Chapter 16

Cast:

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]

Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]

Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]

Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]

Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]

Genre:

Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,

Disclaimer:

All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca tanpa disengaja sama sekali!

Summary:

Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?

Note:

Buat para readers yang tidak punya akun, tetep bisa ngereview yah. Tinggal isi kolom nama aja (atau bisa dikosongkan) trus review. Gampang kan? Review kalian itu adalah bayaran atas tulisan saya, jadi jangan lupa untuk tinggalkan jejak ^^

Sebelumnya..

Donghae memperhatikan Eunhyuk sepertinya sahabatnya itu sudah kembali seperti semula. Namun, ia melihat sedari tadi Eunhyuk terus memasang seringainya yang ia tidak tahu untuk siapa.

Eunhyuk melangkahkan kakinya keluar tanpa banyak bicara. Sedangkan Donghae hanya menatap aneh pada Eunhyuk.

HAPPY READING~!

Selanjutnya..

Di Kantin, satu-satu per satu siswa keluar untuk sekedar mengerjakan hal yang lain sebelum bel tanda masuk berbunyi. Saat ini, Changmin dan Kyuhyun sudah menyelesaikan ritual makan mereka dengan Changmin yang menghabiskan dengan bersih seluruh isi di piringnya sedangkan Kyuhyun yang hanya menghabiskan setengah saja dari semangkuk jjajangmyeon yang ia pesan. Itu pun ia habiskan karena Changmin yang sudah mulai menanyainya hal-hal yang lain.

Jujur saja Kyuhyun merasa kehilangan selera makannya entah karena apa. Bahkan makanan kesukaannya pun, ia tidak habiskan. Ia hanya bisa menatap lesu mangkuk yang masih tersisa jjajangmyeon di dalamnya. Mungkinkah karena kemoterapi pertama yang ia jalani sebelumnya? Mungkin saja.

Changmin bangkit dengan semangat dari tempat duduknya.

"Kyu, ayo kita kembali ke kelas." Ajak Changmin pada Kyuhyun. Kyuhyun pun mengikuti ajakan Changmin dengan segera bangkit dari posisi duduknya.

Mereka berjalan dengan santai tapi juga tidak terlalu santai. Tiba-tiba muncul seorang siswa yang menghampiri mereka kemudian memegang bahu Changmin dari belakang.

"Changmin-ssi, kau dipanggil oleh Kim ssaem." Kata siswa itu dengan suffix formal pada Changmin.

"Oh? Untuk apa?" Tanya Changmin.

"Entahlah. Tapi ia menunggumu di ruang guru. Segeralah ke sana." Jawab siswa itu dan pergi meninggalkan Changmin dan Kyuhyun yang berdiri di koridor.

"Kyuhyun-ah, kau tidak apa-apa kembali sendirian ke kelas?" Tanya Changmin pada Kyuhyun.

"Eum.. Aku tidak apa-apa. Sebaiknya kau cepat temui Kim ssaem. Aku takut ia memarahimu karena menunggumu terlalu lama." Jawab Kyuhyun dengan anggukan pasti dan meyakinkan Changmin.

"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu." Kata Changmin dan berlari ke arah berlawanan dengan arah kelas mereka.

Kyuhyun menatap sejenak punggung Changmin yang berlari dengan begitu cepat dan ia kemudian kembali berjalan menuju kelasnya.

Ia berjalan dengan kepala yang menunduk. Bagaimana tidak? Kalau semua anak yang berada di sepanjang koridor itu memandangmu dengan tatapan meremehkan. Bahkan tak jarang ia menerima berbagai umpatan yang sangat menusuk yang membuat hatinya begitu sakit.

Ia terus menunduk hingga tidak menyadari ada orang yang berjalan di depannya.

BRUKKK

Kyuhyun terjatuh saat ada seseorang yang menabraknya dari arah depan. Sontak semua siswa yang ada di lorong itu lalu menertawainya dengan begitu senang.

'Dasar! Kalau jalan, jangan menunduk saja. Bocah bodoh.'

'Hah. Apa kau punya mata?'

