Chapter 12

Cast:

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]

Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]

Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]

Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]

Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]

Genre:

Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,

Disclaimer:

All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca tanpa disengaja sama sekali!

Summary:

Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?

Sebelumnya..

"Ne, hyung. Baiklah aku permisi." Kyuhyun menerima resep itu lalu berdiri dan mengambil tasnya. Sebelumnya ia menyimpan hasil pemeriksaannya dan resep obat itu di dalam tasnya. Setelah itu ia segera pamit kepada Yunho.

HAPPY READING~!

Selanjutnya..

Kyuhyun berjalan dengan lunglai ketika ia memasuki halaman rumahnya. Ia terus memikirkan apakah ia akan meninggal dengan cepat? Hah.. Untuk memikirkannya saja ia sudah merasa sangat lelah.

Ia berjalan melewati ruang tamu dan ia bisa melihat Jungsoo – hyungnya – yang sedang memasang wajah kekhawatiran. Sesaat setelah ia menyadari kalau Kyuhyun sudah sampai di rumah, Jungsoo segera bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Kyuhyun dan segera memeluknya.

Kyuhyun hanya terpaku dengan perlakuan Jungsoo padanya karena ia masih merasa sangat aneh dengan perlakuan Jungsoo itu. Namun Kyuhyun hanya diam saja.

"Kau dari mana saja? Hyung mengkhawatirkanmu Kyunnie.." Kata Jungsoo sambil melepaskan pelukannya dan menatap dalam mata dongsaengnya.

"Aku.. aku mengerjakan tugas di rumah temanku, hyung." Jawab Kyuhyun berbohong dan ia segera menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap mata hyung nya.

"Baiklah. Kau pasti lelah, sekarang beristirahatlah." Senyuman Jungsoo begitu menenangkan menurut Kyuhyun karena ketika ia melihatnya ia seperti melupakan segala hal yang buruk yang pernah terjadi padanya. Bahkan penyakitnya pun seperti hilang begitu saja dari pikirannya.

Ia pun mengangguk untuk mengiyakan pernyataan Jungsoo. Ia segera melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya dan segera beristirahat setelah sebelumnya membersihkan dirinya.

.

.

"Aku pulang." Ujara Kangin saat ia sudah tiba namun dengan suara yang pelan.

Ia tiba di rumahnya agak larut namun ia sudah memberitahu Jungsoo terlebih dahulu tadi siang. Setelah ia menjenguk temannya yang berada di rumah sakit tadi, ia kembali ke kantornya untuk mengikuti beberapa meeting penting dan terakhir ia diundang pada jamuan malam dari salah satu kolega sekaligus kawan lamanya yang menetap di Jepang.

Ia merasa amat sangat lelah dengan segala rutinitas yang ia lakukan namun apa daya, ia tidak akan membiarkan hyungnya itu bekerja dan mengurus semua perusahaan itu sendiri yang merupakan warisan dari orang tua mereka pada mereka yang jumlah tidak bisa di bilang sedikit. Selain itu, ia ingin belajar lebih dan lebih bertanggung jawab lagi akan tugas-tugasnya di perusahaan yang ia pimpin.

Selain lelah karena segala rutinitas yang ia lakukan seharian, ia juga tidak akan mungkin lupa dengan apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri di rumah sakit tadi. Ia tidak mungkin salah lihat atau apa tapi ia benar-benar yakin kalau yang ia lihat tadi adalah Kyuhyun – Adik yang tidak dianggap. Namun sekali lagi ia berpikir, apa yang dilakukan Kyuhyun di rumah sakit itu? Apa hubungan Yunho dengan Kyuhyun?

Oh ayolah, hanya hal itu saja yang terus berputar di pikirannya sedari tadi dan membuatnya kurang konsentrasi dalam mengerjakan tugas kantornya. Bahkan ia membiarkan laporan-laporan mengenai perusahaan yang diserahkan oleh sekretarisnya itu menumpuk di atas meja kerjanya.

