.
oOo
If I would be older than you
Coz' I'm just want to close with you
oOo
.
.
Rated T
Meanie Couple
Genderswitch
OS
.
.
Happy Reading
Choi Seungcheol mengadakan kegiatan berkemah sebagai hadiah untuk para anggotanya refreshing setelah berbagai kegiatan OSIS di sekolah. Semua anggota menyambut gembira.
Seungcheol menyewa transportasi untuk membawa semua anggota dan berbagai keperluan berkemah lainnya. Mereka telah sampai di salah satu tempat berkemah dan mulai sibuk membangun tenda. Rasa kekeluargaan dan solidaritas semua anggota semakin dekat seiring dengan seringnya mereka berkumpul.
Persiapan tenda telah selesai, ada yang sekedar beristirahat memandang pemandangan gunung, ada yang memancing bahkan ada juga yang bermain di sungai.
Wonwoo bergabung dengan Jihoon, Seungkwan dan Minghao bermain dipinggir sungai. Sementara Dino, Soonyoung serta Jun memancing berlomba siapa yang lebih dulu mendapatkan ikan. Mingyu dan Hansol lebih memilih beristirahat dekat tenda sementara Seungcheol, Jeonghan, Jisoo dan Seokmin berjalan-jalan disekitar tempat kemah.
Saat sedang bercanda, Wonwoo tanpa sengaja terpleset karena batu yang ia injak berlumut serta basah hingga ia tercebur ke dalam sungai. Wonwoo tidak bisa berenang. Seungkwan yang dekat dengan Wonwoo saat itu panik begitu juga dengan Jihoon dan Minghao, Seungkwan refleks berlari ke arah tenda mencari Mingyu. Jun, Soonyoung dan Dino yang tidak jauh dari para gadis bermain ikutan panik mencoba menolong.
Namun sebelum teman-temannya menolong, Wonwoo sudah lebih dulu ditolong seseorang, orang itu berhasil membawa Wonwoo ke tepian sungai.
"Kamu tidak apa?" Tanya seorang pemuda yang menolong Wonwoo.
Wonwoo yang sempat meminum air sungai berusaha memuntahkan sambil terbatuk lalu mengangguk.
"Terima kasih sudah menolong." Ucap Jihoon.
"Tidak masalah, lain kali hati-hati ya adik manis." Si pemuda itu tersenyum menatap Wonwoo dan Wonwoo hanya mengangguk.
Jihoon memapah tubuh Wonwoo mencobanya berdiri namun Wonwoo berteriak kesakitan. "Oh kakinya terkilir, biar aku pijat sebentar. Tahan ya." Si pemuda itu memjiat pergelangan kaki Wonwoo dan Wonwoo berteriak merasakan sakit serta sedikit menangis dalam dekapan Jihoon.
"Sudah sekarang tidak apa."
"Terima kasih." Wonwoo mengucap terima kasih lagi.
"Namaku Jung Jin Young, tenda kalian dimana? Aku ada obat nanti aku antar."
"Aku Jeon Wonwoo, terima kasih sekali lagi. Sudah tidak apa."
"Oke, hati-hati Wonu-ssi."
Kali ini Wonwoo bisa bangun walau masih dibantu Jihoon. Semua teman Wonwoo mengangguk pamit pada Jin Young.
Mingyu berlari menghampiri setelah diberi tahu Seungkwan, dan melihat Wonwoo sudah basah kuyup ia langsung mendekat. "Kamu tidak apa?" Mingyu langsung mengambil alih menuntun Wonwoo menuju tenda.
"Tidak apa, aku mau mandi. Jihoon nanti temani ya."
"Iya Won."
oOo
Saat malam semua berkumpul duduk sambil bercerita didepan api unggun sambil membakar ikan hasil memancing. Jun berhasil mendapatkan banyak ikan, ditambah hasil dari Dino cukup untuk semua anggota, sementara Soonyoung belum berhasil mendapatkan.
