Chapter Six
Cast:
Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]
Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]
Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]
Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]
Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]
Genre:
Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,
Disclaimer:
All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca
Summary:
Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?
"Aku bertahan karena kalian.. karena aku ingin kembali merasakan kasih sayang yang pernah kalian berikan.. hyungdeul.."
- Park Kyuhyun –
Sebelumnya..
"Benarkah? Sejak kapan? Apa kau pernah memeriksakannya sebelumnya?" Tanya Yunho penasaran. Ia baru saja ingin mengutarakan keinginannya untuk mengecek keadaan keseluruhan kondisi Kyuhyun, namun sepertinya hal itu sudah tidak dibutuhkan lagi.
"Ya.. Aku pernah melakukan pemeriksaan sekali dan itu sebulan yang lalu. Jadi, hyung tidak perlu lagi mengecek kondisiku lagi untuk memastikan prediksimu." Jawab Kyuhyun panjang lebar.
"Jadi.. Jadi penyakitmu..."
Happy Reading~!
Selanjutnya..
"Jadi.. Jadi penyakitmu..." Kata-kata Yunho terputus. Ia melirik ke arah wajah Kyuhyun dan ia melihat senyuman miris yang terlukis disana.
"Ya.. Penyakitku adalah.. Tumor otak. Jika dugaanmu itu, maka kau memang dokter yang hebat." Setelah menyelesaikan kalimatnya, ia menatap Yunho dalam sambil tetap memasang senyum mirisnya itu yang terlihat begitu menyedihkan.
Yunho terdiam. Dari matanya, dapat Yunho lihat penderitaan yang sudah lama anak itu alami. Bahkan hatinya pun mulai bergejolak melihat penderitaan yang terpancar dari manik onyx itu.
"Tapi, jika bukan karena kecelakaan, apa yang menyebabkanmu menderita tumor otak? Apa pernah salah satu dari keluargamu menderita penyakit itu?" Tany Yunho penasaran.
"Kata dokter yang pernah memeriksaku, dia mengatakan bahwa penyakitku ini disebabkan oleh faktor gen. Sepertinya pernah, karena sewaktu kecil aku melihat kakekku sekali berobat di rumah sakit dan semakin parah hingga ia meninggal." Jelas Kyuhyun untuk menjawab pertanyaan Yunho.
"Hm." Guman Yunho yang tampak berpikir.
"Hyung... kumohon jangan beritahu Donghae hyung ataupun Changmin mengenai penyakitku ini. Aku.. tidak ingin membuat orang lain mencemasakanku atau kerepotan karena mengurusku." Kata Kyuhyun dengan pandangan memohon kepada Yunho. Yunho yang melihat tersebut seperti tidak bisa untuk menolak permohonan itu.
"Ne.. Kau tenang saja. Tapi sebaiknya kau menjalani beberapa terapi agar tumor itu tidak berkembang terlalu cepat dan meminum obat untuk mengatasi sakit yang sewaktu-waktu bisa kau alami kapan saja." Sepertinya ia mulai mengerti mengapa Changmin sangat menyayangi Kyuhyun dan berusaha untuk melindunginya walaupun mereka baru saja bertemu untuk beberapa waktu belakangan ini.
"Baiklah. Tapi untuk terapi.. aku tidak bisa. Bisa kau menuliskan obat-obat yang harus kuminum nanti setelah keluar dari sini, hyung?" Kyuhyun menolak dengan halus. Ia bukannya menolak untuk terapi karena ia tidak memiliki uang, tapi entah mengapa ia sangat bersyukur mendapat penyakit itu. Karena dengan penyakit itu, ia mungkin bisa lebih cepat menyusul orang tuanya? Entahlah mengapa ia berpikir demikian..
.
.
.
Yunho sudah memberikan resep obat-obatan yang harus Kyuhyun konsumsi sebelum Changmin dan Donghae datang. Kemudian ia keluar dari ruangan itu setelah sebelumnya ia meminta izin dari Kyuhyun untuk tidak menemaninya sampai dongsaengnya datang. Karena ia memiliki banyak pasien saat ini.
Tentu saja Kyuhyun mengiyakannya karena tidak ingin merepotkan Yunho.
Donghae dan Changmin datang bersamaan. Mereka menemani Kyuhyun hingga larut malam. Mereka melakukan berbagai hal untuk menghibur hati Kyuhyun.
Saat ini Kyuhyun bersyukur karena setidaknya masih ada orang yang masih sudi memberikannya kasih sayang.
Mulai sekarang, ia akan mengakui Changmin sebagai sahabatnya. Ia telah menyampaikan hal itu pada Changmin dan Changmin merespon dengan baik.