Ia mulai berpikir apa mungkin Kyuhyun memiliki sebuah penyakit yang parah dan berhubungan dengan kanker kemudian ia menyembunyikannya dari mereka? Tapi pendapatnya sepertinya memang memiliki bukti yang kuat dan berdasar selain peristiwa yang terjadi tadi yaitu kejadian di hari minggu siang.

Ia kemudian memejamkan matanya dan memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut karena berpikir ter lalu keras.

Ia memandang sekelilingnya. Sepi. Sudah tidak ada orang, berarti itu menandakan seluruh penghuni di rumah itu telah tenggelam dalam mimpinya masing-masing karena sekarang sudah menunjukkan pukul 11:00 malam.

Entah apa yang ada di pikirannya sehingga kakinya bergerak menuju ke arah belakang rumah itu. Ia juga tidak mengerti namun ia tidak bisa menghentikan apa yang sedang ia lakukan karena seprti ada yang mendorongnya menuju ke sana.

Di sisi lain, Eunhyuk yang terbangun karena merasa tenggorokkannya kering segera menuju ke dapur untuk mengambil air putih untuk menghilangkan rasa hausnya itu.

Namun seperti kejadian sebelumnya, ia melihat Kangin sedang berjalan dengan pelan menuju ke arah kamar yang ia anggap adalah anak sial – Kyuhyun. Ia segera bersembunyi di dapur sambil mengamati apa yang Kangin lakukan.

Setelah beberapa saat di sana, Kangin pun berbalik dan kembali menuju kamarnya dengan wajah yang bisa dibilang kusut.

.

.

.

Keesokan harinya Kyuhyun terbangun seperti biasa dan menyiapkan sarapan untuk para hyungnya. Setelah itu ia bersiap untuk ke sekolah. Saat ia melewati ruang makan, Jungsoo memanggilnya.

"Kyunnie.." suara Jungsoo terdengar dan Kyuhyun menghentikan langkahnya menuju ke luar rumah dan mrmbalikkan badannya menghadap ke arah Jungsoo.

Jungsoo yang melihat respon Kyuhyun yang memasang wajah polosnya dan menaikkan alisnya, segera melanjutkan perkataannya.

"Kemarilah.. Kita sarapan bersama." Ucapan Jungsoo itu membuat dua orang yang saat ini sedang menikamati makanannya menjadi menghentikan aktifitasnya sejenak.

Mereka berdua memiliki isi pikiran yang berbeda. Jika Kangin yang masih dilanda kegalauan akan sikapnya dan pikirannya yang terus dihantui beberapa peristiwa yang membuatnya khawatir akan Kyuhyun, maka berbeda dengan Eunhyuk, karena saat ini merasa emosinya akan mencapai ubun-ubunnya. Ia menggengam sendok dan garpu yang ada di tangannya dengan kuat hingga membuat jari-jarinya memutih.

Kyuhyun sudah dapat membaca ekspresi kedua hyungnya yang lain yang ada di meja makan itu.

"Tidak usah, hyung. Aku makan di sekolah saja.." Kyuhyun menolak dengan halus dan ia bergerak lagi menuju pintu keluar setelah membungkuk sebentar.

Namun, tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang, dan saat ia melihat ternyata orang itu adalah Jungsoo. Ia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi saat Jungsoo sudah menyeretnya ke meja makan dan segera menyuruhnya di sebuah kursi yang ada di samping Kangin dan mengambilkan piring serta menyendokkan beberapa sendok nasi goreng yang Kyuhyun sudah buat tadi.

Tiba-tiba saja Eunhyuk berdiri dari tempatnya duduk.

"Aku tidak nafsu makan." Katanya singkat dan beranjak dari sana. Namun Kyuhyun mencegahnya dengan cepat.

