Chapter 17

Cast:

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]

Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]

Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]

Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]

Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]

Genre:

Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,

Disclaimer:

All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca tanpa disengaja sama sekali!

Summary:

Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?

Note:

Buat para readers yang tidak punya akun, tetep bisa ngereview yah. Tinggal isi kolom nama aja (atau bisa dikosongkan) trus review. Gampang kan? Review kalian itu adalah bayaran atas tulisan saya, jadi jangan lupa untuk tinggalkan jejak ^^

Sebelumnya..

Tidak sadar, ia menyenggol sebuah rak kecil di samping ranjang itu dan menjatuhkan sesuatu yang tenyata adalah obat-obatan yang sangat banyak jumlahnya. Ia membaca tiap deret tulisan yang ada di obat-obatan itu. Dan di setiap obat, ia dapatkan nama Kyuhyun tertulis di sana. Ia semakin bingung, apa Kyuhyun mempunyai sebuah penyakit dan harus meminum obat sebanyak itu?

Changmin terus berpikir dan akhirnya ia mendapat solusi. Ia merogoh ponselnya yang tersimpan di kantung celananya dan memotret seluruh obat-obatan itu. Ia harus menanyakannya pada seseorang yang kemungkinan bisa tahu apa saja kegunaan obat-obat itu.

HAPPY READING~!

Selanjutnya..

Bel pertanda jam pelajaran pada hari itu telah usai sudah berbunyi. Donghae yang sedari tadi sudah gelisah di tempat duduknya itu akhirnya mendesah lega dan ia bergegas untuk segera membereskan seluruh buka serta alat tulisnya kembali ke dalam tasnya kemudian berjalan keluar dengan gerakan yang cukup cepat.

Eunhyuk yang sudah mengamati tingkah laku sahabatnya itu sejak bel yang menandakan istirahat hanya dapat mengernyit bingung. Karena, sahabatnya itu – Donghae terlihat sangat gelisah. Bahkan ia berkali-kali mengangkat tangan kirinya untuk melihat jam yang melingkar di sana. Bukan hanya itu, biasanya Donghae akan terlihat sangat serius saat belajar pun, tadi terlihat seperti memikirkan sesuatu.

Sebenarnya Eunhyuk ingin sekali menanyakan perihal keanehan yang dialami oleh sahabatnya itu, namun ia seakan tidak bisa untuk mengungkapkannya karena Donghae seakan mengabaikannya dari tadi.

Melihat Donghae sudah beranjak dari tempatnya, mulai memberanikan diri untuk memanggilnya barang sejenak.

"Donghae-ya.." Panggil Eunhyuk. Donghae sudah hampir mencapai pintu keluar kelasnya pun berhenti dan berbalik ke arah Eunhyuk yang memanggilnya tadi.

"Hm? Ada apa, Hyuk?" Tanya Donghae.

"Kau tidak ikut hari ini?" Eunhyuk mengungkapkan rencana mereka. Kali ini bukan rencana untuk membully Kyuhyun lagi, namun rencana untuk hang out bersama.

"Ahh.. Aku lupa memberitahumu kalau aku ada acara mendadak. Aku akan ikut lain kali. Mianhae." Ungkap Donghae dengan sedikit berbohong. Sebenarnya ia tidak pandai untuk berbohong, namun Eunhyuk seperti mempercayainya begitu saja.

"Oh.. Begitukah? Baiklah.."

"Kalau begitu aku pergi dulu. Sekali lagi mianhae, hyuk-ah.. Annyeong." Donghae dengan cepat berlalu dari kelasnya meninggalkan Eunhyuk sendirian disana.

Tidak berapa lama kemudian, ia mengendikkan bahunya dan membawa tasnya menuju parkiran untuk segera meninggal sekolah.

.

.

.

"Oh.. Changmin-ah.." Donghae sudah sampai di dalam ruang UKS. Ia melihat Changmin sudah duduk di kursi di samping ranjang Kyuhyun.

