Breath

Maze Runner!AU

Minho!Akashi Seijuro, Newt!Kuroko Tetsuya, Thomas! Mayuzumi Chihiro.

oo00oo

.

Tetsuya cemas, ia tak bisa berhenti mondar-mandir dihadapan gerbang Maze yang belun terbuka sejak kemarim malam.

Krieeeetttt...

Decitan suara gerbang yang terbuka mengalihkan pandangannya. Semalam, ia tak tidur, khawatir jelas saja menggerogoti relung hatinya. Raut cemas semakin kentra tatkala tak menemukan kedua sosok manusia yang tak jelas statsunya kini—masih hidup atau sudah wafat dimakan griever semalam—

Tetsuya berharap keduanya selamat, tiba-tiba muncul melalui lorong Maze yang menghubungkan glade dengan Maze itu. Tetsuya terus berharap dan berharap, enggan beranjak dari depan gerbang Maze. Ia bahkan mengabaikan Kouki dan Daiki yang terus saja membujuknya agar beristirahat barang sebentar saja.

"Tetsuya? Makanlah, kau akan sakit nanti jika tak memakan jatahmu,"

Si biru muda masih anteng saja menatap kedepan, menembus lorong Maze yang sunyi.

"Tetsu! Beristirahatlah, jangan paksakan dirimu! Lagipula kita tak tau mereka masih hidup atau sudah mati!"

Perkataan Daiki barusan mengundang lirikan tajam Tetsuya. Maniknya seolah mengatakan 'diam, atau kulempar kau kedalam Maze!'

Si korban lirikan tajam dan si korban terkacangi hanya menghela nafas menghadapi kekeraskepalaan Tetsuya. Mereka menyerah dan beranjak pergi dari lingkup Tetsuya.

Lima belas menit berlalu, Tetsuya masih menatap penuh harap. Matanya terbelalak saat melihat sejumput surai kelabu dan crimson di belokan Maze itu. Ia kian panik tatkala melihat Seijuro lemas bersimbah darah dirangkulan Chihiro. Dengan otomatis, Tetsuya berteriak nyaring memanggil-manggil tim medis.

"Shintarou-kun...Shintarou-kun...cepat kesini! Bawa tandu sekarang! Sei-kun dan Chihiro-kun kembali! Mereka terluka, cepat! Cepat!"

Beberapa runner masuk kedalam lorong Maze untuk membantu memampah Seijuro. Berbarengan dengan itu tim medis yang dipimpin Shintaro telah menunggu didepan gerbang Maze.

Tetsuya panik bukan kepalang saat melihat Seijuro yang terbaring tak bergerak diatas tandu, kini tandu itu sudah dibawa awak medis guna melakukan pertolongan pertama. Gerombolan itu berangsur bubar, hingga menyisakan Tetsuya dan Chihiro yang sudah mendapat pertolongan berupa plaster luka untuk luka goresnya.

Mereka saling tatap. Yang bersurai biru mengisyaratkan rasa terima kasih, yang bersurai kelabu mengisyaratkan rasa yang sulit diartikan.

Tetsuya berjalan menghampiri Chihiro. Lalu memeluk pemuda itu sesaat.

"Terimakasih, Chihiro-kun. Terimakasih sudah membawanya kembali padaku," bisik Tetsuya lalu beranjak pergi, meninggalkan Chihiro yang menatap penuh luka punggung ringkih itu. Rasa terima kasih itu ia terima, walau hatinya serasa merana.

oo00oo

Tersuya menggenggam tangan besar nan hangat itu, ia berharap si empunya akan segera membuka kelopak berisikan manik dwiwarnanya yang indah. Nampaknya, dewi fortuna sedang berada dipihaknya, jemari itu bergerak perlahan, menandakan si empunya terbangun dari tidurnya.

"Sei-kun?"

Kelopak itu mulai bergerak-gerak, lalu membuka menampakan manik Ruby-Gold sayu. Bibir pucat itu menyunging senyum tipis.

"T-Te-Tetsuya..."

Suara yang amat dirindukan Tetsuya. Suara bagai lantunan melodi pemenuh rindu, penenang hati. Hingga tak kuasa menahan segalanya, Tetsuya menangis sejadinya, terisak dihadapan kekasih tercinta.

"S-Sei-kun! Aku merindukanmu! Maafkan aku...maafkan aku hiks, seharusnya aku menolongmu saat kau terjebak didalam Maze, tapi aku tak bisa apa-apa, maafkan aku hiks maafkan aku..."

Seijuro tersenyum, tangan lemas itu perlahan mengusap buliran air mata milik Tetsuya.

"Sssttt...tak apa, Tetsuya, tak apa. Lihat. Aku masih bernafas saja bukankah itu sudah cukup? Tetsuya?! Tak ada yang perlu kau sesali, tak perlu minta maaf. Syukur ini hanya terjadi padaku, bukan padamu. Jika terjadi padamu, mungkin aku akan gila, hingga aku kehilangan nafas ini. Ne, Tetsuya? Tak perlu ada yang meminta maaf dan rasa sesal. Aku bernafas, bukankah itu sudah cukup?"

Tetsuya memeluk Seijuro. Menenggelamkan wajah kacaunya didada bidang Seijuro.

"Tentu, Sei-kun. Itu sudah cukup bagiku. Dan terimakasih sudah kembali dan bernafas demi aku,"

Seijuro mengelus lembut helai biru muda, lalu mengecup pucuk kepalanya pelan.

"Ya, sama-sama, Tetsuya,"

oo00oo

END

oo00oo

[A/N : Coba nulis MR!AU heuheu. Greget juga pas liat scene Minho sm Thomas geret Alby :" dan adanya Mama Newt yang setia nunggu depan pintu Maze hehe. Judul sm cerita ga nyambung ya, hehe. Udah ah! RnR?]