Chapter 11
Cast:
Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]
Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]
Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]
Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]
Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]
Genre:
Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,
Disclaimer:
All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca tanpa disengaja sama sekali!
Summary:
Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?
Sebelumnya..
Ia melihat Jungsoo berjalan di lorong menuju daerah dapur dan daerah bekas gudang – kamar Kyuhyun. Ia terus mengikutinya hingga ia sudah berada di ujung lorong dan segera bersembunyi di samping rak yang ada di situ, sedangkan hyungnya sudah berada di ujung lorong itu dan berdiri menghada ke sebuah ruangan.
Ia melihat Jungsoo seperti menghela napasnya kecil dan kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu.
'ada apa dengan Jungsoo hyung? Kenapa ia masuk di kamar anak sial itu?' Eunhyuk bertanya-tanya dalam hatinya.
HAPPY READING~!
Selanjutnya..
Eunhyuk yang melihat Jungsoo seperti tidak akan keluar lagi dari kamar itu, segera keluar dari persembunyiannya.
Ia berpikir kalau sang hyung itu sudah mulai menyayangi Kyuhyun yang telah lama mereka benci karena Kyuhyunlah penyebab mereka kehilangan orang tua yang begitu mereka sayangi.
Ia bingung akan hal itu.
Ia ingin bertanya pada Kangin mengenai apa yang terjadi selama seharian ini. Namun sepertinya Kangin belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
Ia mengendap-endap menuju ke kamar Kyuhyun dan ia melihat pintu itu sedikit memiliki celah karena Jungsoo tidak menutupnya dengan rapat. Ia membuka pintu itu sedikit lebih lebar dengan perlahan agar tidak terdengar oleh Jungsoo yang berada di dalam kamar.
Ia mengintip ke dalam kamar itu untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh hyungnya itu.
Di dalam sana, terlihat Jungsoo yang sedang duduk di kursi yang ada di samping ranjang kecil yang di atasnya terbaring Kyuhyun yang sedang tertidur lelap sambil memegang lembut tangan Kyuhyun.
Eunhyuk yang terus memperhatikan setiap gerak- gerik yang dilakukan hyungnya yang berada di dalam sana, merasa marah dan tidak terima dengan perubahan sikap jungsoo itu.
Tidak lama kemudian ia menarik kepala dari pintu itu.
'Tunggu saja kau, anak sial. Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja' batin eunhyuk dan segera melangkah menjauh dari kamar itu.
.
.
Jungsoo yang berada dalam kamar Kyuhyun segera mendudukkan dirinya di kursi yang berada di samping ranjang kecil Kyuhyun. Ia menatap wajah polos Kyuhyun yang sedang tertidur. Kyuhyun terlihat seperti malaikat dengan wajah polos seperti itu.
Dalam pikiran Jungsoo, ia masih terus saja merutuki dirinya atas sikapnya pada adik kecilnya itu selama ini. Ia seharusnya menjaga dan melindungi adiknya. Bukan malah membencinya dan menyalahkan Kyuhyun karena ketidaksengajaan yang ia lakukan saat itu. Ia seharusnya bersyukur karena Tuhan masih membiarkan Kyuhyun tetap bersama mereka walaupun harus kehilangan orang tuanya karena mungkin itu memang takdir yang harus mereka jalani.
Jungsoo terus menggenggam dan mengusap tangan ringkih sang adik. Ia meneliti tangan Kyuhyun serta seluruh badan Kyuhyun. Tubuhnya begitu kurus dan di matanya terlihat kantong mata tipis dan sedikit kehitaman. Ia benar-benar ingin menangis karena melihat kondisi adik bungsunya saat ini.
Tiba-tiba saja raut muka Kyuhyun berubah dan mengerutkan dahi seperti ekspresi menahan sakit. Ia menggeliat gelisah.
"eunghh... hyung... jangan benci Kyunnie... hiks.. jangan tinggalkan Kyunnie.. hiks hiks" Igau Kyuhyun dan menitikkan air matanya serta terisak pelan.
Jungsoo segera mengeratkan genggaman tangannya dan mengelus rambut kyuhyun agar ia merasa tenang.
"Ssssttt.. tenanglah.. hyung tidak akan meninggalkanmu dan membencimu lagi..." sesaat setelah itu, Kyuhyun kembali tidur dengan tenang.