"Ahh.. Donghae hyung. Kau di sini?" Tanya Changmin. Sebenarnya Changmin sudah bisa menebak siapa yang membawa Kyuhyun ke ruangan ini selain Donghae. Karena siswa-siswa yang lain terlihat tidak sudi untuk menolong Kyuhyun sedikitpun. Yang mereka tahu hanya mengejek dan menghina Kyuhyun saja.

"Eum. Bagaimana keadaannya?" Tanya Donghae sekali lagi. Ia melepaskan tasnya dan meletakkannya di samping ranjang itu.

"Dia belum sadarkan diri, hyung. Hah." Changmin menghela napas sejenak dan menunduk sedih.

"Tenanglah. Setahuku Kyuhyun itu anak yang kuat. Ia pasti akan segera sadar." Donghae mencoba untuk menenangkan hati Changmin dengan kata-katanya barusan. Ya, setidaknya itu cukup berhasil. Karena Changmin kembali mengangkat wajahnya dengan senyuman kecil yang terpasang di wajahnya. Kemudian ia kembali menatap Kyuhyun yang masih menutup matanya dengan damai.

Sejauh ini, Donghae sudah cukup mengenal Changmin sebagai pribadi yang hangat bagi Kyuhyun. Bukan hanya itu, ia selalu memiliki tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi jika sesuatu terjadi pada Kyuhyun. Dalam hati ia begitu bersyukur, karena Kyuhyun memiliki Changmin sebagai sahabatnya, sebab ia cukup khawatir terhadap keadaannya selama di sekolah ini. Bagaimana ia tidak khawatir jika Kyuhyun selalu mendapatkan sikap yang tidak mengenakkan setiap hari dari tiap orang yang ada di sekolah itu. Bahkan ia juga tidak jarang mendapat aksi bully dari siswa lainnya terutama dari Eunhyuk, hyungnya sendiri.

Walaupun Kyuhyun bukanlah saudara kandungnya, namun ia sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri. Di keluarganya ia adalah anak tunggal. Ia selalu di tinggal pergi oleh orang tuanya yang sangat sibuk dengan bisnis dan perusahaan mereka yang tersebar bukan hanya di Korea, melainkan juga di negara lain. Namun, semenjak ia bertemu dengan keluarga Park, ia merasa ia menemukan sosok keluarga baru di sana. Ia bisa merasakan kasih sayang seorang hyung serta bisa melimpahkan kasih sayangnya terhadap seorang dongsaeng. Ia sungguh sangat menikmatinya.

Ia sangat ingat dengan jelas kegembiraan yang mereka rasakan. Tanpa sadar, Donghae menyunggingkan senyuman teduhnya. Ia mengingat semuanya tanpa ada satupun yang terlupakan.

Namun, semua berubah semenjak kecelakaan lalu lintas yang menimpa Tuan dan Nyonya Park serta Kyuhyun kecil beberapa tahun silam yang mengakibatkan Kyuhyun seperti orang lain di keluarga itu. Hyung-hyungnya menganggap jika dialah yang menjadi penyebab dari meninggalnya orang tua mereka.

Semenjak saat itu, tidak ada lagi keceriaan di kediaman keluarga Park. Semuanya menjadi dingin. Tidak ada senyuman. Semua telah berubah hingga bertahun-tahun.

Donghae kembali ke dunia nyata. Kebisuan masih menyelimuti Changmin dan Donghae yang masih setia memfokuskan pandangannya kepada Kyuhyun.

"Kyu?" Changmin berteriak kecil karena ia merasakan pergerakkan dari jemari Kyuhyun yang ia genggam.

Keduanya langsung terfokus pada jari jemari yang genggam oleh Changmin dan benar saja sekali lagi jemari itu menunjukkan pergerakkan sekali lagi.

