Chapter 15

Cast:

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]

Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]

Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]

Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]

Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]

Genre:

Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,

Disclaimer:

All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca tanpa disengaja sama sekali!

Summary:

Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?

Note:

Buat para readers yang tidak punya akun, tetep bisa ngereview yah. Tinggal isi kolom nama aja (atau bisa dikosongkan) trus review. Gampang kan? Review kalian itu adalah bayaran atas tulisan saya, jadi jangan lupa untuk tinggalkan jejak ^^

Sebelumnya..

Changmin benar-benar khawatir akan keadaan sang sahabat barunya itu. Tidak ada yang pernah membuatnya hingga secemas ini sebelumnya. Ia mencoba untuk tetap berpikiran positif.

Sebenarnya ia ingin mendatangi rumah sahabatnya itu. Tapi ia tidak tahu alamatnya. Ia benar-benar bodoh. Seharusnya ia bertanya alamat rumahnya agar ia tidak secemas ini.

Happy Reading~!

Selanjutnya..

Malam telah tiba. Tadi ada seorang petugas yang membawakan makanan lengkap ke ruang rawat Kyuhyun. Kangin menerimanya dengan baik dan meletakkan nampan yang berisi makanan itu di atas nakas di samping ranjang Kyuhyun agar ia bisa leluasa untuk membantu Kyuhyun duduk dan mengatur bantal yang akan menjadi sandaran duduk Kyuhyun.

Jujur saja, walaupun sudah lewat beberapa jam dari kemoterapi yang ia jalani tadi, namun rasa lemas yang ia rasakan masih mendominasi di tubuhnya sehingga harus di bantu setiap melakukan sesuatu.

Setelah membantu Kyuhyun, Kangin segera menyuapi Kyuhyun sesuap demi sesuap dari nampan yang berisi makanan yang sangat sehat yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Sebenarnya, ia ingin meminta Kangin untuk tidak memberikannya sayuran. Namun, ia masih cukup segan untuk berbicara dengan sang hyung. Jadi sedari tadi ia hanya mengunyah makanannya dengan pelan sambil menunduk. Ia mencoba dan berusaha keras untuk menelan setiap sayuran yang ada di mulutnya itu.

Kangin yang melihat ada hal yang aneh pada Kyuhyun segera melontarkan pertanyaan pada sang adik. Ia cukup peka dengan ekspresi yang ditunjukkan sang adik melalui raut wajahnya. "Kyunie-ah, kau kenapa, hm?" Tanya Kangin. Ia berhenti menyedok dari nampan itu dan terfokus pada wajah sang adik. Ia yakin sang adik menyembunyikan sesuatu.

Kangin melihat Kyuhyun dengan susah payah untuk menurunkan semua isi mulutnya masuk ke kerongkongannya. Sepertinya ada sesuatu yang salah dengan makanan yang ada di mulut Kyuhyun.

"Ummm.. Aniyo, hyung." Jawab Kyuhyun setelah menelan seluruh isi mulutnya itu. Ia memang tidak menyukai sayuran tapi apa boleh buat.

Kangin tidak mempercayai ucapan Kyuhyun, ia segera melihat dan meneliti seluruh isi nampan yang ia ada di pangkuannya itu. Ia merasa tidak ada yang bermasalah. Baunya pun masih bagus dan semuanya masih hangat.

Sekali lagi ia melihat. Akhirnya ia menyadari apa yang membuat sang adik menjadi seperti itu. Sayuran. Adiknya itu sangat tidak menyukai jenis makanan itu sejak ia kecil. Ia bahkan selalu menyisihkannya di pinggir piringnya.

'Betapa bodohnya aku bisa melupakan hal ini.' Guman Kangin dan masih dapat didengar dengan jelas oleh Kyuhyun sehingga Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan menunjukkan ekspressi polosnya. Jika Kangin tidak menahan dirinya, mungkin ia sudah menarik kedua pipi Kyuhyung karena membuatnya menjadi sangat gemas padanya.

