Chapter Three
Cast:
Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun
Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1)
Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2)
Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3)
Shim Changmin as Kyuhyun's best friend
Genre:
Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,
Disclaimer:
All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain.
Summary:
Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?
"Maaf atas segalanya.. Jika dengan kepergianku kalian dapat bahagia, maka aku akan melakukannya. Tapi mohon maafkan aku, hyungdeul.."
- Park Kyuhyun -
Sebelumnya..
Kyuhyun sudah berganti baju. Dan sekarang saatnya ia melakukan beberapa tugas rumah seperti menyapu halaman, mencuci piring, dan beberapa pekerjaan lainnya.
Ia melakukan seluruh pekerjaan itu dengan cepat. Kemudian ia mengambil jaket dari kamarnya dan beranjak keluar rumah untuk pergi bekerja.
Selanjutnya..
Kyuhyun berangkat menuju tempat kerjanya. Four Season Restaurant. Restaurant yang bisa dikatakan mewah karena biasanya disana dilangsungkan rapat pebisnis-pebisnis dengan koleganya. Itu dikarenakan tampilannya yang modern nan artistik. Disana ia bekerja sebagai pelayan. Dia bekerja dari pukul 4 sore hingga pukul 9 malam dan dilanjutkan menjaga mini market 24 jam hingga pukul 3 Pagi.
Sesampainya disana, ia segara berganti baju dan melaksanakan tugasnya sebagai pelayan. Ia menghampiri meja pelanggan yang ingin memesan. Dan jangan lupakan senyum yang selalu terkambang di wajahnya setiap menghadapi pelanggan. Ia berusaha sebaik mungkin melaksanakan tugasnya sebagai pekerja disana karena ia tidak mungkin mengharapkan hyungdeulnya. Sejak kejadian itu ia tidak pernah lagi di perhatikan oleh hyungdeulnya. Bahkan sejak saat itu hyungdeulnya sudah tidak lagi dibiayai secara finansial. Sehingga harus membuatnya bekerja paruh waktu dibeberapa tempat untuk memenuhi kebutuhannya. Namun, ia tetap merasa bersyukur karena mereka masih mau menampungnya di sana.
"Kyuhyun-ah"
"Ne, hyung? Ada apa?" Ujar Kyuhyun pada orang yang memanggilnya tadi yang merupakan manager di Restaurant itu. Kenapa dia memanggilnya hyung? Itu karena mereka semua sudah sangat dekat sebagai pekerja disana.
"Bisakah kau melayani pelanggan yang ada di ruangan VIP 4?" kata manager restaurant itu.
"Tentu saja. Baiklah. Aku langsung ke sana yah." Sahut Kyuhyun segera berbungkuk sebelum ia pergi ke ruangan VIP 4. Sang manager hanya mengangguk sambil tersenyum melihat tingkah Kyuhyun. Setelah Kyuhyun menghilang, ia segera kembali ke pekerjaannya.
Kembali ke Kyuhyun. Ia sudah tiba di depan pintu ruang VIP 4 yang ditunjukan oleh sang manager sebelumnya. Ia menghela napas sejenak, lalu masuk ke ruangan tersebut. Menurutnya, setiap melayani para tamu VIP, harus dituntut pelayanan yang sempurna. Jika mengecewakan para pelanggan dari ruangan VIP, paling berat hukuman yang ditanggung adalah dipecat. Dan Kyuhyun tak ingin itu terjadi padanya.
Kyuhyun berjalan masuk ke dalam. Senyuman yang sedari tadi terkambang di wajahnya langsung luntur seketika saat melihat seseorang yang ada di dalam sana.
Park Jungsoo, hyung tertua Kyuhyun ada di ruangan itu. Dan ini kali pertamanya bertemu dengan salah satu hyung disini.
Beberapa saat kemudian, ia tersadar.
"Selamat malam tuan-tuan. Selamat datang di Restoran Four Season. Anda ingin memesan apa?" Sahut Kyuhyun. Sejenak memang terlihat senyuman yang Kyuhyun terkesan terpaksa. Ia bersiap menulis pesanan.
"Hmmm.. Tolong bawakan kami Beberapa botol Wine terbaik, dan 6 steak sapi medium rare. Ahh bagaimana dengan anda Jungsoo-ssi?" Kata salah satu lelaki yang terlihat lebih tua dari hyungnya.
Jungsoo yang sedari tadi melamun akhirnya tersadar dan memperbaiki letak kacamatanya. "Samakan saja dengan anda Doojoon-ssi." Ia tersenyum kaku sambil menjawab pertanyaan relasi bisnisnya itu.
"Baiklah. Kalau begitu tolong bawakan 7 steak sapi medium rare." Kata lelaki itu memperbaiki pesanannya sebelumnya.
"Beberapa botol Wine dan 7 steak sapi medium rare akan segera kami hidangkan. Mohon tunggu sebentar." Kyuhyun pamit undur diri dari ruangan itu tanpa memandang wajah sang hyung, takut membuat sesuatu yang dapat memalukan hyungnya.
Jungsoo terus menatap tubuh Kyuhyun hingga ia keluar dari ruangan itu.
'Kyunnie...'
