Chapter 10
Cast:
Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]
Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]
Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]
Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]
Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]
Genre:
Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,
Disclaimer:
All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca tanpa disengaja sama sekali!
Summary:
Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?
"Gwaenchana.."
- Park Kyuhyun -
Sebelumnya..
Sudah pukul 7 malam Dan saat Ini Jungsoo sudah tertidur tepat di samping Kyuhyun yang masih terlelap dengann posisi duduk.
Perlahan, Kyuhyun membuka matanya dan menampilkan manik onyxnya. Ia yang merasakan tangannya digenggam oleh seseorang, segera menolehkan kepalanya. Dan ia terkejut bukan main. Ternyata, ia tidak sama sekali bermimpi?
Jadi... Semua yang ada di bayangannya itu benar-benar terjadi?
Ia sangat senang dan tidak bisa menyembunyikan perasaannya.
HAPPY READING~!
Selanjutnya..
Jungsoo yang merasa ada gerakan dari tangan yang digenggamnya sedari tadi menunjukkan pergerakkan, segera bangun dan sedikit merenggangkan seluruh otot di tubuhnya dengan merentangkan tangannya.
"Oh.. Kyunnie.. Kau sudah sadar? Apa yang kau butuhkan? Ahh apa kau lapar?" Tanya Jungsoo yang langsung menjejali Kyuhyun dengan banyak pertanyaan. Yang ditanya hanya diam sambil menatapnya dalam dan tersiat arti yang sangat mendalam.
Kyuhyun meneteskan air matanya karena ia sangat senang. Ia merasa seperti di dalam mimpi. Jikapun ini mimpi maka ia berharap mimpi akan terus berlanjut. Tanpa terasa pipinya sudah basa dengan air mata yang sudah mengalir sedari tadi.
Jungsoo ikut terdiam melihat dongsaeng kecilnya itu menangis. Ia tahu apa yang dirasakan olehnya. Tanpa ia komando, tubuhnya bergerak menunduk perlahan kemudian merengkuh tubuh ringkih dongsaengnya yang masih berbaring.
Yang dipelukpun merasakan aliran ke hangatan menjalar ke tubuhnya. Inilah yang ia tunggu selama ini.. Ini yang paling ia rindukan dari hyung tertuanya ini. Pelukannya yang selalu terasa hangat dan membuat hati menjadi damai. Kyuhyun menutup matanya sambil meresapi pelukan yang penuh kehangatan dari sang hyung.
"Kyu.. maafkan hyung.. mianhae.. jeongmal mianhae.. Kau pasti sangat menderita, hm? Tidak apa-apa jika kau menghukum hyung sesudah ini. Tapi hyung mohon jangan membenci hyung. Hyung sudah menyadari semuanya.." Jungsoo ikut menangis seperti Kyuhyun yang berada di pelukannya. Ia benar-benar sudah menyadari kesalahan yang ia perbuat.
Ia berpikir mengapa ia menyalahkan seorang bocah yang pada nyatanya bocah itu juga merupakan korban dari kejadian yang membuat kedua orang tuanya pergi untuk selama-lamanya.
Flashback
"Huuuuaaa.. Eomma.. Eomma.. Lihat! Itu gajah, eomma! Dan itu harimau!" Teriak seorang bocah berusia 7 tahun kepada orang tuanya yang berjalan selaras di sebuah kebun binatang.
"Ne.. Coba lihat di sana.. ada seekor buaya.." Tunjuk seorang perempuan yang ada di sampingnya itu dan sambil tersenyum kepada anaknya itu.
"Ne, eomma! Hari ini Kyunie merasa sangat senang.. Tapi sedih karena hyungdeul tidak ikut." Kata anak itu menunduk murung.
Sang appa pun lalu berjongkok di depannya.
"Tidak apa-apa. Lain kali kita akan ke sini bersama hyungdeul. Kan Kyunnie tahu kalau hyungdeul punya banyak tugas." Kata appanya dengan tersenyum lembut sambil mengelus pipi chubby putra bungsunya itu.
"Ne, appa. Pokoknya lain kali kita harus pergi bersama hungdeul." Kata Kyuhyun tegas namun wajah imut tidak pernah lepas dari bocah itu.
