Chapter 20

Cast:

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]

Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]

Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]

Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]

Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]

Genre:

Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,

Disclaimer:

All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca tanpa disengaja sama sekali!

Summary:

Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?

Note:

Buat para readers yang tidak punya akun, tetep bisa ngereview yah. Tinggal isi kolom nama aja (atau bisa dikosongkan) trus review. Gampang kan? Review kalian itu adalah bayaran atas tulisan saya, jadi jangan lupa untuk tinggalkan jejak ^^

WARNING: DON'T LIKE DON'T READ!

Selanjutnya..

HAPPY READING~!

Seminggu telah berlalu, namun belum ada tanda-tanda Kyuhyun akan sadar. Ketiga hyungnya, Changmin, Yunho dan Donghae selalu datang untuk menjenguknya disela-sela kesibukkan mereka masing-masing.

Eunhyuk yang merasa sangat bersalah, sekarang tidak pernah lagi pergi ke sekolah sejak lima hari yang lalu dokter menyatakan kesehatannya telah stabil. Bahkan sejak saat itu, ia tidak pernah beranjak dari kamar Kyuhyun. Ia merasa sudah seharusnya ia tidak meninggalkan adik kecilnya itu lagi apapun yang terjadi, setiap saat Jungsoo maupun Kangin bahkan Changmin, Yunho, dan Donghae yang merupakan sahabat kecil Eunhyuk, selalu membujuk anak itu untuk pergi ke sekolah. Namun, tidak ada yang berhasil membujuk Eunhyuk. Biasanya Eunhyuk akan menolak bujukan mereka secara halus dengan dalih ia ingin meminta maaf pada Eunhyuk saat ia sadar nanti. Mereka hanya bisa menghela napas dan mencoba memahaminya.

Jungsoo dan Kangin juga sebenarnya ingin terus berada di samping Kyuhyun yang terlelap entah sampai kapan. Namun, mereka juga memiliki tanggungjawab dengan nasib beribu-ribu karyawan yang bekerja di perusahaan mereka. Sehingga mereka harus tetap bekerja namun, mereka tidak bekerja hingga larut malam, hanya sampai siang hari.

Jungsoo yang merupakan hyung tertua, mencoba agar diantara mereka tidak ada yang jatuh sakit lagi, sehingga setiap pagi ia akan membeli makan untuk mereka bertiga dan makan bersama kemudian pergi ke kantor bersama Kangin. begitu pula saat makan siang dan makan malam.

Changmin yang merasa sangat sedih saat mengetahui penyakit Kyuhyun, mulai mencoba menerimanya dan berusaha dengan keras bersama Yunho untuk mencari metode untuk menyembuhkan Kyuhyun. Ia pun selalu datang saat ia sudah pulang sekolah. Namun, sampai saat ini ia belum menemukan solusi yang tepat.

.

.

Sementara itu, di tempat lain yang sangat indah dengan di kelilingi oleh bunga yang berwarna-warni serta hamparan padang rumput hijau yang akan membuat orang-orang yang melihatnya akan merasa damai dan ingin terus di tempat ini. Begitu juga yang sepertinya dirasakan oleh seorang pemuda yang sedang duduk di bawah satu pohon yang cukup besar dengan mata terpejam untuk merasakan semilir angin yang bertiup pelan dan menerpa wajahnya. Ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan di sini. Bukan hanya pemandangannya saja yang membuat pemuda itu untuk tetap berada di sana, namun juga ketentraman yang membuat hatinya tenang menjadi salah satu alasan lainnya.

Tiba-tiba, ada dua orang – tepatnya sepasang pria dan wanita – muncul di samping pemuda itu dan tersenyum bersamaan. Sang pria langsung menyentuh bahu pemuda itu, karena sepertinya pemuda itu tidak merasakan kehadiran mereka karena terlalu menikmati apa yang ia rasakan. Sentuhan itu sontak membuat pemuda itu terlonjak kaget dan segera memasang tatapan mematikannya kepada pelaku itu. Saat matanya bertemu pandang dengan mata pria dan wanita itu, tiba-tiba ekspresinya melunak.

