Behind The Dark

.

.

.

.

.

.

Insurgent

.

.

.

.

.

.

Jimin as Uke

.

.

.

.

.

-Chapter 4-

Jungkook

Jungkook menarik jimin dengan kasar, bahkan pergelangan tangan jimin sudah terlihat memerah sangat kontras dengan kulitnya yang putih

"Ju- jungkook, sa-sakit, kita mau kemana"

Akhirnya Jimin berani membuka mulutnya karna jujur Jimin benar benar tidak berani menatap Jungkook karena setelah kejadian ciuman yang ugh- jimin tidak ingin mengingatnya, Jungkook langsung menarik tangan jimin dengan kasar lalu membawanya entah kemana, karna merasa tangannya sudah kebas akhirnya dengan keberanian yang masih tersisa dia menanyakan kemana Jimin akan dibawa oleh Jungkook, dan Jimin menyesali pertanyaannya karna kini Jungkook menatap dengan tajam lalu melepas tangan Jimin dengan kasar

"Kau- kau fikir apa yang barusan kau lakukan tadi hah?! Dan kenapa diam saja dicium oleh bajingan itu hah?!"

Bentak jungkook kepada namja mungil didepan, dan Jimin hanya menundukan kepalanya karna jujur Jungkook sangat menyeramkan bahkan sama menyeramkan dengan sunbaenya yang tadi

"A-aku ti-tidak tau, itu te-terlalu tiba tiba" jimin menjawabnya dengan terbata bata dan sangat lirih karna menahan agar apa yang berada dipelupuk matanya tidak jatuh

'Tes'

"Hiks"

"Hiks, ka-kau fikir aku me-menerimanya begitu saja hah? I-itu fi-first kiss ku! Ta-tapi itu sangat tiba tiba, hiks ja-jadi aku benar benar terkejut" bentak jimin sambil terus mengeluarkan arimatanya yang terus turun melwati pipi chubbynya dan Jungkook entah kenapa langsung merasa menyesal sekaligus gemas karena jimin memarahinya sambil meremas ujung seragamnya dan matanya yang mengeluarkan airmata

"Ji-jimin aku- Ya! Park Jimin! Mau kemana kau hah!" Jungkook yang awalnya ingin minta maaf harus mengejar jimin yang langsung lari saat ia akan mendekati jimin untuk minta maaf

"PARK JIMIN!!"

Jungkook dengan tergesa gesa mengejar jimin yang sudah lari menuju koridor yang cukup ramai, karna tubuhnya yang mungil jimin dengan mudah bisa melewati beberapa murid, beda halnya dengan jungkook yang harus bersusah payah melewati murid murid tersebut dan jadilah dia kehilangan Park Jimin

"Shit! Sialan dimna bocah itu!" Jungkook memutar tubuhnya untuk mencari park jimin tapi sia sia saja dia tidak menemukan jimin disana

"Sialan!, ahk- cih dasar merepotkan, kenapa harus keluar darah sih!" Jungkook bahkan melupakan keadaannya yang cukup parah karena mendapat pukulan dari yoongi

.

.

.

.

.

.

"Hiks"

"Hiks, hyung"

"Hiks"

"Hei, mau sampai kapan kau menangis?"

Tiba tiba tubuh jimin menegang, karna dia sekarang berada diatap sekolah, bahkan jimin tidak sadar bagaimana dia bisa berada disini karna dia tadi terus berlari menjauh dari Jungkook, dan jimin yakin saat masuk tidak ada siapa disini, tapi sekarang bahkan ada yang berbicara kepadanya, Jimin tidak ingin mengambil resiko apabila dia membalikan badannya dia melihat perempuan berbaju panjang dan rambut panjang atau pun jenis hantu lainnya

"Hei" dan sekarang jimin merasa ada seseorang menepuk pundaknya, dan hasilnya Jimin bergetar hebat sekarang

"Hei, kenapa kau bergetar, haha aku tau, pasti kau berfikir aku hantu kan?" Tiba tiba dia membalikan tubuh Jimin dan langsung mentap seseorang yang menepuknya tadi, dan yang jimin lihat adalah seorang namja yang sedang menahan ketawanya agar tidak keluar dengan keras