"Baiklah.. sebaiknya kita pulang saja sekarang. Sudah hampir sore." Kata appanya lagi sedangkan ibu dan anak itu hanya mengangguk sekilas dan mengikuti langkah sang kepala keluarga yang sudah terlebih dulu berjalan keluar dari tempat itu.
Kyuhyun mengeratkan genggaman tangannya dan berjalan mengikuti kedua orang tuanya. Ia berjalan dengan riang tanpa menyadari apa yang terjadi setelahnya.
.
.
"Eomma appa.. di luar sedang hujan~" Ujar Kyuhyun sambil menunjuk keluar mobil mereka. Saat ini posisi mereka bertiga adalah Kyuhyun berada di kursi penumpang belakang dan Orang tuanya berada di dua kursi yang ada di depan.
"Hmm.. Kenapa tiba-tiba hujan, ya? Tadi pagi sampai tadi siang masih cerah-cerah saja." Sahut sang eomma merespon ucapan anaknya.
"Sekarang memang selalu begitu, kan? Hujan selalu datang tiba-tiba.." Ujar sang appa menanggapi dua sahutan sebelumnya.
Sekarang tidak ada lagi yang melakukan ataupun berbincang. Tiba-tiba saja muncul pikiran evil Kyuhyun untuk menjahili kedua orang tuanya.
Begitulah Kyuhyun disaat sedang basan ia akan menjahili siapa saja.
Kyuhyun dengan perlahan mendekati eommanya dan menggelitiknya. Sang eomma terlonjak kegelian.
"Ya, Ya! Kyunnie sudah hentikan.. hahahahhahahahhah.. ya hahahahahha" Kata sang eomma kegelian. Tindakan Kyuhyun ini memicu semua tertawa termasuk sang appa yang sedang fokus mengemudi. Tidak sampai di situ saja, Kyuhyun langsung mengganggu sang appa dengan serangan gelitikannya juga. Mereka pun tertawa sekali lagi. Namun tiba-tiba..
"Y-yeobo.. AWASSSS!" Teriakan sang eommapun menyadarkan mereka. Sang appa pun menjadi panik sehingga memutar stirnya ke samping untuk menghindari truk yang melaju dari arah berlawanan. Dan..
BRUUUUKKK
Suara itu begitu kerasa dan memekikkan telinga. Mobil yang ditumpangi Kyuhyun bersama orang tuanya mengalami rusak berat diakibatkan terbalik beberapa kali.
Kyuhyun yang kesadarannya sudah berada di ambang batasnya hanya bisa memanggil kedua orang tuannya. Sang ibu yang tidak tega mendengar suara anaknya pun mencoba meraih tangan putra bungsunya dengan kekuatan yang ia punya karena ia sendiri mengalami luka yang cukup berat sama seperti suaminya yang sudah tidak sadarkan diri.
"K-kyunie.."Panggilannya kepada sang putra bungsu terdengar sangat pelan namun kyuhyun dengan sekuat tenaga mendengarnya. Tangannya dan tangan eommanya sudah saling menggenggam.
"E-eomma.. appo.. hah.. hah.." Kata Kyuhyun menyahuti panggilan eommanya. Ia memegangi dadanya karena ia merasa sangat sesak.
"D-dengarkan eomma ne.. Eo-eomma ingin Kyunnie menjaga hyungdeul Kyunnie.. Jangan buat mereka menangis.. d-dan.. hah.. jadilah anak yang baik dan penurut.. K-Kyunnie b-bisakan?" Entahlah ia merasa ini sudah waktunya. Ia semakin menggenggam tangan anaknya dan semakin lama tubuhnya terasa semakin lemas dan akhirnya sang eomma pun menutup matanya dan genggamannya pada anak juga ikut terlepas.
Kyuhyun yang merasa sudah berada di titika akhir kesadarannya pun menutup matanya. Sebelum kesadarannya menghilang ia mendengar suara keributan dan suara ambulance sesudah itu semuanya gelap.
.
.
.
PRANGGG
Gelas yang sedari Jungsoo pegang terjatuh saat ia tidak sengaja menyenggolnya karena suara petir yang sangat keras mengagetkannya.
Ia menatap pecahan gelas itu. Ia tidak tahu mengapa perasaannya berubah menjadi tidak memegang dadanya.
