Chapter 14
Cast:
Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]
Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]
Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]
Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]
Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]
Genre:
Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,
Disclaimer:
All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca tanpa disengaja sama sekali!
Summary:
Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?
Note:
Buat para readers yang tidak punya akun, tetep bisa ngerevie yah. Tinggal isi kolom nama aja (atau bisa dikosongkan) trus review. Gampang kan? Review kalian itu adalah bayaran atas tulisan saya, jadi jangan lupa untuk tinggalkan jejak ^^
Sebelumnya..
"J-Jungsoo hyung.." Ia memegang pundak sosok itu yang ia yakini sebagai Jungsoo – hyungnya.
Sosok itu berbalik, dan betapa terkejutnya ia saat melihat sang adik berada di rumah sakit itu.
"K-kangin-ah.." Jungsoo benar-benar tidak bisa berkata apa-apalagi. Lidahnya terasa keluh untuk mengatakan sesuata.
Sama seperti Jungsoo, Kangin juga terkejut dengan keberadaan sang hyung di rumah sakit itu.
"Apa.. A-apa yang hyung lakukan disini?"
HAPPY READING~!
Selanjutnya..
Dua setengah jam sudah berlalu. Kyuhyun telah menyelesaikan proses kemoterapi pertamanya. Saat ini, Yunho sedang memeriksa keadaan Kyuhyun.
"Kemoterapi hari ini cukup bagus. Semoga perkembangannya kedepan semakin baik." Kata Yunho setelah selesai memeriksa keadaan Kyuhyun yang menutup matanya.
Ia telah terlelap karena kelelahan menjalani proses kemoterapinya tadi. Bagaimana tidak? Selama proses kemoterapinya berlangsung, ia terus merasakan sakit dan mual serta muntah. Bahkan saat perutnya sudah tidak terisi apapun karena sudah dimuntahkan sebelumnya, namun rasa mual itu tidak pernah hilang. Akan terus datang walaupun yang akan ia keluarkan adalah cairan bening bercampur lendir berwarna kekuning-kuningan.
Jungsoo yang berada di ruangan itu selama Kyuhyun menjalani proses itu pun sangat miris melihat keadaan adiknya. Ia sungguh berharap jika dia saja yang mengalami semua ini, bukan Kyuhyun. Ia merasa seperti hyung yang tidak berguna karena membiarkan adiknya merasa kesakitan. Ia sudah beberapa kali menitikkan air matanya tanpa isakkan saat Kyuhyun sudah mengadu kesakitan dan berusaha menenangkan sang adik walaupun itu seperti tidak ada gunanya karena Kyuhyun tetap merasakan sakit.
Ranjang yang Kyuhyun tempat sudah di dorong kembali ke ruangan rawatnya oleh perawat rumah sakit. Kini tersisa Jungsoo dan Yunho yang berada di ruangan itu.
"Tenanglah, hyung. Kita doakan saja yang terbaik buat Kyuhyun." Kata Yunho sambil meremas kedua bahu Jungsoo. Ia dapat melihat jelas kalau saat ini Jungsoo sangat khawatir pada keadaan adiknya.
"Eum. Gomawo, Yun-ah." Jungsoo menjawab dan tersenyum kecil.
"Tidak perlu,hyung. Adikmu adalah adikku juga, sudah kewajibanku untuk merawatnya." Kata Yunho. "Ah, aku keluar dulu hyung. Sebaiknya kau segera ke ruang rawatnya." Yunho berjalan keluar.
Setelah mendengar suara pintu yang tertutup, Jungsoo pun segera keluar.
.
.
.
.
Kangin sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir, dan sekarang ia berjalan melewati koridor rumah sakit. Ia melihat banyak perawat, dokter, pasien serta keluarga pasien yang berlalu lalang di setiap koridor yang ia lewati.
Saat ini ia berada di rumah sakit karena ia ingin menjenguk sahabatnya yang terkena kanker yang dirawat di rumah sakit itu.
Ia sudah memasuki area khusus kanker. Sudah tidak terlalu banyak orang yang melewati koridor itu. Namun, tiba-tiba ia melihat seseorang yang sangat ia kenali, keluar dari salah satu ruangan dan berjalan dengan lesu.