"Ahhhh, Maafkan hyung, Kyunie.. Kenapa kau tidak bilang, hm? Hyung kan sudah bilang daritadi untuk mengatakan apapun yang membuatmu tidak nyaman termasuk sayuran ini. Kau mau membuat hyung semakin bersalah padamu?" Kata Kangin. Ia menunduk dan memasang ekspresi sedih yang dibuat-buat.

Kyuhyun menjadi panik melihat wajah hyungnya itu. "Aniyo hyung. Kyu tidak ingin membuat hyung seperti itu. Mian." Kyuhyun terlihat sangat sedih mendengar perkataan Kangin tadi.

Kangin mangangkat kembali wajahnya dan melihat raut wajah Kyuhyun. Ia kemudian tersenyum.

"Jika kau tidak suka, langsung saja katakan pada hyung. Aku hyungmu, jadi jangan pernah sungkan untuk mengatakannya pada hyung. Ara?" Ucap Kangin dan dibalas anggukan kecil dari Kyuhyun.

"Anak baik." Kangin tersenyum dan mengacak rambut Kyuhyun. Jika Kyuhyun boleh jujur, ia sangat merindukan suasana dan perlakuan seperti ini dari hyungnya. Ia sungguh merindukan sentuhan dan ucapan lembut yang biasa ketiga hyungnya itu berikan atau lontarkan kepadanya.

Ia kemudian melanjutkan kegiatannya untuk menyuapi Kyuhyun dan ia tidak memasukkan sayuran ke setiap sendok yang ia suapkan pada sang adik. Kangin tersenyum karena melihat Kyuhyun memakannya dengan cukup lahap.

Beberapa saat telah berlalu, kini isi nampan itu pun tinggal tersisa sayuran saja. Kangin kembali membantu Kyuhyun untuk kembali ke posisi tidurnya. Tak lupa ia memperbaiki posisi bantal serta posisi selimut Kyuhyun.

Mereka kembali terdiam.

Drrrtt

Drrrttt

Getaran ponsel terasa di saku celana Kangin. Ia segera mengambil dan mengeceknya. Ternyata ada sebuah sms dari asistennya. Ia segera membalasnya dengan cepat.

Kangin sudah sibuk dengan poselnya sedangkan Kyuhyun tidak melakukan apa-apa. Ia melihat Kangin sesaat dan menatap ke arah yang lain.

Saat Kangin sudah menyimpan ponselnya kembali ke saku celananya, Kyuhyun memanggilnya. "Hyung..."

"Hmm? Ada apa Kyuhyun-ie?" Kangin menjawab panggilan Kyuhyun.

"Euungg itu.. Apa hyung tidak pulang?" Kata Kyuhyun sedikit gugup. Ia masih tidak berani menatap mata Kangin setiap mereka berbicara.

"Hyung akan pulang setelah Jungsoo hyung kembali. Kau tenang saja. Hyung tidak akan menceritakan apapun pada Eunhyuk. Jadi beristirahatlah dengan baik." Jawab Kangin. Kyuhyun hanya berguman sambil mengangguk menanggapi jawaban Kangin.

Sedari tadi, mereka hanya berdua di ruangan itu karena Jungsoo sedang membeli makanan di Kantin untuknya dan untuk Kangin. Terang saja, sejak siang tadi mereka berdua belum memasukkan apapun ke dalam perut mereka.

Jadi, mereka membagi tugas untuk membeli makanan dan menjaga Kyuhyun. Dan Jungsoo lah yang mendapat tugas untuk membeli makanan.

Tok

Tok

Tok

Cklek

"Annyeong.." Sapa Yunho sambil menyapa orang-orang yang berada di ruangan itu. Ia sudah tidak terkejut lagi jika ia melihat Kangin karena ia melihatnya sejak sore tadi.

"Ahh.. Yunho-ya annyeong.." Kangin menyapa Yunho.