Jungsoo terus berada di kamar Kyuhyun dan akhirnya ia tertidur dalam posisi duduk namun membaringkan kepalanya di atas ranjang Kyuhyun karena kelelahan.
.
.
.
.
Dengan perlahan Kyuhyun membuka matanya namun saat akan menggerakkan tangan kanannya, ia merasa berat karena tertindih sesuatu. Ia melihat ada seseorang yang sedang terbaring sambil menggenggam tangannya. Ia sangat mengetahui orang itu. Itu adalah kakak tertuanya – Jungsoo. Ia benar-benar senang, namun seketika rasa ragu terbersit dalam hatinya. Ia merasa sesuatu yang mengganjal.
Apakah hyungnya itu sudah benar-benar memaafkannya atau cuma rasa kasihan saja? Atau bahkan itu Cuma tipuan sehingga hyungnya yang lain dapat menertawainya..
Ia mendudukkan tubuhkan, berusaha untuk tidak mengganggu tidur hyungnya itu. Ia melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul 5:15. Itu berarti ia harus menyiapkan sarapan para hyungnya.
Ia menurunkan kakinya dari ranjang itu di sisi sebelah kiri dan melepaskan genggaman tangan hyungnya dan kemudian melangkahkan dirinya menuju dapur.
.
.
Jungsoo bangun dan melihat ranjang itu sudah kosong. Ia mendengar suara air dari kamar mandi yang berada di kamar itu. Jadi ia menyimpulkan Kyuhyun sedang berada di sana. Tak lama kemudian, pintu kamar mandi itu sudah terbuka dan menampilkan Kyuhyun yang memakai boxer dan mengeringkan rambutnya dengan handuk yang ia pegang.
Kyuhyun berjalan ke lemari satu-satunya di kamar itu untuk memakai seragamnya. Namun langkahnya terhenti karena melihat Jungsoo – hyungnya – sudah bangun dan menatapnya lekat sehingga membuatnya menjadi canggung.
Kyuhyun membungkuk sekilas.
"Eung.. Selamat pagi, hyung." Ia berbicara sambil menunduk dan kemudian melanjutkan kegiatannya untuk mengambil baju. Tapi sebelum mencapai lemari itu, ia terhenti lagi karena suara hyungnya terdengar.
"Kau sudah baik-baik saja? Jika masih merasa kurang enak badan jangan paksakan untuk ke sekolah." Kata Jungsoo pelan.
"Terima kasih atas perhatianmu hyung. Aku sudah merasa baikkan. Dan aku tidak bisa untuk tidak ke sekolah, aku tidak ingin beasiswaku dicabut karena menjadi anak pemalas." Kyuhyun kembali berjalan dan segera memakai bajunya secepat mungkin dan mengambil tasnya yang berada di dekat pintu kamar itu.
"Hyung aku berangkat" Pamit Kyuhyun pada Jungsoo yang masih terdiam dalam posisi duduknya.
"Tungguu.." Jungsoo segera berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu. Kyuhyun terhenti sekali lagi.
"Aku.. Aku akan mengantarmu. Tunggu disini." Kata Jungsoo dan segera berjalan dengan cepat menuju ke kamarnya yang terletak di lantai dua rumah itu untuk mengambil kunci mobilnya.
Saat di tangga, ia berpapasan dengan Kangin dan Eunhyuk yang sudah berpakaian rapi dan akan berjalan menuju meja makan untuk menikmati sarapan mereka.
Kangin dan Eunhyuk bingung dengan kelakuan kakak tertuanya itu.
Eunhyuk yang mengetahui apa yang telah terjadi pun semakin mengerutkan mukanya dan dalam hati mengutuk Kyuhyun.
'Sial..' Batin Eunhyuk.
Mereka kembali berjalan menuju ke meja makan.
Dan sekali lagi, mereka melihat Jungsoo yang berlari ke arah belakang rumah mereka dan muncul lagi dengan menarik Kyuhyun yang menunduk.
.
.
.
.
Di dalam mobil, tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka. Mereka berdua hanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
Tidak terasa mobil itu sudah berada di depan sekolah Kyuhyun. Kyuhyun yang menyadarinya segera melepaskan seat beltnya dan keluar dari mobil itu namun sebelumnya ia pamit sekali lagi.