Dan berbagai cemoohan lainnya ia terima. Ia sangat ingin menangis. Tapi ia menahannya, sebab ia tahu dengan pasti akan ada cemoohan lainnya yang akan keluar jika ia terlihat menangis.

"Hah.. Dasar anak sial." Suara orang yang menabraknya itu dengan pelan namun dapat didengar oleh Kyuhyun dengan jelas. Bahkan ia sangat mengenali suara itu.

Orang yang sangat Kyuhyun kenal itu berjalan dengan tangan berada di kedua saku celananya. Tak lupa ia kembali mendorong Kyuhyun sekali lagi tapi tidak membuatnya terjatuh seperti tadi dan berjalan menjauhi Kyuhyun.

Kyuhyun seperti tidak usah melihat wajah orang yang membuatnya terjatuh dengan sengaja itu, karena dari suaranya saja, ia sudah bisa tahu. Siapa kalau bukan Eunhyuk? Sang hyung ketiga yang tidak pernah mengakui dirinya sejak kejadian itu. Hingga sampai saat ini pun tidak ada yang mengetahui hubungan mereka di sekolah bahkan para guru sekalipun.

Kyuhyun sangat merasa sedih karena sampai saat ini, Eunhyuk belum kembali menyayanginya seperti Kangin dan Jungsoo. Ia sangat ingin merasakan kasih sayang ketiga hyungnya karena ia tidak tahu sampai kapan ia akan bertahan menghadapi penyakit mematikan yang bersarang di kepalanya.

Ia menghela napasnya berat. Sesak di dadanya sungguh membuat sulit bernapas. Seandainya waktu dapat diputar ulang, maka ia tidak akan mengajak orang tuanya saat itu untuk ke kebun binatang, atau ia akan menjadi anak yang baik saat di dalam mobil.

Sungguh ia sangat menyesal. Ia juga tidak ingin itu terjadi namun takdir berkata lain. Tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.

Rasanya ia ingin mati saja jika itu yang diinginkan Eunhyuk agar Eunhyuk bisa memaafkan semua kesalahannya.

Setelah meratapi takdirnya yang begitu menyakitkan, ia kembali melangkahkan kakinya dengan gontai menuju ke kelasnya.

.

.

.

SKIP TIME

Kyuhyun menjalani hari-harinya seperti biasa dengan Eunhyuk yang selalu membullynya. Ia merasa tubuhnya semakin melemah dari hari ke hari walaupun ia selalu menjalani kemoterapi yang telah di jadwalkan oleh Yunho secara rutin bersama Jungsoo dan Kangin secara bergantian.

Tubuhnya semakin ringkih dan wajahnya juga bertambah pucat. Changmin mulai menunjukkan perasaan khawatirnya kepada Kyuhyun, karena ia merasa ada yang tidak beres dengan Kyuhyun belakangan ini.

Changmin selalu bertanya pada Kyuhyun, namun Kyuhyun tidak pernah benar-benar menjawab pertanyaannya itu. Biasanya Kyuhyun akan menjawab kalau ia baik-baik saja atau itu hanya perasaan Changmin saja. Tapi Changmin tidak begitu saja mempercayai ucapan Kyuhyun.

Sebelumnya juga, Changmin sudah mendengar cerita Kyuhyun mengenai keluarganya. Bahkan ia satu-satunya orang yang mengetahui hubungannya dengan Eunhyuk. Ia sangat merasa prihatin dengan sahabatnya itu. Walaupun kedua hyungnya yang lain sudah berubah namun dengan tidak berubahnya Eunhyuk pasti membuat Kyuhyun merasa tersiksa dan terbebani.

Changmin juga sudah mulai dekat dengan Jungsoo dan Kangin, sehingga kedua hyung Kyuhyun itu menitipkan Kyuhyun padanya jika berada di sekolah. Maka jadilah ia dan Donghae menjadi bodyguard Kyuhyun walau Changmin-lah yang lebih sering menemani Kyuhyun sedangkan Donghae yang mengawasi Kyuhyun dari jauh.