"Hai Wonu. Maaf mengganggu, ini obat yang aku janjikan." Jinyoung tiba-tiba datang ke tenda. Semuanya terdiam dan melihat ke arah Jinyoung.
"Oh terima kasih, aku sudah baikan." Wonwoo menerima obat dari Jinyoung.
"Oh iya, apa ini milik kamu?" Jinyoung meununjukkan kacamata.
"Oh benar, itu milikku. Terima kasih sudah menemukannya, aku pikir sudah hanyut di sungai." Ucap Wonwoo riang mendapatkan kembali kacamatanya.
"Syukurlah, aku tahu ini sangat penting. Oh kalian sedang bakar ikan?"
"Iya, oh terima kasih sudah menolong anggotaku tadi sore." Ucap Seungcheol.
"Sama-sama, eh anggota? Kalian kelompok pecinta alam?"
"Bukan, kami semua anggota OSIS dan saya ketuanya, Choi Seungcheol."
"Ah begitu kalian masih sekolah, namaku Jung Jinyoung. Sekolah dimana? Mungkin aku bisa mampir promosi kampus, siapa tahu ada yang berminat mau melanjutkan kuliah ditempatku."
"Whoah sunbae anak kuliah? Kita dari Seventeen High School." Teriak Seungkwan.
"Iya aku sudah kuliah. Eh kenapa Wonu tidak makan ikan?"
"Aku tidak terlalu suka ikan sunbae." Jawab Wonwoo.
"Kamu mau daging? Aku masih punya stok daging, sebentar ya." Jinyoung pergi menuju tendanya.
"Wah Wonu, belum sehari sudah dapat penggemar." Ledek Jeonghan, sementara Mingyu sedari tadi hanya diam. Ia merasa minder saat melihat wajah Wonwoo yang terlihat senang saat berbicara dengan Jinyoung yang notabene anak kuliahan.
Tak lama Jinyoung datang bersama temannya, seorang pemuda juga membawa beberapa bungkus daging.
"Ini boleh kalian makan, kebetulan besok pagi kita sudah harus turun jadi sayang kalau dibawa pulang lagi. Wonu, dimakan ya."
"Biar aku yang bakar! Asyik makan daging!" Dino menjadi semangat.
"Hyung, tidak bilang kalau jumlah mereka banyak ada 13 orang. Minumannya hanya ada 7."
"Oh iya maaf kita ada minuman soda juga tapi sisa 7, mungkin kalian berbagi saja ya." Ucap Jinyoung.
"Oh ya ampun, kita sangat berterima kasih sekali." Seungcheol sangat senang dapat tambahan minuman soda.
"Eh Baro, bukankah kita masih punya marshmellow? Berikan saja untuk mereka."
"Oh iya, sebentar aku ambilkan." Baro langsung berlari ke arah tendanya.
"Tidak perlu, ini sudah banyak sekali." Tolak Seungcheol.
"Tidak apa, siapa tahu Wonu suka." Jinyoung tersenyum pada Wonwoo. Seungkwan yang duduk disebelah Wonwoo hanya menyikut Wonwoo.
Tak lama Baro datang membawa sebungkus marshmellow yang masih utuh.
"Oke, aku pamit ya selamat menikmati. Ah kapan-kapan aku akan mampir ke sekolah kalian."
"Terima kasih sunbae." Teriak semuanya bersama kecuali Mingyu. Jinyoung dan Baro kembali ke tendanya.
...
...
"Noona, ini dagingnya." Dino memberikan piring berisi daging yang sudah dibakar, Wonwoo langsung memakannya.
"Hmm enak." Wonwoo sangat menyukainya. Mingyu hanya melirik sekilas lalu diam, masih merasa cemburu.
"Kamu tidak makan daging? Ini enak."
"Kamu saja yang makan, aku sudah kenyang makan ikan." ucap Mingyu lirih.
Wonwoo merasa ada yang aneh pada diri Mingyu. "Kamu kenapa? Ini aku suapi."