"Terima kasih atas tumpangannya, hyung." Kata Kyuhyun dan membuka pintu mobil itu.
"Eum.." Jawab Jungsoo dan mempelihatkan senyuman tipisnya itu. Kyuhyun yang melihat senyuman hyungnya itu, ikut tersenyum sekilas.
Jungsoo melupakan sesuatu. Ia segera meraih dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang dari sana. Ia segera keluar dari mobil dan mengejar Kyuhyun yang belum terlalu jauh.
"Kyuhyun-ah... Tunggu.." Jungsoo berteriak dan membuat Kyuhyun berbalik ke arahnya dengan memasang wajah polosnya. Jungsoo segera bergerak dengan cepat untuk menghampiri Kyuhyun.
"Ini.. Kau harus makan dengan baik, ne. Ahh belajarlah dengan baik." Ia meraih tangan Kyuhyun dan memberikan uang yang tadi ia ambil. Kemudian mengacak rambut adiknya itu dengan senyumannya. Kyuhyun hanya dapat memandang wajah Jungsoo.
Kali ini Jungsoo sudah bertekad untuk melindungi dan menjaga adiknya itu serta memberikan biaya pada adiknya untuk keperluannya. Ia sudah bertekad akan hal itu. Ia tidak ingin terlambat melakukannya.
Setelah itu ia kembali ke mobil dan melajukannya kembali ke rumah.
Sedangkan Kyuhyun hanya diam terpaku beberapa saat sambil menatap apa yang diberikan oleh hyung di telapak tangannya.
.
.
.
Saat bel istirahat berbunyi, Kyuhyun membereskan kembali peralatan menulisnya dan ia melirik Changmin yang tertidur dengan sangat pulas di sampingnya sampai-sampai ia tidak mendengar bel istirahat. Bagaimana Changmin tidak tertidur kalau pelajaran tadi adalah pelajaran sejarah dengan guru yang bercerita tanpa henti dan tidak memikirkan para siswanya yang merasa sangat bosan dengan ceritanya itu. Sebenarnya bukan hanya Changmin saja yang tertidur, tapi beberapa teman kelasnya pun ikut tertidur, namun yang lain masih mendengar bel istirahat itu dengan baik. Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan ia berdiri dari tempat duduknya dan meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena duduk terlalu lama.
"Changmin-ah.. Sudah istirahat. Kau tidak mau makan?" Kata Kyuhyun sambil menggoyangkan tubuh Changmin. Namun Changmin tidak merespon sama sekali sehingga Kyuhyun akhirnya menggunakan otak evilnya untuk membangunkan Changmin.
Ia mengambil bukunya dan menggulungnya. Ia kemudian menempelkan ujung buku itu tepat di telinga Changmin dan ujung lainnya di mulutnya. Dalam hati ia menghitung dan..
"YA! CHANGMIN-AH! BANGUN!" Teriak Kyuhyun dan usahanya itu berhasil membangunkan Changmin.
Changmin meringis kesakitan di telinganya karena suara Kyuhyun yang sangat keras.
"Aishhh.. Kyuhyun-ah.. Kau ingin membuatku tuli, eoh?" Ringis Changmin sambil memegang telinganya.
"Siapa suruh kau tidur dengan pulas seperti itu? Hahaha" Kyuhyun tertawa riang dan tersenyum kemenangan.
Changmin hanya mempoutkan bibirnya.
"Sudahlah. Ayo kita ke kantin. Dan hapus ekspresi itu, kau terlihat menjijikkan." Kyuhyun melangkah terlebih dahulu dan diikuti Changmin.
"Aisshhh.. Baiklah. Ayo." Changmin mengikuti Kyuhyun.
.
.
Saat Kyuhyun dan Changmin sedang berjalan di koridor menuju ke kantin, Kyuhyun melihat Eunhyuk berserta Jonghyun dan Donghae sedang berjalan di koridor dari arah yang berlawanan dengannya sambil meminum sekaleng soda merah dan jangan lupakan wajahnya yang sangat angkuh.
Mereka semakin mendekat, dan akhirnya..