"Kalau Eunhyuk hyung tidak nafsu makan karena ada aku disini, maka sebaiknya Eunhyuk hyung kembali duduk saja. Aku bisa sarapan di sekolah." Kyuhyun menampilkan wajahnya yang sendu.

"Tidak ada yang boleh pergi dari tempat ini sebelum makanan di piring kalian habis." Jungsoo berucap dengan dingin. Tidak ada yang bisa membantahnya jika raut dan nada bicara sudah seperti itu.

Eunhyuk dan Kyuhyun terdiam sebentar lalu kembali duduk dengan tenang. Namun Kyuhyun hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa memasukkannya sama sekali ke dalam mulutnya karena ia benar-benar sudah kehilangan selera untuk makan.

Lain Kyuhyun, lain pula Eunyuk. Eunhyuk tetap melanjutkan acara makannya walau tidak seperti sebelumnya. Ia hanya memasukkan sedikit saja ke dalam mulutnya.

"Kyunnie... makan dengan benar. Hyung tidak ingin kau sakit lagi." Kata Jungsoo yang sudah kembali ke sifatnya yang seperti biasa dan memasang raut khawatirnya.

Kyuhyun mengangkat kepalanya sejenak untuk melihat Jungsoo dan kembali menunduk sambil mengangguk kemudian ia memasukkan beberapa sendok nasi ke dalam mulutnya.

Beberapa saat setelahnya, mereka semua telah selesai sarapan. Kangin dan Eunhyuk telah melangkah terlebih dahulu dan diikuti Jungsoo dan terakhir adalah Kyuhyun.

"Kangin-ah, kau mengantar Eunhyuk dan aku akan mengantar Kyuhyun." Titah Jungsoo. Kangin dan Eunhyuk tidak mengeluarkan sepatah kata apapun namun mereka mengikuti perkataan Jungsoo dengan Eunhyuk yang masuk di kursi penumpang di samping kemudi yang merupakan tempat Kangin.

Sedangkan Jungsoo langsung masuk ke dalam mobil dan diikuti dengan Kyuhyun.

Akhirnya merekapun berangkat.

.

.

.

.

.

.

Saat ini Jungsoo pulang lebih awal dan tidak menemukan seorangpun yang sudah tiba di rumah selain dirinya.

Ia teringat dengan kondisi kamar Kyuhyun yang sepertinya kurang bisa disebut sebagai kamar karena memang kamar itu adalah bekas gudang. Akhirnya ia pun menyuruh beberapa pekerja di rumahnya untuk membereskan barang-barang Kyuhyun dan memindahkannya ke kamar yang Kyuhyun tempati dulu.

Jungsoo juga turut membereskan barang-barang Kyuhyun.

Pekerja-pekerja yang disuruh oleh Jungsoo sudah memindahkan hampir semua isi kamar itu. Tinggal beberapa buku-buku dan peralatan Kyuhyun yang lainnya yang belum di pindahkan. Ia pun mengangkat beberapa buku hingga ke kamar Kyuhyun sebelumnya yang terletak di lantai dua dan berdampingan dengan kamarnya.

Saat ia meletakkan buku-buku itu di meja yang ada di kamar itu, ada sebuah amplop berwarna kecoklatan jatuh dari buku-buku itu. Dengan penasaran, ia mengambil amplop itu. Ia melihat di luar amplop itu, ada lambang Rumah Sakit Internasional Seoul.

Ia semakin bingung mengapa Kyuhyun memiliki amplop itu. Akhirnya tanpa pikir panjang ia membuka amplop itu dan membaca isinya dengan seksama.

Di awal-awal surat itu ia melihat tulisan nama Kyuhyun dan Isi tabel yang ia tidak mengerti apa maksudnya. Namun saat sampai di tahap akhir surat itu, ia membelalakkan matanya dan menuntup mulutnya yang telah terbuka lebar karena keterkejutannya.