Ya, Kangin melihat Jungsoo sedang berjalan di depannya setelah keluar dari sebuah ruangan. Kangin yang berhenti berjalan saat ia melihat Jungsoo keluar dari kamar itu, untuk beberapa saat menengok papan yang berada di pintu ruangan itu.
'Ruang Kemoterapi'
Ia membacanya berkali-kali. 'Tidak.. tidak mungkin...' batinnya.
Ia segera berjalan menyusul hyungnya.
"Jungsoo hyung.." Ia memegang salah satu pundak sang hyung dan secara refleks Jungsoo berbalik kemudian ia membulatkan matanya saat menyadari siapa yang memegang bahunya itu.
"K-kangin-ah.." Ucap Jungsoo tergagap. Ia sungguh merasa terkejut dengan keberadaan Kangin.
"Apa.. Apa yang kau lakukan di sini, hyung?" Tanya Kangin dengan mata yang penuh dengan rasa penasaran.
"..." Jungsoo tidak menjawab. Ia merasa seperti kelu dan tidak dapat mengatakan apapun.
"Bukankah kau berada di luar kota? Kenapa kau berada disini?" Tanya Kangin lagi.
"Hahh.. Aku punya alasan sendiri, Kangin-ah. Dan sepertinya sudah saatnya kau mengetahuinya." Kata Jungsoo.
.
.
Saat ini, Jungsoo dan Kangin sedang berada di kursi yang terletak taman rumah sakit dengan saling terbisu. Mereka tidak melakukan kegiatan apapun sejak beberapa puluh menit yang lalu. Hanya memandang kosong semua yang ada di hadapannya.
Mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing tanpa ada satu pun niat untuk membuka suara. Mereka hanya duduk terdiam ditemani suara semilir angin yang bertiup pelan.
"Kau tahu..." Kata Jungsoo yang mulai membuka suaranya setelah terdiam cukup lama setelah ia mengajak Kangin untuk berbicara di taman itu.
"Kyunie, adik kita begitu menderita selama ini. Aku... aku merasa sangat bodoh sempat memusuhinya selama bertahun-tahun dengan alasan itu.. Seharusnya..." Ia menghela napas sejenak sebelum melanjutkan perkataanya.
"Seharusnya aku memeluknya saat itu.. Seharusnya aku sebagai hyung tertua kalian memeluk dan menenangkannya. Bukan malah menuduhnya. Aku benar-benar bodoh kan Kangin-ah? Aku sungguh bodoh dan tidak berguna sebagai seorang hyung." Kata Jungsoo panjang lebar. Sesaat kemudian ia menundukkan kepalanya.
"..." Tidak ada respon apapun dari Kangin, ia seperti hanya mendengar dengan baik setiap kata yang diucapkan oleh hyungnya.
"Disaat ia merasakan sakitpun, ia menahannya dihadapan semua orang. Mencoba menjadi kuat walaupun.. walaupun kesakitan. Ia kesakitan selama ini Kangin-ah. Ia kesakitan.. Ia merasakannya sendirian. Hiks.. aku bodoh.. aku hyung paling bodoh dan paling tidak berguna.. hiks.. bodoh.. bodoh.." Jungsoo sudah mulai terisak dengan air mata yang menetes dengan deras di pipinya. Ia mukuli kepalanya sambil mengatakan 'bodoh'. Kangin mulai menolehkan kepalanya, melihat keadaan hyungnya sekarang.
"Sudah hyung.. sudah.. kau jangan merutuki dirimu seperti ini.." Kangin segera menghentikan pergerakan Jungsoo. Jika tidak, itu pasti akan melukainya.
"Hiks.. Ani.. Aku memang bersalah Kangin-ah.. hiks.. hiks.." Jungsoo terus menangis dan terisak.
"Ani hyung.. bukan hanya kau yang bersalah.. tapi aku juga, hyung.. kumohon tenanglah.." Kangin menarik tubuh hyungnya kemudian merengkuhnya erat. Ia sungguh tidak bisa melihat hyungnya seperti ini. Matanya juga sudah mulai memerah. Sangat terlihat sekali kalau dia sedang menahan tangisannya.
