Chapter 21

Cast:

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun [18]

Park Jungsoo as Park Jungsoo (Kyuhyun's brother 1) [26]

Kim Youngwoon as Park Kangin (Kyuhyun's brother 2) [23]

Lee Hyukjae as Park Eunhyuk (Kyuhyun's brother 3) [19]

Shim Changmin as Kyuhyun's best friend [18]

Genre:

Family, Friendship, Hurt/Comfort, Sad, Angst,

Disclaimer:

All casts belong to God and themself and i just own the story. DLDR! Alur ff ini sudah pasaran jadi mohon di maafkan jika ada kesamaan dengan beberapa cerita yang lainnya. /.\ Tapi saya tidak memplagiat ataupun menjiplak karya author lain karena cerita ini berasal 100% dari pikiran saya dan mungkin memang terinspirasi dari beberapa ff dengan tema brothership yang pernah saya baca tanpa disengaja sama sekali!

Summary:

Perjuangan seorang adik terkecil di keluarga Park untuk mendapat kasih sayang ketiga hyungnya yang selalu menganggapnya tidak ada. Apa yang membuatnya tidak dianggap sama sekali? Bisakah ia mendapat kasih sayang para hyungnya?

Note:

Buat para readers yang tidak punya akun, tetep bisa ngereview yah. Tinggal isi kolom nama aja (atau bisa dikosongkan) trus review. Gampang kan? Review kalian itu adalah bayaran atas tulisan saya, jadi jangan lupa untuk tinggalkan jejak ^^

WARNING: DON'T LIKE DON'T READ!

Selanjutnya..

HAPPY READING~!

Saat ini, seorang anak laki-laki dengan kulit putih pucat serta berambut ikal yang memakai beanie hat putih di kepalanya untuk menyembunyikan rambutnya yang sudah mulai menipis sedang berjalan ditemani oleh tiga orang, sehingga mereka berjalan beriringan di koridor sekolah.

Kedatangan mereka mengundang perhatian dari para siswa yang ada di koridor itu. Ada berbagai reaksi yang ditunjukkan oleh mereka. Tapi, rata-rata dari mereka menunjukan raut terkejut dan jijik. Jijik? Ya, itu ditujukan kepada laki-laki berkulit pucat yang membuat dirinya semakin menundukkan kepalanya dalam.

Laki-laki itu atau Kyuhyun, sebenarnya sudah tahu jika ia akan menerima pandangan seperti dari murid yang ada di sekolahnya.

"Hyung.." cicit Kyuhyun sambil menunduk kepada sang hyung yang tepat berada di sampingnya dan merangkul pundaknya.

"Ya, Kyunnie? Kau sebaiknya jangan terlalu memikirkan sesuatu terlalu berlebihan." Kata Eunhyuk dengan wajah yang terlihat sangat senang bahkan senyum selalu terpasang di wajahnya.

"Sebaiknya hyung duluan saja.. aku.. aku bisa sendiri ke kelas kok." Kata Kyuhyun. Ia benar-benar tidak berani menaikkan kepalanya untuk melihat segala tatapan menidas yang dilayangkan kepadanya dari para siswa. Bahkan saat ini ia sudah memainkan jari-jarinya.

Changmin dan Donghae sebenarnya sudah menyadarinya bahkan saat mereka menapakkan kaki di parkiran sekolah. Eunhyuk juga seperti itu, namun ia merasa ia tidak perlu melakukan itu sekarang. Dengan memaki semua orang yang berada di koridor, tidak akan ada perubahan yang terjadi. Lebih baik dia menahan dirinya dulu.

Changmin segera memegang kedua pundak Kyuhyun dan menyalurkan kehangatan kepada Kyuhyun, setidaknya dengan itu Kyuhyun akan merasa sedikit tidak khawatir. Tapi tetap saja, pandangan-pandangan yang mengintimidasi itu sangat membuatnya tidak nyaman dengan ketiga orang yang berjalan dengannya.

Mereka akhirnya tiba di depan kelas Kyuhyun dan Changmin.

"Kyuhyun-ah, kalau kau merasa tidak enak badan, langsung hubungi hyung.. Changmin-ah, aku titip Kyuhyun ya." Kata Eunhyuk. Setelah itu, Ia dan Donghae segera pergi dari sana ketika telah mendapat respon anggukan disertai senyuman oleh Changmin dan Kyuhyun. Lalu, setelah melihat Eunhyuk dan Donghae telah menghilang dari koridor itu, mereka berdua akhirnya masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran hari itu.

