--[CHAPTER 2]--

.

.

.

.

.

Hari itu tiba, hari dimana setiap pasangan yang saling mencintai menantikannya. Semua orang yang berada di ruangan itu tengah mendengarkan janji suci yang di ucapkan Chanyeol dan Baekhyun secara bergantian. Ini adalah impian Baekhyun sedari kecil, menikah bersama seseorang yang di cintainya. Seseorang yang sama yang kini berdiri di samping dirinya 'Park Chanyeol', namun pernikahannya jauh dari harapannya. Saat Chanyeol menyematkan sebuah cincin di jari manis milik Baekhyun hanya ada tatapan dingin dengan aura hitam yang menguar dalam diri Chanyeol. Baekhyun hanya menundukan kepalanya tanpa menatap wajah Chanyeol, ia merasakan pernikahannya hambar tanpa ada rasa cinta dari sosok yang kini menjadi suaminya itu. Setelah keduanya saling menyematkan cincin di jari masing-masing, kini saatnya moment dimana pasangan pengantin itu untuk berciuman dengan penuh rasa cinta dan kebahagiaan. Namun sayang lagi-lagi Chanyeol membuat Baekhyun terluka, laki-laki dominan itu hanya mengecup bibir Baekhyun tidak lebih dari satu detik. Baekhyun hanya mencoba memahami Chanyeol.

Setelah acara pernikahannya selesai, Chanyeol langsung membawa Baekhyun ke Pyeongchang-dong. Rumah baru yang sudah di sediakan oleh orangtuanya.

Mobil sedan hitam mengkilap terparkir tepat di salahsatu rumah bercat putih dengan halaman yang cukup luas. Sudut bibir Baekhyun langsung terangkat saat ia keluar dari dalam mobil memandangi tempat tinggal barunya. Namun apa yang dilakukan Chanyeol membuat Baekhyun tersadar dari lamunannya.

Brukkk

"Kau bisa membawanya sendiri bukan?" ucap Chanyeol dengan nada dinginnya, Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya "I.. Iya hyung."

Chanyeol tidak mengeluarkan suaranya lagi, ia membawa langkahnya untuk memasuki rumah itu. Baekhyun akhirnya berjongkok untuk memungut tas koper miliknya yang di lempar oleh Chanyeol tepat di hadapan kakinya.

.

Chanyeol langsung melangkah ke lantai atas dan membuka salahsatu kamar yang cukup luas dengan ranjang king size terletak tepat berhadapan dengan balkon. Namun laki-laki tinggi itu langsung mendengus saat sosok Baekhyun datang ke dalam kamar. "Siapa yang menyuruhmu untuk masuk ke kamarku?" bentaknya, sontak itu benar-benar membuat Baekhyun terkejut.

"Tapi hyung, bukankah ini.. Kamarku juga." ucap Baekhyun dengan pelan di akhir kalimatnya. Chanyeol yang mendengar ucapan Baekhyun langsung berdecih "Kau tidur di kamar lain, aku tidak sudi satu ranjang dengan mu sialan."

'Sialan' batin Baekhyun.

Hatinya terasa semakin retak saat ucapan kasar itu keluar dari mulut suaminya sendiri. Ribuan jarum tak kasat mata rasanya menusuk tepat ke jantung miliknya yang berdenyut sakit dan membuatnya sesak. Airmatanya bahkan mendesak untuk keluar, namun dengan sebisa mungkin Baekhyun menahannya. Ia menarik nafasnya pelan sebelum berucap, "Baiklah hyung aku akan tidur di kamar lain."

Laki-laki tinggi itu tidak menghiraukan ucapan yang kini menjadi istrinya. Setelah kepergian Baekhyun, Chanyeol langsung menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang.

Sedangkan sosok Baekhyun ia melangkah masuk ke kamar lain, sesampainya di kamar itu Baekhyun langsung terisak dengan pilu. Hatinya sakit dan itu terlalu sakit baginya. Hingga tak terasa tubuhnya tertidur di atas ranjang tanpa di balut selimut hangat.

.

.

.

.

.

Pagi ini langit sudah di sinari oleh matahari yang indah, Baekhyun dengan terpaksa terbangun dari tidur lelapnya karena isi perutnya lagi-lagi berontak namun kepalanya terasa berat membuat ia harus susah payah bangkit dari atas tempat tidurnya. Dan...

Hoeeeekk

Akhirnya Baekhyun memuntahkan isi perutnya di tempat tidur dengan desisan nyeri di kepalanya. Tubuhnya serasa lemas luar biasa, "Hy.. Hyung." Baekhyun mencoba memanggil Chanyeol dengan suara sangat pelannya yang bahkan hampir tak terdengar. Dan Baekhyun pun akhirnya tak sadarkan diri.