"Noona! Marshmellownya dibakar boleh? Sepertinya enak, mumpung apinya masih menyala." Dino sangat bersemangat sampai tanpa sadar mengganggu Wonwoo yang mau berduaan dengan Mingyu.
"Iya terserah bakar saja." Wonwoo menoleh ke arah Dino lalu kembali menatap Mingyu.
"Noona! Semuanya ya!"
"Terserah semuanya juga boleh!"
"Iya aku kan izin dulu sama noona."
"Iya makan saja semua!" Wonwoo langsung kesal.
"Galak sekali huu takut." Gumam Dino.
Wonwoo kembali menatap Mingyu yang masih menunduk. "Kamu kenapa?"
"Aku hanya terlihat bodoh dan tidak berguna. Seharusnya tadi aku ikut ke sungai sama kamu. Jadi aku orang pertama yang menolong bukan dia."
"Kamu cemburu?" Wonwoo terkekeh geli.
Mingyu hanya menarik nafas lalu menoleh ke Wonwoo lalu menunduk lagi. Wonwoo hanya mengusap kepala Mingyu sambil tertawa kecil melihat kekasihnya merajuk.
oOo
"Eonnie, anak kuliah tadi tampan ya dan dia sangat baik." Seungkwan memeluk tubuh Wonwoo saat sedang berbaring di dalam tenda.
"Hao ingin jadi anak kuliah juga."
"Hao masih lama, masih 2.5 tahun lagi." Ucap Jeonghan.
"Hao ikut kelas akselerasi saja." Saran Jisoo.
"Akselerasi itu apa eon?" Tanya Minghao polos. Yang lain hanya tertawa mendengar pertanyaan Minghao.
"Hao kalau mau ikut kelas aksel nanti lulus bareng Jun." Ucap Jihoon.
"Ooh memang bisa ya? Jadi Hao sekelas sama Jun Gege seperti Wonu eonnie bisa sekelas sama Jun Gege?"
Lagi-lagi semua tertawa, Seungkwan paling keras tertawanya. "Sudah, Hao ikut kelas reguler saja nanti aku tidak ada teman saat kelulusan."
"Aku juga tidak sabar ingin lulus, rasanya pasti menyenangkan tidak perlu pakai seragam." Ucap Jeonghan sambil terkekeh.
"Yak, aku juga berpikir begitu, apalagi kita bukan siswa lagi tapi mahasiswa." Tambah Jisoo sambil tertawa, Jeonghan ikut tertawa juga.
"Jisoo eonnie kalau sudah kuliah apa mau cari pacar anak kuliah juga?" Tiba-tiba Minghao bertanya, semuanya terdiam. Jeonghan terkikik sendiri membayangkan Jisoo sudah kuliah sementara Seokmin masih kelas sebelas. Jisoo mencubit Jeonghan yang tidur disampingnya.
"Ah benar juga." Wonwoo yang sedari tadi diam ikut berkomentar.
"Ah sudah-sudah kalian tidur ini sudah malam." Jeonghan memutus obrolan agar yang lain tidur.
Sementara diluar tenda, Mingyu mendengar semua obrolan para gadis. Tadinya ia berniat mau mengajak Wonwoo jalan-jalan sebentar tapi mengurungkan niat saat mendengar obrolan.
"Hmm? Kelas aksel? Apa aku harus ikut juga?" Mingyu melangkah menuju tendanya bersiap untuk tidur.
oOo
Sepulang sekolah Mingyu mengajak Wonwoo makan sebelum pulang ke rumah. Mereka telah sampai di restoran fast food.
"Sayang, mau makan apa?"
"Hmm cheese burger, kentang sama cola." Jawab Wonwoo.
"Iya, tunggu ya." Mingyu beranjak untuk pesan makanan sementara Wonwoo mengeluarkan buku dan alat tulis.
"Ini pesanannya." Mingyu menaruh nampan berisi makanan yang sudah dibeli, ia duduk disebelah Wonwoo.