"Kyuhyun-ah.." Panggil sang wanita atau yang bisa kita katakan Ibu dari pemuda itu, Kyuhyun.

"Eomma... Appa..." Kyuhyun berujar lirih sambil berdiri dari tempat duduknya. Ia tidak menyadari kalau air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya. Kedua orang yang berdiri dihadapannya terus memasang senyum teduh yang membuat hati Kyuhyun berdesir.

Ibu Kyuhyun mendekati Kyuhyun dan menariknya ke dalam pelukan hangatnya, pelukan yang sangat dirindukan oleh Kyuhyun selama ini. "Kau sudah tumbuh besar, sayang." Kata Ibu Kyuhyun tanpa melepaskan pelukan hangatnya sedangkan Kyuhyun sudah berlinang air mata karena ia bisa kembali merasakan pelukan itu. Sang ayah pun tidak tinggal diam, ia maju selangkah dan mengusap kepala Kyuhyun lembut. Walaupun wajahnya cukup tegas namun senyuman teduhnya itu bisa membuat semua orang terlena dengannya. Bahkan ia terlihat seperti seorang malaikat.

"Aku merindukan eomma dan appa.. hiks.. hiks.." Dalam dekapan sang eomma, Kyuhyun menangis terisak, mengeluarkan semua perasaan yang ia rasakan sendiri dalam kesendiriannya setelah kematian kedua orang tuanya.

"Eomma dan appa juga merindukanmu Kyunnie sayang." Kata Eommanya dengan senyuman teduh yang tidak pernah hilang dari wajah lembutnya. Sedangkan, Kyuhyun yang mendengar penuturan sang ibu yang juga mewakili sang appa, semakin memperdalam dekapannya dengan terus menangis.

Setelah beberapa saat, Kyuhyun sudah mulai tenang kemudian melepaskan pelukan sang ibu dan menghapus jejak air mata yang tersisa di pipinya dengan punggung tangannya.

"Jangan menangis lagi, Kyunnie.." Suara berwibawa yang keluar dari mulut sang appa membuat Kyuhyun mengangguk patuh seperti anak kecil. Oh ayolah.. dia adalah yang termuda di keluarganya jadi sudah sepantasnya ia berlaku seperti itu, bukan?

Tidak ada suara lagi diantara ketiganya. Mereka hanya di temani semilir angin yang berhembus lembut.

"Eomma.." Kata Kyuhyun memecahkan keheningan di antara mereka. "Ada apa, Kyunnie?" Jawab sang eomma dengan suara lembut dengan memalingkan wajahnya ke arah sang anak yang juga tengah menatapnya.

"Aku lelah.." Kata Kyuhyun pelan dan kembali, sang ibu membawanya ke dalam dekapannya. "Waeyo?" Tanya ibunya.

"Ani.. aku hanya.. lelah? Aku ingin disini bersama eomma dan appa." Kata Kyuhyun dalam dekapan ibunya.

Eommanya melepaskan dekapannya dari Kyuhyun dan menatap dalam sang anak. Sang ayah yang sedari hanya memperhatikan kegiatan keduanya, mulai bergerak dan mengelus kepala anaknya. "Belum saatnya kau di sini, Kyu.. Selain itu, kau tidak merindukan hyungdeulmu?" Kata sang ayah sambil menatap sang anak yang kini tengah menundukkan kepalanya.

"Aku.. Aku.. merindukan mereka.. tapi Eunhyuk sepertinya masih membenciku, appa.. hiks.. aku lelah.. hiks.." Kyuhyun mulai terisak.

"Jika kau berpikir begitu, lebih baik kau tidur dulu. Eomma dan appa akan menemanimu disini. Dan yakinlah, saat kau terbangun nanti, semua hyungmu akan menyayangimu lagi." Kata ayahnya sambil menepuk pahanya yang terbungkus celana kain putih bersih yang bersinar.

"Benarkah?" Tanya Kyuhyun ingin meyakinkan. "Eum.. percayalah.." Jawab ayahnya.

Untuk beberapa saat, Kyuhyun terdiam sebentar tapi setelah itu ia langsung mencoba berbaring dan menyamankan posisinya di atas paha sang ayah kemudian memejamkan matanya.