.

Chanyeol yang sudah siap untuk memulai aktifitasnya seperti biasa, ia kini bersiap untuk pergi ke kampusnya. Langkah kakinya ia bawa, namun tepat di hadapan salahsatu kamar ia sempat berhenti beberapa detik memandangi pintu kamar itu dan kemudian membawa langkahnya kembali ke lantai bawah.

Ini adalah pagi pertamanya sebagai seorang suami, namun tidak ada sambutan selamat pagi, kecupan manis di pagi hari ataupun secangkir kopi dan sarapan pagi untuknya. Namun paginya hanya di sambut oleh suasana hening dan bahkan nafas miliknya nyaris terdengar.

Ia berdecak dan melangkah ke area dapur untuk membuat kopi dan sarapan untuknya.

.

.

Mobil sedan hitam terparkir di halaman rumah yang di tinggali Chanyeol dan Baekhyun. Seorang wanita cantik dengan anak bungsunya turun dari dalam mobil dengan senyuman lebar dari keduanya.

"Shindong, tolong kau bawa barang-barang itu masuk."

"Baik nyonya."

Nyonya Park dan Kyungsoo melangkah ke pintu utama dan mencoba membunyikan bel, namun sayang hingga berkali-kali mencoba tidak ada sahutan dari dalam. Kyungsoo pun mencoba mendorong pintu, "Eomma, pintunya tidak di kunci."

Kedua orang itu langsung melangkah masuk, namun hanya hening yang menyambutnya membuat keduanya langsung saling menatap satusama lain dengan bingung. "Apa Chanyeol hyung dan Baekhyun sedang pergi keluar?"

" Eomma tidak tahu, mobil Chanyeol memang tidak ada tapi tidak mungkin mereka meninggalkan rumah tanpa di kunci bukan?" Kyungsoo mengangguk setuju. Keduanya akhirnya memutuskan untuk ke lantai atas dimana kamar utama yang akan di tinggali Chanyeol dan Baekhyun. Namun sayang saat pintu terbuka tidak mendapati siapapun di sana, hanya ada satu tas koper hitam yang jelas milik Chanyeol masih tergeletak di atas lantai. Nyonya Park melangkah masuk dan langsung membuka salahsatu lemari dan lemari itu kosong.

"Apa yang eomma lakukan?" tanya Kyungsoo dengan bingung, saat melihat sang eomma membuka semua lemari yang terdapat di kamar itu.

"Semuanya kosong!" desis nyonya Park dan Kyungsoo sontak langsung membawa langkahnya untuk melihat apa yang diucapkan eommanya dan benar saja semua lemari itu nampak kosong.

"Baekhyun!" Kyungsoo langsung berucap tiba-tiba dan keduanya langsung keluar dari kamar itu menuju kamar lain. Dan benar saja saat pintu terbuka keduanya mendapati sosok Baekhyun terbaring tidak teratur. Keduanya hanya berpikir jika Baekhyun tengah tertidur dan Kyungsoo pun mencoba untuk memanggil sosok itu "Baek.. Baekhyun, apa kau tidur?" namun tidak ada sahutan membuat keduanya saling pandang dan menghampiri Baekhyun.

Namun nyonya Park dan bahkan Kyungsoo langsung membulatkan matanya saat melihat wajah Baekhyun yang sudah pucat dengan seprai putih yang hampir mengering bekas muntahan laki-laki cantik itu. Kyungsoo mencoba untuk membangunkan Baekhyun bahkan dengan sedikit menggoyangkan tubuh sosok mungil itu namun tetap tidak mau membuka matanya.

"Astaga, Baekhyun pingsan eomma. Badannya bahkan demam." ucap Kyungsoo dengan khawatir.

"Cepat panggilan Shindong, Kyungsoo. Kita harus segera membawa Baekhyun ke rumah sakit." Kyungsoo mengangguk dan langsung berlari ke lantai bawah untuk memanggil supir pribadinya itu.

.

.

Chanyeol tengah duduk di bangku taman kampus dengan gitar yang tengah ia mainkan dengan tidak jelas. Ia langsung menoleh ke belakang saat seseorang menepuk bahunya pelan. "Sun-bin noona."

Wanita itu langsung tersenyum cerah dan duduk begitu saja di samping Chanyeol. "Apa yang kau lakukan di kampus, seharusnya yang baru menikah itu menghabiskan waktunya untuk honeymoon?" Chanyeol hanya menyahutinya dengan decakan.

"Hei, ada apa dengan wajah tampan mu?" tanya sun bin dengan kekehannya.