"Kyu? Kyuhyun-ah.." Changmin memanggil nama Kyuhyun dengan terus mengusap tangan yang ia genggam untuk menyalurkan kehangatan yang dimilikinya.

Mata yang terpenjam sejak beberapa jam yang lalu itu mulai bergerak gelisah di bawah kelopak matanya yang masih tertutup rapat. Namun, tidak berselang lama setelah itu, kelopak mata itu mulai terbuka dan menunjukkan manik onyx sang empunya dengan perlahan.

"Changmin.." Kyuhyun menoleh ke arah Changmin dan berucap lemah. Suaranya masih sedikit serak karena kehilangan kesadaran selama beberapa jam.

"Ne.. Apa ada yang sakit, Kyu?" Tanya Changmin dengan raut sangat cemas. Kyuhyun tersenyum lemah dan menggeleng kecil untuk menjawab pertanyaan Changmin.

Setelah itu, Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah lain dan ia melihat Donghae yang diam membisu di tempatnya sambil memandang Kyuhyun lekat. Kyuhyun tetap memasang senyum lemahnya kepada Donghae.

"Hae.. hyung.." Panggil Kyuhyun.

"Hm? Apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Donghae lembut. Sejujurnya, Donghae merasa sangat bersyukur karena Kyuhyun bisa tersenyum lagi. Walaupun ia tahu, Kyuhyun pasti merasakan kekosongan karena Eunhyuk belum bisa kembali menyayanginya.

"A-apa.. hyung memberi-tahu Jungsoo h-hyung?" Kyuhyun berkata tersendat-sendat.

"Aniyo.. tenanglah." Donghae menjawab Kyuhyun dan mengacak rambut anak itu dengan lembut.

"Ah.. Aku harus mengambil tasku di kelas. Hyung, aku titip Kyuhyun sebentar yah." Kata Changmin. Memang, ia tidak beranjak barang sesenti pun dari tempatnya walaupun bel pulang sekolah telah berbunyi.

"Kau tidak usah menitipkannya padaku. Aku pasti akan selalu menjaga anak ini. Jadi, cepatlah." Ujar Donghae dan itu dibalas anggukan serta senyuman dari Changmin. Setelah itu, Changmin keluar dari ruangan dan menuju kelasnya.

"H-hyung.. Apa Changmin sudah-" Kyuhyun kembali bertanya pada Donghae namun belum selesai ia bertanya, Donghae sudah memotong ucapannya.

"Aniyo, Kyuhyunie.. tenanglah." Donghae berkata seakan memang Changmin belum mengetahui apapun, tapi tahukah ia kalau Changmin sudah memiliki sesuatu yang bisa ia gunakan untuk mengetahui apa yang disembunyikan Kyuhyun beserta yang lain darinya. Kita lihat saja nanti.

.

.

.

"Tidak usah, Changmin-ah.. Aku bisa pulang sendiri. Kau tidak usah mengantarku sampai ke rumah." Kyuhyun menolah dengan halus penawaran Changmin.

"Ayolah Kyu. Aku khawatir denganmu. Sekali ini saja, ne?" Bujuk Changmin lagi. Entah sudah berapa kali dia membujuk sahabatnya yang keras kepala ini untuk pulang bersamanya. Namun yang ia dapatkan hanya penolakan halus. Donghae sudah mulai jengah dengan pemandangan di depannya sehingga ia menengahi keduanya.

"Kyu, sebaiknya memang diantar pulang. Karena kondisimu pasti masih sangat lemah." Donghae angkat bicara.

"Aniyo, hyung. Aku sudah merasa cukup kuat. Jadi kalian tidak perlu mengantarku ke rumah." Sekali lagi Kyuhyun menolak. Donghae dan Changmin pun menunjukkan muka pasrah dan mengalah dengan keinginan Kyuhyun.