.

.

.

Di dalam kamar rawat Kyuhyun, hanya Eunhyuk sendiri yang berada di sana sambil terduduk. Sebenarnya ia tidak benar-benar sendiri di sana, karena ia ditemani oleh Kyuhyun yang masih belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar.

Eunhyuk sedari tadi hanya terus memperhatikan adiknya yang tengah tertidur itu dengan mata sayunya. "Ireona, Kyunnie.." kata Eunhyuk yang di jawab oleh sahutan alat-alat medis yang ada di dalam kamar itu. Entah untuk ke berapa kalinya ia kembali menangis karena tidak kuat melihat kondisi adiknya yang begitu ringkih itu tengah terbaring dengan banyak selang yang masuk ke dalam tubuhnya.

Matanya tidak bisa berkompromi sama sekali karena air mata yang ia berusaha tahan dengan keras untuk tidak menetes, tetapi saat ini malah sudah mengalir menjadi anak sungai di pipinya yang tirus. "Kyunnie.. hiks.. mianhae.. maafkan hyung.. hiks.." Eunhyuk terus terisak dengan mengucapkan kata maaf pada adiknya yang tertidur.

"Kyunnie.. hiks.." Eunhyuk terus menggenggam erat tangan Kyuhyun. Namun tiba-tiba, Eunhyuk merasa ada pergerakkan kecil dari jemari Kyuhyun. Ia tercengang dan segera menghapus air matanya.

"Kyu?" Panggil Eunhyuk lirih. Ia melihat sejenak wajah Kyuhyun kemudian beralih pada jemari Eunhyuk dan jarinya kembali bergerak, sontak ia membulatkan matanya. "Kyuhyun-ah.." Sekali lagi Eunhyuk memanggil nama dongsaengnya.

Setelah itu, mata Kyuhyun terbuka dengan perlahan dan ia berusaha untuk membiasakan cahaya yang masuk ke dalam matanya kemudian setelah ia terbiasa, ia melirik ke arah Eunhyuk yang memegang tangannya.

"Kyunnie.. hiks.. akhirnya.. akhirnya kau sadar juga.. hiks.. Bogoshipeo, saeng.. hiks" Eunhyuk kembali terisak. Sungguh, perasaan yang tengah ia rasakan saat ini benar-benar membuat ingin terus menangis karena bahagia melihat pemilik manik karamel itu telah terbangun dari tidur panjangnnya.

Eunhyuk memeluk tangan Kyuhyun sambil menumpahkan air matanya. Setelah agak tenang, ia kemudian berusaha menyunggingkan senyumnya pada Kyuhyun. "Ya! Kenapa kau baru bangun, eoh? Hiks." Suara Eunhyuk terdengar sangat parau.

Tiba-tiba tangan Kyuhyun berusaha untuk bergerak dan pemilik tangan itu mengelus punggung tangan Eunhyuk. Eunhyuk menatap kaget pada Kyuhyun, namun yang ditatap memberi senyuman tipisnya serta menggerakkan bibirnya untuk berkata, 'hyung, uljima.' Karena suaranya sama sekali tidak bisa dikeluarkan.

"Eung.. baiklah.. hiks.. Kyunnie beristirahatlah lagi. Hyung akan memanggil dokter dan menghubungi Jungsoo hyung dan Kangin hyung." Setelah berkata demikian, Eunhyuk lalu memencet tombol merah untuk memanggil para petugas medis untuk datang ke kamar itu. Tidak berapa lama, rombongan kecil dokter serta suster datang dan salah seorang di antaranya ada Yunho.

"Kyuhyun-ah.. akhirnya kau bangun." Kata Yunho dengan senyum sumringahnya. Ia bersyukur akhirnya sahabat adiknya bisa menampilkan kembali manik karamelnya itu setelah tertutup selama seminggu lamanya. Kyuhyun hanya membalas senyuman tipis untuk menanggapi perkataan Yunho padanya. Karena jujur saja, ia sangat sulit mengeluarkan suaranya. Apalagi, saat ini ia masih memakai masker oksigen yang akan menghalangi suaranya untuk terdengar walaupun itu Cuma bisakan yang sangat kecil.