'Dengan surat ini, dapat disimpulkan bahwa saeudara Kyuhyun positif mengidap penyakit kanker otak stadium 3.'

Itulah sekiranya isi dari beberapa kalimat terakhir dari surat hasil pemeriksaan Kyuhyun itu. Ia merasa seperti mengalami bermimpi buruk sekali lagi.

"Aniyo.. Tidak mungkin.. Ini tidak mungkin... Aniyo.." Jungsoo berbicara sambil mengeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan dan air mata yang sudah siap jatuh dari matanya itu.

BUKKK

Jungsoo jatuh bersimpuh di atas lantai dingin itu. Air mata yang sedari tadi sudah siap untuk jatuhkanpun sudah terjatuh dan membasahi pipinya. Ia tidak percaya dengan semua ini. Tidak mungkin.. Tidak mungkin adik bungsunya itu menderita penyakit parah itu.

Ia terus menangis tanpa ada yang menghentikanya dan itu membuatnya semakin terisak. Ia merasa sangat sesak akan semua hal yang telah menimpa keluarganya. Ia sudah tidak ingin kehilangan satu anggota keluarga lagi. Sudah cukup Appa dan Eommanya yang meninggalkan mereka. Ia tidak ingin adiknya itu juga pergi untuk selama-lamanya. Ia tidak ingin.. Ia baru saja akan mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya pada adik bungsunya yang selama ini ia tidak pernah anggap karena kejadian yang sepenuhnya bukan salahnya.

Jungsoo memukul-mukul dadanya yang sangat sesak seperti ia sudah tidak dapat mengambil udara untuk bernapas.

"Eomma.. Appa.. Ku mohon.. Jangan biarkan Kyuhyun pergi.. Ku mohon.. Hiks.. Ku mohon.. Aku bersalah.. Aku bersalah.. Hiks.. hiks.. Andwaeee... hiks.." Rancau Jungsoo.

.

.

.

Saat sudah hampir malam sekitar pukul 6:30, Kyuhyun sampai di rumahnya dan melangkah masuk ke dalam. Tubuhnya sangat lelah akibat banyak tugas yang harus ia selesaikan dengan cepat.

Saat tiba di ruang tengah, ia tidak menyadari kalau Jungsoo duduk di sofa yang ada di ruangan itu dengan raut muka yang bercampur aduk.

"Kyunnie-ah.." Panggil Jungsoo lemah karena ia sudah kelelahan karena menangis selama beberapa jam di kamar Kyuhyun.

Kyuhyun terkaget dan membalikkan badannya ke arah dimana Jungsoo berada. Ia memegang dadanya untuk menetralkan keterkejutannya. Namun sesuatu yang aneh dapat ia tangkap yaitu wajah Jungsoo terlihat sembab. Ia mulai bertanya-tanya dalam hati mengenai apa yang terjadi pada hyungnya.

"Kemarilah.. Ku mohon.." Kata Jungsoo lagi sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan yang memohon. Kyuhyun pun hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Jungsoo. Kyuhyun berjalan menuju sofa dan duduk berhadapan dengan Jungsoo. Perasaannya terasa tidak enak.

Jungsoo yang melihat Kyuhyun sudah duduk dengan tenang, kemudian mengeluarkan sebuah kertas dari kantong celananya dan membuka kertas itu lalu menunjukkannya pada Kyuhyun.

"Kyunnie-ah.. Apa.. apa maksud surat ini?" Kyuhyun sudah membulatkan matanya karena terkejut sekali lagi. 'Bagaimana bisa Teukie hyung menemukannya?'Batin Kyuhyun.

"Itu.. Itu.." Kyuhyun tidak bisa menjawab pertanyaan Jungsoo. Lidah Kyuhyun terasa keluh dan tidak bisa mengucapkan sepatah kata apa pun.

