Tepuk tangan meriah masih bisa terdengar dari balik panggung, tepuk tangan para anak anak dan teriakan histeris para fujo yang entah kenapa bisa datang pada acara itu. Tapi kita abaikan saja tepuk tangan itu. Yang penting adalah suasana dibalik panggung tersebut.

Chuuya udah meringkuk diujung ruangan, menahan rona merah pada pipinya yang tak kunjung hilang sambil meratapi nasibnya yang begitu sial diikuti Akutagawa yang juga depresi melihat kejadian di panggung tadi. Disisi lain, Tachihara udah ngasih death glare sama dazai yang seyam seyum sendiri.

"Dazai-san, kok naskahnya beda dengan yang kita latih?" tanya atsushi akibat bagian perkelahian tadi. Dia panik benaran, masalahnya ngak naskah nya aja yang tukar, pake senjata lagi.

"Oh itu, Atsushi-kun itu namanya love fight. Saat latihan sengaja ngak dilakukan, sebenarnya-"

"Jangan dengarin si aneh ini, hal itu emang ngak ada dinaskah!" kata Kunikida sesudah menendang Dazai terbang keujung ruangan.

"Biarlah naskahnya berubah, yang pasti kerja kalian bagus"

"GOOD JOB!" teriak Elise

Atsushi yang ngelihat Akutagawa yang depresi berusaha menghibur sebisanya (ciee, perhatian)

"Oi Akutagawa, ngapain Depresi disini, ngak ada gunanya juga" kata Atsushi sambil nyenggol nyenggol Akutagawa (ngehibur apa ngehibur)

"Diam kau Jinko, jangan sok sok ngehibur. Kau aja ngerusak acara, pake lupa dialog segala"

"Itu salah Dazai-san, naskahnya-"

"Dazai-san ngak salah! Yang salah itu kau JINKO!"

"HA?! UDAH jelas-"

"Cukup! Kalian kalau mau mesra mesraan ala kalian nanti aja" kata Naomi sambil di tatap ngak terima oleh Shin Soukoku itu

Mereka pun dipisahkan untuk keselamatan bersama(?), samar samar Akutagawa berguman "terima kasih sudah menghiburku, jinko"

Disisi lain Tachihara berusaha mengibur Chuuya yang mungkin ngak akan berhasil.

"Chuuya-san kau ngak apa apa?" Chuuya ngak menanggapi, entah ngak dengar entah sengaja. Tachihara mendekatkan kepalanya kearah telinga Chuuya biar dengar, dan mengulanginya.

"Chuuya-san, kau baik baik saja?" seperti yang diharapkan, Chuuya melihatnya dan tanpa sengaja wajah mereka begitu dekat. Chuuya yang wajahnya udah merah makin merah bagai kepiting rebus. Kepalanya mulai memutar ulang kejadian didrama sebelum dia kabur kedalam hutan.

"Huaa... Menyingkir dariku dasar serigala!" Chuuya pun menerbangkan Tachihara menjauh darinya

"Gomennasai Chuuya-san"

"Kerja bagus Chuuya" kata Dazai dari kejauhan sambil mengancungkan jempol

"Kau juga, enyah dari depanku dasar maniak bunuh diri" hati Dazai hancur, ya hancur udah sempat curi curi cium dipanggung pada akhirnya kena tolak juga. Dia membeku ditempat.

Entah mengapa Chuuya ngak bisa menahan air matanya lagi, entah malu entah sakit hati. Semuanya kaget ngak terkecuali satupun mereka makin menyadari betapa imutnya Chuuya.

"Stop stop, berhenti memandangi Chuuya sayangku. Ganti baju sana" kata Koyo sambil bertepuk tangan mengusir semua laki laki yang ada disana. "Kalian berdua juga pergi, renungkan perbuatan kalian"

"Tapi Nee-san"

"Ngak ada tapi tapi Dazai, pergi. Higuchi dan Gin akan membatu kalian merapikan."

Semuanya menghilang kebalik pintu terkecuali Chuuya, Koyou, Naoumi, Elise, dan Kyouka.

"Ngapain kalian disini, pergi tinggalkan aku sendiri"

"Chuuya tenanglah, laki laki biasa seperti itu, tak tahan akan godaan" Koyou berkata sambil gelus ngelus rambut Chuuya

"Nee-san, aku juga laki laki loh. Jangan kau menganggapku perempuan"

"Tapi Chuuya-san imut, apalagi pake gaun" kata Elise dengan riangnya

"Elise-chan, jangan ikut ikutan Nee-san, aku ini Laki-laki-"

"Nakahara-san pasti perempuan, kan pendek,imut lagi, dadanya aja yang rata, ya kan Kyoka-chan" Kyouka meng iya iyakan aja perkataan Naoumi.