.
.
Kyuhyun membawakan pesanan dari ruangan VIP 4, tempat hyungnya berada saat ini. Ia mendorong rak makan itu dan masuk di ruangan tersebut.
Ia dengan terampil meletakkan beberapa piring yang berisi steak, beberapa botol Wine, dan Gelas.
"Silahkan menikmati."
Ia kembali mengundurkan diri dan dengan cepat menuju ruang ganti.
Ia terdiam beberapa saat disana. Ia merasa sesak akan semua ini. Perlahan tapi pasti, air bening turun setetes dari manik onyxnya. Ia memejamkan matanya sesaat tapi ia segera menghapusnya dan segera berganti baju karena memang shiftnya sudah selesai.
Sudah waktunya ia melanjutkan pekerjaannya yang lain.
.
.
.
Sesaat setelah Kyuhyun keluar dari restoran itu, Jungsoo dan beberapa relasi bisnisnya juga sudah selesai.
Tidak sengaja ia melihat siluet tubuh Kyuhyun yang keluar dari restoran itu.
"Jungsoo-ssi sudah akan pulang?" kata seseorang yang menyadarkannya dari alam bawah sadarnya.
"Ahh.. Ne. Saya akan pulang bersama supir saya. Sebelumnya Terima Kasih atas jamuannya malam ini, Doojoon-ssi." Ia tersenyum sambil menjawa pertanyaan sang relasi.
"Baiklah. Jangan sungkan begitu. Hati-hati di jalan."
"Ye." Jungsoo membungkuk, kemudian melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
"Pak Kim, tolong ikuti Kyuhyun. Tapi jangan sampai ketahuan." Kata Jungsoo sesaat setelah ia masuk ke dalam mobilnya.
"Ne doryeonim" Jawab Pak Kim dan dengan segera melajukan mobil itu.
.
.
.
Setelah beberapa saat, ia melihat Kyuhyun masuk ke sebuah mini market 24 jam dan masuk makin ke dalam.
Tidak lama kemudian, Kyuhyun sudah kembali keluar dengan pakaian yang berbeda dan menuju meja kasir.
Jungsoo terus menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Pak Kim, kita pulang" Titah Jungsoo dan mobil itu langsung pergi dari depan tempat itu.
.
.
.
.
Keesokan harinya seperti biasa Kyuhyun berangkat ke sekolah sehabis menyiapkan sarapan untuk para hyungnya. Ia berjalan kaki menuju ke halte.
Matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah mobil mewah yang dapat ia kenali siapa pemilik mobil itu.
Ya. Itu adalah mobil hyungnya – Kangin. Dan dapat ia lihat dari luar mobil itu siapa saja yang ada di atas mobil.
Ia mencoba menguatkan hatinya setelah mobil itu berlalu dan bergegas menuju halte dan berangkat ke sekolahnya.
.
.
.
Kyuhyun belajar dengan serius tanpa mempedulikan sekitarnya. Ini yang harus ia lakukan agar terus dapat mempertahankan beasiswa yang ia dapatkan.
Teeetttt
Bunyi bel sekolah membuyarkan Kyuhyun. Ia segera merapikan barang-barangnya dan memasukkanya ke dalam tasnya.
Ia kemudian menoleh pada satu bangku kosong di sampingnya. Entah mengapa ia merasa merindukan sosok hyper itu walaupun ia masih baru mengenalnya.
Setelah itu ia beranjak.
.
.
.
Ia memasak makan siang untuk para hyungnya. Sekarang sudah menujukkan pukul 02:00. Ia sudah selesai dengan acara masak memasaknya dan menghidangkannya di meja makan.
Para hyungnya sudah mulai terlihat berjalan menuju meja makan. Ia segera menyingkir dan membiarkan hyungdeulnya menikamati makanannya dengan tenang.
.
"KYUHYUUUUNNN" Suara Kangin menggema.
"Ada apa, hyung?" Kyuhyun menjawab dengan terengah-engah.
"Apa yang kau masak ini, HAH?! Apa kau ingin meracuni kami?!" Bentak Kangin. Kyuhyun sudah sangat ketakutan.
"Ma-maafkan aku hyung." Ia menunduk.
Tanpa ia sadari, Kangin sudah memegang semangkuk sup yang menjadi bahan pembicaraan dari tadi itu. Ia kemudian menuangkannya tepat di atas kaki Kyuhyun.
"Akhhhhh.." Ia berteriak dengan keras. Kakinya sudah seperti terkelupas akibat terkena tumpahan air panas sup itu.
"Rasakan kau, anak sial!" Kangin terlihat sangat senang melakukan itu. Sama seperti kangin, Eunhyuk juga tersenyum puas.
Hanya Jungsoo yang entah apa arti pandangannya itu.
.
.
.
Kyuhyun melangkah dengan tertatih keluar dari rumah itu dan menuju tempat kerjanya.
"Sssshhh" Kyuhyun memejamkan matanya akibat rasa sakit yang ia rasakan pada kakinya. Sesekali ia meringis sepanjang perjalanan.
.
.