"Aigoo, kau ini,masih saja percaya pada hantu, aku ini manusia haha, namaku hoseok, sepertinya kau lebih muda dariku panggil saja hyung, jadi kenapa kau menagis?" Tanya hoseok lalu menghapus jejak airmata yang ada pipi Jimin, dan jimin merasa benar benar nyaman dengan apa yang hoseok lakukan bahkan dia sudah tidak menangis lagi

"Siapa namamu manis?" Tanya hoseok sambil tersenyum kepada Jimin, dan pipi jimin langsung bersemu merah karena perkataan hoseok

'Oh ayolah Park Jimin, apa kau seorang yeoja? Kenapa malah senang dipuji manis' Jimin merutuki dirinya sendiri karna bagaimana bisa dia merasa tersipu dibilang manis

"Hey"

"Ah, na-namaku Park Jimin" sambil membungkukkan badannya dan juga mencoba menetralkan jantungnya

"Jadi jimin kenapa menangis? Kau bisa percaya kepadaku" Hoseok berkata sambil tersenyum sangat manis dan akhrinya Jimin menceritakan bagaimana dia bisa menangis

"Kau di cium siapa tadi?"

"Yoongi sunbae, hyung"

"Hah?! Yoongi?" Teriak hoseok cukup kencang

"Ada apa hyung? Kau kenal dengannya?"

"Ah,maaf Jimin kutinggal dulu ya, jangan menangis lagi, kau terlihat sangat manis saat tersenyum"

Hoseok tiba tiba bangun lalu dia mengusap pipi jimin lagi

'Chup'

"Bye jimin"

Dan dengan tiba tiba dia mengecup sekilas pipi tembam Jimin, sehingga sekarang Jimin sudah sangat semerah tomat

"Apa apaan itu" kata Jimin sambil memegang pipinya yang memanas

.

.

.

.

.

.

.

.

Jimin benar benar menyerah kali ini, entah sudah berapa lama dia berjalan mencari kelasnya, Jimin yakin sekali pasti pelajaran sudah dimulai dan itu berarti dia sudah mebolos dihari pertamanya sekolah

"Hah, aku benar benar menyesal langsung lari tanpa melihat arah"

Gumam jimin frustasi sambil mengacak rambutnya

"Yatuhan kenapa sekolah ini besar sekali sih"

"Jimin? Apa yg kau lakukan disni?"

Jimin langsung membalikan badannya dan mendapatkan gurunya sedang berdiri dibelakangnya, seperti melihat malaikan jimin langsung tersenyum karna itu berarti dia bisa kembali kekelasnya dan juga memiliki alasan agar tidak diberi hukuman dihari pertamanya

"Wonwoo hyung! Ah, kau menyelamatkan ku, aku tersesat hyung, bantu aku mencari kelasku"

"Dasar, lain kali ajaklah temanmu agar tidak seperti kucing tersesat" kata wonwoo sambil mengacak surai jimin

"Iya hyung"

Jimin akhirnya mengikuti wonwoo dari belakang, jujur sekolahnya memang sangat membingungkan karna sekolahnya sangat luas

"Bagaimana kau bisa berada diatap?"

"Ne?"

"Bagaimana kau bisa berada diatap? Jimin"

"Hm, entah lah hyungt, tadi aku lari dan tiba tiba saja ada disana"

"Lain kali jangan kesana ne?"

Tanpa Jimin sadari ternyata dia sudah ada diepan kelasnya, rasanya dia tidak ingin masuk karena disana ada Jungkook

"Kenpa aku tidak boleh kesana hyung?" Tentu jimin bingung karna diatap dia bisa bertemu dengan hoseok, tapi sekarang gurunya malah melarang dia kesana

"Turuti saja kata kataku jimin, ayo cepat masuk kau ditunggu gurumu dialam"

"Ne"

.

.

.

.

.

.

.

.

"Sudah kau dapatkan?"

"Iya tuan, dia benar seperti dugaan tuan"

"Bagus, siapkan keperluanku, tunggu aku Park Jimin"

-tobecontinue-

.

.

.

.

.

.

.

.

Pendek ya? iya biar penasaran XD

makasai ya yang udah mau baca ff abal abal ini,di tunggu aja update selanjutnya