"Baiklah. Tapi, aku akan menunggu bersamamu di halte hingga kau mendapatkan bus. Dan kali ini aku tidak menerima penolakan apapun." Kyuhyun baru saja akan membuka suaranya untuk menolak. Namun setelah mendengar kalimat terakhir Changmin, sepertinya ia sudah tidak bisa menolak lagi.

"Eoh.. Baiklah." Kata Kyuhyun pasrah.

.

Disinilah Kyuhyun dan Changmin. Halte Bus di depan sekolah mereka. Mereka duduk dan menunggu bus yang akan membawa Kyuhyun pulang. Apakah ada yang bertanya dimana Donghae berada saat ini? Donghae sudah pulang dari tadi karena ia harus mengerjakan tugas kelompok di rumah temannya jadi ia pamit terlebih dahulu pada kedua juniornya itu.

Dalam diam Changmin memandangi Kyuhyun dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

Kyuhyun memandang ke arah langit dan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya. Changmin yang menatap ke arah Kyuhyun terus memikirkan apa yang ia dapatkan tadi. Hah. Ia hanya menghela napas singkat dan memalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Ia sudah berencana untuk mengetahui apa yang Kyuhyun sembunyikan darinya.

"Ahh. Busnya sudah datang." Ujar Kyuhyun dan ia segera berdiri dari tempat duduk yang ada di halte itu sambil menunggu bus itu benar-benar berhenti dan membuka pintu. Changmin yang sedari tadi sibuk dengan pikirannya pun sedikit terkaget dan berdiri mengikuti Kyuhyun.

"Baiklah. Aku pulang dulu, Chwang." Kyuhyun berjalan kemudian pamit kepada Changmin dan memasang smirk evilnya yang tidak begitu kentara namun Changmin tetap bisa melihatnya. Dan.. Apa tadi? Kyuhyun memanggilnya Chwang?

"MWO?! YA!" Changmin menyadarinya lalu berteriak. Kyuhyun tergelak melihat sahabatnya itu.

"Hahahaha Itu panggilan baruku. Annyeong." Ia melambaikan tangannya dan kembali berjalan masuk ke dalam bus untuk mencari kursi yang akan ia duduki.

Changmin masih berada di tempatnya hingga bus itu melaju menjauhi halte. Setelah itu ia berjalan masuk ke area parkir sekolah dan menjalankan mobilnya.

.

.

Bus sudah melaju. Kyuhyun sudah duduk di kursi kedua dari belakang. Itulah tempat yang sangat ia sukai untuk terdiam.

Ia menyandarkan kepalanya di jendela bus itu dan mulai memikirkan sesuatu. Tidak lupa dengan headset yang selalu terpasang di telinganya dan mendengar beberapa lagu yang tersimpan dalam mp3 sederhananya itu.

Itulah kebiasaannya ketika di dalam bus yang selalu ia tumpangi saat kembali ke rumahnya. Ia sejenak memejamkan matanya.

Dalam bayangannya, sekilas bayangan masa lalunya bersama Eunhyuk terlintas begitu saja dalam memorinya.

Ia teringat kenangan masa kecilnya dimana Eunhyuk yang selalu mengkhawatirkannya ketika ia jatuh sakit ataupun terluka.

Flashback

Hujan sedang turun di luar dan membuat semua orang ingin segera kembali ke rumahnya untuk menikmati suasana hangat bersama keluarganya ditemani segelas cokelat hangat yang menjadi pelengkap.

Namun, sepertinya hal ini tidak berlaku bagi salah satu anak dari keluarga Park yang sudah berlari ke halaman rumahnya dengan riang gembira dan terus melompat ke sana kemari dengan cerianya walaupun bulir-bulir air yang sangat banyak itu menerpa tubuh mungilnya.

Sebut saja anak itu Park Eunhyuk atau Eunhyuk. Entah apa yang ada di pikiran anak itu sehingga ia keluar tanpa menggunakan alas kaki dan bergerak dengan lincah di tengah guyuran hujan.

