"aku jadi sedikit khawatir dengan kehidupan sekolah mu nanti Jimin-ah"
"Nee?"
Behind The Dark
.
.
.
.
.
.
Secret
.
.
.
.
.
Jimin as Uke
.
.
.
.
-Chapter 3-
Pagi itu semua siswa bangtan highschool dihebohkan dengan isu datangnya murid baru disekolah mereka, dan Jimin sang murid baru hanya jalan sambil menyembunyikan badannya yang mungil dibelakang tubuh Namjoon sambil memegang ujung seragam Namjoon
"Jimin-ah, sampai kapan kau akan terus dibelakangku? Jalanlah yang benar"
"Tidak mau, lagipula semua orang langsung mengalihkan matanya saat aku berjalan denganmu hyung" jawab Jimin sambil terus memegang ujung seragam Namjoon
"Hm, tentu saja" balas Namjoon pelan, pelan sekali bahkan dia tidak yakin Jimin mendengarnya atau tidak
"RapMon hyung!" Tiba tiba dari belakang Jimin ada seorang namja yang berlari kearah mereka lalu menepuk pundak Namjoon, namja itu berambut blonde dan matanya yang berwarna biru indah, bohong apabila Jimin berkata bahwa namja ini tidak tampan, karena dia sangan tampan, sambil menampilkan senyum kotaknya kepada Namjoon, tubuhnya tidak terlalu kurus, dan sangat tinggi
"Oh, siapa si manis ini?, mangsa baru mu hyung" tiba tiba namja itu menunjuk Jimin yang berdiri di belakang Namjoon
"Jaga ucapanmu V, dia Park Jimin roommate ku yang baru" kata Namjoon sambil menggenggam tangan Jimin agar berdiri disampingnya
"Annyeong haseyo Park Jimin imnida" Kata Jimin sambil membungkukkan badannya lalu kembali bersembunyi dibelakng tubuh namjoon, manis sekali
"Aigoo manisnya, aku Kim Taehyung, tapi panggil saja V" kata Taehyung sambil tersenyum manis kepada Jimin
"Oh! Jadi kau Kim Taehyung" tiba tiba Jimin teringat nama teman yang harusnya menjadi roommatenya, sambil membulatkan mulutnya dan taklupa matanya yang juga membulat, dan tentu saja itu sangat imut
"Heh, terima kasih kepadamu V, berkatmu yang ingin pindah kamar, aku jadinya mendapatkan roommate semanis ini" balas Namjoon sambil mengelus surai Jimin, dan jimin hanya tersipu malu saat dibilang manis oleh namjoon
"Ehh?!! Jadi dia yang seharusnya jadi roommate ku? Tidak adil, ayo bertukar lagi hyung! Aku tidak mau kepolosan Jimin jadi hilang gara gara ulahmu hyung!" Kata taehyung lalu menarik tangan mungil Jimin sehingga jimin langsung oleng dan jatuh kepelukan Taehyung, dan dapat jimin rasakan parfume Taehyung yang sangat maskulin berbeda sekali dengan dia yang beraroma cenderung manis
"Kepolosan dia akan langsung hilang apabila denganmu! Pabo!" Lalu menarik lagi tangan Jimin sehingga Jimin sekarang berada dipelukannya, dan Jimin wajahnya langsung memerah semerah tomat
Dan tanpa Jimin sadari dari tadi mereka diperhatikan oleh siswa siswa yang lain dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
.
.
.
.
.
Suasana kelas di sekolah ini benar benar kacau, kenapa? karena sedaritadi Jimin melewati berbagai kelas semuanya pada ribut, apa tidak ada guru yang berniat ngajar ya?
"Jimin, aku kelas 11 kau pergi dengan Taehyung ke kelas 10" kata namjoon sambil menarik tangan Jimin yang masih setia memegang ujung seragamnya
"Eh, nee hyung" balas Jimin dan sekarang langsung berdiri dibelakang Taehyung sambil memegang ujung seragamnya, semalu itukan Jimin?
"Tidak perlu malu seperti itu mochi, tidak akan ada yang membicarakanmu kalau sudah bersamaku, jadi ayo jalan disampingku!" Kata Taehyung lalu menarik tangan Jimin dan merangkulnya agar berjalan disampingnnya
"Ta- tapi aku malu" cicit Jimin dengan muka yang sudah merah
"Tidak perlu malu, ah ngomong ngomong kau pendek juga ya, haha" dan sekarang Taehyung sedang menertawakan tinggi badannya, sungguh tidak sopan
"Aku tidak pendek tau! Hanya kalian yang ketinggian!" Balas Jimin dengan marah yang tentu saja itu tidak dianggap marah oleh Taehyung
"Haha, terserah kau sajalah, ayo kita kekelasmu, kau dapat kelas apa?"