"Ne Kangin hyung. Annyeong Kyu.." Ucapnya sambil melepaskan kacamata minusnya itu. Ia cukup jenuh memakai kacamatanya itu.

"Annyeng Yunho, hyung.." Kyuhyun tersenyum tipis.

"Bagaimana kondisimu Kyu?" Yunho menutup pintu dan berjalan menuju ranjang yang di tempati Kyuhyun saat ini.

"Aku sudah merasa cukup baik hyung.. tapi aku masih merasa sedikit lemas." Jawab Kyuhyun dengan jujur.

"Itu sudah cukup baik. Kau merasa lemas karena proses kemoterapi tadi. Jika besok kau kondisimu sudah baik, maka kau sudah bisa pulang." Jelas Yunho. Ia tidak bisa untuk tidak tersenyum jika ia berada di sekitar Kyuhyun. Itu dikarenakan raut wajahnya yang polos begitu kental sehingga ia tetap terlihat seperti anak kecil walaupun umurnya sudah mencapai 18 tahun.

Cklek

Pintu di ruangan itu kembali terbuka dan menampakkan sosok Jungsoo yang tangannya penuh dengan plastik yang berisi makan malam untuknya dan Kangin.

"Ohh Yunho-ya, kau sudah berada di sini rupanya." Ucap Jungsoo dan segera meletakkan platik-plastik yang dipegangnya itu di salah satu meja yang ada di dekat sofa yang berada di pojok ruangan itu. Ia juga memposisikan semua hidangan itu dengan baik.

"Ahh Kangin-ah.. Yunho-ya.. Karena Uri Kyunnie sudah makan, sekarang waktunya kita yang makan." Kata Jungsoo semangat. Ia membuka sumpitnya. Kangin yang dipanggil pun segera beranjak dan duduk di samping Jungsoo yang sudah mulai makan dengan lahap.

"Aniyo.. kalian makan saja. Aku sudah makan tadi." Kata Yunho dengan lembut. Ia berjalan menuju ke kursi yang berada di sisi lain ranjang Kyuhyun yang ditempati oleh Kangin sebelumnya.

Yunho telah duduk di sana dengan nyaman.

"Hyung.. aku ingin bertanya.." Kata Kyuhyun yang memulai pembicaraan antara mereka berdua.

"Kau ingin bertanya apa, Kyu?" Jawab Yunho dan bertanya kembali kepada Kyuhyun.

"Eung.. Itu.. Apa Changmin baik-baik saja?" Tanya Kyuhyun. Ia tidak mungkin melupakan sahabat barunya itu. Ia lupa membawa ponselnya sewaktu ia dan Jungsoo pergi ke rumah sakit dua hari yang lalu.

"Ya.. keadaannya baik tapi pikirannya tidak. Tapi ia sangat mengkhawatirkan keadaanmu. Ia terus bertanya padaku, tapi apa boleh buat, aku sudah berjanji padamu untuk tidak memberitahukan hal ini pada Changmin." Jawab Yunho. Memang, ia melihat perilaku Changmin yang cukup berbeda dua hari belakangan ini. Biasanya adiknya itu lebih aktif dari remaja seumurannya bahkan bisa dikatakan dia hyperaktif. Tapi sekarang, adiknya itu lebih banyak diam, sesekali saja ia bertanya tentang Kyuhyun padanya dan setelahnya ia akan menunjukkan raut wajah yang murung dan tampak khawatir. Dan Yunho sudah pasti bisa menebak siapa yang memenuhi pikiran sang adik.

"Hmm.. seburuk itukah?" Tanggap Kyuhyun dan menundukkan wajahnya. Ia sangat khawatir pada sahabatnya itu. Ia sudah bisa menebak keadaan Changmin. Dari awal pertemuan saja, Changmin sudah seperti sahabat lama yang tidak pernah bertemu.

Ia merutuki kebodohannya karena ia bisa sampai melupakan ponselnya di rumah.