'Eomma.. Appa.. Kyunnie'
KRINGGG
Jungsoo berlari menuju ke ruang tamu untuk menerima telepon itu. Tapi ternyata Kangin sudah terlebih dahulu mengangkat panggilan itu.
"Yeoboseyo." Kangin mengangkat telepon itu.
"Ne. Kami dari Seoul Hospital menginformasikan bahwa tiga anggota keluarga kalian mengalami kecelakaan dan sekarang kondisi ketiganya sedang kritis-" Kata-kata orang di seberang itu membuat Kangin tersentak dan melepaskan gagang telepon yang dipegangnya. Ia membatu.
"K-kangin-ah.. ada apa?" Jungsoo yang merasa perasaannya semakin menjadipun bertanya pada Kangin karena perubahan raut mukanya yang begitu kelihatan.
Eunhyuk yang sedari tadi berada di menontonpun langsung berjalan menuju kedua hyungnya.
"Kangin hyung.. Waeyo?" Tanya Eunhyuk kecil.
"H-hyung... Appa, Eomma, dan Kyunnie..." Kangin menggantungkan perkataannya. Ia merasa lidahnya sangat kelu untuk mengatakannya.
"Ada apa dengan mereka?"
"Mereka.. mereka.. k-kecelakaan, hyung. Dan saat ini mereka sedang kritis di Seoul Hospital." Kata Kangin membuat kedua orang yang berada dihadapannya membeku.
"H-Hyung bercanda, kan?" Tanya Eunhyuk yang sudah bercucuran air mata.
"Ak-aku tidak bohong." Ia sudah menutup wajahnya. Keadaan Kangin sudah tidak jauh beda dengan keadaan eunhyuk.
Jungsoo terdiam dan masih memproses kata-kata Kangin dalam otaknya. Ternyata perasaannya terbukti benar.
"Ayo kita ke rumah sakit.." Titah Jungsoo.
Sejak saat itulah mereka mulai membenci Kyuhyun. Mereka berpikir bahwa seandainya Kyuhyun pada saat itu tidak merengek kepada orang tua mereka untuk pergi, maka kedua orang tuanya masih ada menemani mereka semua.
Dan saat mereka bertanya dingin pada Kyuhyun mengenai kejadian yang terjadi, semakin membuat mereka membenci Kyuhyun dan tidak lagi menganggap Kyuhyun sebagai dongsaeng mereka. Saat itu pula Kyuhyun terus menangis selama hampir seminggu dan akhirnya ia mengalami demam dan dilarikan ke rumah sakit oleh para pekerja yang bekerja di rumah itu akibat merasa bersalah dan ia tertekan karena perilaku hyungdeulnya yang berubah.
Namun selama Kyuhyun di rumah sakit, tidak ada sama sekali Hyungnya yang menjaganya atau sekedar menjenguknya sebentar. Ia merasa benar-benar kesepian. Hingga akhirnya saat ia kembali menginjakkan kakinya di rumah, tidak ada sambutan yang berarti yang diberikan oleh hyungnya. Hanya tatapan dingin dan kecuekan saja yang diberikan oleh hyungnya. Dan saat itu, kamar Kyuhyun dipindahkan ke kamar kecil bekas gudang.
Ia tidak menolak sama sekali saat ia dipindahkan ke kamar itu. Karena selama di rumah sakit ia sudah bersiap menerima perilaku hyungnya kepadanya. Karena memang dialah penyebab orang tuanya pergi meninggalkan mereka.
End Of Flashback
Jungsoo terus memeluk Kyuhyun badannya sudah tergetar karena menahan isak tangisnya.
"Keluarkan saja, Kyunnie.. Jangan ditahan.." ia mengelus lembut punggung dongsaengnya itu dengan penuh kasih sayang. Setelah itu Tangisan Kyuhyun semakin terdengar ia memeluk erat tubuh hyungnya itu. Ia sangat merindukan semua ini. Merindukan pelukan hangat hyungnya dan juga suara lembut hyung tertuanya saat memanggil namanya.
Inilah yang ia tunggu-tunggu selama ini. Saat seperti inilah yang sangat ia nantikan. Tapi ia merasa belum lengkap. Karena sepertinya memang kedua hyungnya yang lain yaitu Kangin dan Eunhyuk masih belum ada di sampingnya. Ia juga sangat merindukan keduanya. Sangat.