Jungsoo hanya menyandarkan kepalanya di dada sang adik. Ia sungguh membutuhkan seseorang saat ini. Ia terus menangis, mengeluarkan seluruh emosi yang ia tahan.
Beberapa saat berlalu, Jungsoo terlihat sudah bisa mengendalikan dirinya. Ia mulai duduk tegak dan menghapus jejak air mata yang ada di pipinya.
"Sekarang.. bisa kau jelaskan padaku, hyung?" Tanya Kangin pada Jungsoo.
"Kyuhyun.. dia.." Jungsoo mulai membuka mulutnya. Kangin menatap hyungnya dengan penasaran karena sang hyung menggantungkan kalimat yang ingin ia ucapkan.
"Dia.. dia.. terkena kanker otak." Sungguh dada Jungsoo sudah terasa sesak kembali mengingat keadaan dongsaengnya saat ini.
Kangin yang mendengar ucapan Jungsoopun merasa jantungnya berhenti sesaat. 'Tidak.. Tidak mungkin..' bathinnya.
"K-kau pasti bohong.. kan.. hyung?" Kangin berbicara terpatah-patah.
"Aku tidak berbohong, Kangin-ah.." Jawab Jungsoo. "Ia sudah masuk stadium ketiga dan hari ini ia menjalani kemoterapi. Jadi.. sekarang kau tahu, kan, apa yang membuatku berbohong pada kalian?" Lanjut Jungsoo lagi.
Kangin hanya terpaku mendengar penjelasan Jungsoo.
Sekarang yang ada dipikirannya adalah ia seperti melihat bayangan Kyuhyun yang keluar dari ruangan di tempat itu di temani Yunho.
Tanpa ia sadari, air mata yang sudah tertampung di pelupuk matanya sudah meluncur dengan bebas dari matanya. Ia sudah tidak bisa lagi menahannya. Kenapa ia merasa sangat menyesal?
Rasanya, seperti tertusuk dengan ribuan jarum sekaligus dan semuanya tertancap di jantungnya. Sesak. Sangat sesak malah.
"Tidak.. Itu tidak mungkin.. tidak.. tidak, hyung.. adikku pasti tidak mungkin sakit separah itu hyung.. tidak.. hiks" Ia menggelengkan kepalanya. Ia tidak mempercayai perkataan hyungnya, namun disisi lain ia bisa melihat dengan jelas kejujuran yang terpancar dari mata sang hyung.
"Hiks.. hiks.. tidak mungkin, hyung.. hiks.." Sekarang, Jungsoo memeluk adiknya erat. Ia tahu dengan jelas denga apa yang dirasakan sang adik saat ini, tidak jauh beda saat ia mengetahui kenyataan itu beberapa hari yang lalu.
"Sssttt tenanglah. Jika Kyuhyun mendengarmu menangis karenanya, ia pasti akan merasa sangat sedih." Kata Jungsoo berusaha menenangkan Kangin. Ia mengelus lembut punggung Kangin.
"Kumohon jangan ceritakan apapun pada Eunhyuk saat ini tentang keadaan Kyuhyun. Sebernya ia tidak ingin siapaun yang tahu soal penyakitnya ini." Kata Jungsoo lagi.
Ia terus menerus mengelus punggung Kangin. Ia merasakan Kangin menjawabnya dengan anggukan lemah.
Kangin sudah merasa tenang. "Hyung, bisa kau tunjukkan padaku dimana kamar Kyuhyun?"
Jungsoo mengangguk mengiyakan ucapan Kangin.
.
.
Jungsoo dan Kangin saat ini sedang berjalan beriringan di koridor rumah sakit. Mereka sedang menuju ke ruang rawat dimana Kyuhyun berada.
Setelah berjalan sekitar 5 menit, akhirnya mereka pun berhenti di depan kamar bernomor 302. Jungsoo membuka pintu dan masuk terlebih dahulu kemudian Kangin mengikuti jejak sang hyung untuk masuk ke dalam sana.
Pertama kali yang Kangin lihat adalah ruangan yang berdinding putih, ada sofa dipojok ruangan itu, dan single bed yang sekarang di tempati oleh sang adik – Kyuhyun.
