Chapter Two

Cast:

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun

Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1)

Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2)

Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3)

Shim Changmin as Kyuhyun's best friend

Genre:

Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,

Disclaimer:

All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain.

Summary:

Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?

"Jika aku bisa menukarkan nyawaku agar kalian mau melihatku untuk semenit saja, maka aku akan menukarnya."

- Park Kyuhyun -

Sebelumnya

Kyuhyun menatapnya dalam masih dalam keadaan sesak.

"Chang... Min... Ah"

Setelah mengatakan itu, kegelapan menyerang Kyuhyun.

"Kyu!"

Selanjutnya

"Kyu!" Teriak Changmin. Ia terlihat begitu panik melihat Kyuhyun yang sudah menutup matanya namun napasnya semakin sesak dan jangan lupakan darah yang keluar dari hidungnya yang belum berhenti keluar.

Walaupun ia hanyalah sosok yang baru yang hadir dalam hidup Kyuhyun, namun sedikit ia tahu bahwa anak itu memiliki kesedihan yang begitu dalam yang terpancar dari manik onyxnya setiap hari. Ia memang selalu terlihat diam dan berusaha menyembunyikannya. Namun Changmin sadar akan hal itu.

Kembali ke kondisi Kyuhyun, Guru olahraga mereka segera menghampiri Kyuhyun yang sudah tidak berdaya di pangkuan Changmin. Sedangkan teman-teman sekelas mereka yang lain hanya memandang mereka dengan wajah yang tidak dapat dideskripsikan dengan jelas.

"Changmin-ssi, apa yang terjadi?" Tanya sang guru yang kaget melihat siswanya ini.

"Saya juga tidak tahu, seonsaengnim. Saya.. saya minta izin untuk membawa Kyuhyun untuk diperiksa di ruang kesehatan." Ujar Changmin dengan sedikit terbata-bata karena melihat kondisi Kyuhyun yang sangat mengenaskan dipangkuannya.

Sang guru hanya menjawab dengan anggukan. Tidak lama setelah itu, ia membawa Kyuhyun ke ruang kesehatan dengan cara piggyback.

Ia berlari secepat yang ia bisa. Dapat ia dengar napas Kyuhyun semakin melambat yang menerpa punggungnya.

"Kyu kumohon bertahanlah." Setetes air mata jatuh di pipi Changmin karena ia begitu panik. Tidak ada yang pernah membuatnya menjadi secengeng ini. Bahkan di depan keluarganya pun ia tidak pernah menitikan air mata.

.

Ruang Kesehatan sudah mulai terlihat. Setelah sampai, ia meletakkan tubuh Kyuhyu dari punggungnya ke ranjang yang ada di sana. Sesosok berbaju putih datang menghampirinya.

"Changmin-ssi, apa yang terjadi?" Kata sosok itu yang dapat kita ketahui sebagai dokter sekolah itu.

"Aku tidak tahu. Ia tiba-tiba saja mimisan dan sesak napas setelah hampir menyelesaikan lari di lapangan. Setelah itu, ia pingsan. Saya mohon cepat bantu dia. Dia terlihat sangat kesakitan." Entah mengapa rasa ingin melindungi Changmin muncul begitu saja. Sebenarnya bukan hanya saat ini saja. Namun, saat ia pertama kali bertemu sosok yang sedang terbaring tak berdaya ini, ia sudah merasa memiliki kewajiban untuk melindunginya.

Dokter itu segera melakukan pertolongan pertama untuk Kyuhyun. Ia membersihkan darah yang mengucur dari Hidung Kyuhyun dan mengambil inhaler untuk meredakan sesak yang Kyuhyun alami. Setelah itu ia membuka 2 kanci atas seragam Kyuhyun dan memeriksanya dengan menggunakan stetoskop yang sudah tergantung di lehernya sedari tadi.

Napas Kyuhyun sudah mulai berangsur normal. Serta darah dari hidungnya sudah berhenti.

"Ia sepertinya mengalami kelelahan yang berlebihan sehingga penyakit asmanya kambuh. Dan saya sarankan ketika ia sadar nanti untuk mengunjungi Rumah sakit untuk mengecek kondisinya yang sesungguhnya. Karena saya rasa ada sesuatu yang tidak beres dengannya." Ujar dokter itu menjelaskan mengenai kondisi Kyuhyun. Changmin tidak dapat berkata apapun. Hanya mengangguk sekilas. Dokter itu kemudian beranjak pergi dan meninggalkan Changmin berdua dengan Kyuhyun.

Matanya tidak dapat terlepas dari sosok Kyuhyun yang masih menutup matanya. Ia duduk di kursi yang sudah ada di sana di samping ranjang Kyuhyun.

.

.

Dapat terlihat, ada seseorang yang sedang mengintip di balik jendela ruang kesehatan itu.

"Ada apa dengannya?" Guman sosok itu.

Flashback

Donghae sedang berjalan dengan santai di koridor dengan kedua tangan yang berada masing-masing di saku kiri dan kanannya. Mengapa ia ada di luar kelas sedangkan proses belajar mengajar sudah berlangsung? Oh, salahkan saja keinginannya untuk buang air kecil begitu tiba-tiba, sehingga ia harus segera ke toilet.

Namun tiba-tiba matanya menangkap seseorang sedang berlari tergesa-gesa dengan seseorang yang ada di atas punggungnya.

Ia menyipitkan matanya dan tercengang melihat kondisi seseorang yang berada di atas punggung seseorang yang tengah berlari itu.

Ia sangat mengetahui dan mengenal sosok itu dengan sangat jelas. Karena sosok itu adalah adik – yang tidak anggap – sahabanya, Park Eunhyuk.

Ingin bertanya mengapa Donghae tahu mengetahui kenyataan itu?