Ia melepaskan kerinduannya selama ini pada hyung tertuanya. Tak terasa sudah cukup lama mereka berdua berpelukkan dan akhirnya mereka pun melepaskannya.
"Hiks... Hiks.." Isakan kecil dari Kyuhyun masih terdengar saat Jungsoo melepaskan pelukannya. Kyuhyun mengusap bekas air mata di pipinya. Saat ini Kyuhyun masih terlihat pucat dan hindungnya memerah karena menangis.
"Sudah, ne?" Jungsoo membantu mengusap wajah Kyuhyun yang penuh dengan air matanya. Ia tersenyum pada Kyuhyun.
"Eung.." Kyuhyun mengangguk kecil dan menunduk. Jujur saat ini, entah mengapa ia sangat takut. Sangat takut kalau itu Cuma trik hyungnya saja untuk semakin membuatnya sakit hati.
"Waeyo, hm? Ada yang kau inginkan?" Tanya Jungsoo lagi dan hanya mendapat gelengan dari Kyuhyun yang sedang menunduk.
"ahh Kalau begitu, minum obatlah dulu." Ia memperbaiki posisi duduk Kyuhyun dan mengambil segelas air putih dan obat-obatan yang ia tebus di apotik sesuai resep yang diberikan oleh Yunho.
"Kalau tidak ada yang lain, kau beristirahatlah kembali. Hyung akan mandi terlebih dahulu." Jungsoo membaringkan tubuh Kyuhyun yang direngkuhnya tadi dan mengecup dahi adiknya itu. Seperti sewaktu mereka kecil dulu.
Entah sihir apa yang ada pada kecupan singkat itu, yang dapat membuat Kyuhyun langsung mengantuk dan juga efek tubuhnya lemah sehingga ia langsung jatuh terlelap.
Ia tersenyum melihat raut wajah sang adik yang terlihat sangat damai saat tertidur. Ia kemudian berjalan keluar dari kamar itu untuk melakukan rutinitas sorenya – mandi.
.
.
.
.
Eunhyuk berjalan memasuki rumahnya yang besar itu. Ia tidak melihat satupun hyungnya yang berada di sana. Biasanya kedua hyungnya itu akan berbicara mengenai perusahan di ruang tengah pada minggu malam seperti ini.
Ia menyadari keanehan itu hanya mengendikkan bahunya kemudian berjalan ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya.
.
.
Beberapa saat kemudian, ia sudah selesai membersihkan tubuhnya di kamar dan ia menuju ke ruang tengah. Namun, ia melihat Leeteuk yang sudah dengan pakaian santai dan sudah terlihat segar sudah berjalan di lantai bawah.
Eunhyuk ingin menyapa hyungnya itu saat melihat Jungsoo. Namun, ia segera menahannya dan mengikutinya secara diam-diam.
Ia melihat Jungsoo berjalan di lorong menuju daerah dapur dan daerah bekas gudang – kamar Kyuhyun. Ia terus mengikutinya hingga ia sudah berada di ujung lorong dan segera bersembunyi di samping rak yang ada di situ, sedangkan hyungnya sudah berada di ujung lorong itu dan berdiri menghada ke sebuah ruangan.
Ia melihat Jungsoo seperti menghela napasnya kecil dan kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu.
'ada apa dengan Jungsoo hyung? Kenapa ia masuk di kamar anak sial itu?' Eunhyuk bertanya-tanya dalam hatinya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
Annyeong Readers~~
Chapter 10 sudah update nih :*
Terima kasih buat yang sudah review, follow atau favorite ff ini ;)
Saran untuk kelanjutan ff ini akan terus saya terima, jadi kalo ada ide jangan disimpen2 aja.. Semuanya akan saya usahakan pake kalo cocok ama alur dan bayangan aku hahahha
Kritikan yang membangun juga saya terima karena saya masih baru dalam dunia per-fanfict-kan, jadi mohon bantuannya *bow
Kalau ada typo mohon di maafkan yahhh hehe
Oh iya, boleh ga untuk chapter ini reviewnya nyampe 360 reviewers? Hehe
BUAT SIDERS, TINGGALIN JEJAK SAKLIAN KASIH KOMEN DAN SARAN JUGA YAH~
Last, Mind to review this fict? ;)
Thank youuuu
-Kimchan83-