BYUURR
"YA! KAU! APA KAU TIDAK PUNYA MATA, HAH?!" Bahu dan tangan Eunhyuk bersenggolan dengan Kyuhyun sehingga kaleng soda itu terjatuh namun sebelumnya cairan merah dari kaleng itu mengenai seragam Kyuhyun dan Eunhyuk namun dalam kejadian ini Kyuhyun terkena lebih banyak dari pada eunhyuk. Karena Eunhyuk hanya terkena beberapa tetes saja.
"Maafkan saya sunbaenim." Kyuhyun hanya tertunduk.
"Kau pikir maafmu cukup HAH?! Dasar anak sial." Eunhyuk mendorong Kyuhyun hingga punggung Kyuhyun bertabrakan dengan tembok dengan cukup keras. Ia meringis kesakitan sambil memegang punggungnya.
Sedangkan Eunhyuk langsung melenggang pergi dari Kyuhyun. Tangan Changmin sudah terlebih dahulu Kyuhyun genggam sebelum sahabat barunya ini menimbulkan kekacauan lainnya.
"Sudahlah Changmin-ah.. Aku tidak kita ke kantin." Kata Kyuhyun tersenyum kecil sambil menarik tangan Changmin menuju ke kantin sebelum bel kembali berbunyi.
.
.
.
.
Bel tanda pelajaran berakhir sudah berbunyi sekitar 10 menit yang lalu. Guru yang mengajar pada jam pelajaran terakhir di kelas Kyuhyun dan Changmin sudah keluar dari kelas itu. Kyuhyun sedang merapihkan barang-barangnya dan segera menggandeng tasnya. Changmin sudah terlebih dahulu selesai membereskan barang-barangnya, segera beranjak dari tempatnya.
"Kyu, aku duluan. Hari ini aku ada jadwal ekskul. Hati-hati di jalan. Sampai jumpa besok." Kata Changmin cepat.
"Eumm.. Kau juga." Kata Kyuhyun. Dan Changmin hanya mengangguk sebagai responnya dan segera berlari keluar ruang kelas itu.
Kyuhyun pun beranjak dari kelasnya. Di koridor sekolahnya sudah hampir sepi karena semua orang kemungkinan sudah pulang ataupun pergi ke tempat lain untu bersenang-senang.
Drrrttt
Drrttt
Drrrrttt
Tiba-tiba ponselnya bergetar. Dilayar itu menunujukan nomor yang belum pernah ia simpan sebelumnya.
Klik
"Yeoboseyo." Kyuhyun mengangkat panggilan itu.
"Kyu.. Ini aku Yunho." Jawab orang di seberang sana yang ternyata adalah Yunho – kakak Changmin sekaligus dokter yang menanganinya sebelumnya.
"Ahh.. Yunho hyung. Waeyo?" Jawab Kyuhyun lagi.
"Begini. Bisakah kau datang ke rumah sakit sekarang? Sebaiknya kita memeriksa perkembangan sel kankermu." Kata Yunho. Kyuhyun terdiam sejenak memikirkannya.
"Kyu? Kau masih di sana?" Panggil Yunho karena ia tidak mendapat respon.
"Ne, Hyung. Baiklah aku akan ke sana sekarang."
"Baiklah. Hati-hati di jalan." Kata Yunho dan memutuskan sambungannya dengan Kyuhyun.
Kyuhyun yang sudah berada di halaman sekolah segera melangkahkan kakinya untuk mencapai halte bus yang ada di depan sekolahnya.
.
.
.
.
Yunho yang sedari tadi berada di ruangannya sambil memeriksa beberapa laporan kesehatan pasien yang ia tangani.
Ia sesekali memperbaiki letak kacamata yang bertengger manis di wajahnya itu dan melanjutkan membaca kata per kata yang ada di lembaran-lebaran itu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." Jawab Yunho singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari lembaran kertas yang ada di hadapannya.
Cklek.
Suara pintu terbuka membuat pekerjaan yang dari tadi ia lakukan pun menjadi terhenti. Ia melihat siapa yang membuka pintu itu dan kemudian muncullah Kyuhyun yang masih berpakain seragam dan tas hitamnya yang ada di punggungnya.
"Hai Kyuhyun-ah. Bagaimana kabarmu?" Yunho tersenyum menyambut kedatangan Kyuhyun. Ia kemudian melepaskan kacamatanya.
"Baik, hyung." Jawab Kyuhyun yang sudah duduk di kursi yang berada berhadapan dengan Yunho.