"Hyukie hyunggggg..." Suara cempreng yang cukup memekakan telinga mulai terdengar memanggil seseorang yang saat ini tengah bermain hujan. Anak pemilik suara itu sudah berada di teras rumahnya yang menjadi pembatas agar dirinya tidak terkena hujan.

"Ya, Kyunie? Biarkan hyung bersenang-senang sebentar, ne? Kau jangan kesini." Kata Eunhyuk yang tetap menikmati hujan. Bahkan saat ini ia tengah mendongakkan kepalanya ke atas guna merasakan bagaimana bulir-bulir hujan itu menerpa wajahnya yang tirus.

"Hyukkie hyungggggg..." kembali suara cempreng yang diketahui sebagai adik Eunhyuk – Kyuhyun – itu terdengar.

"Ada apa lagi, Kyunnie?" Sahut Eunhyuk lagi. Kali ini ia mendekati sang adik.

"Aku juga mau bermain seperti hyung.. Boleh ya?" Kyuhyun sudah mulai memasang puppy eyesnya agar dibolehkan untuk turut serta bersama Eunhyuk.

"Aniyo. Hyung tidak mau Kyu sakit. Jadi jangan, ya?" Jawab Eunhyuk menasehati sang adik. Setelah mendengar nasehat sang hyung, Kyuhyun mempoutkan bibirnya dengan begitu lucu.

"Aiisshhh.. Hyukie tidak asik." Kyuhyun mendengus dan menyilangkan kedua tangan mungilnya di depan dadanya. Ia membalikkan badannya ke sisi kiri guna menghindari tatapan Eunhyuk.

"Yaa! Panggil aku 'hyung' Kyuhyunie!" Eunhyuk merenggut karena ungkapan tidak sopan yang keluar dari mulut sang adik. Hah. Beginilah nasibnya karena memiliki seorang adik yang cukup atau sangat evil seperti Kyuhyun.

"Sirheo! Hyukie tidak mau mengizinkanku, jadi tidak ada yang seperti itu lagi." Kata Kyuhyun berpura-pura kesal kemudian melangkahkan kakinya masuk ke rumah sambil di hentak-hentakkan. Eunhyuk yang melihat aksi kesal sang adik hanya dapat mengacak rambutnya yang basah dengan kasar.

"Aisshhh.. Baiklah, Baiklah.. Kau boleh ikut hyung. tapi tidak boleh lama, ne." Kata Eunhyuk. Ia melihat Kyuhyun sudsah berbalik dan memasang wajah bahagianya sedangkan Eunhyuk? Ia hanya bisa memutarkan bola matanya dan kembali ke halaman rumahnya yang masih diguyuri hujan. Kyuhyun mengikutinya dari belakang.

Sesaat setelah Kyuhyun merasakan guyuran hujan sudah mulai membasahi tubuhnya, disaat itu pula teriakan kegirangan keluar.

Ia terus bermain dan menjahili sang hung ditengah guyuran hujan.

.

.

"Hiks.. Kyu.. Kyu.. Hyung sudah bilang.. hiks.. kau tidak boleh bermain hujan.. hiks.. Kyunieee~~" Eunhyuk terisak dan terus terisak karena ia tidak tahan melihat adiknya sudah terlentang tidak berdaya di tempat tidurnya dengan suhu badan yang tinggi dan terus menggigil karena ia merasa sangat kedinginan.

"Hyung yang salah.. hiks.. seharusnya.. hyung tidak membiarkan Kyunnie bermain hujan.. Babo.. Babo.. Babo.." Eunhyuk merutuki kebodohannya. Walau bagaimanapun ia adalah seorang hyung jadi ialah yang patut disalahkan atas keadaan Kyuhyun. Ia memukul kepalanya dengan terus mengucapkan 'babo' tanpa henti.