.

'yeoboseyo.. Hyukkie-ah ada apa?' Jawab orang yang di telepon Eunhyuk. Siapa lagi kalau bukan Jungsoo – sang hyung tertua.

"Hyung, Kyuhyun sudah sadar.." Kata Eunhyuk dengan senyuman tipis.

'Mwo? Benarkah? Baiklah, kau tunggu di sana, hyung dan Kangin akan segera ke sana." Jawab Jungsoo yang terdengar bersemangat.

"Ne, hyung." PIP. Eunhyuk langsung memutuskan sambungan teleponnya dan segera berbalik untuk masuk ke dalam ruangan yang sempat ia tinggalkan beberapa menit karena ingin mengabari sang hyung mengenai Kyuhyun.

Saat ia sudah masuk kembali di ruang rawat Kyuhyun, itu bertepatan dengan selesainya proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Yunho.

"Ah. Eunhyuk-ah. Kondisinya sudah membaik. Namun, aku mengkhawatirkan kondisi sel kanker yang ada di otaknya. Saat ini kita belum bisa melanjutkan terapinya, karena kondisi belum memungkinkan untuk itu, biarkan dia beristirahat dengan baik." Kata Yunho kepada Eunhyuk yang saat ini. Sedangkan Eunhyuk, ia mendengarkan penjelasan Yunho sambil menatap wajah polos sang adik yang tertidur pulas.

Benar. Sel kanker yang bersarang di kepala adiknya. Rasanya ia ingin sekali menggantikan posisi adiknya untuk menerima rasa sakit akibat penyakit sialan itu. Ia yang selalu berbuat jahat pada adiknya. Seharusnya ia yang mendapatkan penyakit itu, bukan adiknya yang begitu baik – bahkan terlalu baik.

Mata Eunhyuk mulai berembun.

"Aku sudah menyuntikkan obat tidur tadi. Ia masih cukup lemah. Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke ruanganku." Kata Yunho menepuk pundak Eunhyuk dan berjalan keluar diikuti petugas medis lainnya yang berada di ruangan itu. Membiarkan Eunhyuk seorang diri dalam ruang rawat adiknya.

Setetes air mata tumpah dari manik matanya. Namun, dengan cepat ia menghapusnya. "Aku tidak boleh menangis. Kyunnie pasti akan sedih." Ia kemudian berjalan menuju kursi yang ada di sisi kanan ranjang itu dan kembali menemani sang adik yang sudah terlelap akibat obat yang diberikan Yunho.

.

.

.

Jungsoo dan Kangin sudah sampai di parkiran rumah sakit tempat Kyuhyun di rawat. Mereka keluar dari mobilnya masing-masing.

"Ah.. Kangin-ah, kau sudah mendapat kabar dari Eunhyuk?" Tanya Jungsoo.

"Ne, hyung." Jawab Kangin.

"Baiklah. Kalau begitu, ayo." Ajak Jungsoo kepada Kangin. Dan dengan cepat mereka berjalan menuju ruangan Kyuhyun.

Sesampainya di sana, Kanginlah yang membukakan pintu kemudian Jungsoo masuk terlebih dahulu. Yang pertama kali Jungsoo tangkap adalah Eunhyuk dan Kyuhyun tertidur dengan posisi yang berbeda. Tentu saja, karena Kyuhyun dalam posisi berbaring sedangkan Eunhyuk dalam posisi tertidur.

Jungsoo mengukir senyumnya melihat kedua adiknya yang sedang tertidur. Walaupun belum sempat melihat Kyuhyun sadar, tapi ia sudah cukup senang mendengar kabar yang tadi Eunhyuk beritahukan kepadanya.

"Kangin-ah.." panggil Jungsoo.

"Ada apa, hyung?" Tanya Kangin setelah menutup pintu ruang rawat itu.

"Kau jaga mereka. Aku akan ke bawah untuk membeli makan malam untuk kita bertiga." Kata Jungsoo.

"Ahh baiklah hyung." Jawab Kangin dengan senyum tipisnya. Jungsoo membalas senyuman tipis sang adik dan segera beranjak dari ruangan itu ke kantin.