Ia mulai masuk lebih dalam lagi dan bergerak menuju ranjang sang adik dengan langkah pelan. Ia melihat sang adik tertidur dengan raut wajah yang sangat damai. Walaupun begitu, kepucatan di wajah sang adik begitu terlihat jelas. Sangat jelas. Dan jangan lupakan pipinya yang sangat tirus. Ohh ia benar-benar merasa jahat saat melihat kondisi sang adik saat ini.
Perasaan menyesal menyelubungi hatinya. Mengapa ia begitu bodoh hingga membuat adiknya tersiksa selama ini. Ia berjalan dan menundukkan kepalanya. Seharusnya ia melindungi sang adik. Dengan melihat kondisinya saat ini, Kangin sangat sangsi kalau Kyuhyun makan dengan benar selama ini.
Jungsoo yang melihat gerak-gerik Kangin segera memegang kedua bahunya untuk menguatkan hatinya.
"Kangin-ah.. Jangan menangis lagi, eoh? Kau tahu, jika Kyuhyun melihatmu, ia pasti akan merasa sangat sedih. Kau harus lebih kuat agar ia juga bisa menjadi kuat sepertimu, ara?" Jungsoo memberikan senyuman terbaiknya dan memberi semangat pada Kangin.
Kangin mengangguk dan berjalan menuju kursi yang tersedia di samping ranjang Kyuhyun dan duduk di sana sambil menatap intens sang adik yang terbaring di ranjang rumah sakit itu.
Jungsoo merasa senang karena ia melihat reaksi Kangin. Ia ingin mereka – Jungsoo, Kangin, dan Eunhyuk –memperbaiki kesalahan mereka di masa lalu. Ia ingin keluarganya kembali menjadi hangat walaupun appa dan umma mereka sudah tiada.
Jungsoo berjalan menuju sofa dan mendudukkan badannya di sana. Ia hanya memperhatikan Kangin yang sudah mulai menggenggam tangan Kyuhyun yang terbebas dari jarum infus.
.
Hari sudah mulai sore. Sekarang sudah menunjukkan pukul setengah empat sore. Jungsoo dan Kangin tertidur dengan posisi terduduk. Kangin tertidur dengan posisi terduduk di kursi samping ranjang Kyuhyun sambil memegang erat telapak tangan sang adik. Sedangkan Jungsoo tertidur di sofa.
Kyuhyun menunjukkan pergerakkan untuk bangun. Telapak tangannya yang digenggam oleh Kangin bergerak pelan dan itu membuat Kangin mulai terbangun. Ia belum menyadari apapun hingga ia melihat mata sang adik yang masih bersembunyi di balik kelopak matanya itu mulai bergerak.
"Kyunie-ah.." Panggil Kangin dengan panggilan kecil Kyuhyun yang sering ia gunakan dulu.
Manik onyx Kyuhyun sudah mulai terlihat sedikit demi sedikit. Setelah itu, ia terlihat menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya dengan mengedip-ngedipkan matanya. Ia masih merasa lemas dengan kemoterapi yang ia jalani tadi, sehingga pergerakkannya lambat.
Ia melirik ke sofa yang ada di sudut kamar. Terlihat Jungsoo sedang tertidur dengan damai di sana. Tunggu dulu. Jungsoo tertidur di sofa? Jadi, siapa yang sedang memanggil dan memegang tangannya saat ini?
Ia perlahan menoleh, dan ia melihat hyung keduannya sudah tersenyum dengan menatapnya.
"K-kangin.. hyung?" Sahut Kyuhyun dengan pandangan sayu tapi tetap ada ketidakpercayaan yang terpancar dari sana.
"Eum.. Ini hyung." Kata Kangin dengan senyumannya. Ia sungguh bahagia melihat Kyuhyun sudah tersadar.
"H-hyung.. Kenapa ada di sini?" Kata Kyuhyun. Jungsoo mulai terbangun dan melihat kedua adiknya. Ia tidak ingin mengganggu mereka dulu.