"Aniyo.. Kau tidak usah merasa bersalah seperti Kyuhyun-ah.. Dia tidak apa-apa. Sebaiknya kau siapkan alasan yang tepat padanya jika kau sudah masuk nanti. Atau saat membalas pesannya. Hyung yakin ia pasti mengirimkanmu ratusan pesan." Saran Yunho.

"Eum.." Kyuhyun mengangguk.

.

Sesuai dengan perkataan Kangin sebelumnya, saat ini ia sedang bersiap-siap untuk kembali ke rumah.

"Kangin hyung.. hati-hati di jalan.." Kata Kyuhyun sambil tersenyum tulus pada Kangin.

"Hmm.. Baiklah, Jungsoo hyung, Kyu, aku kembali dulu." Jungsoo dan Kyuhyun mengangguk menjawab pernyataan Kangin.

Kangin ikut mengangguk dan segera berbalik dan berjalan menuju pintu keluar ruangan itu.

"Tunggu, hyung.." Kangin menghentikan langkahnya saat mendengar suara Kyuhyun. Ia membalikkan badannya ke arah Kyuhyun dan Jungsoo saat ini.

"Ada apa, Kyu?" Tanya Kangin.

"Umm.. Saat di rumah nanti, sebaiknya hyung bersikap seperti biasa saja. Bersikaplah seperti sebelumnya." Kata Kyuhyun. Ia tidak ingin Eunhyuk curiga padanya dan membully-an yang lebih mengerikan lagi dari sebelumnya.

"Ne.. hyung akan melakukannya. Jaga diri kalian baik-baik." Kata Kangin tersenyum lagi dan keluar dari ruangan itu.

.

.

Eunhyuk sedang mengendarai motornya dengan kecepatan yang hampir di atas rata-rata. Hampir? Ya, sekarang masih menunjukan pukul setengah sembilan malam dan polisi lalu lintas pasti masih berjaga, jadi ia tidak ingin mengambil resiko.

Seperti apa yang ia katakan tadi pagi pada Kangin, bahwa ia memiliki urusan sehingga pulang agak malam.

.

.

Changmin sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya yang begitu banyak dan menyalinkan catatan untuk Kyuhyun. Ia meregangkan badannya karena lelah duduk selama berjam-jam.

Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya di ranjangnya yang cukup luas untuk dirinya itu dengan posisi kaki masih menjuntai ke lantai. Ia menutup matanya sejenak dan meraba ranjangnya itu atau lebih tepatnya meraba keberadaan ponselnya.

Ia menekan tombol kunci di ponselnya dan mengecek pemberitahuan.

Ia melengos kecewa karena tidak ada pemberitahuan balasan pesan dari Kyuhyun. Ia sungguh sangat khawatir dengan keadaan Kyuhyun karena tidak ada kabar sama sekali.

'Aiiisshh.. Kyuhyun-ah.. sebenarnya kau di mana?' Guman Changmin dalam hati. Setelah itu, ia segera menaikkan seluruh tubuhnya dan beristirahat dengan tenang, walaupun hati dan pikirannya masih dipenuhi oleh sahabatnya – Kyuhyun.

.

.

.

Kangin sudah tiba di mansion keluarganya. Ia melangkahkan kakinya masuk dan merasa suasana sepi di rumahnya itu.

Ia yakin kalau Eunhyuk belum pulang. Ia mendesah lega.

Ia melangkahkan kakinya untuk naik ke lantai dua rumah mereka menuju kamarnya.

Sesaat setelah Kangin sudah masuk di kamarnya, Eunhyuk pun masuk dan langsung menuju kamarnya juga untuk membersihkan badannya dan mengistirahatkan tubuhnya.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun sudah di perbolehkan untuk pulang oleh Yunho. Sekarang ini, Jungsoo sedang membantunya untuk merapihkan diri.