"Hmm sebentar." Wonwoo masih fokus dengan tugas sekolahnya, Mingyu mengintip apa yang dikerjakan kekasihnya. Fisika. Mingyu sudah pusing rasanya baru melihat sekilas rumus-rumus di buku Wonwoo.
"Sayang, dimakan dulu. Bukunya disimpan dulu." Mingyu yang sudah lapar tidak sabar mau makan karena masih menunggu Wonwoo.
"Kamu makan saja duluan, aku belakangan."
Mingyu tidak sabaran, ia mengambil cheese burger lalu memakannya sendiri sambil melirik Wonwoo yang masih sibuk mengerjakan tugas. Ia menyodorkan burger yang ia pegang ke Wonwoo, Wonwoo kaget menatap burger yang sudah ada gigitan Mingyu lalu ia menatap Mingyu yang masih terdiam sambil menyodorkan burger, tak lama Wonwoo menggigitnya tanpa banyak komentar.
Mingyu tersenyum Wonwoo mau makan walau terlihat sibuk dengan tugasnya. Mingyu mengulanginya lagi, menyuapi Wonwoo dengan burger yang sama. 1 burger dimakan berdua dirasa kurang, ia mengambil burger lagi yang masih utuh lalu dimakan berdua lagi.
"Mau kentangnya." Ucap Wonwoo tanpa menoleh ke Mingyu.
Mingyu menuruti mengambil kentang lalu menyuapi. "Apa tugasnya banyak? Jadi anak kelas sebelas pusing ya?"
"Iya besok harus dikumpulkan, hmm tidak pusing sih. Biasa saja. Lebih pusing kelas dua belas persiapan ujian."
"Hmm, sayang kalau aku ikut kelas aksel bagaimana?"
Wonwoo berhenti menulis lalu menoleh ke arah Mingyu. "Hmm memang kenapa? Kamu mau buru-buru lulus?" Wonwoo mengambil dan minum cola-nya.
"Aku mau lulus sama kamu, agar kamu tidak malu punya pacar yang masih anak sekolah nantinya."
Wonwoo tersedak sampai terbatuk mendengar ucapan Mingyu. Mingyu buru-buru menepuk pelan punggung Wonwoo.
"Ooh begitu? Ya itu terserah kamu saja. Kalau kamu mampu ikut kelas aksel, ya berusaha. Tapi, masa sekolah kamu jadi pendek." Wonwoo menatap Mingyu sambil tersenyum. Mingyu jadi galau, omongan Wonwoo benar adanya. Wonwoo melanjutkan menyelesaikan tugasnya.
oOo
Mingyu masih galau, bayangan ingin lekas jadi anak kuliah terus berputar dalam pikirannya. Mingyu iri, kalau saja ia lebih tua dari Wonwoo pasti tidak ada pikiran seperti ini. Atau minimal ia seangkatan dengan Wonwoo.
Mingyu menjadi murung, Seokmin yang melihatnya merasa heran. "Gyu, itu dimakan tidak? Kalau tidak mau, buat aku ya."
"Ambillah." Mingyu menggeser dengan malas makan siangnya pada Seokmin di kantin. Seokmin langsung tertawa senang mendapat makanan yang masih utuh.
Wonwoo datang membawa nampan makanannya langsung duduk disebelah Mingyu. "Kamu tidak makan?" Wonwoo menyuap nasi ke mulutnya lalu menatap heran Mingyu yang menjadi pendiam.
"Kamu kenapa?"
"Tidak tahu dari tadi dia diam saja." Ucap Seokmin.
Wonwoo seolah mengerti apa yang dipikirkan Mingyu, ia mengingat obrolan kemarin saat makan setelah pulang sekolah.
"Makanlah, kalau tidak mau makan aku akan mencari pacar anak kuliah saja." Bisik Wonwoo.
"Ya jangan ancam begitu cantik." Mingyu menarik kembali nampan makanan yang sempat diberikan ke Seokmin. Lalu mulai memakannya, beruntung Seokmin belum menyentuhnya.