Hingga saat ini, Changmin belum mengetahui perihal penyakit yang di derita oleh Kyuhyun. Sedangkan Donghae sudah tahu mengenai penyakit yang di derita Kyuhyun.

FLASHBACK

Donghae dan Jonghyun sedang berkunjung di rumah Eunhyuk. Mereka bertiga sudah berencana untuk bermain Playstation sepuasnya di kamar Eunhyuk karena Eunhyuk membeli kaset game terbaru.

Saat ini mereka semua sudah berada di dalam kamar Eunhyuk yang terlihat cukup luas dan Eunhyuk bersama Jonghyun sedang berduel.

Donghae duduk di sofa yang ada belakang mereka menonton pertarungan keduanya melalui layar TV yang cukup besar itu. Donghae dengan serius menonton dan juga ikut menyoraki mereka.

Saat Donghae merasa haus, ia mengambil gelas yang ada di meja di samping sofa itu tanpa mengalihkan pandangannya dari layar TV itu. Namun ia harus menelan kekecewaan karena gelas yang seharusnya berisi minuman itu sudah habis, maka ia segera berdiri.

"Hyuk, aku ke bawah dulu. Minumanku sudah habis." Kata Donghae.

"Kau panggil pelayan saja, dan suruh mereka mengambilkannya." Kata Eunhyuk tanpa mengalihkan pandangannya karena pertarungannya dengan Jonghyun sedang seru-serunya. Mungkin jika ia mengalihkan tatapannya sepersekian detik saja, ia bisa kalah dari Jonghyun, dan ia tidak ingin hal itu terjadi.

"Aniyo.. Aku saja.." Kata Donghae dan keluar dari kamar Eunhyuk.

.

Donghae sudah mengisi gelasnya dengan jus jeruk dan mengambil beberapa kaleng soda yang ada di dapur untuk persedian mereka di kamar Eunhyuk.

Setelah dirasa cukup, ia segera kembali ke kamar Eunhyuk. Saat ia sudah sampai di ujung atas tangga itu, ia melihat cahaya lampu dari sebuah kamar yang ia rasa adalah kamar Kyuhyun.

Ia meletakkan gelas dan beberapa kaleng yang ia pegang di salah satu bufet, dan melangkahkan kakinya ke sana dengan penuh rasa penasaran.

Ia mengintip masuk dan terlaihat dua orang, yang satu tengah terbaring dan yang satunya lagi duduk di tepi ranjang sambil sesekali mengelap keringat dari orang yang tengah terbaring itu dengan salah satu kain bersih yang ia pegang.

Mata Donghae sangat jelas untuk mengetahui siapa kedua orang itu.

Kedua orang itu adalah Kyuhyun dan Jungsoo.

.

.

"H-hyunghh.." Erang Kyuhyun.

Kyuhyun merasakan sakit yang sangat luar biasa di kepalanya. Ia terus menggenggam satu tangan Jungsoo yang tidak memegang kain dengan sangat erat seakan takut Jungsoo pergi.

"Appo.. hiks.. Appo.." Kyuhyun mengerang dan terisak bersamaan. Ia sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi selain itu. Keringat dingin terus bercucuran dari wajahnya yang sudah pucat pasi.

"Kyunnie.. tenanglah.. kau minum obatmu dulu.." Kata Jungsoo. Namun belum ada respon dari Kyuhyun, Kyuhyun sudah bangkit dari tempat tidurnya dan berlari dengan gontai menuju kamar mandi yang ada di ruangan itu.

"Hoek.. Hoek.." Kyuhyun terus mengeluarkan seluruh isi perutnya yang bisa di bilang sedikit karena selera makannya yang menurun belakangan ini dan seluruh makanan yang masuk di mulutnya terasa pahit.

"Kyuhyun! Hyung, Kyuhyun kenapa?!" Kata Donghae yang tiba-tiba muncul dan membuat Jungsoo tersentak kaget.

"Omo.. Donghae-ya.." Ucap Jungsoo yang mematung. Tapi beberapa saat kemudian, ia langsung tersadar dan segera mengelus punggung Kyuhyun yang belum berhenti muntah.