"Dasar kalian!" semuanya pun tersenyum, "akhirnya dirimu yang biasaya balik"

Chuuya yang sadar akan perbuatan mereka pun sedikit malu "terima kasih sudah menghiburku, terutama kau Nee-san"

"Chuuya, kau memang perempuan ngak?"

Peremempatan mulai muncul dikepala Chuuya, mereka hanya tertawa riang, "BERHENTI MEMPERMAINKANKU!"

{=°∆°=}

Disisi seberang pintu para pria yang sedang menunggu baju mereka dibawakan ngobrol hal yang berbeda beda.

"Peranku sedikit sekali sih! Aku mau muncul lebih banyak!"

"Ranpo-san, udah terlambat ngeluhnya, acaranya udah selesai"

"Elise-chan disebelah , aku ingin memeluknya"

"Berhenti mengatakan itu atau ku lapor ke polisi sebagai fedofil"

"Baju ini bagus sekali, aku pakai ini aja"

"Kenji-kun, baju untuk panggung, kau ngak boleh menggunakannya diluar untuk acara."

"Hei Akutagawa, tanpa bajumu yang hitam itu mu ngak punya pertahanan kan?"

"Diam kau Jinko, atau ku putusin ekormu nanti"

"Hei! Aku hanya bertanya, jangan ngajak berantem terus ngapa?"

"Kenapa aku terjebak besama mereka? Ne Ranpo-kun"

"Salahmu Chuuya san menangis"

"Enak aja salahku, Chuuya itu marah karena kau"

Yah mereka memang ribut, ngak ada yang mau diam. Gin ama Higuchi yang Udah bawa balik baju mereka aja ngak ada yang sadar sibuk dengan pembicaraan masing masing. Hingga Koyou segerombolan masuk

"Kok pada belum tukar baju?"

"Yang ngambil bajunya aja belum, eh sejak kapan kalian tegak disitu?" tanya Kunikida baru sadar

"Kami dari tadi disini, kalian aja yang Ngak sadar,ya kan Gin" Gin ngangguk ngangguk pelan hampir ngak kelihatan.

"Ya udah, cepat kalian tukar baju sana, biar Chuuya-san tukar baju lagi" kata Elise sambil berlari masuk.

"Emangnya ngapa kalau tukar baju sama, dia kan bukan perempuan, atau jangan jangan-"

"Jangan coba coba sebut aku perempuan, siapa pun yang ngomong tadi!" Chuuya pun mendobrak masuk

Chuuya ~, berikan aku pelukan"

"Sudah kubilang, enyah dari hadapanku Dazai!"

"Ihh, Chuuya jahat"

Dan mereka pun mengganti baju masing masing dan yang udah selesai mulai meninggalkan ruang ganti menuju ketempat dimana nasi bungkus mereka diletakan untuk makan malam mereka. Semuanya udah ganti baju kecuali Chuuya, entah kenapa bajunya ngak dapat ditemukan, padahal tadi ada di ruang tata rias.

"Chuuya, tunggu disini sebentar ya, biar aku dan Naoumi-san mencari bajumu"

"Aku mengandalkanmu nee-san"

Chuuya ditinggal sendiri didalam ruang ganti tersebut sambil menunggu bajunya yang hilang diambilkan. Dia makai gaun lagi, sambil dia sesekali melihat ke cermin yang mendapati matanya yang udah lembam karna kejadian tadi, pipinya juga masih agak merah. Hingga suara ketukan terdengar.

Chuuya menunggu siapapun didepan pintu masuk, tapi tak kunjung masuk. "Mungkin Nee-san" batinnya, mengira Koyou ragu untuk masuk. Dia pun membuka pintu, tepat setelah membuka pintu,tubuhnya ditarik kedalam sebuah pelukan. Sakin terkejut, Chuuya langsung melakukan perlawanan. Mendapati Dazai didepannya. Tapi belum sempat Chuuya berkata kata, dazai menutup mulutnya dengan tangannya.

"Shii... Diam Chuuya, nanti aku gagal menculikmu" kata Dazai sambil mengangkat tubuh Chuuya ala bride style. Chuuya yang menggunakan gravitasinya untuk memperberat tubuh, tapi Dazai langsung menetralkannya. Dazai pun membawa Chuuya dengan susah payah ke tujuan.

"Kenapa kau membawaku ke atap?" tanya Chuuya sambil melihat karpet piknik beserta nasi bungkus dan minuman yang seharusnya menjadi makan malam mereka.

"Yah mau bagaimana lagi, tak ada yang lebih tinggi dari tempat ini disekitar panti asuhan ini" kata Dazai sambil menurunkan Chuuya dari gendongannya. "Mari kita makan sambil melihat bintang, tuan putri"

"Siapa yang kau panggil tuan putri?! Dan aku masih marah kepadamu karena kau seenaknya mencuri ci.." Chuuya merasa sedikit malu akan itu, pipinya bersemu merah kembali.