"Apa hyung salah menemanimu, hm? Hyung Khawatir padamu, Kyunie-ah.." Kangin merengkuh tubuh ringkih sang adik dengan mengangkat sedikit tubuh adiknya yang tengah terbaring itu.
Deg
Jantung Kyuhyun seperti berhenti berdetak sejenak.
'Apa Kangin hyung sudah mengetahui penyakitku?' batin Kyuhyun.
Kyuhyun kaget mendapatkan perlakuan itu dari hyung keduanya itu. Ia tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun dari bibirnya.
"Hyung sangat khawatir padamu, kau tahu? Kenapa kau menyembunyikan semua rasa sakitmu sendirian, Kyunie-ah.." Kangin kembali mengeluarkan air matanya karena rasa sesak di dadanya.
"Hyung mohon.. setelah ini jangan menyimpan semuanya lagi sendirian. Hyung merindukanmu dongsaeng-ah.." Kangin mengeratkan pelukannya sedangkan Kyuhyun masih terus dalam kebisuannya.
"Hyung sudah tahu semuanya, Kyu.. Kumohon.. Jangan sembunyikan apapun lagi." Kyuhyun merasa dunia seperti berhenti berputar ketika mendengar penuturan sang hyung kedua itu.
"..." Kyuhyun tetap terdiam dan membiarkan dirinya berada di dalam rengkuhan Kangin.
Kangin tetap menitikkan air matanya dan itu membuat baju pasien yang Kyuhyun gunakan menjadi basa karena air matanya.
"Hyung.." Kyuhyun membuka suaranya. Ia melepaskan pelukan Kangin.
"J-jika.. kau hanya kasihan karena penyakitku.. sebaiknya kau tidak usah ada disini hyung.." Kyuhyun membuang mukanya dan menatap ke arah yang lain. Kangin kaget mendengarkan perkataan Kyuhyun.
"Jika hyung belum memaafkanku, tidak apa-apa hyung.. tapi jika hanya karena rasa kasihan saja, sebaiknya hyung tidak usah di sini. Aku tahu hyung punya banyak kerjaan lainnya yang lebih penting dariku yang bahkan hanya seperti sampah." Setelah mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun menatap Kangin dengan mata berkaca-kaca dan di pelupuk matanya sudah di penuhi cairan bening.
Sungguh, hati Kangin begitu terenyuk saat melihat sang adik. Dengan ekspresi seperti itu, adiknya – Kyuhyun – telihat sangat menyedihkan.
"Hyung.. Kyu mohon.. Jangan kasihan pad-" Kata-kata Kyuhyun terputus karena Kangin kembali menariknya ke dalam pelukan hangat Kangin.
"Shhhhtt kapan hyung mengatakan hyung Cuma merasa kasihan pada, hm? Maafkan hyung jika ini terlalu tiba-tiba tapi, hyung benar-benar minta maaf atas semua perbuatan hyung padamu selama ini. Hyung menyesal Kyu, sungguh.. Tapi jika kau memang merasa hyung tidak bisa dimaafkan, tidak apa-apa. Hyung mengerti itu." Kangin mengatakannya dengan penuh kejujuran dan kesungguhan. Jungsoo yang sedari tadi terdiam di ruangan itu pun sudah meneteskan air matanya kembali. Ia tidak melihat setitik kebohongan di mata sang adik kedua itu.
Kyuhyun terdiam mendengar pengakuan Kangin dan air matanya kembali menetes tanpa bisa ia kendalikan. Sedetik kemudian, ia menangis tersedu-sedu.
"Hyung tidak salah apapun.. hiks.. hyung tidak salah.. Kyu yang bersalah pada kalian.. hiks.. hiks.. hiks.. Minhae.. hiks.. mianhae hyungie.. hiks.." Kyuhyun terus mengucapkan hal itu dan membalas pelukan Kangin dengan tidak kalah erat, malah lebih erat. Ia terus menangis dan terisak.
"Aniyo.. Jangan meminta maaf Kyunie.." Kangin mempererat pelukannya pada Kyuhyun. Ia menutup matanya.
Jungsoo yang melihat hal itu pun, segera bangkit berdiri dan berjalan menuju ke tempat kedua adiknya. Ia mengusap kepala keduanya dan sesegera mungkin memeluk mereka bersamaan. Ia terharu melihatnya.