"Hyunggghh.." Kyuhyun membuka sedikit matanya saat ia mendengar bunyi yang cukup keras. Dan ia cukup kaget karena sang hyung memukul kepalanya dengan keras.

"Ne, Kyunnie? Apa kau membutuhkan sesuatu?" Eunhyuk mendengar panggilan adiknya itu, langsung menggenggam tangan adiknya dengan erat.

Kyuhyun menggeleng sebagai jawabannya.

"Hyung tidak salah.. Kyu saja yang nakal.. Mianhae.." lirih Kyuhyun.

"Ani.. Hyung yang salah.. Kyunnie tidak salah, ne? Hiks.. Sekarang Kyunnie tidur, ne?" Sebenarnya Kyuhyun ingin mengatakan hal yang lain, namun rasa kantuk yang cukup kuat membuatnya mau tidak mau mengikuti ucapan Eunhyuk untuk menutup matanya. Rasa kantuk itu disebabkan karena ia sudah meminum obat demam yang biasa ia minum saat dirinya terserang demam. Untung saja, Eunhyuk bertindak cepat untuk memberi Kyuhyun obat sebagai pertolongan pertama karena ia sering melihat eommanya memberikan obat itu pada Kyuhyun.

.

.

.

End of Flashback

Ia merasa ingin kembali ke masa itu. Memutar waktu sehingga mereka – keluarganya – bisa berkumpul tanpa ada seseorang yang hilang dari antara mereka.

Seandainya ia bisa melakukannya, ia pasti akan segera melakukannya dengan segera. Namun, apa yang ia bisa saat ini? Jawabannya tidak ada. Ia tidak bisa melakukan apapun saat ini maupun seterusnya. Ia hanya bisa berharap jika hyungnya yang terakhir – Eunhyuk – mau memaafkannya.

Setetes liquid bening meluncur dengan bebas dari matanya. Tapi dengan secepat kilat ia segera menghapusnya. Ia tidak boleh terlihat lemah. Jadi, ia harus melakukan usaha terakhirnya untuk membuat seluruh hyungnya kembali menyayanginya, walau itu harus menggunakan seluruh tenaga yang ia punya.

.

.

.

.

Eunhyuk sudah sampai sedari tadi di kediamannya bersama para hyungnya. Sebenarnya ia sudah izin untuk pulang lebih lama namun, karena Donghae tidak ikut, ia seperti tidak ingin untuk melanjutkan rencana mereka sebelumnya bersama Jonghyun.

Ia berbaring di tempat tidur queen sizenya dengan posisi terlentang sambil memainkan ponselnya. Ia terus bergelut dengan ponselnya tanpa menghiraukan apapun. Ia bahkan belum menyentuh makan siang yang sudah disiapkan oleh para maid di rumahnya. Entahlah, suasana hatinya agak memburuk.

Tiba-tiba ada suara pintu yang terbuka dari luar. Dan itu membuatnya menghentikan sejenak aktifitasnya dari ponselnya itu.

Ia mencoba bangkit dan mengintip siapa yang menimbulkan suara itu. Ia melihat sosok yang sudah hampir tertutup oleh pintu. Dan ia tahu jelas siapa itu. Itu adalah Kyuhyun, adiknya. Ahh.. ralat itu adalah manusia yang membuatnya penuh amarah tiap ia melihat wajah itu.

Ia melirik sinis ke arah Kyuhyun dan kembali ke atas ranjangnya.

.

.

.

Kyuhyun berjalan menyusuri kawasan elit itu dengan wajah pucatnya. Sepertinya ia sedikit menyesal karena menolak tumpangan Changmin tadi.

Ia merasa perjalanannya menuju ke rumahnya cukup panjang. Padahal, itu jarak rumahnya dengan halte cukup dekat. Namun, entah mengapa ia merasa demikian. Apa karena penyakitnya sudah semakin parah? Ia mengukir senyum miris di wajahnya. Mengingat kenyataan itu, selalu membuatnya merasa sangat sedih.

