Behind The Dark
.
.
.
.
.
Name?
.
.
.
.
.
Jimin as Uke
.
.
.
-Chapter 2-
Bangtan Highschool
Sekolah yang sangat megah, saat memasuki pintu utama, sudah ada banyak loker berjejer rapi, mungkin kau akan tersesat disekolah terluas ini, dan disini lah Jimin sekarang, dengan sweater kebesaran yang bahkan seperti melahap tubuhnya, berdiri didepan pintu utama sambil menjijing tasnya, dan parahnya hyungnya meninggalkannya saat mereka baru saja menginjakan kakinya di gerbang sekolah karena hpnya bergetar, seperti dari kantor. Meninggalkan Jimin dengan penjelasan yang tidak dapat Jimin pahami
"Jiminie, nanti lurus aja dulu sampai ke loker sepatu, setelah itu jalan aja terus, hyung yakin pasti nanti ada murid yang lewat nah kamu tanyakan saja ke dia dimna ruang guru oke? Hyung pergi dulu" setelah berkata panjang tanpa jeda chanyeol langsung pergi, dan tak lupa dia sempat mencium pipi Jimin sekilas sebelum berlari menuju mobilnya
Dan sekarang murid apa? Guru saja Jimin tidak lihat, apa dia kepagian? Tidak ini bahkan sudah jam 8 pagi itu berarti sudah masuk kelas bukan?
"Hah, lebih baik aku jalan sajan, siapa tau disana ada murid" akhrinya Jimin memutuskan utuk jalan lurus, melewati beberapa loker lalu belok ke kanan, dan berjalan lurus, sekolah ini cukup besar dan membingungkan karena sedikit sekali ada penunjuk arah dan juga disini sangat sepi, bahkan untuk sekedar petugas kebersihanpun tidak dia lihat, sungguh sekolah yang sangat aneh
"Hei, apa yang kau lakukan sepagi ini hm?" Tiba-tiba dari belakang Jimin ada yang menepuk pundaknya dan membuat Jimin berbalik otomatis
"A-ah i-itu aku mencari ruang kepala sekolah" jawab jimin gugup karena orang itu tiba tiba saja berada di belakang Jimin, dilihat dari pakaiannya sepertinya dia guru karena memakai celana hitam panjang yang dipadukan baju casual yang cukup santai, dan tidak bisa dibohongi wajahnya sangat tampan untuk seorang guru, jimin yakin pasti dia sangat populer sekolah ini, berbeda sekali dengan jimin, memiliki tubuh pendek walaupun dia tidak mau mengakuinya, pipi setebal bakpao, wajah yang bisa dibilang cantik dan surai pink yang tambah melengkapi tampilan imutnya
"Omo, kau namja? Ku fikir yeonja"
Apa dia bilang Yeonja? Keterlaluan dan Jimin hanya membalas perkataan orang didedapnnya dengan mencemberutkan bibirnya, membuatnya tambah terlihat sangat manis
"Hei berhentilah bersikap manis seperti itu bisa bisa aku overdosis melihatnya, ohiya aku Wonwoo, aku pengajar disini, salam kenal" katanya sambil memberikan senyum yang sangat tampan
"Oh, aku Jimin, salam kenal wonwoo-ssaem" balas jimin sambil membungkuk dan tak bisa wonwoo pungkiri matanya sudah melihat kemana mana
"Hyung, saat berdua panggil saja hyung, ne jimin?"
Kata wonwoo sambil mengusap surai pink jimin yang membuat wonwoo sedikit terkejut karena rambutnya sangat halus dan tercium bau vanilla dari rambutnya ah atau mungkin tubuhnya? Entahlah
"Nee, hyung, jadi kita keruang guru?"
Kata jimin sambil menarik naik ujung kaos wonwoo, tuhan kenapa mahluk seperti ini bisa lahir di dunia
"Oh kau benar, ayo kita pergi chagi"
Akhirnya wonwoo mengajak jimin pergi ke ruang kepala sekolah sambil menggandeng tangan mungil jimin, dan juga menjelaskan beberapa tentang sekolah ini,bahwa sekolah dimulai pukul 9 dan semua murid masih di asrama saat ini, setelah sampai diruang kepala sekolah wonwoo harus pergi karena harus menyiapkan materi yang akan dia ajari nantinya
"Park Jimin, ini kunci kamarmu dan juga nomer kamarmu, jadilah murid yang baik disini, nee?" Tiba-tiba kepala sekolah membuyarkan lamunan jimin
"Nee, saya permisi ke asrama dulu" kata jimin sambil membungkuk dan pergi menuju asramanya, wonwoo hyung bilang untuk mencapain asrama hanya perlu berjalan lurus saja dari ruangan kepala sekolah
-Asrama Bangtan Higschool-
Entah hanya perasaan Jimin saja atau ia memang diperhatikan terus dari awal dia menginjakan kaki di asrama ini, keadaan asrama benar benar berbeda 180 dengan keadaan sekolah, disini benar benar ramai sepertinya semua siswa memang belum ada yang ke sekolah. Dan juga jimin berani sumpah dia mendengar kata kata yang sangat menyebalkan dan membuat jimin harus mendelik ke beberapa siswa yang membicarakan tentang dia yang kelewatan keras
"Hei siapa bantet itu?"