Setelah itu, mereka berdua segera beranjak keluar bersama. Sepanjang lorong di rumah sakit itu, mereka lewati dengan Jungsoo yang merangkul bahu Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun yang dirangkul hanya pasrah menerima perlakuan hyungnya itu padanya.

.

.

.

.

Seperti hari-hari sebelumnya, seluruh penghuni keluarga Park melaksanakan ritual pagi mereka yaitu sarapan bersama. Namun yang berbeda pagi ini, mereka tidak sarapan bersama hyungnya – Jungsoo – dan yang memasakkan sarapan pagi mereka bukan lagi Kyuhyun karena ia belum pulang selama tiga hari ini.

Menurut Eunhyuk Kyuhyun memang belum pulang tanpa ada kabar yang pasti selama 3 hari ini. Bahkan anak itu pun tidak masuk sekolah. Ia bingung sebenarnya ada apa dengan anak itu sehingga ia tidak ada dimana-mana. Sejak ia tidak melihat Kyuhyun di sekolah, ia merasa dirinya seperti menjadi orang lain. Ia lebih sering memikirkan anak itu hingga membuatnya melamun dan harus di sadarkan oleh Donghae atau pun Jonghyun dari lamunannya itu.

Namun lain dengan Kangin, Kangin sangat tahu keberadaan adik bungsunya itu juga keberadaan sang hyung. Sejak ia pulang dari rumah sakit kemarin malam, ia tidak bisa berhenti memikirkan bahkan mengkhawatirkan keadaan adiknya yang sedang di rawat di rumah sakit. Ia juga tidak bisa berhenti merapalkan bait-bait doa demi kesembuhan adiknya dari penyakit terkutuk yang bersarang padanya.

Ia begitu menyesal telah menyia-nyiakan waktu untuk membenci adiknya yang tidak bersalah sama sekali. Kejadian itu hanya sebuah kecelakaan yang ditentukan oleh sang Pencipta. Mereka tidak bisa mengelak dari takdir yang sudah dituliskan Tuhan pada masing-masing orang, mereka hanya bisa dan harus mensyukuri segala pemberian Tuhan pada mereka dengan lapang dada.

Kangin mengakhiri penyesalan dalam hatinya itu begitu ia juga sudah menyelesaikan sarapannya. Sekarang ini dalam pikirannya adalah menjalankan permintaan Kyuhyun dengan baik.

"Baiklah. Ayo berangkat, Hyuk-ah." Kata Kangin memecahkan keheningan di ruangan itu begitu ia melihat Eunhyuk juga sudah menyelesaikan sarapannya dan saat ini sedang memperbaiki posisi ransel yang ia bawa di punggungnya.

Kangin bergerak keluar dan diikuti dengan Eunhyuk.

.

.

.

Jungsoo dan Kyuhyun sudah tiba di rumah mereka tepat pukul sembilan pagi. Jungsoo keluar terlebih dahulu dan segera menuju sisi sebelah mobilnya dan membuka pintu itu kemudian mengangkat tubuh sang adik dengan gaya piggy back.

Ya. Saat ini memang tengah terlelap jadi ia tidak mungkin tega untuk membangunkan sang adik yang terlihat seperti malaikat ketika tertidur itu.

Mengapa mereka terlambat sampai? Itu karena saat mereka di berada dalam perjalanan pulang, sekretarisnya menelpon Jungsoo untuk menanda tangani beberapa dokumen penting terlebih dahulu dan ia tidak bisa menolak. Maka jadilah ia memutar arah ke arah kantornya terlebih dahulu.

Jungsoo menyuruh Kyuhyun untuk tetap berada di mobil karena ia hanya sebentar saja. Alasan lainnya juga adalah ia takut Kyuhyun drop karena kelehan. Ia baru saja keluar dari rumah sakit.