Yunho yang ternyata sudah berada di depan pintu kamar itu saat Jungsoo sudah berada di dekat kedua adiknya. Ia memperhatikan nya dengan lekat dan tersenyum melihat kejadian itu dan kembali menutup pintu ruangan itu dengan pelan sehingga tidak menimbulkan suara apapun.
.
.
.
.
Donghae sebenarnya sudah merasakan ada yang aneh terjadi pada sang sahabat – Eunhyuk. Ia terlihat seperti uring-uringan sendiri entah karena apa.
Seperti saat ini, ia melihat Eunhyuk sedang berjalan seperti memikirkan sesuatu dengan keras. Dan itu membuat kening Eunhyuk berkerut. Donghae semakin bingung.
"Hyuk-ah..." Panggil Donghae namun sepertinya panggilan itu tidak didengar oleh Eunhyuk.
"Hyuk.." Panggil Donghae sekali lagi sambil memberi tepukan kecil pada pundak Eunhyuk.
"Ahh.. Donghae-ya.. Waeyo?" Eunhyuk sedikit tersentak karena tepukan sahabatnya itu.
"Aku yang seharusnya bertanya padamu. Sebenarnya kau kenapa? Kau terlihat uring-uring sejak tadi." Kata Donghae. Ia adalha sahabat Eunhyuk sejak kecil sehingga ia sangat tahu ketika sahabatnya sedang uring-uringan karena memikirkan sesuatu.
"Aniyo. Itu Cuma perasaanmu saja." Eunhyuk menjawab. Tapi Donghae tahu, Eunhyuk pasti sedang berbohong. Ia tidak ingin memaksa sahabatnya itu untuk bercerita jika ia belum ingin memberitahukan masalahnya itu padanya.
"Hah.. terserah saja." Kata Donghae menghela napas.
.
.
.
.
Hari ini Kyuhyun tidak masuk lagi dan tidak memberikan kabar apapun pada Changmin. Sedari tadi, ia mencoba menghubungi Kyuhyun namun tidak pernah ada yang menjawab ataupun sekedar membalas puluhan bahkan ratusan pesan yang ia telah ia kirimkan sejak kemarin.
Ia benar-benar khawatir akan keadaan sang sahabat barunya itu. Tidak ada yang pernah membuatnya hingga secemas ini sebelumnya. Ia mencoba untuk tetap berpikiran positif.
Sebenarnya ia ingin mendatangi rumah sahabatnya itu. Tapi ia tidak tahu alamatnya. Ia benar-benar bodoh. Seharusnya ia bertanya alamat rumahnya agar ia tidak secemas ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
Annyeong readerdeul~
Kimchan hadir lagi dengan chapter 14~
Aduh apa chapter ini mengecewakan? Kayaknya iya deh -_-
Maafin yah kalo isinya penuh dengan adegan mewek-mewekan.. ga tau kenapa yang ada di otak aku Cuma kyk gitu u,u
Masih ada typo? Kalo iya, maafin juga yah xD saya ga terlalu bisa mengedit kembali kkkkk
Oh iya, saya masih terus membutuhkan ide-ide untuk chapter selanjutnya karena jujur sekarang ini ide saya lagi sedikit banget, jadi saya butuh ide-ide yang cocok dengan alur yang sudah saya buat saat pertama kali bikin ff ini.
Jangan segan untuk kasih ide yah ^^ saya tidak akan menolak apapun ide kalian karena itu bisa bikin saya juga dapat ide-ide yang lainnya juga hihihi
Saya berterima kasih banget buat para readers yang setia untuk mereview ff ini sejak awal ff ini saya publish di ffn
Dan ah iya, apa disini ada yang tinggal di daerah makassar?