"Dia namja atau yeonja?"
"Siapa mochi berjalan itu"
"Kenapa ada wanita di asrama cowok?" Demi tuhan Jimin itu cowok dan dia tidak bantet hanya mereka saja yang ketinggian
"Hah sudahlah aku harus segera menemui kamarku dan pergi kesekolah sebentar lagi jam sembilan,akhirnya setelah berjalan dan hampir nyasar Jimin menemukan kamarnya
'Tok, tok, tok'
"Hmm"
'Tok, tok, tok'
"Aigoo, siapa sih yang berani ganggu tidurku pagi ini, sampai saja si alien bodoh itu lagi, akan ku patahkan tangannya"
'Tok, tok, tok, tok'
Ck, dengan malas namja bersurai coklat itu berjalan menuju pintu dan menyumpah serapah orang yang seenaknya menggangu tidurnya
'Cklek'
"Tae, kau- eh?" Namjoon nama namja yang baru saja bangun itu keluar hanya dengan menggunakan boxernya sehingga menunjukan dada bidang bidangnya ah jangan lupa perut sixpack, dan Jimin jangan ditanya dia sudah sangat merah sekarang
"Siapa kau?" tanya namjon kepada namja mungil yang ada didepannya, dengan badan mungil yang seakan tertelan oleh sweater kebesaran dan juga pipi yang bersemu merah, ah ingin sekali dia melahap namja manis didepannya
'Namjoon apa yang sedang kau pikirkan'
"Um- a-anu ak-aku Park Jimin, aku murid baru disini dan aku mencari roomate ku- um apa kau Kim Taehyung?" kata Jimin dengan gagap sambil berusaha menenangkan hatinya yang sudah tidak karuan
"Taehyung? bukan aku Namjoon,dan ini bukan kamar Taehyung" jawab namjoon dan membuat namja manis didepannya menatap bingung kertas kecil ditangannya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, benar benar imut
"Eh- um tapi mereka memberikanku nomor ini"kata Jimin sambil memberikan kertas yang sedari tadi dipegangnya
"Ah, kau tidak salah, ini memang nomor yang benar, aku dan Taehyung bertukar kamar tidur" kata namjoon yang melihat kertas yang jimin berikan, nomornya sama dengan nomor kamar yang namjoon tepati.
Ia dan Taehyung bertukar kamar karena,itu permintaan Taehyung, dia bilang dia menyukai kamar namjoon yang jendela langsung menghadap ke jalan,entah apa yang dia sukai dari kamar bising seperti itu
"Um- anu itu jadi, aku akan tetap sekamar bersama Kim Taehyung kan Namjoon-sshi?" tiba tiba Jimin bertanya kepada namjon sambil terus mencoba mengangkat tasnya yang kelihatannya berat karna tangan jimin sudah terlihat memerah
"Oh, tidak tidak,kau sama aku saja Jimin, si alien- ah maksudku Taehyung sudah sekamar dengan Jungkook,jadi kau sekamar saja denganku" jawab Namjoon sambil mengambil tas yang Jimin bawa,dan benar saja tas itu sangat berat, apalgi tangan Jimin yang sudah sepenuhnya merah sekarang
"Ayo masuk Jimin,kau mau tetap disana terus?" kata namjoon yang melihat Jimin masih memasang wajah bingung didepan pintu kamarnya,ah sangat imut
"Umm, namjon-sshii, um aku- aku-"
"Berbicara yang benar Jimin, dan juga sepertinya aku lebih tua darimu panggil sajan Namjoon hyung"
"Nee, namjoon hyung"
"Um anu, bisa hyung pakai bajumu" kata jimin pelan, pelan sekali bahkan, ditambah dengan wajah yang sudah merah semua
"hahaha, kenapa wajahmu merah begitu Jimin, aigoo kau benar benar sangat manis" tawa namjoon pecah setelah melihat reaksi jimin,dan dia sudah berani menyentuh pipi gembul Jimin,dan diluar perkiraannya pipinya benar benar halus
"aku jadi sedikit khawatir dengan kehidupan sekolah mu nanti Jimin-ah"
"Nee?"
-tobecontinue-