Kyuhyun yang masih agak lemas karena baru saja diperbolehkan pulang dari rumah sakit, berusaha mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh setiap guru yang masuk. Kyuhyun yang pada dasarnya merupakan anak yang tergolong cerdas pun bisa mengerti seluruh penjelasan yang dijelaskan oleh gurunya. Namun, setelah beberapa jam, ia merasa kepalanya mulai merasakan sakit akibat karena kanker yang dideritanya yang semakin menjadi.

Ia menggigit bibirnya dan menatap ke arah jendela untuk menghindari tatapan khawatir dari Changmin jika Changmin tahu ia didera rasa sakit. Ia menutup matanya sejenak untuk mencoba meredakan rasa sakit di kepalanya. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya sakit yang ia rasakan pun mulai berangsur-angsur mereda walaupun ia merasa keringat dingin mulai keluar dari kulitnya dan juga rasa lemas karena tenaganya menguap entah kemana karena rasa sakit yang ia alami tadi. Ia kembali mencoba memfokuskan dirinya pada pelajaran yang di terangkan oleh gurunya yang berada di depan kelas.

.

TING TONG TING TONG

Bel tanda pulang berbunyi. Semua siswa segera membereskan peralatan tulis mereka. Namun, sebelum guru yang mengajar di ruang kelas Kyuhyun yang kebetulan adalah wali kelas Kyuhyun, memanggil Kyuhyun.

"Kyuhyun-ssi, bisa ikut saya ke ruangan guru?" Tanya wali kelasnya.

"Ne, seonsaengnim." Jawab Kyuhyun dan segera memebereskan peralatannya. Tetapi sebelum ia mengikuti wali kelasnya, Changmin terlebih dahulu mencegahnya untuk menyampaikan sesuatu.

"Kyu, tunggu. Aku, Eunhyuk hyung, dan Donghae hyung akan menunggumu di pintu masuk sekolah." Kata Changmin.

"Eoh." Jawab Kyuhyun singkat lalu melanjutkan langkahnya untuk mengikuti wali kelasnya.

Sesampainya di ruangan guru, wali kelas Kyuhyun terlihat cukup bingung untuk memulai perkataannya.

"Begini, saya memanggilmu ke sini karena ingin menyampaikan ini padamu." Kata wali kelasnya sambil memberikan sebuah surat yang memang sudah ada di meja sang guru.

"I-ini apa, seonsaengnim." Entah kenapa ia sudah bisa memprediksi isi surat itu namun ia hanya ingin memastikan apa yang ada dipikirannya tidaklah benar. Telapak tangannya mulai bergetar sambil memegang surat itu.

"Dua hari yang lalu, guru-guru dan para donatur melaksanakan rapat mengenai beasiswa yang diterima olehmu dan beberapa siswa yang lain." Wali Kelasnya menjeda perkataannya sesaat. Kyuhyun merasa, apa yang akan ia dengarkan selanjutnya adalah sesuatu yang buruk.

"Dalam rapat itu, kami sepakat untuk menghentikan beasiswa dan mendrop out siswa yang prestasinya menurun dan jarang mengikuti pelajaran tanpa ada alasan. Dan… siswa itu adalah… kau, Kyuhyun-ssi." Kata-kata yang baru saja keluar dari mulut wali kelasnya terasa seperti hantaman besar padanya. Tubuhnya menegang dan lidahnya sungguh keluh. Ia tidak dapat mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya.

"Saya sudah berusaha dalam rapat itu. Dan ini adalah surat resminya." Kata wali kelasnya sambil menyerahkan sebuah amplop putih kepada Kyuhyun yang menerimanya dengan tangan yang sedikit gemetaran.

"N-ne, Seonsaengnim. Terima kasih banyak atas bantuan anda selama ini." Kyuhyun membungkukkan badannya 90°.

"Kalau tidak ada lagi yang akan dibicarakan, saya mohon pamit, seonsaengnim." Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu setelah mendapat anggukan dari wali kelasnya yang memandang Kyuhyun dengan tatapan iba. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Kyuhyun berjalan dengan tatapan kosong melewati koridor sekolahnya yang besok tidak akan ia datangi lagi. Walaupun ia sudah bisa menebak kabar yang akan disampaikan oleh wali kelasnya, namun tetap saja itu adalah kabar yang sangat membuatnya tertohok.

Beasiswa yang ia raih dengan penuh kerja keras, terlepas begitu saja karena tubuhnya yang sangat lemah dikarenakan penyakit yang bersarang dalam kepalanya.

Beberapa kali, ia menabrak punggung siswa lain dan ia mendapat tatapan mematikan serta makian dari siswa lain. Tapi itu hanya ia anggap angin lalu. Ia hanya berjalan lurus.

Ia kemudian menghela napas saat ia mengangkat kepalanya yang tertunduk sejenak setelah ia sampai di lapangan. Dari kejauhan, ia sudah melihat siluet hyungnya – Eunhyuk – beserta Changmin dan Donghae yang menunggu di parkiran mobil.