Sesaat setelah Jungsoo selesai melakukan kewajibannya, ia segera bergegas menuju mobilnya yang berada di parkiran. Saat ia membuka pintu mobilnya, ia melihat adiknya itu sedang tertidur dalam posisi terduduk. Ia hanya bisa tersenyum lebut agar tidak mengganggu adiknya itu.

Setelah itu ia menyalakan mobilnya dan mengendarainya menuju rumahnya.

Kembali ke Jungsoo, saat ini ia sedang membawa Kyuhyun menuju kamarnya yang berada di lantai dua rumah itu. Kamar yang tidak di tempati oleh adiknya selama belasan tahun karena dirinya yang begitu bodoh dan terlalu terbakar oleh emosi saat itu.

Ia segera membaringkan tubuh ringkih Kyuhyun di atas ranjangnya yang rapi karena selalu di bereskan oleh para maid. Ia membaringkannya dengan sangat hati-hati karena ia tidak ingin adiknya terbangun.

"Eungh.." Lenguhan Kyuhyun terdengar namun ia tidak membuka matanya. Ia hanya memiringkan badannya ke arah Jungsoo. Sedangkan Jungsoo hanya mendesah lega karena ia kira ia telah membangunkan Kyuhyun. Ia segera melepaskan alas kaki yang digunakan Kyuhyun juga dengan penuh kehati-hatian dan menyelimutinya.

Setelah itu, ia beranjak dari kamar itu menuju kamarnya. Sepertinya ia memang butuh istirahat.

.

.

.

Keesokkan harinya Kyuhyun bangun lebih awal dari para hyungnya dan segera menuju dapur untuk memasak sarapan. Namun, saat ia hampir tiba di dapur, ia ditahan oleh Jungsoo yang ternyata sudah bengun.

"Kau mau kemana, Kyu?" Tanya Jungsoo pada Kyuhyun.

"Aku ingin memasak, hyung." Kata Kyuhyun dengan wajah polosnya. Hati Jungsoo mencelos seketika. Bahkan ketika Kyuhyun sakit pun, ia masih memikirkan mereka.

"Aniyo, kau tidak usah melakukannya lagi. Sarapan akan disiapkan oleh maid jadi kau tidak usah bangun sepagi ini lagi. Sekarang kembali ke kamarmu dan istirahat sebentar lagi." Titah Jungsoo.

"Tapi-" Perkataan Kyuhyun terpotong oleh ucapan Jungsoo.

"Tidak ada tapi-tapian lagi Kyunnie.. Sekarang kembali ke kamarmu, ara?" Kata Jungsoo sembari mendorong tubuh Kyuhyun. Kyuhyun sudah tidak bisa apa-apa lagi. Sehingga ia menuruti perkataan Jungsoo.

.

.

Sebenarnya kemarin, Eunhyuk cukup terkejut dengan kepulangan Jungsoo dan Kyuhyun yang bersamaan. Ia menjadi bingung sendiri tapi ia terlalu malas untuk mencari tahu.

Namun, ia merasa perasaan lega karena Kyuhyun sudah kembali. Tapi tak berapa lama kemudian ia segera menepis perasaan itu dan menunjukkan raut dinginnya.

Ia sedang memakan sarapannya namun sepertinya ia tidak bisa menikmatinya dengan baik karena Kyuhyun juga ikut sarapan.

Kangin hanya membiarkan dan menjalankan permintaan Kyuhyun dengan baik.

Kyuhyun sepertinya sudah tahu ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Eunhyuk saat ini, namun ia tidak berani untuk sekedar mengangkat kepalanya. Maka jadilah ia saat ini terus memakan sarapannya dengan kepala terus menunduk.

Ia merasa miris dengan keadaannya yang masih dibenci oleh salah satu hyungnya walaupun kedua hyungnya lain telah kembali menyayanginya seperti dulu lagi. Tapi sekali lagi, apa kau akan tenang jika salah satu hyungmu masih membencimu? Tentu saja tidak. Begitupun Kyuhyun.