"Hae-ya.. bisakah kau mengambill obat Kyuhyun yang ada di laci meja belajar Kyuhyun? Hyung akan menjelaskannya padamu setelah ini." Kata Jungsoo memelas. Ia sudah menitikkan air matanya yang ia tahan dari tadi. Ia kalut.

Tanpa Ba-bi-bu, Donghae segera keluar dari kamar mandi dan menuju meja belajar Kyuhyun. Ia kaget melihat berbagai jenis obat yang ada di dalam laci. Ia mulai bingung, tapi ia segera mengambil semuanya.

Saat ia akan kembali ke kamar mandi, terlihat Jungsoo sudah keluar bersama Kyuhyun yang terlihat sangat pucat dan lemas. Jungsoo menyampirkan tangan kiri Kyuhyun di bahunya sehingga ia bisa membantu Kyuhyun yang sudah setengah sadar berjalan menuju ranjangnya.

Donghae segera meletakkan obat-obatan itu di atas meja belajar Kyuhyun dan dengan cekatan ia membantu Jungsoo untuk membantunya membaringkan tubuh ringkih Kyuhyun di atas kasur.

Mereka terdiam untuk beberapa saat. Pandangan mereka terfokus pada Kyuhyun yang sudah pingsan karena kelelahan menghadapi rasa sakit yang ia rasakan.

"Hae-ya.." Panggil Jungsoo lirih.

"N-ne, hyung?" Jawab Donghae dengan sedikit tergagap.

"Bisa.. Bisa kau telepon Yunho? Dia dokter yang menangani Kyuhyun.." Kata Jungsoo. Ia seperti tidak bisa melakukan apapun lagi. Sungguh.. Ia tidak kuat melihat adiknya seperti tadi. Merasakan kesakitan yang begitu dalam karena penyakit laknat itu.

Tes

Bulir air matanya jatuh di atas permukaan kulit lengan Kyuhyun.

Donghae melihat semua reaksi Jungsoo. Lidahnya serasa keluh untuk meminta penjelasan kepada Jungsoo. Ia mengambil ponsel yang masih di pegang Jungsoo dengan tangan yang gemetaran.

Jungsoo membiarkannya dan menundukkan kepalanya dan menutup mulutnya guna meredam isakannya yang akan pecah jika ia tidak menahannya.

Donghae bergerak mengetik nama yang dikatakan Jungsoo tadi dengan usaha yang cukup keras karena ia merasa tubuhnya terasa sangat kaku saat ini. Setelah itu, ia mendial nomor itu dengan cepat dan menempelkan ponsel Jungsoo itu ke telinganya.

"Yeoboseyo, Jungsoo hyung.." Jawab orang di sebelah sana.

"Y-yeo.. yeoboseyo.." Jawab Donghae dengan sedikit gugup.

"Nugu? Mana Jungsoo hyung?!" Kata Yunho panik.

"Uisanim.. Bisa kau ke sini secepatnya.. Kyuhyun.." Donghae sudah tidak menjelaskan dengan terperinci lagi. Yunho tampak mengerti dengan perkataan orang yang tidak di kenalnya itu. Tapi pasti ada suatu alasan mengapa bukan Jungsoo langsung yang menelponnya.

"Baiklah.." Yunho langsung memutuskan sambungan itu ssecara sepihak.

.

.

Jungsoo terduduk di tepi ranjang Kyuhyun sambil menggenggam tangan Kyuhyun yang sudah tidak sadar. Air mata yang sedari tadi mengalir seperti tidak mau berhenti mengalir di pipi Jungsoo bahkan sudah hampir membentuk anak sungai kecil di sana.

Donghae yang juga ikut terdiam mulai membuka suaranya.

"Hyung.." Panggil Donghae pada Jungsoo.

"Hae-ya.." Jungsoo menjawab Donghae.

"Kau tahu.. Adikku ini orang yang sangat kuat.." Lanjut Jungsoo lagi.