Dengan senyum kecil Kyuhyun mulai berbicara,
"Changmin-ah.. Kau.. Kau mau menjadi sahabatku?" Kata Kyuhyun.
"Ya.. Tentu saja, Kyu. Kau tidak perlu memintanya, karena aku sudah menjadi sahabatmu sejak pertama kali bertemu denganmu." Changmin tersenyum senang. Kemudian ia mulai mendekati Kyuhyun dan memeluknya dengan hangat.
Kyuhyun merasa haru mulai menyeruak di dalam hatinya ketika mendengar ungkapan Changmin. Karena jelas saja, selama ini ia selalu mendapat perlakuan yang sangat tidak layak dari teman-temannya.
Donghae yang menyaksikan peristiwa itu pun mulai tersenyum dan juga ia merasa haru karena Kyuhyun sudah mulai tersenyum walaupun tidak seperti sewaktu ia kecil. Donghae berharap jika senyumannya itu akan tetap terlukis di wajah bocah itu.
.
.
.
Pada malam harinya, Kyuhyun menyuruh Donghae dan Changmin untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
Dengan sedikit paksaan pada keduanya, akhirnya dengan berat hati mereka pulang.
Sekarang tinggal Kyuhyun yang duduk termenung di ruangan itu. Tiba-tiba saja ia mengingat peristiwa sewaktu ia masih kecil dulu.
Flashback
BRUKKK
"Akhhh.. Appoyo.. hiks hiks hiks hyungdeul.. hiks.. hiks eomma~~" Seorang bocah kecil berumur 6 tahun itu menangis karena ia terjatuh saat ia berlari menuju rumahnya sehabis dari sekolahnya yang baru.
Ya, hari itu adalah hari yang membahagiakaan untuknya karena ia pertama kali masuk sekolah dasar.
"Aigooo.. Kyunie-ah.. Kau kenapa, nak?" Setelah mendengar tangisan yang ia kenal dari luar rumahnya yang besar itu, wanita yang berparas cantik itu segera menuju terasa rumahnya. Dan ia kaget melihat anak bungsunya yang sudah terduduk di pekarangan rumah mereka dengan luka di lutut kirinya. Jangan lupakan dengan linangan air mata yang terus saja mengalir dari pelupuk matanya.
"Kyunie jatuh eomma.. hiks.. appo.. hiks.." Kyuhyun terusa saja menangis setelah menjawa eommanya.
"Cup.. cup.. berhenti menangis yah sayang.. Eomma akan mengobati lukamu.." Wanita itu segera mengambil anaknya menuju gendongannya yang hangat.
"Eum.." Kyuhyun mengangguk lucu. Wanita yang diketahui sebagai Nyonya Park – Eomma Kyuhyun – itu tersenyum dan menghapus air mata yang ada di atas pipi anaknya itu dan segera berjalan masuk dan mengobati luka anaknya itu.
.
.
"Eomma~~~ kami pulang." Ujar Seorang anak berusia 14 tahun, 11 tahun, dan 7 tahun itu secara bersama-sama setelah masuk di rumahnya.
Namun mereka kaget dengan keadaan magnaenya khususnya kondisi lutut magnaenya yang sedang diobati ibunya.
"Kalian sudah pulang?" Ujar Nyonya park setelah mendengar suara anak-anaknya.
"Ne, eomma. Lutut Kyunnie, kenapa eomma?" Ujar seorang anak yang berusia 14 tahun atau dapat diketahui sebagi Hyung tertua diantara saudara-saudaranya – Jungsoo.
"Dia tadi terjatuh saat di depan rumah tadi." Kata ibunya dengan kapas yang sudah dibaluri obat merah untuk mengobati lutut Kyuhyun kecil.
"Cha.. Sudah selesai. Lain kali Kyunnie harus lebih berhati-hati lagi ya." Ucap Ibunya. "Kalian semua sebaiknya ganti baju, setelah itu kita makan siang bersama." Lanjut ibunya sambil memberekan peralatan P3K yang baru saja ia pakai dan berjalan ke dapur untuk menyiapkan makanan di meja makan setelah sebelumnya ia memasak makanan tersebut dibantu oleh pembantunya.
"Ayo kita ke kamar Kyu." Ajak Eunhyuk sambil menggenggam tangan adiknya erat. Kyuhyun menjawab dengan anggukan.
"Aduh, magnaeku sangat manis." Ujar Kangin karena melihat ekspresi dongsaeng kecilnya itu yang benar-benar terlohat imut di matanya.