Mereka selesai bersamaan dan menuju keluar dengan Kangin mengantar Eunhyuk sedangkan Jungsoo mengantar Kyuhyun.

.

.

Di mobil Jungsoo, Jungsoo menstater mobilnya dan mengemudikan mobilnya keluar dari mansion mereka. Sebenarnya ia masih belum mengijinkan Kyuhyun untuk pergi ke sekolah karena Kyuhyun terlihat sedikit lebih pucat dari biasanya. Tapi ia tidak bisa memaksa adiknya untuk tetap berada di rumah.

"Kyu.." Panggil Jungsoo sambil tetap memfokuskan pandangan pada jalanan yang ada di depannya.

"Ne, hyung?" Jawab Kyuhyun. Ia menolehkan kepalanya ke arah Jungsoo.

"Kau jangan memaksakan diri saat belajar. Jika tidak kuat segera katakan pada gurumu. Atau jika kau tiba-tiba merasa tidak enak badan segera hubungi hyung, araseo?" Kata Jungsoo dengan rasa khawatirnya.

"Hmm.. Baiklah.." Kyuhyun mengiyakan ucapan Jungsoo.

"Dan, jangan lupa minum obatmu. Hyung sudah memasukkannya di dalam tasmu." Kata Jungsoo lagi dan di balas anggukan singkat dari Kyuhyun.

Kyuhyun sangat merasakan kekhawatiran yang dirasakan oleh hyungnya itu.

Tidak terasa, mereka sudah sampai di depan sekolah. Kyuhyun pamit dan keluar dari mobil itu kemudian segera melangkah memasuki halaman sekolahnya yang terkenal sebagai sekolah elit.

Jungsoo yang berada di atas mobil memandang punggung Kyuhyun yang berjalan menjauhinya.

Ia jadi teringat dengan percakapannya dengan Donghae semalam.

FLASHBACK

Jungsoo duduk di atas ranjangnya kemudian mengambil smartphonenya yang tergeletak di rak yang ada di samping ranjangnya.

Ia sudah memastikan kalau Kyuhyun akan ke sekolah besok. Jadi ia membutuhkan seseorang untuk membantunya untuk menjaga Kyuhyun karena ia tidak mungkin mengharapkan Eunhyuk.

Dengan segera ia menekan layar touchscreen smartphonenya itu dan mencari nomor seseorang dan setelah menemukannya ia segera mendekatkan smartphonenya itu di telinganya.

Tut tut tut

Jungsoo dengan setia menunggu panggilannya diangkat oleh orang yang sedang ia hubungi saat ini.

"Yeoboseyo.." Akhirnya panggilannya itu dijawab.

"Yeoboseyo.. Hae-ya.." Kata Jungsoo memanggil nama orang yang ia hubungi yang ternyata adalah Donghae.

"Ada apa, hyung?" Tanya Donghae.

"Begini, boleh aku meminta tolong padamu untuk menjaga Kyuhyun? Ia sedang sakit. Aku tidak tahu mau meminta tolong pada siapa lagi." Kata Jungsoo.

"Tentu saja, hyung. Aku akan menjaganya walaupun kau tidak memintanya hyung."Kata Donghae tulus.

"Gomawo, Hae-ya.. Kumohon jaga ia dengan baik. Aku sangat khawatir padanya."

"Ne, hyung. Tidak perlu sungkan padaku."

"Kau sudah boleh menutup panggilannya Donghae. Sekali lagi terima kasih." Jungsoo tersenyum sambil mengatakan perkataannya itu.

"Ne." Ucap Donghae kemudian memutuskan panggilannya.

END OF FLASHBACK

Jungsoo menghubungi Donghae, karena hanya ia yang bisa ia andalkan dan juga Jungsoo sangat tahu kalau Donghae tidak membenci adiknya itu.

Setelah itu, ia kembali menjalankan mobilnya menuju kantornya.

.

.

.

.