"Baguslah. Sebelumnya aku ingin bertanya, kau dan Jungsoo hyung bersaudara?" Tanya Yunho sambil menatap intens Kyuhyun.
"Ne." Jawab Kyuhyun.
"Lalu mengapa Jungsoo hyung tidak pernah mengenalkan dirimu padaku? Apa ada sesuatu yang terjadi sebelumnya?" Tanya Yunho lagi.
"Itu... Itu karena.. ada suatu peristiwa yang terjadi sehingga mereka membenciku." Kata Kyuhyun menunduk.
"Ah.. Aku mengerti. Kalau begitu, hari ini kau akan menjalani beberapa tes dan mungkin akan berlangsung selama 3-4 jam. Dan kita bisa mendapatkan hasilnya langsung hari ini. Kau bisakan?" Kata Yunho menjelaskan apa yang akan Kyuhyun lakukan nanti.
"Ne. Baiklah. Tapi aku akan minta izin terlebih dahulu pada atasanku." Jawab Kyuhyun.
"Iya. Aku akan mempersiapkan beberapa hal terlebih dahulu. Nanti akan ada suster yang mengantar baju untukmu, kau bisa menggantinya di toilet itu. Dan tasmu bisa kau letakkan di ruangan ini." Yunho beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu.
Kyuhyun segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Junho – manager Restoran Four Season – bahwa ia ada keperluan di rumah sakit. Beberapa menit kemudian ia mendapat balasan dari Junho, kalau ia menginjinkannya.
Setelah itu ia menoleh kebelakang dan mendapati seorang perawat wanita tengah berjalan ke arahnya.
"Kyuhyun-ssi ini bajunya. Kalau sudah selesai, mohon segera menuju ruang pemeriksaan di area khusus kanker yang ada di sebelah barat." Kata perawat itu dan segera undur diri.
.
.
.
Kyuhyun sedang menjalani beberapa proses pemeriksaan dan memang proses itu memakan waktu yang cuku lama. Yunho hanya melihat proses itu, karena ada petugas tersendiri yang menangani bagian itu. Jadi selama proses pemeriksaan itu, Yunho tetap bisa memeriksa pasien-pasiennya yang lain.
Saat ia telah selesai memeriksa pasiennya yang lain, ia segera kembali ke ruangan dimana Kyuhyun berada.
Namun, ia melihat seseorang yang sudah tidak asing baginya. Dan ia benar. Itu adalah Kangin, adik dari Jungsoo.
"Kangin-ah!" Teriaknya.
"Oh.. Yunho hyung. Lama tidak bertemu." Kata Kangin dengan wajah sumringah.
"Benar sudah lama sekali. Ngomong-ngomong kenapa kau disini?" Tanya Yunho.
"Aku ingin menjenguk temanku yang ada di rumah sakit ini." Jawab Kangin.
"ahh.. Begitu. baiklah. Aku duluan ya." Kata Yunho sambil berjalan mendahului Kangin.
.
.
.
Kangin sudah memasuki daerah pemeriksaan serta perawatan khusus kanker. Ia berjalan lurus menuju ke ruangan tempat temannya di rawat.
Di masing-masing ruangan di area tersebut akan di lapisi sebuah kaca agar setiap orang bisa melihat masuk ke dalam.
Ia melihat ke dalam masing-masing ruangan itu dengan tatapan cuek. Namun, matanya menangkap sesuatu. Di sebuah ruangan putih dan ada mesin besar di dalamnya, terdapat seseorang yang amat ia kenal.
Ia terus menatap orang yang berada di ruangan itu. Ia melihat orang itu berdiri di bantu oleh dua orang perawat karena ia terlihat lemas dan wajahnya sedikit pucat.
Ya. Saat ini ia memang memperhatikan adik yang tidak ia anggap walaupun beberapa hari ini adiknya itu terus berada di pikirannya.
Ia memperhatikan Kyuhyun yang melangkah perlahan dan ia melihat seseorang yang baru saja ia temui di koridor tadi – Yunho – yang ikut membatu menopang badan Kyuhyun yang lemas. Karena melihat mereka akan segera beranjak keluar ruangan, maka Kangin pun segera mencari tempat untuk bersembunyi agar tidak terlihat.
Kangin melihat adiknya bersama Yunho berjalan keluar dari area itu.