Ia terus melangkahkan kakinya hingga tiba di rumahnya dan segera menyeret langkahnya ke kamarnya yang berada di lantai dua untuk beristirahat.

.

.

.

Beberapa jam telah berlalu, namun kediaman park tetap sepi tanpa ada aktifitas yang berarti dari sang pemilik rumah.

Terlihat Kyuhyun sudah berjalan menuju ke lantai bawah, tepatnya ke dapur. Perutnya sudah cukup keroncongan karena ia belum makan siang karena sejak ia sampai, ia langsung tidur karena ia cukup lelah sehabis berjalan tadi. Dan sekarang sudah menunjukkan pukul 6 sore, sudsah pasti cacing-cacing yang ada di perutnya itu meminta untuk diberi makanan.

Ia telah sampai di dapur dan mencoba melihat hidangan yang sudah mendingin dan seperti belum disentuh sama sekali. Tiba-tiba ada salah satu maid yang lewat. Ia berinisiatif untuk bertanya.

"Ajumma.." Panggil Kyuhyun. Maid yang ia panggil pun berbalik ke arahnya.

"Ne, Tuan muda?" Tanya maid itu.

"Apa Eunhyuk hyung sudah pulang?" ucap Kyuhyun.

"Ne, Tuan muda Eunhyuk sudah pulang tapi ia tidak turun semenjak ia pulang tadi, tuan muda." Kata Maid itu.

"Ah, baiklah. Terima kasih, ajumma." Maid itu pun undur diri dari hadapan Kyuhyun untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.

Selepas kepergian maid yang tadi, Kyuhyun terlihat seperti memikirkan sesuatu.

Tidak berapa lama kemudian ia lalu mengambil piringdan meletakkan beberapa lauk pauk beserta nasi dan mengambil gelas lalu mengisinya dengan air putih. Setelah itu ia meletakkannya di atas nampan lalu membawanya dengan hati-hati.

Baru saja ia menginjakkan tangga terakhir, ia sudah melihat hyungnya keluar dari kamar tanpa mengeluarkan ekspresi apapun padanya. Namun, ia mengeluarkan senyumannya pada hyungnya itu. Eunhyuk berhenti sejenak dan tetap memasang ekspresi datarnya.

"Hyung pasti belum makan, aku bawakan ini untuk hyung." Ia tetap memasang senyumannya. Eunhyuk ingin kembali berjalan namun sepertinya memang jalannya sudah ditutup oleh Kyuhyun.

"Pergi kau." Eunhyuk mendesis. Seperti angin lalu, Kyuhyun tidak menggubris apa yang diucapkan Eunhyuk.

"Aku ulangi sekali lagi.. PERGI DARI SINI ANAK SIAL!" Teriak Eunhyuk dengan keras pada Kyuhyun dan mendorong Kyuhyun.

Kyuhyun yang memang yang berjarak sejengkal dari tangga terlihat terdorong ke belakang dan seperti tidak seimbang dengan posisinya. Tak menunggu waktu yang lama, Kyuhyun terjatuh ke belakang dan menggelinding di tangga hingga ke lantai bawah.

Eunhyuk seperti terpaku dengan kejadian yang begitu tiba-tiba seperti itu. Ia bahkan tidak memprediksikannya sama sekali. Tidak. Tidak mungkin. Ia melihat ke dasar tangga dan terlihat Kyuhyun sudah menutup matanya dengan kepala berlumuran darah serta wajah yang pucat pasi.

Eunhyuk seakan tidak bisa bergerak sesenti pun. Para pelayan sudah mengerubungi Kyuhyun yang tidak sadarkan diri. Salah satu dari mereka sudah memangku kepala Kyuhyun di paha mereka ddan mencoba memanggil nama Kyuhyun agar ia tersadar namun hasilnya nihil.