Ya, semenjak Kyuhyun keluar dari rumah sakit dan meminta untuk tetap mengikuti pelajaran di sekolah, saat itu juga Kangin memberikan mobil kepada Eunhyuk agar keduanya bisa ke sekolah dengan aman.

Kyuhyun melihat Eunhyuk melambai kepadanya. Ia kemudian berusaha untuk menampilkan senyum tipisnya ke arah hyungnya dan berjalan agak cepat.

"Kenapa lama sekali? Apa yang gurumu katakan, hm?" Kata Hyukjae ketika Kyuhyun sudah ada di dekatnya. Ia kemudian mengelus kepala sang adik yang masih dilapisi oleh beanie hat.

"Eum.. itu.. tidak ada yang penting kok, hyung.. " Kyuhyun berusaha meyakinkan sang hyung.

"Baiklah. Sekarang masuk ke mobil, kita akan pulang." Eunhyuk menunggu Kyuhyun untuk masuk ke mobil terlebih dahulu. Kemudian, setelah Kyuhyun menutup pintunya, Eunhyuk kemudian beranjak dari tempatnya diikuti oleh Changmin dan Donghae ke kendaraanya masing-masing kemudian pulang bersama.

.

.

Sesampainya di rumah, Kyuhyun segera berjalan menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua, kemudian menutupnya. Kyuhyun yang masih berdiri membelakangi pintu kamarnya langsung saja menumpahkan air matanya dengan sangat deras tapi tanpa isakan. Karena ia tidak ingin hyungnya sampai tahu.

Ia kemudian berangsur-angsur duduk sambil memeluk kedua kakinya dengan erat sambil terus menumpahkan rasa sesak yang ia rasakan.

Ia sangat merasa tidak berguna dengan penyakit yang ia derita. Penyakit ini membuat semua orang semakin menatapa kasihan pada dirinya. Dan sekarang, ia harus kembali menalan pahit karena kehilangan beasiswa yang sangat susah payah ia dapatkan. Walaupun para hyungnya pasti mampu untuk membayar biaya sekolahnya sekarang, tapi tetap saja.

Ia terus menangis walau tanpa isakan.

Kemudian ia berdiri dari posisinya, lalu berjalan menuju tempat tidurnya. Ia membuka tasnya dan mengambil sebuah amplop yang diberikan oleh wali kelasnya kepadanya tadi siang. Ia menatap dalam amplop itu sebelum mebukanya dengan gerakan sangat pelan.

Ia membaca baris per baris kalimat yang tertulis di dalamnya. Seketika itu juga, air matanya kembali mengalir.

Tiba-tiba saja, ia merasakan sesak yang berlebihan seperti ada sebiah benda yang sangat berat menimpa dadanya. Ia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Ia hanya memegang erat dadanya agar rasa sesak yang ia alami berkurang. Namun, pada kenyataannya hal itu tidak menimbulkan sesuatu yang berarti.

Tanpaa ia sadari, darah mulai keluar dari hiddungnya. Awalnya hanya setetes, namun lama kelamaan makin banyak.

Kyuhyun yang sudah tidak kuat, akhirnya membaringkan tubuhnya dan meringkukkan badannya dengan membelakangi pintu kamarnya dengan terus merasakan sakit yang menghantam dada dan kepalanya.s

Kyuhyun yang sudah sangat lelah, akhirnya menutup matanya dan tenggelam dalam kegelapan yang tak berdasar.

.

.

Jungsoo memarkirkan mobilnya di garasi yang ada di rumahnya. Setelah itu, ia berjalan masuk ke dalam rumahnya yang terlihat cukup lengang. Tiba-tiba ada seorang pelayan yang menghampirinya.

"Tuan, Makan siangnya sudah siap." Kata pelayan itu sambil menunduk sopan.

"Oh, baiklah.." jawab Jungsoo kembali berjalan. Namun, ia teringat sesuatu yang menghentikan langkahnya dan membalikkan badannye ke arah pelayan tadi.

"Oh iya, apa Eunhyuk dan Kyuhyun sudah pulang?" Tanya Jungsoo.

"Iya, tuan. Tuan muda Eunhyuk dan Kyuhyun sudah tiba setengah jam yang lalu." Kata pelayan itu lagi.

"Ah Baiklah. Kembalilah bekerja." Kata Jungsoo kemudian membalikkan badannya sedangkan pelayan itu membungkuk sopan lalu berlalu dari tempat itu untuk melanjutkan pekerjaannya.

Jungsoo bergegas menuju ke kamarnya dan berganti pakaian dengan pakaian kasual yang ia miliki. Kemudian, ia melangkahkan kakinya menuju kamar Eunhyuk yang berada tepat disamping kamarnya.