"Ne.. magnae kita memang lucu kkk" Kikik Jungsoo dan setelahnya ia bersama Kangin, menyusul kedua dongsaeng mereka yang sudah terlebih dulu berjalan menuju kamarnya.
End of Flashback
Kyuhyun mengingat masa lalunya yang begitu indah. Ia sangat ingin itu terulang. Namun apakah itu bisa?
Ia sangsi akan hal itu.
Ia menundukkan wajahnya. Tapi sesaat kemudian ia mengangkat wajahnya kembali dan mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan.
Pandangannya kemudian jatuh pada satu titik yakni pada baju seragamnyanya yang ada di atas kursi.
Ia kemudian turun dari ranjang tersebut dengan langkah pelan dan mengambil bajunya. Dan secepat mungkin mengganti bajunya.
Setelah itu ia berjalan keluar dari rumah sakit menuju rumahnya.
.
.
.
.
Di malam itu, anggota keluarga Park – Jungsoo, kangin, dan Eunhyuk – sedang bercakap di ruang tengah mereka. Walau sudah hampir larut, namun mereka masih menonton tv bersama dan saling bercengkrama satu sama lainnya.
Namun, kegiatan mereka dihentikan oleh bunyi pintu yang terbuka.
Mereka semua secara serempak melirik ke arah pintu dan melihat Kyuhyun yang masuk dengan seragamnya yang terlihat kotor.
Kyuhyun yang melihat seluruh hyungnya yang berkumpul di ruang tengah dan sedang menatapnya tajam itu segera menundukkan kepalanya dalam.
"Dari mana saja kau, anak sial?" Jungsoo mulai berdiri mendekati Kyuhyun dan diikuti Kangin dan Eunhyuk.
"Mianhae hyungdeul.. Aku.. Aku menginap di rumah temanku untuk mengerjakan tugas." Kyuhyun semakin menunduk. Namun, wajahnya yang pucat karena belum terlalu pulih itu masih tetap terlihat.
"Hahahahha Kau pikir kami percaya dengan alasanmu itu, huh? Jangan kau pikir bisa sesuka hatimu untuk tidak pulang!" Kangin tertawa dengan sinis sambil membentak Kyuhyun.
"M-mianhae hyung-" Kata Kyuhyun terptong saat mendengar bentakan dari hyung tertuanya.
"DIAM KAU! DAN JANGAN LAGI SEBUT KAMI HYUNG MU! Karena rasanya aku tidak pernah memiliki dongsaeng sial sepertimu." Bentak Jungsoo dengan penuh penekanan di setiap katanya.
Kyuhyun semakin takut hingga membuat badannya bergetar ketakutan.
"HAH! Aku sungguh muak denganmu." Ujar Eunhyuk dengan malas melihat Kyuhyun.
Tubuh Kyuhyun merosot seketika.
"Kumohon maafkan aku hyungdeul.. a-aku.. Kumohon maafkan aku.. hiks hiks." Kyuhyun terus menangis sesegukan sambil berlutut dan memohon di depan ketiga hyungnya.
"Maafmu tidak bisa mengembalikan orang tua kami. Jadi berharap saja kau." Kata Jungsoo Dingin.
Mendengar semua perkataan, bentakan dan penolakan atas dirinya dari para hyungnya, membuat hati Kyuhyun begitu sakit seperti tergores-gores oleh pisau tak kasat mata.
Kyuhyun tidak dapat berhenti menangis mendengarnya.
"BERHENTI MENANGIS! KAU PIKIR TANGISANMU BERHARGA, HAH!? Kami tidak akan pernah tersentuh walau kau menangis darah sekalipun!" Teriak Kangin yang merasa jengah dengan tangisan Kyuhyun.
Kyuhyun pun berhenti menangis namun air mata tidak berhenti mengalir. Di dalam hatinya, sudah benar-benar porak-poranda karena hyungdeulnya. Ia berdiri.
"Kalau.. memang kalian tidak bisa menerimaku walau sedetik saja.. aku tidak apa-apa.. Jika memang kalian sudah muak denganku, maka aku akan segera pergi dan lenyap dari hadapan kalian. Tapi kumohon tunggu sebentar lagi.. setelah itu.. aku benar-benar akan menghilang dari pandangan kalian. Tapi setelah aku pergi, aku mohon tetaplah hidup bahagia." Ucap Kyuhyun panjang lebar dengan air mata yang masih senantiasa mengalir. Ia tersenyum kecil dan menunduk.
Dalam hati para hyungnya, mulai khawatir akan apa yang terjadi dan maksud omongan Kyuhyun. Namun, mereka tidak memusingi hal itu.
