang menempel di sudur bibir Minghao.
"Aku pamit dulu, Jisoo eonnie menyuruhku ke ruang OSIS." Wonwoo buru-buru keluar dari kantin.
Wonwoo menuju ruang OSIS, ia berterima kasih karena mendapat pesan. Jisoo dan Jeonghan sedang tertawa, bergosip tentang idol yang sedang digandrungi banyak remaja.
"Won, sini!" Teriak Jeonghan.
"Ada apa? Tumben, hanya aku saja yang dipanggil?" Wonwoo duduk disebelah Jeonghan.
"Won, begini aku sudah bicarakan dengan Seungcheol untuk membuka bazaar amal saat pertandingan basket. Kamu atur ya seperti biasa." Ucap Jeonghan.
"Benar, nanti aku akan buat pengumuman untuk mengajak siapa saja yang mau menyumbang pakaian bekas layak pakai. Sekolah kita pasti sangat ramai nanti saat pertandingan. Apalagi ada Mingyu." Ucap Jisoo sambil tersenyum.
Wonwoo hanya menunduk, baru saja ia ingin melupakan sejenak tapi Jisoo mengungkit kembali.
"Won? Won kenapa? Won?" Jeonghan panik melihat Wonwoo menangis nyaris tidak ada suaranya.
"Jisoo, tutup pintunya." Jeonghan memeluk Wonwoo dengan sayang, Jisoo berlari ke pintu dan langsung menutup rapat. Mereka hanya bertiga.
Wonwoo masih sesenggukan seolah sudah tidak kuat menahannya.
"Kenapa sayang? Cerita saja."
"Maaf eonnie, kali ini aku mundur. Biar Jihoon saja yang atur."
"Oh tidak, Jihoon tidak bisa sendiri. Memang kenapa? Ada apa?"
"Aku benci Mingyu, aku tidak mau melihatnya lagi."
"Won, kita semua tahu kalian memang sering bertengkar. Kenapa hmm?" Jeonghan masih penasaran.
"Aku tidak mau melihatnya lagi, apalagi masih ada orang itu. Aku tidak mau! Tolong jangan libatkan aku." Jeonghan terus memeluk Wonwoo yang terus menangis. Jeonghan dan Jisoo bingung apa yang dimaksud Wonwoo.
Setelah Wonwoo tenang, ia menceritakan apa yang dirasa. Jeonghan dan Jisoo kaget mendengar cerita Wonwoo.
"Oh astaga! Kamu pacaran dengan Mingyu?!" Jeonghan dan Jisoo masih belum percaya.
"Ehem, tidak apa Won. Yang pacaran sama adik kelas bukan cuma kamu kok." Ucap Jeonghan menenangkan sambil melirik Jisoo. Jisoo merasa tersindir melempar tissu bekas air mata Wonwoo ke Jeonghan.
"Yak, bagaimana kalau kamu balas Mingyu?" Usul Jisoo.
"Hmm balas? Balas apa?"
Jisoo menatap Jeonghan lalu mereka berdua tertawa geli. "Wonu-ya, kamu juga tidak kalah cantik kok sama si siapa itu? Orang itu pokoknya jangan sebut nama. Alasan Mingyu menyukaimu juga kan awalnya dia tertarik sama wajah kamu." Jeonghan memberi semangat.
"Hmm benar, kita akan bantu kamu." Jisoo tertawa geli, Wonwoo hanya diam tidak mengerti maksud kakak kelasnya.
oOo
Wonwoo diajak ke salon oleh Jeonghan dan Jisoo sepulang sekolah.
"Wonu-ya, kamu harus merubah penampilanmu. Rambutmu bagus, dirapihkan sedikit ya." Saran Jeonghan. Wonwoo menurut saja.
"Won, pakai ini." Jisoo memilih softlens sesuai minus mata Wonwoo.
Jeonghan dan Jisoo senang dengan penampilan Wonwoo, mereka sangat puas.
"Pasti Mingyu menyesal." Jisoo terkekeh membayangkan wajah Mingyu.
Wonwoo hanya mengedikkan bahunya dan tersenyum menatap kedua kakak kelasnya.
oOo
Wonwoo menjadi percaya diri dengan penampilan barunya, membuat Jun tersenyum melihat Wonwoo kembali ceria. Rambutnya yang hitam, lurus dan panjang ia gerai tak lupa memakai jepitan sebagai asesoris menambah kesan manis dan cantik. Wonwoo juga melepas kacamatanya walau kadang ia masih memakainya hanya mengganti model frame-nya.