"Ia bahkan tidak pernah mengeluh jika kami semua memakinya.. Ia tidak mau membuat kami khawatir.. Ia.. Ia tidak mau kami cemas padanya jika ia mengerang kesakitan.." Kata Jungsoo lagi. Donghae tidak bisa menjawab apa-apa. Ia hanya ingin mendengarkan perkataan Jungsoo.

"Kau tahu.. aku.. aku sangat sakit melihatnya seperti tadi.. aku tidak tahan melihatnya kesakitan seperti tadi.. KENAPA BUKAN AKU SAJA YANG TERKENA PENYAKIT SIAL ITU? Kenapa.. Kenapa harus adikku ini?! Wae?!" Jungsoo sudah terisak lagi.

"Hyung.. kumohon tenanglah." Kata Donghae mendekati Jungsoo dan memegang bahu Jungsoo dan memijatnya dengan pelan, berharap itu bisa menenangkan hyung dari sahabatnya.

Perasaannya makin tidak enak.

'Apa Kyuhyun...' batinnya.

"Hah.. Kyuhyun terkena kanker otak.-" Donghae terkaget. Ia tidak bisa menyembunyikan raut kagetnya itu.

"-Hae-ya.. Kyuhyun tidak ingin Eunhyuk mengetahuinya.. Jadi jangan beritahu padanya." Jungsoo berbalik menghadap Donghae dan memberikan senyum dengan wajah yang masih penuh dengan air mata.

Donghae tidak bisa berkata apapun, ia terlalu shock mengetahui kenyataan yang dialami oleh Kyuhyun. Ia hanya menjawab Jungsoo dengan satu anggukan kecil.

Cklek.

"Jungsoo hyung.. ada apa dengan Kyuhyun?" Yunho langsung masuk ke dalam kamar Kyuhyun saat ia sudah sampai di rumah keempat bersaudara itu.

Adakah yang bertanya, mengapa Yunho bisa mengetahui itu adalah kamar Kyuhyun? Bukan kamar yang ada di lantai bawah yang terletak di paling belakang rumah itu?

Itu karena, Kyuhyun juga sempat collaps beberapa kali di rumah mereka dan didapati oleh Jungsoo atau Kangin sehingga mereka langsung menelpon Yunho dan menunjukkan kamar Kyuhyun.

Yunho dengan cepat memeriksa keadaan Kyuhyun sedangkan dua orang lainnya yang berada di kamar itu, Jungsoo dan Donghae, hanya bisa memperhatikan kegiatan Yunho.

"Hyung.. sebaiknya Kyuhyun di bawa di rumah sakit saja." Kata Yunho dengan raut wajah cemas. Jungsoo mengangguk. Setelah mendapat persetujuan dari Jungsoo, Yunho segera membawa tubuh Kyuhyun ke punggungnya dan membawanya keluar.

Jungsoo mengikuti langkah Yunho namun, ia berhenti sejenak dan berbalik ke arah Donghae.

"Hae.. kalau Hyukkie bertanya aku kemana, katakan saja aku sedang ada urusan." Sesudah mengatakan itu, Jungsoo melanjutkan langkahnya mengikuti Yunho yang sepertinya sudah berada di mobilnya untuk membawa Kyuhyun.

Kini tersisa Donghae yang berada di kamar Kyuhyun dengan pandangan kosong. Beberapa saat kemudian ia menyeretkan kakinya menuju kamar mandi dan mencuci mukanya dan kembali ke kamar Eunhyuk.

End of Flashback

.

.

.

.

Hari ini Kyuhyun kembali bersekolah seperti biasa walaupun ia merasa sangat tidak enak badan dengan kepala pening dan wajah yang pucat. Tapi ia tidak boleh membolos. Ia tidak ingin dicap anak pemalas karena ia sudah izin selama berhari-hari dalam semester ini karena ia harus bolak-balik masuk rumah sakit akibat kondisinya yang memang terus menurun karena penyakit yang bersarang di otaknya. Ia harus masuk hari ini karena ada ulangan harian dan Kyuhyun tidak ingin melewatkannya sebagai salah satu siswa yang menerima beasiswa.

Ia menahan rasa sakitnya dengan sekuat tenaga agar tidak diketahui oleh orang-orang. Tapi keringat dingin yang terus mengucur dari pelipisnya tidak bisa ia kontrol.