"X-B" balas Jimin sambil membuang muka kearah lain karena masih kesal dengan Taehyung
"Oh, kau sekelas dengan Jungkook!"
"Siapa?"
"Sudah ikut saja! Kau akan menyukainya!"
.
.
.
.
.
"Kenapa kau mebawa bocah kesini tae?"
"Apa yang dilakukan bocah disekolah ini?"
"Siapa yang meminjamkan seragam sekolah ini kepada bocah hm?"
Cukup sudah jimin baru saja menginjakan kakiknya dikelas dan namja yang bernama Jungkook malah bertanya kepada Taehyung siapa bocah ini? Hey Jimin sudah 17 tahun!
"Hey! siapa kau bilang bocah hah?! aku sudah 17 tahun tau!"
"Haha, benarkah? oh maafkan aku, ini pertama kalinya aku melihat siswa sma sebantet kamu" balas jungkok masih dengan tertawa, tertawa mengejek pastinya lihat saja mukanya,walaupun tampan tapi melihat dia menertawai tingginya ingin sekali Jimin menghadiahkan pukulan si wajah namja tersebut
"Kookie, jangan begitu! dia ini Park Jimin lo, 'si murid baru' itu" kata Taehyung setengah berbisik kepada jugkook
"karna sudah dikelas ku tinggal dulu ya,bye kookie, bye mochi" taehyung akhirnya pergi meninggalkan Jimin dan Jungkook,tapi sebelum pergi dia sempat mencibit pipi tembam Jimin -dengan cukup keras,sehingga sekarang pipi kirinya terlihat merah
"appoyo~" kata Jimin sambil mengusap pipinya yang merah
"sakit ya? kasihan" balas Jungkook lalu pergi menuju bangkunya, benar benar menyebalkan
"huh! kenapa sikapnya seperti itu menyebalkan sekali!"
"sampai kapan mau protes disana cepat duduk sini!" tiba tiba Jungkook menarik tangannya sehingga sekarang Jimin duduk dikursi sebelah Jungkook
"Jungkook-sshi, um itu- kapan gurunya akan datang?" tanya Jimin memulai pembicaraan
"kalau mereka ingin mengajar" balas jungkook singkat padan dan jelas
Karena merasa kesal jimin sudah siap menyemprotkan Jungkook dengan kata kata, namun matanya teralih pada wajah tampan Jungkook. Matanya hitam sempurnanya dengan rambut light brownnya, Jimin juga baru sadar ternyata jungkook mempunyai gigi kelinci yang imut, tubuhnya benar benar bagus, dapat jimin lihat namanya dari seragam yang ia kenakan 'Jeon Jungkook'
"Berhenti menatapku seperti itu, aku tau aku tampan" tiba tiba Jungkook membuyarkan lamunan Jimin, tanpa melihat sedikitpun kepada jimin
"Si- siapa yang menatapmu dasar kepedean!"
'BRAKK'
Tiba tiba saja, dari arah pintu kelas jimin terbuka dengan paksa dan menunjukan seorang namja yang dilihat dari pakaiannya cukup untuk menunjukan kalau dia adalah berandalan sekolah ini
"Jeon Jungkook!"
tiba tiba saja namja tadi sudah berada didepan jungkook dan jimin
"tidak perlu sekeras itu,aku tidak tuli" balas jungkook tapi tetap tidak mengalihkan perhatiannya dari buku yang sedari tadi dia baca
"mana sopan santunmu kepada yang lebih tua hah?" balas namja tersebut sambil menatap nyalang,dan jujur saja itu benar benar membuat nyali jimin ciut karna tatapannya yang sangat tajam
"berkacalah dulu Yoongi sunba, oh atau harus ku panggil Suga?" balas jungkook yang akhirnya menatap namja didepannya
"dan berhenti menatapku seperti itu,kau membuat bocah disampingku ketakutan"
balas jungkook sambil melirik wajah pucat pasi jimin
"aku tidak pernah melihatnya,siapa bocah ini?"