"Kenapa kau menyembunyikan hal ini, Kyunnie-ah.. kenapa?" Jungsoo yang sedari tadi menahan air matanya sudah tidak kuat lagi karena air mata yang ada di kelopak matanya begitu banyak. Ia pikir air matanya sudah habis karena menangis dengan lama tadi. Tapi ternyata tidak sama sekali.

"A-aku... aku.. maafkan aku hyung.. aku.." Kyuhyun tidak dapat melanjutkan kata-katanya lagi. Kyuhyun menunduk dan mengeluarkan air matanya. Ia sudah kuat untuk menanggung ini sendirian. Ia memang membutuhkan seseorang untuknya berbagi.

Jungsoo segera berpindah dari tempat duduknya dan duduk di samping Kyuhyun kemudian memeluknya dengan erat sambil mengelus punggung serta kepala dongsaeng terkecilnya itu.

Mereka pun menangis bersama-sama.

"Menangislah.. Hyung tahu.. hyung tahu kalau kau pasti lelah menanggungnya sendirian, kan?.. Jadi keluarkan saja.. Hyung mengerti" Kata Jungso yang mengeratkan pelukannya.

"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Hyung.. hiks hiks.." Kyuhyun semakin terisak dalam pelukan hangat hyungnya itu. Hatinya sangat sakit saat mengetahui kalau salah satu dari hyungnya sudah mengetahui penyakit yang ia derita namun di sisi lain ia sudah tidak sanggup untuk menyimpannya sendirian. Ia butuh seseorang untuk berbagi.

Setelah beberapa lama, akhirnya isakan itupun melemah menyisakan isakan-isakan kecil dari bibir Kyuhyun. Jungsoo melepaskan pelukannya untuk melihat Kyuhyun. Saat ini muka Kyuhyun sudah sepenuhnya basah oleh air mata dan keringat akibat menangis cukup lama, mata bengkak dan sembab, serta hidung memerah.

Jungsoo mengarahkan jemarinya menuju ke wajah Kyuhyun untuk menghapus jejak-jejak air mata yang membekas di sana.

Jungsoo membiarkan Kyuhyun beberapa saat untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda.

"Kapan kau mengetahuinya?" Tanya Jungsoo lembut.

"Sekitar sebulan yang lalu, hyung." Jawab Kyuhyun.

"Lalu, apa ada saran untuk pengobatanmu dari dokter yang merawatmu? Dan siapa dokter yang merawatmu?" Tanya Jungsoo sekali lagi.

"Yunho hyung.. Yunho hyung yang menanganiku.. Dia menyarankan kemoterapi." Jawab Kyuhyun sambil memainkan jari-jarinya.

Jungsoo mengarahkan tangannya ke tangan Kyuhyun untuk menghentikan gerakan Kyuhyun. Ia berusaha menenangkan Kyuhyun.

"Yunho? Dia dokter yang menanganimu? Bagaimana bisa? Hah Yasudahlah.. Besok kita ke rumah sakit. Jadi sebaiknya kau tidak usah ke sekolah."

"Eum.." Kyuhyun mengangguk tidak membantah ucapan Jungsoo. Setidaknya ia merasa sangat sedikit tenang.

"Hyung.." Panggil Kyuhyun.

"Ada apa, hm?" Tanya Jungsoo.

"Ku mohon jangan beritahu Kangin hyung dan Eunhyuk hyung tentang penyakitku ini.. Aku.. Aku tak ingin mereka khawatir.." Kata Kyuhyun sambil menunduk dan memainkan kembali jari-jemarinya.

"Hm.. Hyung tidak akan memberitahu mereka. Tapi Kau harus sembuh.." Kata Jungsoo mengiyakan permintaan Kyuhyun. Ia mengerti, bahkan sangat mengerti akan perasaan adiknya itu. Kyuhyun pasti menyembunyikannya dari mereka karena alasan itu tadi, tidak ingin mereka khawatir. Namun, ia yakin Kyuhyun pasti merasa sangat lelah menanggungnya sendiri.