"Suasana hatiku sedang buruk."

Wanita itu langsung melingkarkan tangannya di lengan Chanyeol, "Bukankah kau baru menikah kemarin, kau bahkan tidak mengundangku?"

Drrrtt.. Drrrtt..

Chanyeol hendak menyahuti pertanyaan Sun-bin, namun dering ponselnya mengurungkan niatnya.

"Kau tidak mengangkatnya, itu pasti istri mu yang sedang merindukan suaminya."

"Itu adik ku noona dan itu tidak penting." Chanyeol langsung menonaktifkan ponselnya.

"Bagaimana kalau malam ini kita ke Klub malam?" bisik Sun-bin.

.

.

Sedangkan di salahsatu kamar rawat inap di Rumah sakit Hanseol, Baekhyun terbaring tak berdaya dengan selang infus terpasang di tangan kirinya. Wajahnya bahkan nampak masih pucat. Nyonya Park dan Kyungsoo duduk di sofa menatap sosok Baekhyun yang berbaring dengan raut khawatirnya.

"Bagaimana Kyungsoo?"

Kyungsoo menggelengkan kepalanya, "Ponselnya dimatikan, eomma."

"Anak itu benar-benar!"

Hingga sore menjemput, langkah kaki wibawanya ia bawa dengan cepat menuju salahsatu kamar rawat inap. Saat ia masuk kedua matanya melihat sosok menantunya 'Baekhyun' terbaring tak berdaya.

"Apa yang terjadi dengan Baekhyun?" tanya tuan Park dengan khawatir. Ini adalah hari barunya Baekhyun menyandang marga Park setelah pernikahan kemarin, namun yang di lihatnya bukan pengantin baru yang bahagia malah ia harus melihat menantunya terbaring di ranjang rumah sakit.

"Baekhyun mengalami tekanan dan ia demam karena semalaman kedinginan." sahut nyonya Park.

"Apa yang sudah dilakukan anak itu?" desis tuan Park. "Lalu dimana sekarang Chanyeol?" lanjutnya.

"Hyung mematikan ponselnya, appa."

Tuan Park langsung berkacak pinggang dengan menengadahkan kepalanya mencoba untuk menahan amarahnya.

Nyonya Park membawa langkahnya menghampiri Baekhyun dan mengusap pelan surai hitam itu "Baek, kapan kau membuka matamu. Kami semua mengkhawatirkan mu disini."

.

.

Selang beberapa detik Chanyeol mematikan mesin mobil miliknya, sebuah mobil lain terparkir tepat di samping mobilnya. Chanyeol jelas mengetahui siapa pemilik mobil itu, dan benar seorang wanita turun dari dalam mobil dengan aura kemarahannya.

"Eomma." namun...

Plakkk

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Chanyeol hingga cairan anyir berwarna merah keluar dari sudut bibirnya. Chanyeol hanya diam tanpa mengeluarkan suaranya.

"Darimana saja kau, saat Kyungsoo menghubungimu kenapa kau malah mematikan ponselmu?" Bentak nyonya Park, "Kau tahu saat ini Baekhyun terbaring di rumah sakit dan itu gara-gara anak kurang ajar ini."

Chanyeol hanya tersenyum miring, "Aku tidak peduli, bukankah ini semua keinginan kalian bukan aku?"

Chanyeol yang hendak memasuki rumahnya ia urungkan, laki-laki itu kembali masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan halaman rumahnya. Sedangkan nyonya Park terus memanggil Chanyeol dengan nada marahnya.

.

.

Chanyeol mengendarai mobilnya dengan laju cepat, bahkan beberapa pengendara membunyikan klaksonnya dengan nyaring karena ulah Chanyeol yang ugal-ugalan. Namun Chanyeol tentu tidak mempedulikannya. Ia mengambil ponsel miliknya dan menelpon nomor seseorang.

"Noona, beberapa menit lagi aku sampai."

Hingga lima menit dari panggilannya, Chanyeol sampai di gedung apartemen. Saat Chanyeol keluar dari mobil ia melihat seorang wanita dengan pakaian sexy nya melangkah kearahnya. Chanyeol langsung mengembangkan senyum tampannya yang di balas oleh senyuman sexy milik sun-bin.

"Noona sangat.. Sexy." bisik Chanyeol di akhir kalimatnya.

"Aku berdandan untuk mu malam ini." bisik Sun-bin dan mengecup singkat bibir tebal Chanyeol. "Apa tidak apa-apa aku melakukan itu?"

"Tentu noona."