Seusai menjalani ujiannya hari itu, ia dan Changmin berjalan ke perpustakaan untuk mengambil beberapa buku untuk persiapan ujian semester mereka nanti. Namun saat mereka kembali, Changmin melihat sesuatu yang aneh di bangku mereka saat baru pertama kali menginjakkan kakinya di pintu kelas mereka.

"Kyu.. Tasmu dimana?" Tanya Changmin pada Kyuhyun dan Kyuhyun langsung melihat ke arah bangku mereka.

"Omo! Tasku..." Kyuhyun berlari ke arah bangku mereka yang terletak di deret belakang.

"Changmin-ah.. Tasku dimana?" Tanya Kyuhyun panik. Bagaimana tidak panik kalau seluruh obatnya ada di dalam tas.

"Aku tidak tahu Kyuhyun-ah.. Ahh begini saja.. kita berpencar dan cari tasmu." Usul Changmin. Kyuhyun menyetujui usulan Changmin dan akhirnya mereka berpencar.

.

.

Changmin dan Kyuhyun terus mencari ke semua tempat. Di toilet, tempat sampah, dan tempat lainnya. Namun tas Kyuhyun tidak Kunjung ditemukan.

"Kyu.. Kau mencari apa?" Donghae yang melihat Kyuhyun seperti kebingungan mencari sesuatupun menghampirinya.

"Tasku hilang, hyung. Semua obatku ada di dalam sana. Bagaimana ini, hyung?" Jawab Kyuhyun. Kyuhyun sudah tahu kalau Donghae sudah mengetahui perihal penyakitnya jadi ia tidak mungkin bisa menyembunyikan apapun lagi.

"Baiklah, hyung akan membantumu mencarinya. Ayo." Kata Donghae. Mereka pun kembali mencari di seluruh tempat di sekolahnya. Namun, tiba-tiba Kyuhyun memegang kepalanya. Ia merasa pandangannya berputar-putar sehingga tidak bisa melanjutkan pencariannya. Ia terus memegangi kepalanya berharap rasa sakit yang ia rasakan saat ini segera mereda namun ternyata, itu tidak terjadi sama sekali. Malah yang ia rasakan semakin bertambah sakit.

Donghae terus mencari dan ia tidak menyadari kondisi Kyuhyun yang sudah tertinggal di belakangnya.

BRUKK

Suara debuman yang cukup keras mengaggetkan Donghae. Ia menoleh kebelakang dan membulatkan matanya terkejut.

"KYUHYUN!" Teriak Donghae dan berlari menghampiri Kyuhyun yang masih terus memegang kepalanya dan meringis kesakitan.

"Ya! Kyuhyun-ah! Kau kenapa?" Donghae sangat panik melihat keadaan Kyuhyun.

"Arrgghhh.. Appo hyung.." Kyuhyun meremas rambutnya. Rasa paniknya semakin menjadi ketika ia melihat darah segar mengalir dari hidung Kyuhyun.

"K-kyu.. kau mimisan.." Kata Donghae. Dan dengan tannggap segera mengambil sapu tangan yang selalu disimpannya di saku celananya untuk menghapus dan mencoba menghentikan aliran darah yang keluar dari hidung Kyuhyun.

"Kyu, dongakkan kepalamu." Kyuhyun menuruti Donghae. Donghae kemudian menuntun Kyuhyun untuk bangkit berdiri.

Namun tiba-tiba, ia teringat sesuatu.

"Ah.. Aku tahu dimana tasmu Kyu. Kumohon bertahanlah." Ucap Donghae. Ia begitu bodoh karena tidak mendengar dengan jelas ucapan Eunhyuk dan Jonghyun. Namun ia mendengar mereka menyebut-nyebut suatu tempat dan sekarang ia sangat yakin kalau tempat itulah yang menjadi tempat beradanya tas Kyuhyun.

Ia segera membawa Kyuhyun dengan menggendongnya di atas punggungnya agar ia bisa segera membaringkan Donghae di UKS. Ia berlari sekuat tenaga hingga akhirnya sampai di UKS.