Jungsoo berjanji pada dirinya sendiri untuk merawat Kyuhyun dengan baik. Ia sekarang benar-benar tidak ingin menyesal lagi dengan segala perbuatan yang pernah ia lakukan pada adik kecilnya itu.

Jungsoo kembali memeluk Kyuhyun sekali lagi.

"Hyung khawatir, Kyunnie.. Hyung khawatir.." Ucapnya disela-sela pelukkannya. Kyuhyun tidak menjawab sama sekali, ia hanya menikmati pelukan hangat hyungnya.

.

.

.

.

Hari ini Jungsoo dan Kyuhyun benar-benar pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Kyuhyun sekali lagi dan membuat jadwal untuk kemoterapi Kyuhyun.

Mereka pergi setelah Kangin dan Eunhyuk berangkat.

Saat ini mereka sedang berada di mobil yang dikemudikan oleh Jungsoo menuju ke rumah sakit. Kyuhyun hanya terdiam saja saat di perjalanan dan wajahnya yang pucat itu menoleh ke arah jendela di sampingnya untuk menatap keadaan luar.

Sebenarnya Kyuhyun merasa kurang enak badan dan merasa mual saat ini. Namun ia berusaha menahannya karena ia tidak ingin membuat Jungsoo khawatir.

Mobil yang Jungsoo kemudikan sudah sampai di halaman parkir Seoul International Hospital dan dengan cepat ia parkirkan di tempat yang kosong. Ia dan Kyuhyun keluar dari mobil itu dan berjalan menuju ke dalam rumah sakit itu.

.

.

Semalam setelah Jungsoo berbicara pada Kyuhyun mengenai penyakitnya, Jungsoo kemudian menyuruhnya untuk menempati kembali kamarnya yang berada di lantai dua. Ia merasa tidak enak badan dan mual seperti ini saat ia memasuki kamarnya. Sebelum tidur pun Kyuhyun sempat muntah di dalam kamar mandi karena rasa mual yang tidak tertahankan.

Ia pikir ia akan merasa lebih baik setelah tidur malam itu, tapi ternyata ia salah.

Saat ini Kyuhyun dan Jungsoo hyung sedang berada di rumah sakit dan Kyuhyun mengikutinya dari belakang.

Kepalanya sangat sakit seperti ada balok tak kasat mata yang memukul-mukul kepalanya dengan keras. Rasa sakit yang Kyuhyun alami semakin menjadi saat mereka sudah hampir sampai di ruangan Yunho hyung.

Kyuhyun berjalan tertatih sambil memegang kepalanya yang terasa semakin sakit tiap detik. Jungsoo yang berada di depannya pun tidak menyadari keadaan Kyuhyun yang sudah hampir tumbang.

Jungsoo mengetok pintu ruangan Yunho kemudian membuka knop pintu tersebut saat sudah diperbolehkan masuk ke dalam oleh pemilik ruangan.

Baru selangkah Kyuhyun masuk ke dalam ruangan itu untuk mengikuti hyungnya, ia sudah tidak melangkah lagi.

Ia merasa semuanya sudah berputar dan sangat kabur. Ia berusaha untuk tidak tumbang saat ini namun kondisinya berkata lain.

Kyuhyun jatuh ke lantai menimbulkan suara debuman yang cuku keras yang mengaggetkan penghuni ruangan itu.

Sebelum kehilangan kesadarannya sepenuhnya, ia melihat Jungsoo menghampirinya dengan wajah sangat panik dan diikuti dengan Yunho di belakang Jungsoo.

Ia mendengar teriakan keduanya yang terdengar semakin mengecil lalu pandangannya semakinmengabur hingga akhirnya gelap.

.

.

.

CKLEK

Jungsoo langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan membuat Yunho sedikit terkejut atas kedatangannya yang bisa di bilang tiba-tiba karena Jungsoo tidak menghubunginya sama sekali.