"Tentu saja kami akan bahagia. Bahkan sangat bahagia. Kau hanyalah sesuatu yang kami anggap sampah yang perlu di hilangkan." Kata Eunhyuk yang bear-benar membuat Kyuhyun menjadi semakin sakit.
"Baiklah, aku berjanji akan pergi secepat yang aku bisa." Setelah mengatakan itu ia melangkah gontai menuju kamarnya meninggalkan para hyungnya itu di ruang tengah.
Sedangkan mereka terdiam sejenak dan melangkah juga menuju kamar masing-masing.
Jungsoo yang masih kepikiran dengan ucapan Kyuhyun.
'maka aku akan segera pergi dan lenyap dari hadapan kalian. Tapi kumohon tunggu sebentar lagi.. setelah itu.. aku benar-benar akan menghilang dari pandangan kalian.'
Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di pikirannya. Ia benar-benar bingung dengan maksud ucapa Kyuhyun itu.
Dalam hati, ia terus merutuki sikapnya tadi. Ia benar-benar merasa sudah lewat batas. Namun, salahkan saja peristiwa itu yang membuatnya terus menyalahkan Kyuhyun tanpa henti hingga saat ini.
Ia sudah tidak bisa berpikir apa-apa lagi. Ia kemudian menutup matanya dan beristirahat.
.
.
.
Keesokan paginya, Kyuhyun bangun dengan cepat dan menyiapkan sarapan untuk para hyungnya. Namun, saat ia akan meletakkan masakan yang telah ia masak di atas meja makan, tiba-tiba saja sakit dikepalanya datang. Untungnya ia masih kuat dan segera meletakkan makanan itu terlebih dahulu.
Ia memejamkan matanya dan mencengkram rambutnya karena sakit yang ia alami begitu dahsyat. Setelah itu, darah dari hidungnya menetes. Dan ia melihat darah itu sudah mengotori meja makan. Ia benar-benar kaget dan segera mengelap darah itu dengan baju yang ia gunakan. Lalu ia pergi ke westafel untuk membersihkan darah itu dari hidungnya. Ia berusaha menengadahkan kepalanya untuk menghentikan darah itu.
Setelah beberapa menit, mimisannya sudah berhenti. Namun, tubuhnya benar-benar lemas. Ia memaksakan tubuhnya untuk melangkah kembali ke kamarnya dan mempersiapkan diri untuk ke sekolah.
.
.
.
To Be Continued
Holaaaaa~~ Kimchan balik lagi nih hehehehe
Sesuai perjanjian aku publish Chapter 6nya setelah target tercapai~~
Aku ga nyangka banget kalau targetnya sudah melampaui batas hehehe Bener-bener terharu :')
Bahkan tadi pagi pas aku baru bangun aja udah banyak notif review di email kkkk
Tapi tenang aja aku ga bakalan pasang target lagi untuk chapter selanjutnya kok.. kkkk
Walaupun begitu, tetap di review yah guys, atau sekedar meninggalkan jejak kalau kalian sudah baca ff abal yang aku buat ini.
Jadi please, yang dari Chap 1 sampe chap 5 kemaren masih jadi SiDers, tinggalin jejak yah.
Saran dan perbaikan dari kalian itu sangat berarti buat kelanjutan ff ini.
Oh iya di review sebelumnya ada yang pengen Kyunya disiksa habis-habisan dan ada yang pengen Kyu ga terlalu disiksa.. Jadi aku agak bingung nentuinnya. Tapi kalau aku sendiri, aku lebih suka Kyuhyun disiksa habis-habisan sih hahahahaha *maap sparkyu lol
Dan untuk yang bilang, kalo ff ini masih kurang feelnya, aku akuin itu. Karena memang aku rada kurang dapat feel -_- jadi mungkin butuh refresh dikit..
Dan ada juga yang minta penyakitnya ga terlalu parah, tapi untuk saran ini, bukan aku tolak yah.. Tapi di dalam konsep aku sebelumnya, aku memang udah rencana buat Kyuhyun punya penyakit parah.. Jadi mianhae yaa..
Chapter kemarin aku tulis pneumothorax yah? Aduhhh itu bener-bener salah, harusnya asma.. yang kasih tau kesalahan itu aku tucapin makasih yang sebesar-besarnya..
Sebelum aku tutup, aku ngucapin terima kasih buat yang sudah kasih review, fav atau follow ff ini, dan New Reader welcome~~
Last, Mind to review my fic? ;)
Thank Youuuuu
- KIMCHAN -