"Won, aku mau membagikan selebaran ke semua kelas. Mau ikut?" Ajak Jun.
"Boleh."
Wonwoo dan Jun berjalan berdua di koridor sekolah. Jun masuk ke setiap kelas untuk menempel brosur di papan pengumuman kecil, Wonwoo menunggunya diluar kelas. Sampai pada kelas Mingyu, Wonwoo berhenti.
"Kamu diluar saja." Saran Jun, dan Wonwoo mengangguk.
Jun baru mau masuk, bersamaan dengan Mingyu yang keluar bersama gerombolannya dan ada Minkyung tentunya. Mingyu kaget dengan yang dilihatnya, ia terdiam melihat Wonwoo. Ia melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Ayo Won, tinggal sedikit lagi." Ajak Jun setelah menempel brosur di kelas Mingyu, Wonwoo tersenyum manis mengikuti Jun ke kelas lain. Jun seolah mengerti, ia memang sengaja memanasi Mingyu. Wonwoo juga tidak peduli dengan Mingyu.
Mingyu mengejar Wonwoo, tidak memedulikan teman-temannya memanggil. Mingyu memegang lengan Wonwoo.
"Yank?"
"Oh siapa ya?" Wonwoo menatap sinis lalu menyingkirkan tangan Mingyu dari lengannya.
"Ayo Won, sudah selesai." Ajak Jun lagi sambil tersenyum, Wonwoo membalasnya.
"Yank, tunggu. Kamu kok berubah?"
"Gyu, masuk kelas lah. Ayo Won." Jun memisahkan Wonwoo dari Mingyu. Wonwoo tidak mau mendengar Mingyu lagi.
Selama dikelas, Mingyu terus memikirkan Wonwoo. Ia menyesal tidak memberi perhatian pada kekasihnya padahal mereka belum lama jadian. Ia sudah menebak alasan Wonwoo berubah, ditambah lagi gosip yang beredar.
Setelah bel pulang berbunyi, Mingyu langsung berlari ke kelas Wonwoo. Ia tidak mengindahkan panggilan teman-temannya termasuk Minkyung. Rasanya sudah lama ia tidak berlari menuju kelas Wonwoo saat pulang sekolah. Mingyu ingat masa-masa dimana ia mengejar untuk mendapatkan Wonwoo. Ia sangat menyesal jauh dari Wonwoo. Ia merindukan masa-masa itu.
"Kamu mau apa Gyu?" Jun menghalangi Mingyu yang sudah muncul didepan pintu kelasnya.
"Wonu mana?"
"Dimana sopan santunmu Gyu? Dia lebih tua darimu."
Mingyu malas berdebat, ia langsung masuk namun tidak ada Wonwoo di kelas. Mingyu keluar mengejar Jun.
"Hyung! Wonu dimana? Maksudku Wonu noona."
Soonyoung kaget melihat Mingyu berlari mengejar Jun, Jihoon pun ikut bingung dengan yang dilihatnya.
"Buat ulah apa lagi dia? Ckck." Ucap Jihoon. Soonyoung hanya mengedikkan bahunya dan tersenyum pada Jihoon.
"Ayo pulang, biarkan saja dia." Ajak Soonyoung.
"Kim Mingyu! Kenapa belum ganti? Hari pertandingan sudah didepan mata! Cepat ganti dan turun ke lapangan!" Omel sang pelatih melihat Mingyu masih pakai seragam saat berusaha mengejar Jun.
Mingyu sangat penasaran dengan Wonwoo, ia mencoba menelpon Wonwoo namun tidak aktif. Mingyu kesal.
Selesai latihan, Mingyu ke asrama Wonwoo. Ia berusaha meminta penjelasan. Namun yang dicari ternyata belum pulang, Mingyu cemas karena hari sudah malam. Ia menunggu dekat jalan raya.
Pucuk dicinta, ulam tiba.
Wonwoo datang membawa setumpuk berkas dalam dekapannya, ia memang izin dari sekolah untuk kegiatan OSISnya. Wonwoo menatap Mingyu didepannya. Ia tidak peduli langsung jalan melewati Mingyu.