.

.

.

Beberapa saat kemudian, Jungsoo kembali ke ruang rawat Kyuhyun dengan membawa 2 bungkusan yang berisi makan malam mereka.

"Hyukie, Kangin-ah, ayo kita makan dulu." Kata Jungsoo seraya menutup pintu ruangan itu dan segera duduk di sofa yang tersedia di pojok ruangan itu.

Kangin dan Eunhyuk segera beranjak dari samping ranjang Kyuhyun dan duduk bersama Jungsoo di sofa itu untuk menikmati makan malam mereka. Untuk mencairkan suasana yang hening di antara mereka, Jungsoo membuat beberapa candaan yang berhasil membuat suasana sedikit hidup.

Tanpa mereka sadari, Kyuhyun tengah melirik mereka dan tersenyum dalam diam. Entah mengapa ia tak ingin mengganggu para hyungnya itu. Setelah ia menatap mereka, ia kembali menutup matanya dan terlelap.

.

.

"KYUNNIE! Hyung datang!" Teriak seseorang yang baru masuk di kamar rawat Kyuhyun. Siapa lagi kalau bukan Eunhyuk. Eunhyuk yang masih memakai seragam sekolahnya bergegas masuk ke dalam rawat itu dan diikuti oleh beberapa orang di belakangnya. Gummy smile yang ia pajang tidak pernah sirna dari wajahnya. Sedangkan orang yang memang berada dalam kamar itu memasang senyum manisnya dengan buku di tangannya.

Sejak lima hari yang lalu, Eunhyuk sudah kembali bersekolah setelah absen selama seminggu. Kyuhyun membujuknya dengan puppy eyes yang ia tidak pernah tunjukkan selama beberapa tahun terakhir dan hasilnya? Tidak usah diragukan lagi, Eunhyuk langsung luluh dan mengiyakan permintaan adiknya itu.

"Annyeong, hyungdeul, Changmin-ah." Sapa Kyuhyun kepada ketiga orang yang baru masuk – Eunhyuk, Donghae, dan Changmin.

"Annyeong, Kyu." Jawab Donghae dan Changmin bersamaan membalas sapaan Kyuhyun.

Mereka bertiga pun masuk ke dalam kamar Kyuhyun lebih dalam lagi dan kemudian mengambil tempat masing-masing di sofa yang ada di ruangan itu kecuali Eunhyuk yang mengambil posisi di kursi yang ada di samping ranjang Kyuhyun.

Setelah itu, Mereka berempat mulai bercanda ria yang karena tingkah Changmin serta Eunhyuk yang mengundang gelak tawa. Maka jadilah siang itu penuh dengan canda dan tawa hingga Kangin dan Leeteuk datang.

.

.

.

.

.

To Be Continued

Annyeong! Kimchan balik lagi setelah sekian lama.

Mohon jangan marah karena chapter 20 nya sa~~~~~ngat telat dipublishnya. Sebenarnya udah nulisnya sejak publish chap 19, tapi entah kenapa, ide-ide di kepala saya tiba2 menguap entah kemana.. Selain itu, saya lagi persiapan buat sbmptn dan umpn. Dan Puji Tuhan saya sudah lulus di Poloteknik negeri jurusan akuntansi.

Inipun juga sebenarnya saya sedikit malu buat publish. Saya akui, chapter ini akan sangat membosankan dan sedikit banget. Jadi, mohon dikoreksi dasn dimaafkan u,u Saya akan berusaha lagi buat chapter selanjutnya. Jadi kalau misalnya ada ide, bisa langsung tulis di kotak review ^^

Buat yang sudah baca dan review chapter kemarin saya ucapkan terima kasih. Buat yang belum sempat review juga, saya ucapkan terima kasih.

Oh iya, yang nunggu pengumuman sbmptn, Semangat yaa.. Semoga lulus. Kalau belum lulus, jangan menyerah ^^

Daaannn.. Special Album SJ udah mau keluar nih.. Gimana pendapat kalian? Kkkkkk\

Oke.. segitu aja cuap2 saya.

Last, Would you mind to review this chapter?

- Kimchan83 –

Thank Youuuu