"Oh.. Jungsoo hyung.. Ad-" Kata-kata Yunho terputus saat suara debuman cukup keras yang berasal dari arah belakang Jungsoo.

BUKKK

Jungsoo dan Yunho segera menoleh ke arah asal bunyi itu dan kepanikan mulai menyelimuti ruangan itu. Dengan cepat Jungsoo berlari ke arah Kyuhyun yang sudah rebahan di lantai dengan kondisi yang jauh dari kata baik.

"Kyuniee!" Teriak Jungsoo. Ia berlutut dan mengambil kepala Kyuhyun yang ada di atas lantai kemudian meletakkanya di atas pahanya yang terbungkus jeans hitam.

Jungsoo tak henti-hentinya menyadarkan Kyuhyun karena mata Kyuhyun yang sudah hampir tertutup.

"Kyunnie! Kyunnie-ah! Kau kenapa dongsaeng-ah?! Sadarlah! Hyung mohon.." Jungsoo sudah sangat panik. Apalagi ia melihat wajah Kyuhyun yang sangat pucat.

Ia merutuki kebodohannya karena tidak menyadari keadaan dongsaengnya yang menahan sakitnya sendirian. Dan ia membiarkan dongsaengnya itu berjalan di belakangnya yang seharusnya ia rangkul agar Kyuhyun merasa lebih baik. Ia benar-benar bodoh.

Yunho yang sedari terdiam segera mengambil alih tubuh Kyuhyun dan mengecek nadi anak itu. Ia meraba pergelangan tangan Kyuhyun dan diam sejenak saat ia sudah mengetahui letak nadi Kyuhyun. Kemudian ia mengecek pernapasan Kyuhyun dengan stetoskop yang sedari tadi ada di lehernya.

"Nadi dan napasnya agak lemah.." Ia berguman tapi masih dapat di dengar oleh Jungsoo dan itu semakin membuat raut wajah Jungsoo semakin cemas.

Yunho kemudian memanggil beberapa perawat yang lewat di depannya untuk membantu mereka membawa Kyuhyun ke ruang pemeriksaan agar bisa di periksa lebih lanjut.

Sesaat setelah Kyuhyun masuk ke ruangan pemeriksaan, Jungsoo tidak diperbolehkan masuk sehingga ia duduk di kursi yang tersedia di lorong itu dengan perasaan cemas dan panik yang terus menyelubungi hatinya.

Sudah hampir satu jam, Kyuhyun di dalam untuk diperiksa namun seperti tidak ada tanda-tanda akan ada yang keluar dari dalam sana untuk menjelaskan bagaimana kondisi Kyuhyun saat ini.

Ia bangkit berdiri dan berjalan mondar-mandir di lorong itu. Ia benar-benar cemas dan gelisah. Ia berharap adik bungsunya itu baik-baik saja.

CKLEK

Tiba-tiba pintu itu terbuka dan Yunho sudah mulai keluar diikuti beberapa perawat yang mendorong ranjang dorong rumah sakit yang di atasnya ada Kyuhyun yang masih belum sadar serta masih terlihat sangat pucat dan jangan lupa masker oksigen yang bertengger di daerah hidung dan mulutnya guna membantu anak itu untuk bernapas dengan baik.

Jungsoo segera menghampiri ranjang itu dan mengikutinya.

.

.

Perawat-perawat yang memebantu mendorong ranjang Kyuhyun sudah pergi beberapa saat yang lalu setelah mereka merapihkan posisi dari tabung oksigen.

Kini tersisa Jungsoo dan Yunho serta Kyuhyun yang masih terbaring tak sadarkan diri. Kedua orang itu terdiam dengan pikiran masing-masing.

"Yunho-ya.. Bagaimana kondisinya?" Kata Jungsoo tanpa memalingkan pandanganya dan terus menatap wajah damai Kyuhyun.