Mingyu memegang lengan Wonwoo, Wonwoo hanya diam.
"Yank, sebenarnya kamu kenapa?"
"Yank! Yank! Bahasa apa itu!" Wonwoo berubah ketus.
"Kamu berubah? Aku pacar kamu."
"Apanya yang berubah? Aku masih seorang Jeon Wonwoo."
"Ya, aku memang suka penampilan kamu sekarang. Tapi kenapa tidak beritahu aku?"
"Memang kamu siapa?"
"Oh astaga, aku pacar kamu. Setidaknya beritahu aku, dan kamu sekarang? Sikap dan gaya bicaramu juga. Dan kamu senyum sama lelaki lain."
"Pacar? Siapa? Kamu? Kamu pacar aku? Sejak kapan? Berani mengatur aku? Kamu cemburu aku senyum sama orang lain? Lalu bagaimana aku yang melihat kamu sama orang lain juga?" Wonwoo lanjut berjalan meninggalkan Mingyu.
"Jangan kesana sendiri, anjingnya galak." Mingyu mengejar Wonwoo.
"Yank! Dengar!" Mingyu mencengkeram kedua lengan Wonwoo. Wonwoo mencoba berontak, lalu ia berjongkok merasakan nyeri karena tenaga Mingyu yang kuat.
"Pergilah Gyu! Aku benci kamu! Jangan cari aku lagi!" Wonwoo bangun langsung pergi berjalan lagi.
"Maaf, aku kasar." Mingyu mengelus lengan Wonwoo. Wonwoo menangis, Mingyu merasa sedih sudah membuat anak orang menangis karenanya.
Wonwoo terus berjalan sambil menunduk, masih terus terisak. Mingyu masih mengikuti Wonwoo lalu menggandengnya mengajak ke taman, dekat asrama Wonwoo. Duduk berdua di bangku taman.
Wonwoo masih menangis, Wonwoo terus menyuruh Mingyu pulang tapi Mingyu masih bertahan tetap menemani Wonwoo. Mingyu terus menggenggam sebelah tangan Wonwoo dan tangan sebelahnya lagi ia pakai untuk mengusap rambut panjang Wonwoo.
"Maaf. Aku minta maaf. Jangan menangis lagi."
"Kamu jahat! Aku benci!"
"Iya, makanya aku mau perbaiki kesalahanku. Aku minta maaf ya?" Mingyu berjongkok menatap wajah Wonwoo dari bawah. Ia menggenggam kedua tangan Wonwoo lalu mengecupnya dan menempelkan dipipinya berharap Wonwoo mau memaafkan. Tangan Wonwoo memang wangi, favorit Mingyu. Wonwoo memang rajin memakai hand cream.
"Maafkan aku ya. Tegur aku kalau kamu kesal. Tidak usah pikirkan gosip. Aku tidak ada apa-apa sama dia. Masuklah sudah malam, istirahat." Mingyu berdiri lalu menuntun Wonwoo sampai depan pintu asramanya.
"Sampai jumpa besok ya, Yank." Pamit Mingyu sambil tersenyum. Wonwoo masuk kedalam masih terdiam, Mingyu melangkah pulang setelah Wonwoo masuk.
oOo
Bel istirahat berbunyi, Mingyu langsung keluar kelas pas bertemu dengan Seokmin dari kelas sebelah.
"Eh mau kemana?" Seokmin menahan Mingyu yang mau kabur.
"Aku sibuk nanti saja ya."
"Kita disuruh kumpul diruang OSIS sekarang."
"Ah tapi... apa? Ruang OSIS? Siapa saja?"
"Iya semua anggota, ayo!"
"Oh oke!" Mingyu merapihkan seragamnya.
"Mingyu, ayo ke kantin." Ajak Minkyung.
"Oh maaf, ada panggilan. Sama yang lain saja ya!" Mingyu merangkul Seokmin berjalan menuju ruang OSIS meninggalkan Minkyung yang bingung.
Mingyu senang, Wonwoo sudah datang. Ia sedang duduk di sofa sambil bermain ponselnya. Posisi Wonwoo duduk terlihat sangat santai hingga roknya ketarik dan pahanya yang putih mulus tanpa Wonwoo sadari terekspos. Mingyu melepas jas sekolahnya lalu menutup sebagian paha Wonwoo agar lelaki lain tidak melihat.