'Ada apa dengannya?' Guman Kangin dalam hatinya.
.
.
.
Kyuhyun yang sudah selesai menjalani beberapa proses pemeriksaan, terlihat begitu lemas sehingga ia membutuhkan orang lain untuk membantunya berdiri. Saat ia akan berdiri, sudah ada beberapa perawat yang akan membantunya bangun.
"Jalhaesseo, Kyuhyun-ah." Kata Yunho dan di jawab sebuah anggukan oleh Kyuhyun.
Yunho menggantikan seorang perawat yang membantu Kyuhyun untuk berjalan dan mendudukkan Kyuhyun di atas sebuah kursi roda dan membawanya kembali ke ruangan Yunho.
.
.
"Baiklah. Mari kita lihat hasilnya." Kata Yunho. Sebelumya Ia membiarkan Kyuhyun memulihkan tenaganya dengan berbaring di single bed khas rumah sakit yang ada di ruangannya dan memberikan waktu pada Kyuhyun untuk berganti baju.
Yunho segera membuka amplop hasil pemeriksaan Kyuhyun dan membacanya terlebih dahulu sebelum menyerahkan kertas hasil pemeriksaan itu pada Kyuhyun.
"Seperti yang kuduga. Sel kanker yang ada di otakmu saat ini sudah menyebar luas Kyuhyun-ah. Dan saat ini kau sudah mencapai stadium 3. Sebaiknya saat ini kau melakulkan kemoterapi untuk memperlambat laju perkembangan sel kanker di otakmu." Kata Yunho menjelaskan kondisi Kyuhyun. Kyuhyun yang memegang kertas hasil pemeriksaannya pun hanya terdiam.
"Kau bisa mendiskusikannya terlebih dahulu dengan Jungsoo hyung. Untuk sementara ini, aku akanmemberika resep obat untuk meredakan sakit yang kau alami bila kambuh dan juga memperlambat laju perkembangan sel kanker. Tapi kumohon kau memberitahuku secepatnya karena sebaiknya kau harus secepatnya di rawat secara intensif." Kata Yunho sekali lagi menanggapi Kyuhyun yang hanya diam karena ia tahu dengan jelas apa yang ada di pikiran anak itu. Ia mengambil pulpen dan menuliskan beberapa jenis obat-obatan yang harus Kyuhyun minum kemudian menyerahkannya pada Kyuhyun.
"Ne, hyung. Baiklah aku permisi." Kyuhyun menerima resep itu lalu berdiri dan mengambil tasnya. Sebelumnya ia menyimpan hasil pemeriksaannya dan resep obat itu di dalam tasnya. Setelah itu ia segera pamit kepada Yunho.
.
.
.
.
To Be Continued
Annyeong Readers~~~
Kimchan balik lagi nih dengan chapter 11 kkkk
Oh iya, 새해 복 많이 받으세요
Gong Xi Fa Cai
Happy Lunar New Year
Selamat hari raya IMLEK bagi readers yang merayakan ^^
Bagaimana menurut kalian dengan chapter ini? Tambah jelek kah?
Kalau kurang memuaskan readers sekalian saya minta maaf yahh.. Dan Chapter ini menurut saya sudah cukup panjang tapi akan saya usahakan untuk di panjangin lagi hehe
Saya masih mengharapkan saran, ide, maupun kritikan yang membangun ^^ Jadi mohon berikan suara anda kkkk
Kalau masih ada typo di Chapter ini, mohon maafkan saya yah. Tapi setidaknya saya sudah baca ulang dan perbaikin beberapa bagian.
Buat yang selama ini udah review aku terima kasih banget. Dan buat para Silent Readers, Ayo tunjukin kalo kamu ada dengan tinggalin jejak ^^ Biar aku tambah semangat buat update hehehe
Chapter depan boleh dapet 390 reviewers ga? Boleh yaaa *bbuing bbuing*
Dan kayaknya untuk ke depan saya tidak akan bisa update 2 hari sekali karena Try Out+Ujian praktek+Ujian sekolah Udah pada beruntun jadwalnya. Jadi maafin kalo update agak lama.
Stay keep in touch with me in PM, Twitter ( ys824_), or in FB (ksongah84 nokiamail . com *delete the space*)
Last, Would you mind to review this chapter?
Thank youuuu
- Kimchan83 -