Kyuhyun sudah berganti pakaian menjadi seragam pelayannya. Ia berjalan dengan perlahan dan melayani para tamu yang datang di restoran itu.
Saat ia membawa segelas air putih, ia tidak sengaja tersendung akibat langkahnya yang sangat terbatas dan mengakibatkan air putih itu mengenai celana salah satu orang yang ada di situ.
"Ya! Apa-apan kau ini hah!?" Teriak tamu itu karena kesal.
"Mi-mianhamnida.. s-saya tidak sengaja menjatuhkannya." Kata Kyuhyun. Ia benar-benar merasa sangat bodoh. Manager Restoran itu datang.
"Omo! Apa yang telah kau lakukan Kyuhyun?" Manager itu mengambil tisu dan mengeringkan celana tamu itu.
"Saya mewakilinya, meminta maaf. Sekali lagi, saya mohon maaf." Manager itu membungkuk. "Dan Kyu, ikut aku ke ruanganku." Ia berjalan mendahului Kyuhyun.
.
"Kyu, sebenarnya apa yang terjadi? Tidak biasanya kau seperti ini?" Kata manager itu. Ia tahu Kyuhyun memang tidak sengaja.
"Hyung, Kumohon, jangan pecat aku. Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini." Ia benar-benar merasa bersalah.
"Tidak. Kau tidak akan ku pecat. Tapi, hari ini sebaiknya kau istirahat dulu. Sepertinya kau kurang sehat."
"Baiklah hyung." Ia pamit dari ruangan itu.
.
.
.
Sudah dua hari ini Changmin tidak datang ke sekolah.
Walaupun kakinya masih terasa sakit namun, ia tetap berusaha untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.
Saat pelajaran berlangsung, Kyuhyun merasa untuk buang air kecil, sehingga ia bergegas minta izin dari gurunya dan berjalan ke Toilet.
Kyuhyun masuk ke dalam toilet pria. Ia tidak menyadari kalau ada yang mengikutinya dari belakang dan setelah ia masuk di salah satu bilik toilet, Pintu tersebut langsung di kunci dari luar.
Cklek
Kyuhyun tersentak mendengar itu. Itu seperti suara pintu yang terkunci. Ia berbalik dan mencoba membuka pintu. Ia menggebrak pintu itu.
"Siapapun yang ada di luar aku mohon tolong aku!"
Drak
Drak
Drak
Drak
Kyuhyun terus memukul pintu itu sekuat tenaganya setidaknya ada seseorang yang mau menolongnya keluar dari tempat ini. Namun sepertinya sia-sia saja usahanya. Karena memang selain pintu bilik itu di kunci, pintu luar kamar mandi pun di kunci.
Ia mulai menyerah dan jatuh terduduk di lantai itu.
Ia menekuk lututnya dan menyembunyikan wajahnya di antar lututnya.
.
.
.
Di tempat lain, Eunhyuk beserta kawanannya – tanpa Donghae, segera bersorak sorai dengan hasil kegiatannya yakni mengurung Kyuhyun dalam kamar mandi.
"Kerja yang bagus." Eunhyuk tersenyum senang dengan evil smirknya.
.
.
.
Jungsoo yang ada di ruang kerjanya sedang serius memeriksa berbagai laporan mengenai perusahaan keluarganya yang ia kelola. Sesekali ia memperbaiki letak kacamatanya agar dapat membaca dengan jelas isi dari laporan tersebut.
Setelah merasa benar, ia kemudian menanda tanganinya.
Ia merasa begitu penat dengan segala rutinitasnya saat ini. Ia merenggangkan badannya.
Tiba-tiba ia merasa sesuatu yang membuatnya tidak enak dan kemudian memegang dadanya.
"Apa yang terjadi?" Gumanannya.
Namun setelah itu, ia menepis pikiran itu dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
.
.
.
.
To Be Continued
Annyeong Readers~~~
Hehehe sengaja pos lagi nih yang selanjutnya.
Mohon maaaffff banget kalo ada berbagai kesalahan atau pun keanehan dalam chapter ini. Karena saya ngetiknya agak buru-buru dan ide rada mentok-_-
Ini kayaknya chapter terpanjang hahaha
Btw, Buat yang udah Revie di chap 1 dan 2, Kimchan ucapin terima kasih banyak. Kimchan makin semangat buat nulis tapi gitulah.. ide kadang-kdang muncul, kadang-kadang ga T_T
Kalau ada yang punya ide untuk kelajutan ceritanya, dengan senang hati saya terima ;)
Dan ada yang bilang jangan siksa Kyuhyun yah? Tapi author suka banget liat kyu tersiksa.. Hiburan tersendiri bayanginnya hahahaha
Oh iya sekali lagi maaf yah klo chap ini agak aneh bin ajaib. Dan segala typo juga saya minta maaf karena saya jarang mengedit ulang..
Dan untuk flashback mengenai kejadian yang buat Hyungdeul Kyu jadi benci ama Kyu akan muncul di chap 4 atau chap 5.. untuk ide kejadian yang bagus, saya juga terima yah, soalnya masih rada bingung, takutnya feel kejadiannya ga dapat-_-
Last, Would you mind to review this chapter? ;))
Thank youuu