Tok Tok Tok

"Hyuk-ah~~" Panggil Jungsoo dengan suara yang cukup keras sambil mengetuk pintu kamar adiknya. Tidak lama kemudian, Eunhyuk menyembulkan kepalanya yang terlihat basah dan jangan lupa handuk yang ia bawa.

"Ada apa, hyung?" Tanya Eunhyuk sambil berusaha mengeringkan rambutnya dengan handuk yang ada dipegangnya.

"Makan siangnya sudah siap. Cepatlah bersiap dan ayo kita makan bersama." Kata Jungso dengan memamerkan senyuman tipisnya.

"Baiklah, hyung." Kata Hyukjae, lalu masuk lagi ke dalam kamarnya untuk merapikan pakaiannya.

Setelah itu, Jungsoo kembali berjalan ke kamar Kyuhyun. Sesampainya di depan kamar Kyuhyun, Jungsoo langsung saja menggerakkan tangannya untuk mengetuk pintu kamar Kyuhyun.

TOK TOK TOK

"Kyu~" Panggil Jungsoo. Namun, setelah beberapa detik, ia tidak mendapat balasan dari dalam kamar. Maka dari itu, Jungsoo mencoba untuk mengetuk pintu itu sekali lagi.

TOK TOK TOK

"Kyuhyun-ah~ Makan siangnya sudah siap. Ayo kita makan bersama." Kata Jungsoo lagi dengan harapan ada balasan yang di dapatkannya.

Namun, ia kembali tidak mendapat jawaban apapun dari adik bungsunya.

Jungsoo yang mulai khawatir pun, membuka pelan daun pintu itu. Kamar adiknya itu sangatlah gelap saat ia baru saja melangkahkan kakinya. Maka jadilah ia meraba dinding yang ada disamping pintu untuk menyalakan saklar lampu.

Setelah berhasil untuk menyalakan lampu kamar itu, Jungsoo melihat adiknya sedang tertidur dengan posisi meringkuk di atas ranjangnya dengan seragam sekolah yang masih menempel di badannya.

Jungsoo yang melihat itu, menggelengkan kepalanya. Ia melangkahkan kakinya mendekati sang adik.

"Kyu.. Kyuhyun-ah, ayo bangun. Makanan sudah si-" Kata-kata yang dikelurkan Jungsoo seketika terputus ketika ia melihat bercak darah yang ada di ranjang adik. Ia membelalakkan matanya. Dan pada saat yang sama, ia membalikkan badan Kyuhyun.

Ia tidak bisa berkata-kata lagi. Kondisi adiknya sangat sangat mengkhawatirkan. Ia terpaku sejenak. Lidahnya bahkan kelu untuk memanggil seseorang.

Wajah Kyuhyun yang sudah sangat pucat pasi dan darah yang masih mengalir dari hidungnya walaupun tidak sederas sebelumnya serta jangan lupakan napasnya yang terputus-putus atau bahkan ia sama sekali tidak bisa mengambil oksigen?

"K-Kyuhyun-ah… Kau kenapa?" Jungsoo menangis dengan diikuti isakan yang keras.

Eunhyuk yang baru selesai berpakaian, dikejutkan oleh tangisan Jungsoo di kamar Kyuhyun. Ia segera berlari menuju Jungsoo.

Sesampainya di sana, ia pun mendekati Jungsoo. Namun, belum sempat ia memanggil Jungsoo, Ia sudah di hadapkan dengan kondisi adiknya yang sungguh mengenaskan.

"H-hyung… K-kyuhyun.. dia.." Eunhyuk berucap terbata-bata. Jungsoo yang tidak tahu apa yang harus ia lakukan hanya menggelengkan kepalanya.

Eunhyuk segera mendapatkan kembali kesadarannya. Ia bergerak cepat dan meraih tubuh ringkih Kyuhyun untuk naik ke punggungnya dan segera membawanya menuju garasi.

Jungsoo pun mengikuti mereka. Ia berusaha bersikap tenang. Maka dari itu, ia mengambil kunci mobilnya terlebih dahulu dan bergegas ke garasi.

.

.

.

TBC

Haiiii~~ Kimchan balik lagi nih..

Maaf banget yah buat keterlambatan updatenya Ide saya entah kenapa jadi menghilang begitu aja tiap mau nulis. Ditambah lagi tugas-tugas kampus yang bener-bener banyak banget TT

Maafin ya kalo chapter ini sangat mengecewakan;;

Tapi, saya tetap butuh komentar kalian yaa~

Btw, thanks buat yang udah follow, favorite, dan review ff gaje saya ini hehehe semoga masih minat buat baca.

Ditunggu reviewnya~^^

-Kimchan84-