Aku mau ngajak pergi makan di Hanmiga (resto Korea) mumpung ada promo buat anak sekolahan kkk
Buat para readers yang belum sempat ngereview, tolong tinggalin jejak yah ^^ seperti yang aku bilang di note sebelumnya kalau review kalian itu seperti bayaran atas hasil tulisan saya, jadi jangan lupa review yaa
Di chapter sebelumnya aku ga sempet untuk bales review satu-satu. Jadi Aku di chapter ini aku mau coba bales review untuk chapter sebelumnya
mifta cinya : Sama2 ^^ iya, makasih yah :D Udah dilanjutin nih.. Happy reading yah
Awaelfkyu13 :Iya kangin banyak mikirnya hahahahha di chapter2 selanjutnya bakal terungkap semuanya kkk keep reading yah ^^
Galaxy Yunjae : Sipsip :D Udh dilanjut yah.. happy reading.. Thank youu
: di chapter ini hyuk udah uring2an tuh hehehe rencananya mau bikin 2 ending sih sebenarnya .-.
Ayuesetya : hehehhe maafin yahh kkk sipp udah lanjut nih :D happy reading~
Yunacho90 :iya udah ketahuan ama kangin.. eunhyuk udh hampir tahu kk keep reading yah ^^ thank youuu
ApolDes : maaf yaa kkk udah update nih ^^ happy reading~
DevilCute : hehehe maaf yah ^^ gmn makin penasaran ga? Kk
Shin Ririn1013 : Maaf yahh kk ide udah habis jadi langsung TBC aja wkwkwk Udah lanjut yah.. happy reading :D
NingKyu : Hyuk udah mulai khawatir tapi dia belum sadar.. udah di lanjutin nih.. happy reading yah
Septianurmalit1 : Udah dilanjutin yah happy reading :D
Dewiangel :iya :D Thanks yahh
Diahretno : sipp udah udh dilanjut yah.. thanks :D
Susilawatilia208 : Thank youuu.. Keep reading yah ^^
Namielf : iya sengaja aku ga bikin dia jadi evilKyu kkk Makasih eonni^^ Amiiinnn.
Choding :Iya dibaca aja kkkgpp kok sipp thankyouu
nhaespaKYU : udah terjawabkan? keep reading yahh
Wonhaesung Love : Udh di lanjut yah ^^ happy reading~
Lerian : Sip Makasih yahh.. udah dilanjut nih.. happy reading yah :D
SheeHae :iya tinggal Hyuk aja nih yang belum tahu hihihi Iya Makasih yahh
Yeri Lixiu : Iyapp bener banget kkk thanks yahh
Ririzhi : gpp :D udah dilanjutin yah.. happy reading :D
Lydia sparkyu elf : Annyeong :D Waahhh keep reading yahh.. aku usahain buat update cepet.. aminnn makasih yahh
Guest :udah terjawab kan? :D udah dilanjut, happy reading :D
Guest : wahh ^^ makasih banget hihihi
Guest : Makasihhh.. diusahain yah
Nisa : nnt eunhyuk bakal sayang ama Kyu lagi kok.. keep reading yah :D
Shofie Kim : udah terjawab kan Udah dilanjutin nih.. happy reading ~
Dims : sipp udah dilanjutin yahh happy reading :D
Feivkyu : Belum tau juga nih samppe chapter berapa hehe._.v siipp udah diupdate yahh.. happy reading :D
Desviana407 : diusahain yah kkk udah dilanjutin nih.. happy reading :D
Dewidossantosleite : Iya nih.. Kangin udha mulai syg lagi ama Kyu.. udah dilanjut, happy reading yah ^^
Kuroi Ilna :iya nih u,u sipp thanks yahhh.. udah dilanjut nih.. happy reading
Kakagalau74 : annyeong kaka gpp kok.. alur kecepatan.. okayy thanks yah udah di kritik :D ini juga ff pertama jadi mohon dimaklumin ._. Keep reading~
Yulianasuka : Annyeong yuli gpp kok dear ^^ salam kenal juga :D keep reading yahh
Chairun : Udah dilanjutin yah happy reading :D
.9 : Udah dilanjutin yah happy reading :D
Vita : Thank youu.. keep reading yah :D
Sparkyubum : Udah terjawab kan? Iya hehehe Keep reading yahh :D
Adlia : sipp udah dilanjutin yah.. happy reading
Guest : Udah dilanjut :D happy reading yahh
Okay sekian dulu yah.. ^^
Last, Would you mind to review this ff?
Thank youuu
- Kimchan83 -