"Yak! Bukankah itu untukku?"
Mingyu tidak peduli ocehan Seokmin, Wonwoo tersenyum melihat Mingyu mau makan.
"Sayang aku minta ebi fry-nya ya, kamu tidak suka kan?" Mingyu langsung mencomot salah satu lauk di piring Wonwoo.
"Issh! Belum dikasih izin main ambil saja!" Omel Wonwoo sambil memukul sayang ke Mingyu, namun Mingyu tidak marah malah tertawa geli. Mingyu juga asal ambil minuman milik Wonwoo tanpa izin, Wonwoo akan senang hati menjewer telinga Mingyu lalu ia tertawa, lalu Wonwoo gantian minum minumannya.
"Aigoo... indirect kiss!" Ucap Seokmin sambil menggelengkan kepalanya.
Wonwoo dan Mingyu langsung terdiam, Wonwoo melepas sedotannya dan melihat minumannya. Wonwoo menunduk malu lalu melanjutkan makannya, Mingyu hanya senyum-senyum mengingat kemarin juga ia makan burger berdua.
.
.
Wonwoo sempat memikirkan omongan Seokmin saat dikantin. Ia jadi melamun, berjalan sendiri menuju kelasnya. Matanya menangkap sosok Jihoon yang sedang membawa setumpuk buku, Wonwoo langsung mendekati Jihoon ingin bertanya karena Jihoon sudah lebih dulu pacaran dengan Soonyoung.
"Ji, kau sibuk?"
"Tidak, ada apa?"
"Ah tidak jadi, mana sini aku bantu." Wonwoo membawa sebagian buku menuju kelas Jihoon lalu langsung pergi ke kelasnya. Jihoon menatapnya dengan heran.
Mingyu pun ikut memikirkan omongan Seokmin, ia jadi senyum-senyum sendiri selama di kelas. Selama jadian dengan Wonwoo, Mingyu hanya berani sebatas berpegangan tangan. Menyentuh tubuh yang lain saja jantungnya sudah berdetak tak karuan. Oh iya, ia ingat pernah mengecup kepala Wonwoo saat mengantarnya pulang, itupun ia lakukan dengan cepat atau saat Wonwoo sedang marah, ia berani mencium kedua tangan Wonwoo. Hanya sebatas itu tidak lebih. Mingyu jadi membayangkan bibir Wonwoo, seperti apa rasanya kalau bisa menempelkan secara langsung bibir bertemu bibir. Mingyu terkekeh geli sendirian.
"Kim Mingyu! Kim Mingyu kamu dengar!" Omel guru Lee karena ia terus melihat Mingyu senyum-senyum sendiri.
Mingyu langsung sadar, dan semua mata memandangnya. "I..i..iyaa.."
"Keluar kamu sampai pelajaran saya selesai!"
Mingyu menurut langsung keluar menerima hukuman, ia di setrap. Ia berlutut diluar kelas sambil mengangkat kedua tangannya. Sendirian.
"Oh wow siapa itu? Ada yang dihukum? Kamu kenal Won?" Tanya Jun saat melintas di depan kelas Mingyu dari ruang guru. Jun sengaja berjalan pelan.
"Tidak kenal. Siapa ya?"
"Aku kira kamu mengenalnya, mirip pacar kamu." Jun menahan tawanya mendengar jawaban Wonwoo.
"Pacarku anak pintar, dia bahkan mau masuk kelas aksel tidak mungkin dihukum begitu."
"Benarkah?" Jun tertawa meledek. Mingyu benar-benar malu, ia jadi bertemu dengan Wonwoo saat menerima hukuman. Ingin rasanya ditelan bumi saat Jun dan Wonwoo lewat didepannya.
"Sayang... jahat ih..." bisik Mingyu sambil cemberut. Wonwoo menoleh dan memberi sign heart dengan kedua jarinya sambil mengedip. Mingyu tersenyum malu melihatnya.
oOo
"Sayang beli es serut yuk!" Ajak Mingyu setelah bel pulang berbunyi.