Setelah sampai, ia segera membaringkan Kyuhyun di atas ranjang UKS dengan masih meringis. Lalu Donghae kembali berlari dari ruangan itu dan menuju ke suatu tempat.

Tiang bendera.

.

.

Donghae telah sampai di depan tiang bendera dan melihat ke atas. Ternyata tas Kyuhyun memang berada di atas dengan posisi menggantung. Setelah itu, Donghae meraih tali di tiang itu dan menggerakkannya agar tas Kyuhyun yang berada di atas sana turun kembali. Donghae mengecek isi tas Kyuhyun dan ia melihat semua obat Kyuhyun yang berada di dalam dalam kondisi utuh, kemudian ia kembali berlari secepatnya ke ruang UKS agar Kyuhyun dapat meminum obatnya.

.

.

Donghae menghampiri ranjang yang di tempati oleh Kyuhyun. Ia melihat dokter yang menjaga UKS itu telah berdiri di sana dan memeriksa keadaan Kyuhyun. Karena merasa ada seseorang yang masuk di ruangan itu, dokter itupun berbalik dan menampakkan raut paniknya pada orang yang baru masuk itu.

"Donghae-ssi.." Panggil dokter itu.

"Aku sudah mendapatkan obatnya, uisanim. Bisa aku meminta air?" Tanya Donghae sambil merogoh tas Donghae dan diambilnya beberapa jenis obat yang diketahuinya untuk meredakan penyakit Kyuhyun jika anak itu kambuh. Mengapa ia bisa tahu? Karena Jungsoolah yang memberitahukannya.

Dokter itupun segera mengambil segelas air.

"Kyu.. Ayo bangun, saeng-ah. Hyung sudah mendapatkan tasmu." Kata Donghae sembari menepuk pipi Kyuhyun dan mengangkat sedikit kepala Kyuhyun. Kyuhyun sedikit membuka matanya yang sudah sangat berat dan terlihat sayu. Ia melenguh pelan.

"Bertahanlah. Sekarang kau minum obatmu." Kata Donghae yang melihat pergerakan Kyuhyun. Dengan cepat ia meraih obat-obat Kyuhyun dan gelas yang sudah berisi air kemudian ia memasukkan satu persatu obat Kyuhyun ke dalam mulut Kyuhyun. Kyuhyun terlihat mencoba untuk menelannya dengan perlahan.

Setelah menelan seluruh obatnya, Kyuhyun kembali memejamkan matanya dan seluruh ringisannya pun telah berhenti.

.

.

.

Drrtt Drrtt

Ponsel Jungsoo bergetar menandakan ada panggilan yang masuk. Ia melihat layar ponselnya yang sudah menampilkan berbagai tulisan hangeul ada salah satu diantara mereka yang menuliskan nama Kangin. Jungsoo segera mengangkat ponselnya.

"Yeoboseyo.." Jawab Jungsoo.

'Hyung.. perasaanku tidak enak.. aku takut terjadi sesuatu pada hyunie. Apa ia sudah pulang, hyung?' Kata Kangin.

"Aku juga merasakannya, Kangin-ah. Tapi, ia belum pulang. Nanti aku akan menelpon Donghae, kau fokuslah di kantormu." Jungsoo berusaha menenangkan Kangin.

'Ne, hyung.. Tapi jika terjadi sesuatu padanya, tolong hubungi aku.' Ucap Kangin diseberang sana. Memang, dari caranya berbicara, terlihat jika Kangin sangat mengkhawatirkan adik bungsunya itu.

"Baiklah. Kembalilah bekerja." Kata Jungsoo lalu memutuskan sambungan telepon keduanya.

Setelah itu ia meletakkan kembali ponselnya di atas kursi ruang keluarga di rumah mereka karena ia saat ini tengah duduk.

Jungsoo termenung. Ia dan Kangin merasakan perasaan yang sama terhadap Kyuhyun. Ia ingin menelpon Donghae, tapi ia tidak ingin menganggu anak itu.