Itu karena mereka – termasuk Jonghyun – sudah bersahabat sejak lama. Jadi tidak ada rahasia di antara mereka.

Tapi bukan karena itu Donghae tercengang, namun karena keadaan Kyuhyun yang begitu mengenaskan akibat darah yang mengalir dari hidungnya dan napasnya yang terlihat sesak. Walaupun agak jauh, namun Donghae dapat melihatnya dengan jelas.

Ia mengikuti langkah Changmin yang berlari hingga ke ruang kesehatan.

Ia bahkan mendengar setiap perkataan Dokter sekolah itu mengenai kondisi Kyuhyun.

End of Flashback

Donghae kemudian melangkah menjauh dari tempat itu, namun pikiran masih tetap tertuju pada Kyuhyun.

.

.

.

Gerakan kecil dari jari tangan Kyuhyun membuat Changmin yang sedari tadi tertidur, langsung terjaga.

"Kyu, kau sudah sadar?" Tanya Changmin.

"Eungh.." Suara Kyuhyun terdengar diikuti dengan terbukanya mata onyx yang sudah tertutup sejak beberapa jam yang lalu. Ia membuka matanya dengan perlahan dan menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya yang ada di ruangan itu. Wajahnya masih terlihat pucat namun tidak sepucat sebelumnya.

Setelah menyesuaikan pandangannya, ia kemudian mengarahkan pandangannya pada Changmin yang duduk di sebelah kanan ranjang yang ia tiduri.

"A-ku.. di..ma..na?" Tanya Kyuhyun dengan suara serah dan terbata-bata.

"Kau berada di ruang kesehatan karena saat kau berlari tadi kau tiba-tiba sesak napas dan mimisan. Lalu pingsan." Ujar Changmin menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Ah.. Apakah kau membutuhkan sesuatu? Atau kau masih merasa sakit di bagian tertentu?" Lanjut Changmin.

"Aku.. hanya merasa sedikit sesak dan lemas. Terima Kasih Changmin-ssi." Kata Kyuhyun lemah.

"Hm.. Baiklah. Katanya saja jika kau memerlukan sesuatu." Changmin memberikan senyuman yang begitu tulus pada Kyuhyun. Kyuhyun yang melihatnya terkesima. Ia tidak pernah melihat senyuman seperti itu yang ditujukan pada dirinya setelah kejadian itu. Sudah sangat lama, bahkan mungkin ia sudah lupa bagaimana saat hyungdeulnya tersenyum padanya.

Kyuhyun kembali tersadar ke alam nyata.

"Ne.." Jawab Kyuhyun singkat.

.

.

.

Kyuhyun berjalan pulang sendirian. Ia melirik jamnya. 'Huft sepertinya akan sedikit telat nanti' Batin Kyuhyun.

Sewaktu ia akan pulang tadi, Changmin terus memaksanya untuk mengantarnya pulang. Namun Kyuhyun tidak mau merepotkan Changmin lagi. Selain merasa hal itu, Changmin juga adalah orang baru jadi ia belum terlalu mempercayai Changmin. Akhirnya setelah mendapat penolakan halus Kyuhyun, Changmin mengalah dan membiarkan Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan masuk ke dalam rumah besar yang merupakan rumahnya.

Kyuhyun berjalan dengan perlahan dan melihat sosok hyung tertuanya – Jungsoo – sedang berjalan menuruni tangga.

Kyuhyun memandang lekat pada hyungnya. Entah mengapa kakinya tidak dapat bergerak saat ini.

Jungsoo yang menyadari ia dipandangi oleh sosok yang tidak dianggapnya hanya mengacuhkannya dan bergerak menuju tujuannya – dapur.

Tiba-tiba Kangin datang dari belakang dan mengagetkan Kyuhyun.

"Hei, anak sial. Apa yang kau lakukan di sini HAH?! Cepat lakukan apa yang seharusnya kau kerjakan." Bentak kangin pada Kyuhyun.

Satu lagi goresan yang menyayat hati Kyuhyun yang ditorehkan oleh Kangin. Tanpa menjawab ia segera pergi ke kamarnya tapi sebelumnya ia membungkuk terlebih dahulu kepada Kangin.

.

Kyuhyun sudah berganti baju. Dan sekarang saatnya ia melakukan beberapa tugas rumah seperti menyapu halaman, mencuci piring, dan beberapa pekerjaan lainnya.

Ia melakukan sseluruh pekerjaan itu dengan cepat. Kemudian ia mengambil jaket dari kamarnya dan beranjak keluar rumah untuk pergi bekerja.

.

.

.

To Be Continued

Anyeong Readers~~~~~

Kimchan update lagi nih Chapter selanjutnya. Gimana yang minta update kilat? Hehehehe Tapi yang minta dipanjangin kayaknya ga bisa.. karena ide saya mentok banget TT jadi mian yaaa..

Oh iya Terima kasih banget buat yang sudah Review.. seneng banget bisa dapat koment yang positif dari readers sekalian.

Rencananya saya akan update Cuma pada sabtu atau minggu, tapi kalau tugas numpuk mungkin diusahain hari lain. Soalnya sekarang saya sudah kelas XII jadi harus fokus belajar. Jadi mohon pengertiannya yah.

Kalau kalian review, tolong banget kasih saran/ide untuk chapter selanjutnya yah, soalnya ide saya kadang-kadang mentok jadi butuh banya inspirasi hahaha Dan juga kalau ada yang kurang dari tulisan saya ini, jangan segan2 untuk kasih tau ya, saya sangat senang kalo ada yang review begitu hehe

jangan panggil saya author dulu ya, karena saya merasa belum cocok dengan panggilan itu. Masih banyak perbaikan dari penulisan saya yang harus saya lakukan.

Last, Would you mind to review this story?

Thank youuuuu