Keduanya meninggalkan gedung apartemen menuju salahsatu Klub malam. Dan tidak butuh waktu lama bagi Chanyeol dan Sun-bin untuk sampai di tempat itu. Saat keduanya keluar dari mobil, Chanyeol langsung melingkarkan tangannya di pinggang Sun-bin dan dengan senang hati wanita itu merapatkan tubuhnya dan keduanya melangkah bersama. Musik yang memekakan telinga adalah hal pertama yang menyambutnya. Chanyeol dan Sun-bin langsung duduk di sofa kosong dengan sebotol wine yang siap menemani malam mereka.

Hingga minuman itu hampir habis dan keduanya mulai sedikit kehilangan akal sehatnya. Chanyeol menarik tubuh Sun-bin untuk merapat dengan tubuhnya dan melumat bibir wanita itu dengan kasar. Hingga beberapa menit pagutan itu pun terlepas.

"Bagaimana kalau kita lanjutkan di hotel?" bisik Sun-bin dengan suara sensualnya dan Chanyeol langsung mengeluarkan smirknya dan menarik pergelangan tangan wanita itu keluar dari Klub.

.

.

Tuan Park dan Kyungsoo begitupun dengan Jongin yang beberapa menit tiba di rumah sakit Hanseol setelah mendapat kabar dari kekasihnya 'Kyungsoo' jika Baekhyun masuk rumah sakit ia langsung datang. Ketiganya terus menunggu kesadaran Baekhyun. Kyungsoo yang ada dalam pelukan Jongin terus menatap ke arah Baekhyun dan berharap mata itu terbuka. Hingga pintu terbuka menyadarkan ketiganya, "Dimana hyung, eomma?"

"Hyung mu tidak ikut, dia bilang dia tidak peduli dan pergi begitu saja entah kemana."

"Astaga, kenapa hyung berbicara seperti itu!"

"Seharusnya aku yang datang kesana dan menyeretnya!" desis tuan Park.

"Aku bahkan sudah menamparnya lagi, kenapa Chanyeol seperti ini?" nyonya Park menggenggam sebelah tangan Baekhyun dengan airmatanya yang mulai terjatuh dari sudut matanya "Dia bukan hanya melukai perasaan Baekhyun, namun Chanyeol juga melukai perasaan orangtuanya sendiri dan juga Kyuhyun dan Taeyeon."

Namun nyonya Park merasakan pergerakan dari jari lentik Baekhyun. Kedua mata sipit itu perlahan terbuka, namun kata pertama yang keluar dari mulut Baekhyun membuat nyonya Park kembali meneteskan air matanya.

"Chan.. Yeol hyung." bahkan suaranya hampir tak terdengar. Nyonya Park semakin menggenggam tangan Baekhyun "Chanyeol masih ada beberapa urusan di kampusnya, besok dia akan kemari." Baekhyun hanya mengangguk lemah.

Selang beberapa menit seorang dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Baekhyun.

"Bagaimana dokter?"

"Saya harap keluarga dan suami tuan Baekhyun lebih bisa menjaga tuan Baekhyun. Begitupun dengan tuan Baekhyun sendiri harus menjaga kandungannya agar tidak mengalami setres kembali."

"Pulang." ucap Baekhyun dengan lemah.

Dokter itu langsung menggelengkan kepalanya, "Tuan harus dirawat sampai pulih kembali dengan total."

.

.

Chanyeol dan Sun-bin baru saja sampai di salahsatu kamar hotel, keduanya langsung berpagutan dengan kasar. Sun-bin melempar tas selempangnya dan menendang high heels miliknya ke sembarang arah. Hingga lidah panas Chanyeol beralih ke leher Sun-bin dan melempar tubuh keduanya keatas ranjang. Hingga suara desah nakal keluar dari mulut wanita itu membuat Chanyeol semakin bermain kasar di leher Sun-bin. Sebelah tangan Chanyeol melepas resleting di balik punggung Sun-bin hingga wanita itu hanya menyisakan pakaian dalamnya. Begitupun dengan Sun-bin, wanita itu melepaskan pakaian Chanyeol hingga laki-laki yang kini berada diatasnya sudah bertelanjang.

"Apa kau masih menyukai ku?"

"Aku masih menyukai noona."

"Kalau begitu aku ingin dimasuki oleh mu malam ini." bisik Sun-bin dengan sensual. Chanyeol langsung melumat kembali bibir wanita itu.

.

.

.

.

.

TBC

Gimana masih ada yang minat buat Chap depan?

Kalo ada nanti author lanjutin..

Mampir yu ke kotak review.

Dan jangan lupa buat follow dan fav ya.. :D

.

chanbaek1597, Yunjaevers, veraparkhyun, chanbee, dianarositadewi, ChanBaekGAY, depiuuu, mliani2704, LyWoo, salimesal.y