Dilema. Jungsoo benar-benar penuh dengan dilema saat ini. Ia mengacak rambutnya.

'Kyunnie.. Apa kau baik-baik saja, saeng?' Jungsoo menerawang.

.

.

.

Bel tanda masuk sudah berbunyi, maka mau tidak mau, suka tidak suka, semua siswa harus kembali masuk ke dalam kelasnya masing-masing untuk menerima pelajaran yang akan diberikan oleh guru masing-masing.

Donghae pun harus seperti itu. Ia sebenarnya tidak tega meninggalkan Kyuhyun di sini sendirian, tapi apa boleh buat, ia tidak boleh membuat Eunhyuk curiga atas sikapnya. Maka jadilah ia sekarang beranjak dari kursi yang ia duduki sedari tadi dengan perasaan tidak tega.

.

.

.

Changmin belum menemukan tas Kyuhyun namun bel sudah berbunyi sehingga ia harus segera masuk ke kelasnya. Namun, saat ia melewati ruang UKS ia melihat sosok Kyuhyun yang tengah terbaring di sana seorang diri.

Ia mengucek matanya. Ia takut itu hanya khayalannya saja tapi setelah berkali-kali melakukan hal yang sama, sosok itu tidak hilang ataupun berubah, tetap sama. Sehingga ia segera bergerak masuk ke dalam sana.

"Omo! Kyuhyun-ah! Kau kenapa?!" Changmin panik melihat Kyuhyun begitu pucat.

Tidak sadar, ia menyenggol sebuah rak kecil di samping ranjang itu dan menjatuhkan sesuatu yang tenyata adalah obat-obatan yang sangat banyak jumlahnya. Ia membaca tiap deret tulisan yang ada di obat-obatan itu. Dan di setiap obat, ia dapatkan nama Kyuhyun tertulis di sana. Ia semakin bingung, apa Kyuhyun mempunyai sebuah penyakit dan harus meminum obat sebanyak itu?

Changmin terus berpikir dan akhirnya ia mendapat solusi. Ia merogoh ponselnya yang tersimpan di kantung celananya dan memotret seluruh obat-obatan itu. Ia harus menanyakannya pada seseorang yang kemungkinan bisa tahu apa saja kegunaan obat-obat itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

Annyeong Readers~~

Kimchan bawa chapter 16 lagi nih..

Maaf kalau masih banyak kekuarangan dalam chapter ini. Karena saya sendiri terlalu malas untuk melakukan proses editing-_-

Apa masih kurang greget?

Sebenarnya waktu nulis bagian awal chapter ini tuh ide saya lancar banget.. tapi entah kenapa dari kemarin sampe sekarang ide untuk ngelanjutinnya kurang.. jadi gini deh hasilnya..

Sekali lagi maaf yaa

Buat yang udah kasih saran/ide/kritik untuk chapter kemarin, saya ucapin terima kasih banget kkk

Ada yang bilang gaya penulisan saya berubah._. yang lain ada yang merasa juga kah? Saya mau tanya buat yang ngerasain, perubahannya kearah bagus atau malah jelek?

THANKS TO:

Awaelfkyu13, kyuli 99, mifta cinya, yulianasuka, septianurmalit1

Yunacho90, , tuchan, Desviana407, chairun, Shofie Kim, namielf, kys134

Choding, Wonhaesung Love, Retnoelf, aya,hulachan, Sparkyubum, jihanajiha9

Dini. , ekha sparkyu, d5, nfs, dyayudya, ayusetya198, dewiangel

Hyunnie02, kuroi ilna, Kyuhyuk07, diahretno, dewidossantosleite, Shin Ririn1013

Oktalita1004, angel sparkyu, ririzhi, Lydia Sparkyu Elf, kim naemin, ningKyu, adlia

And all the guests!

Muahhh

Buat readers baru, happy reading yahh.. Jangan lupa review~

Buat readers lama tapi belum review, Jangan lupa review juga..

Review kalian sangat berarti buat saya sebagai penulis yang masih baru..

Last, Would you mind to review this chapter? ^^

Thank Youuu

-Kimchan83-