"kenapa tidak bertanya langsung padanya Suga sunbaenim" dan demi tuhan jimin ingin sekali mengutuk jungkook karna membuat dia harus berurusan dengan namja didepannya
"siapa namamu?"
"park ji- jimin" cicit jimin,sangat pelan
"hah?! berbicaralah yang benar!"
bentak yoongi kepada jimin, sebenarnya dia mendengar,tapi karna Jimin berkata dengan sangat pelan itu menarik perhatian yoongi
"Park Jimin sunbaenim" balas jimin dengan sedikit lebih keras,iya sedikit
"kau-"
"berhentilah mengganggunya suga,kau mencariku kan? apa karna jalang itu? aku sudah bosan dengannya ambil saja" tiba tiba jungkook memotong pembicaraan yoongi
Setelah mendengar itu, Yoongi langsung memukul Jungkook tepat dimukanya, sudut bibir jungkook terlihat berdarah tapi tetap saja senyum meremehkan dari seorang Jeon Jungkook tidak dapat dihilangkan dari wajah tampannya
"Jaga ucapanmu bocah! kau tau sedang berbicara dengan siapa hah?!" balas yoongi yang masih tetap memegang kerah baju Jungkook
"Dengan Min Yoongi, ketua mafia yang paling ditakuti, tapi sayangnya harus memiliki kekasih jalang yang mau tidur dengan siapa saj-" belum sempat Jungkook menyelesaikan kata katanya satu pukulan kembali jungkook dapatkan, cukup keras karena membuat tubuh jungkook membentur dinding dibelakangnya
"Ju-jungkook" cicit jimin takut karna jujur dia tidak pernah melihat orang yang saling pukul dikelas tapi tidak ada satupun yang mau memanggil guru
tiba tiba saja jimin melihat darah keluar dari kepala jungkook,dengan keberanian yang entah dari mana datangnya dia mendekati jungkook dan mendongor Yoongi dengan pelan, itu menurut yoongi
"be- berheti yoongi sunbaenim, jungkook mengeluarkan darah" kata jimin yang sudah ada disamping Jungkook sambil menundukan wajahnya takut berhadapan langsung dengan seniornya yang jelas jelas kekuatannya lebih besar
"tidak perlu ikut campur Park Jimin! akan kubuat dia kehabisan darah ditubuhnya!"
"Ja-jangan, ku-kumohon"
kali ini jimin membalas dengan nada yang bergetar dan pelupuk mata yang sudah dipenuhi air,dan kapan saja siap menjatuhkan air matanya, dan yoongi entah kenapa merasa sangat kasian sekaligus gemas, bagaimana tidak dengan wajah merah menahan nangis, tangannya yang sudah menggenggam erat ujung seragamnya dan juga dia menggigit bibir bawahnya agar tidak menangis dan jujur saja itu terlihat sangat seksi dan lucu
"Berterimakasih lah pada namja ini,karna dia aku tidak membunuhmu disini,dan kau Park Jimin, kau harus membayar perbuatanmu karena dengan lancang mendorongku"
Kata Yoongi lalu memegang dagu jimin,dan mepersempit jarak diantara keduanya,bahkan jimin bisa merasakan nafas hangan sunbaenya yang kini hidung mereka sudah bersentuhan
'chup'
Yoongi menempelkan bibir tipisnya dengan bibir tebal jimin,melumatnya dengan sedikit kasar, jimin yang masih belum mengerti akan situasi ini hanya bisa mematung dengan perlakuan tiba tiba seniornya,sedangkan yoongi dia masih dengan permainan bibirnya,melumat menghisap hingga menggigit bibir jimin agar membuka mulutnya
"Ahh" desah jimin kecil karena bibirnya digigit yoongi,sehingga tanpa sadar membuat yoongi mendapatkan kesempatan untuk memasukan lidahnya kedalam bibir hangat jimin, mengajaknya bertarung lidah
"Berhenti keparat!!" dengan tiba tiba Jungkook sudah mendorong yoongi sehingga membuat ciumannya terlepas dengan paksa
"Apa yang kau lakukan sama jimin hah?! kau dan pacarmu sama saja! brengsek!"
kata jungkook dengan sengit lalu menarik jimin keluar dari kelas mereka, dan teman seklas mereka melihat jimin dengan tatapan yang sulit diartikan
.
.
.
.
.
.
.
"Aku ingin dia, Park Jimin"
"Berikan aku semua informasi tentang Park Jimin"
"Baik tuan"
.
.
.
.
.
.
-tobecontinue-