"Ayolah Chuuya terima saja hadiah dariku, mari kita makan, nanti kelaparan" Dazai pun menarik lengan Chuuya pergi kearah karpet piknik tersebut.

Sesudah duduk, mereka membuka bungkusan masing masing, dan toh Chuuya memang sudah lapar. Sesudah makan mereka menatap langit bersama, menyaksikan bintang bitang yang bertebaran dilangit malam.

"Chuuya lihat bintang bintang itu" Dazai dengan senangnya menunjuk kearah salah satu bintang yang sangat terang "mereka mengelilingi bintang yang sangat terang"

Tapi Chuuya tak sedikit pun merespon ucapannya "Chuuya?"

"Dazai, kenapa kau keluar dari port mafia.." kata katanya sedikit dijeda "dan meninggalkanku" lanjutnya dengan gumannan.

"Apa?" Dazai tak terlalu mendengar ucapan Chuuya yang tiba tiba, dia terlalu fokus melihat bintang. Tapi dia bisa melihat wajah sedih dan kecewa dari wajah Chuuya, dia pun menarik Chuuya kedalam pelukanya

"Chuuya jangan bersedih" kata Dazai dalam pelukannya.

Kejadiannya mungkin akan lebih romantis.

"Dazai lepaskan aku, kau membuatku sesak"

"Chuuya ngak ada romantis romantis-nya, padahal masih makai gaun, seharusnya mu bahagia bisa makan sama orang tampan seperti- ouch!" pukulan Chuuya mendarat diperut Dazai.

"Jangan ngerasa, dasar mainak bunuh diri!" kata Chuuya sambil berdiri dan hendak pergi dari situ. Dazai dengan cepat menahan gaun Chuuya sebelum dia pergi.

"Oi makarel, lepaskan!"

"Chuuya dengarkan aku dulu, aku minta maaf akan kejadian tadi, ada hadiah untukmu didalam saku bajumu" sesudah itu dazai melepakan tangannya dan membiarkan Chuuya pergi.

Chuuya pun kembali keruangan ganti baju dan menemukan bajunya sudah diletakan didalam sana, dia pun melepas gaunnya dan mengganti baju. Dia pun teringat akan kata Dazai, diperiksanya saku bajunya dan mendapati sebuah kotak kecil yang dibungkus kotak kado. Tanpa menunggu waktu dia pun membukanya, sebuah kotak cincin yang ada didalamnya

"Bagaimana Chuuya, maukah kau menikah denganku?" kata Dazai yang muncul tiba tiba tanpa disadari Chuuya sudah berada didekatnya.

"Kalau kau... melamarku... Lamarlah lebih baik..." jawab Chuuya gugup

"Ehhhh? Chuuya-san menerima Dazai-san?!"

"Jinko kecilkan suaramu!"

"Chuuya ku sudah besar"

"Apa yang kalian lakukan?"

Dan tanpa sengaja pintu ruang ganti tersebut terdorong dan menampakan semuanya sedang berada dibalik pintu. Melihat hal tersebut Chuuya beku ditempat. Semuanya pura pura ngak dengar walaupun Tachihara masik kelihatan kesal

"A-aku, aku..." Chuuya seperti memilah milah jawabannya

"Ya?"

"Aku menolak!" dengan keras Chuuya menjawab.

"Ehhhhhh?!" sontak mereka kaget mendengar peryataan Chuuya, begitu juga Dazai yang ditolak

Chuuya pun pergi dari ruang ganti tersebut sambil menerobos yang lain, meninggalkan Dazai.

"Semuanya kemasi barang barang kalian!, jangan bengong aja, urusan kita sudah selesai disini" Koyou menyadarkan semuanya dari lamunan. Setelah tersadar Mereka pun Mengemasi barang barang mereka dan beranjak pergi dari panti asuhan tersebut ke kediaman masing masing

End? (Masih ada dibawah)

.

.

.

.

Omake

Besoknya Handphone Chuuya berdering setiap beberapa menit akibat pesan dan telpon dari Dazai.

"Chuuya, maukah kau menikah denganku, kau masih menyimpan cincinnya kan"

"Kau baru menayaiku 10 menit yang lalu, DASAR VAGABOND!"

END benenran!

A/N

Akhirnya selesai juga, maaf ceritanya yang makin gaje dan ngak jelas, kemukinan banyak typo dan gramar yang buruk.

Pokoknya terima kasih kepada para reader yang mau sempat membaca cerita ngak jelas ini, terutama bipper natsume yang mau comment, dan cylva yang memberi saran pada cerita sebelumnya!