Anggota lain yang melihat tingkah Mingyu merasa heran. Wonwoo sempat mengalihkan pandangan dari ponselnya ke kakinya, lalu ia kembali fokus ke ponselnya.
Semua anggota belum kumpul, masih menunggu sang ketua yang masih di ruang guru. Dan beberapa yang masih perjalanan dari kelasnya.
"Yank, ini mainnya bagaimana?" Wonwoo berubah manja saat Mingyu duduk disampingnya.
"Eih, kamu pake wifi? Katanya buat kerja bukan buat main."
"Hehe kan belum kerja masih santai. Jadi tidak apa-apa." Wonwoo nyengir didepan Mingyu.
"Oh begitu, ini mainnya begini." Mingyu mengajari Wonwoo main game online. Posisi keduanya sangat dekat, semua anggota hanya terdiam melihat keakraban Mingyu dan Wonwoo yang tidak biasa. Mereka semua seolah terhipnotis dengan tingkah Mingyu dan Wonwoo yang asyik sendiri.
Seungcheol masuk ke ruangan dan bingung melihat anggotanya terdiam.
"Ooh asyik ya jadi pasangan baru. Yang lain ngontrak." Sindir Seungcheol membuat Mingyu dan Wonwoo kembali tersadar.
"Sirik aja hyung!" Balas Mingyu.
"Kalian?" Seungkwan masih tidak percaya sampai menutup mulutnya, Wonwoo hanya tersenyum.
Seungcheol mengumpulkan semua anggota untuk membahas acara yang akan dilaksanakan saat pertandingan basket di sekolah.
oOo
Mingyu latihan terakhir sebelum pertandingan, ia meminta Wonwoo agar menunggunya sampai selesai. Wonwoo menurut sambil menonton Mingyu latihan. Wonwoo duduk seorang diri sambil menjaga tas Mingyu.
Wonwoo melihat segerombolan anak cheers menyemangati tim basket, termasuk Minkyung.
Mingyu berlari ke arah Wonwoo, Wonwoo memberikan air yang sudah ia siapkan. Semua mata memandang ke arah Mingyu. Semuanya berbisik, bertanya siapa gadis yang bersama Mingyu. Karena yang menonton rata-rata anak kelas sepuluh yang tidak mengenal Wonwoo.
Saat dilapangan, Mingyu terus memberikan senyum pada Wonwoo. Wonwoo membalas dengan tersenyum balik. Sampai latihan selesai, Wonwoo merapihkan tas Mingyu dan menemani sampai di depan ruang ganti, ia menunggu Mingyu berganti pakaian.
Minkyung berjalan melewati Wonwoo, anak cheers lain ikut memandang Wonwoo. Wonwoo tidak peduli, ia lebih senior kenapa harus takut.
"Ayo Yank!" Mingyu sudah berganti pakaian.
"Oh sudah? Yank beli es krim yuk!"
"Boleh. Es krim yang ditempat biasa?"
"Iya."
"Ayo kita kesana." Mingyu berjalan beriringan dengan Wonwoo sambil bercanda. Dunia serasa milik mereka berdua tidak peduli banyak mata yang menyaksikan.
Mingyu memang sempat tergoda dengan gadis lain, namun ia sadar tidak bisa pisah dari Wonwoo. Mingyu sadar hanya Wonwoo yang bisa membuat jantungnya berdetak lebih cepat dibanding saat bersama gadis lain.
Wonwoo senang, Mingyu kembali padanya. Wonwoo sadar, ia tidak bisa pisah dari Mingyu.
.
.
END
Annyeong,
Kok geli gimana gitu ya pas ngetik "Yank" 😂😂😂. Buat Rizka ini udah dibuat sequelnya, semoga suka.
Special thank's untuk reader yang berkenan meninggalkan jejak
WooMina / Mocca2294 / chocolate stick / Cha KristaFer / rizka0419 / jeonwoww / Re-Panda68 /Halololo Hayiyiyi / Dardara / bbihunminkook / wortelnyasebong / Guest / KimHaelin29
Terima kasih juga yang bersedia klik favorite & follow.
Saranghae 😘😘😘
4 Juni 2017