"Ada camilannya tidak? Aku lapar."
"Oh tentu saja ada. Disana ada tteokbokki sama oden. Mau?"
"Mauuu."
Mingyu mengajak Wonwoo mampir ke kedai camilan yang tidak jauh dari sekolah. Mingyu memesan tteokbokki 1 porsi, 1 porsi tempura dan es serut 2 porsi.
"Sayangnya Mingyu, aku sudah putuskan mau ikut bimbel agar bisa masuk kelas aksel." ucap Mingyu penuh percaya diri.
Wonwoo hanya tertawa mendengarnya sambil menyeruput es serut yang manis. "Mingyu sayang, saran aku jangan memaksakan diri. Kalau nanti aku lulus duluan dan kamu masih sekolah, itu tidak apa. Aku menyukaimu walau kamu masih sekolah, aku tidak malu. Jadi nikmati masa high school kamu."
Pipi Mingyu terasa hangat mendengar nasehat Wonwoo. "Aku tidak salah pilih, punya pacar yang lebih tua memang bisa diandalkan karena pikirannya lebih dewasa."
Wonwoo mencubit Mingyu yang terlihat malu-malu. "Ada tapinya..." Wonwoo mengambil tempura lalu menggigitnya.
"Oh apa?" Mingyu menoleh ke arah Wonwoo yang berada di sampingnya.
"Aku tidak suka saat kamu dihukum. Aku malu diledek Jun." Wonwoo menunduk kecewa.
"Maaf sayang, aku memang salah tidak konsen saat pelajaran guru Lee Dong Wook. Tahu sendiri kan dia kalau sudah marah tatapannya seperti malaikat pencabut nyawa."
Wonwoo tertawa geli, Mingyu menggigit tempura yang dipegang Wonwoo. "Hmm enak, apa ini? Labu kuning ya?"
"Issh kenapa ambil punyaku sih. Kan masih banyak yang lain." Wonwoo mencubit pinggang Mingyu dengan tangan satunya.
"Lho punya kamu kan punya aku juga, kesayangannya Mingyu." Ucap Mingyu sambil tertawa geli.
"Ini habiskan." Mingyu menuntun tangan Wonwoo yang masih memegang tempura ke arah mulut Wonwoo.
"Issh bekas kamu!"
"Memang kenapa? Kemarin tidak protes saat makan burger."
"Menyebalkan!" Wonwoo menggigit sisa tempura dan menghabiskannya. Mingyu hanya tertawa geli melihatnya. Mingyu menyuapi tteokbokki, ia juga iseng mencicipi es milik Wonwoo yang beda rasa dengan miliknya.
Mingyu tidak peduli lagi dengan status anak kuliah asal bisa terus bersama Wonwoo, ia sudah merasa senang. Mingyu juga tidak mempersoalkan indirect kiss, mungkin pada saatnya nanti dia bisa melakukannya secara langsung ehem tapi tentu dengan persetujuan Wonwoo. Mingyu tidak mau terburu-buru, ia hanya ingin menikmati masa-masa pacaran dengan Wonwoo.
.
.
END
Annyeong,
Ada yang pernah malu didepan gebetannya? Wkwkwk dunia serasa mau runtuh rasanya ^^.
Well, panggilan untuk Meanie aku samakan saja dengan ff Meanie-ku yang lain, mohon maaf atas ketidaknyamanannya saat membaca chap lalu. Untuk Meanie Married Life insya allah minggu depan di Up, masih ditungguin ga sih ya? Wkwkwk (pede banget :p)
Special Thank's untuk reviewnya :
WooMina / alya27 / xingliexia / Mocca2294 / Guest / wortelnyasebong / rizka0419 / Dardara / auliaMRQ / KimHaelin29 / Devil Prince / XiayuweLiu / anon / jeononu / wonuguaegi
Saengil Chukkae Kwon Soonyoung 'Hoshi'
15 Juni 2017