Eunhyuk terdiam dengan jantung yang berdetak dengan begitu cepat. Dadanya naik turun, napasnya sudah sesak. Ia terus menggelengkan kepalanya. Dengan air mata yang sudah terbendung begitu banyak akhirnya jatuh dipipinya.

"KYUHYUN!" Teriak Eunhyuk dan berlari menuruni tangga dan mendekati Kyuhyun. Ia mengambil alih tubuh Kyuhyun dari para pelayan yang memegang tubuh adiknya itu.

"Kyu! Kyu! Ku mohon sadarlah! KYU!" Eunhyuk sudah sangat kalap dengan situasi yang ia hadapi saat ini.

"APA YANG KALIAN LAKUKAN?! CEPAT PANGGIL AMBULANS! KUMOHON!" Teriak Eunhyuk sekali lagi kepada seluruh pelayan yang ada di situ. Wajahnya saat ini sudah dibanjiri air mata.

"N-ne, Tuan muda." Kata seorang pelayan yang ada di sana dan dengan cepat merogoh kantong celananya dan menggerakkan jarinya dengan cepat untuk menelpon ambulans.

Tidak lama kemudian, ambulans datang dan petugas ambulans itu segera membawa tandu untuk mengangkat tubuh Kyuhyun yang sudah tergolek tidak sadarkan diri menuju mobil ambulans. Eunhyuk terus terisak dan mengikuti langkah dua petugas yang membawa tandu itu hingga ke ambulans kemudian masuk ke dalam dan ikut bersama mereka.

.

.

.

.

Di sinilah Eunhyuk saat ini. Ia duduk menunggu di kursi yang ada di depan UGD yang belum bisa ia masukin. Ia tertunduk dan terus terisak.

DRAP

DRAP

DRAP

Eunhyuk mengangkat wajahnya yang dibasahi air matanya sendiri ke arah asal suara itu. Terlihat dua orang yang sangat ia kenali berlari kecil menuju tempatnya saat ini. Eunhyuk berdiri dan...

PLAK

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

Annyeong readers~

Kimchan balik lagi dengan chapter 17~ Apa ada yang masih menunggu?

Atau sudah bosan dengan ff ini?

Hehehehe

Maaf untuk update yang cukup lama *menurut saya* soalnya selama seminggu ini, saya seperti kehilangan ide.

Maaf banget~

Buat semua reviewers, saya mau ngucapin Terima kasih yang sebesar-besarnya karena mau ngeluangin waktu untuk membaca sekaligus mengetik saran/kometar/kritik yang membangun untuk ff ini di kolom review.

Buat reader baru, selamat membaca yaa

Saya juga mau ngucapin Terima kasih buat readers yang lain yang masih mau sempetin waktunya untuk membaca ff abal ini. Tapi usahain review yaaa

Sebenarnya waktu saya mau ngelanjutin ff ini tadi, saya merasa kurang ada feelnya karena jujur hari ini saya senangggg bangggettt karena bisa part time jadi guru privat b. Indonesia untuk anak bungsu pemilik restoran korea di sini hhehehe jadi susah banget buat ngilanginnya.

Maaf karena saya tiba-tiba curcol yah readers..

Thanks to:

Jihanajiha9, kyuli 99, awaelfkyu13, ayusetya198, yulianasuka

, ningKyu, Sparkyubum, hulachan, Kuroi Ilna, deidossantosleite

Saryeong, Shin Ririn1013, ainKyu, Chairun, angel sparkyu, Shofie Kim,

Wonhaesung Love, d5, Choding, SheeHae, namielf, 1306, aya angel sparkyu

Septianurmalit1, hyunnie02, dewiangel, Kyuhyuk07, Desviana407, ApolDes, Filo Hip

Raein13, Nisa,Retnoelf, mifta cinya, nfs, , Lydia Sparkyu Elf ,ilmah

And all the guest~:*

Last, would you mind to review this ff?
Thank youuuu

- Kimchan83 –