Bel istirahat telah berbunyi beberapa menit yang lalu tapi Changmin tidak berhenti mengoceh karena ia tidak mengabarinya selama beberapa hari ini. Ia cukup mengerti Changmin karena pastinya walaupun mereka baru saja menjadi sahabat, namun Changmin sudah sangat protektif terhadap Kyuhyun. Walau sedikit tidak nyaman, ia tetap senang dengan perlakuan Changmin.

"Hah.. Kau tahu Kyu, aku sangat khawatir padamu karena kau... bla.. bla.. bla.." Kata Changmin panjang lebar sepanjang perjalanan menuju kantin.

Kyuhyun hanya mendengarkannya dengan baik. Ia sudah menjelaskan sedari tadi mengenai alasannya sehingga tidak datang selama tiga hari ini dan tidak mengabari Changmin.

"Sudahlah, Min-ah.. Aku sudah menjelaskannya padamu tadi. Kepalaku mulai pusing mendengar ocehanmu yang tidak berhenti dari tadi." Kyuhyun akhirnya menanggapi perkataan Changmin dan tanggapannya itu di ikuti oleh Changmin yang sudah berhenti berbicara.

"Mian.." Changmin menundukkan kepalanya. Ia menghembuskan nafasnya pelan.

"Aniyo.. kau tidak perlu meminta maaf karena aku tahu pasti perasaanmu. Seharusnya, aku yang meminta maaf." Kata Kyuhyun. Setidaknya ia merasa cukup bersalah pada sahabatnya ini karena dari penjelasan Yunho saja, ia sudah dapat tahu apa yang terjadi pada Changmin.

"Sudah lah.. Aku merasa aneh dengan suasana seperti ini.. Ayo cepat jalan.." Kata Kyuhyun sekali lagi sambil merangkul bahu Changmin. Changmin tidak menolak rangkulan Kyuhyun dan hanya tersenyum kecil sambil mengikuti langkah Kyuhyun.

.

.

.

Donghae memperhatikan Eunhyuk sepertinya sahabatnya itu sudah kembali seperti semula. Namun, ia melihat sedari tadi Eunhyuk terus memasang seringainya yang ia tidak tahu untuk siapa.

Eunhyuk melangkahkan kakinya keluar tanpa banyak bicara. Sedangkan Donghae hanya menatap aneh pada Eunhyuk.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

Annyeong readers..

Kimchan bawa chapter 15 nih hehehe

Sorry untuk keterlambatannya karena ide yang ada di kepalaku sekarang lagi ngadat buanget-_-

Ada yang mau kasih saran ga buat apa yang bakal Eunhyuk lakuin ke Kyu? Hihihi

Ayo yang sparkyu, tunjukkin keevilannya dongg:3 lol

Oh iya, special thanks buat yunacho90 yang udah sempetin PM aku yang isinya penuh dengan saran yang sesuai dengan alur yang aku buat ^^

Thanks to:

DinggoChan, Sparkyubum, kyuli99

Mifta cinya, ayusetya, septianurmalit1

Yulianasuka, , Choding

Lerian, namielf, Vita nur, Shofie Kim

Wonhaesung Love, Nisa, .9

Kuroi Ilna, MinGyuTae00, milleni

Aya, ekhasparkyu, dewiangel

Diahretno, kakagalau74, ApolDes

Awaelfkyu13, kyuhae, kys134

SheeHae, feivkyu, susilawatilia208

ningKyu,chairun, Shin Ririn1013

ririzhi, Cho eun byung, nfs

d5, Lydia sparkyu Elf

Kimchan tunggu yah reviewnya ^^ Buat yang belom ngereview..

Saran / Ide / Kritikan akan terus Kimchan terima baik melalui review, PM, twitter, dll ^^ jadi jangan sungkan yahh

Segini aja dulu yah..

Maaf kalo masih ada typo.. Dan juga kalo kurang menarik tolong dimaklumin..

Last, Would you mind to review this chapter?

- Kimcha83 –

Thank Youuuu