Yunho berjalan mendekati Jungsoo.

"Hyung.. sebaiknya kita bicarakan kondisinya saat ini di ruanganku saja." Kata Yunho dan beranjak terlebih dahulu dari tempat itu dan mau tidak mau Jungsoo juga mengikutinya.

.

Jungsoo sudah duduk di hadapan Yunho.

"Tadi penyakit Kyuhyun. Hyung sudah mengetahui penyakitnya, kan?" Ucap Yunho dan dibalas dengan anggukan lemah oleh Jungsoo.

"Sebaiknya ia harus segera menjalani kemoterapi secepatnya karena sepertinya perkembangan sel kanker di tubuhnya cukup cepat sehingga membuatnya seperti ini." Jelas Yunho.

"Lakukan saja, Yunho-ya.. Lakukan saja jika itu dapat membuat Kyuhyun sembuh.. Aku tidak ingin kehilangannya.. Ku mohon.. hiks.." Jungsoo kembali mengeluarkan air matanya.

"Tenanglah hyung.. Kemoterapi itu tidak dapat menyembuhkan Kyuhyun tapi bisa memperlambat laju perkembangan sel kanker itu."

"Kumohon lakukan apapun Yunho-ya.." Jungsoo memohon dengan air mata yang membasahi pipinnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

Hai Hai Readers~~ Kimchan balik lagi dengan Chapter 12 hehe

Sebenarnya mau post kemarin cuma ga jadi lol

Oh iya gmn dgn chapter ini? Ada yang masih kurang?

Typo masih bertebaran?

Kalau iya, mohon maafkan saya..

Besok saya sudah mulai try out lagi x_x dan sebelum belajra sebaiknya saya selesaikan chapter ini dulu kkk

Wahhh ternyata ada yang seumuran ternyata dengan saya.. Semangat juga buat kalian yahh.. semoga kita semua lulus dengan nilai yang baik.. aminnnnn o

Saya terus mengucapkan terima kasih atas review, fav, dan follow yang telah diberikan pada ff ini.. Kalian membuat saya semakin semangat untuk chapter-chapter selanjutnya..3

Walaupun begitu sepertinya mmg masih banyak siders yang belum komen hehe Tolong komen yah guys, baik itu isinya saran, kritikan, ataupun yang lain.. Tapi saya tidak menerima bashingan.

Semua komentar yang masuk sangat berharga buat saya untuk bisa menghasilkan ff-ff lainnya yang bertemakan brothership.

Aku buat Kangin galau dulu, trus Eunhyuk jadi jahat deh ama Kyu.. Kira2 menurut kalian siksaan dari Eunhyuk untuk Kyuhyun bagusnya apaan? Butuh banyak ide untuk nyiksa Kyu muahahaaa

Oh iya, aku rencananya mau bikin 2 ending, sad ama happy end? Gimana? Aku Cuma mau muasin semua readers karena ada sedikit perbedaan pendapat di endingnya hehehe

Dan sekali lagi jangan panggil aku author yah.. soalnya blm pantas banget menurut aku, jadi panggil aku kimchan aja..

Oh iya aku kenalin diri dulu aja yah sekalian.. Bias aku Yesung sama Heechul tapi untuk skrg lebih ke heechul soalnya si abang ecung masih wamil lol Aku ada fanbase ELF tapi sekarang lagi semi-hiatus karena kesibukan aku.. /.\

Disini adakah yang berminat jadi admin fanbase? Kalau ada langsung PM atau mention aku di twitter ^^

Btw, untuk chap ini bisa dapet 435 review ga? Hehe Kalau pun ga nyampe juga gpp

Aduuhhh maap kalau cuap-cuapnya panjang banget ._.v

Kalau yang mau hubungin aku silahkan ke Twitter .ys824_ atau langsung PM aja ^^

Last, would you mind to review/fav/follow my ff?

Thank youuuuu

- Kimchan83 -