Behind The Dark
.
.
.
.
.
Danger
.
.
.
.
.
Jimin as Uke
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-Chapter 5-
Jimin, namja manis itu sedang mengalihkan pandangannya keluar kelas, berusaha agar tidak bertatapan muka dengan teman sebangkunya, Jimin merasa malu sekali karena perkataan Jungkook tadi saat dia baru saja sampai dikelasnya
Flashback
'Tok,tok,tok'
"Masuk"
"Um anu permisi saem, aku park jimin, murid baru disini" seperti dugaan jimin, dikelasnya sudah ada guru yang mengajar dan itupun pelajaran fisika, pelajaran yang sangat ia benci, jimin benar benar merasa sial sekali hari ini, pertama dicium dan sekarang terlambat dihari pertama, wonwoo hyung juga sudah pergi karena dia harus mengajar dikelas lain
"Masuklah dan perkenalkan dirimu, dan juga kenapa kau terlambat park jimin?"
"Aku-"
Saat jimin ingin melanjutkan perkataannya seorang namja yang duduk dipaling belakang mengangkat tangannya dan berkata alasan kenapa jimin terlambat dan saat itu juga Jimin bersumpah ingin membunuh-
"Saem, jimin tadi bermain denganku jadi dia butuh waktu untuk bisa berjalan dengan benar!"
Jeon Jungkook!
Semua teman sekelasnya langsung menatap jimin dan langsung menjadi ricuh, dan jimin mukanya sudah sangat merah sekarang karena perkataan vulgar seorang Jeon Jungkook
"Baik baik! Semuanya tenang sekarang, dan Park Jimin berkenalannya nanti saja, karna saya akan melanjutkan pelajaran, silahkan duduk dibangku mu"
"Baik saem"
Jimin pun membungkukkan badannya dan segera menuju bangkunya yang berada disebelah Jeon Jungkook, ingin rasanya Jimin mencabik wajah tampannya
Flashbackkoff
"Hah"
Entah sudah berapa kali Jimin menghela nafas panjang, sudah tiga puluh menit pelajaran dan sepertinya tidak ada tanda tanda bahwa pelajaran akan selesai, keinginan Jimin hanya satu keluar dari kelas ini sekarang juga karena selain pelajarannya fisika yang sangat membosankan, Jungkook juga sedang menatap jimin, tanpa sedikitpun mengalihkn perhatiannya,Jimin benar benar risih dibuatnya
"Berhenti menatapku sialan"
Tepat saat Jimin berkata begitu kepada jungkook bel tanda istirahat berbunyi dan itu berarti Jimin bisa menjauh dari Jungkook sejauh mungkin
"Baiklah pelajaran hari ini saya akhiri, dan Park Jimin jangan terlambat lagi, lakukan hal itu saat hari libur atau jam pulang sekolah"
Perkataan yang baru saja dibilang gurunya benar benar membuat Jimin blank, apa maksudnya melakukan itu? Apa gurunya benar benar percaya? Dan mana ada guru berkata seperti itu?
"Sekolah macam apa ini"
Saat Jimin ingin keluar dari kelasnya, Jungkook langsung memegang tangannya dan itu membuat Jimin sedikit gemetaran, karna Jimin masih merasa kesal sekaligus takut sama Jungkook
"Lepas! ,aku ingin keluar"
Jimin mencoba melepaskan tangannya, namun gagal karna tenaganya tidaklah sekuat Jungkook
"Kemana kau tadi?"
"Bukan urusannmu!"
"Apa susahnya jawab Park Jimin?!"
Jungkook meninggikan suaranya, dan itu membuat Jimin bungkam, dia takut Jungkook marah lagi
"A-aku ta-"
Belum selesai Jimin menyelesaikan perkataannya Jungkook langsung memeluk Jimin, menyenderkan kepala Jimin di dada bidangnya, dengan tangannya yang memeluk pinggangnya posesif, lalu mencium pucuk kepala Jimin, dapat Jungkook cium bau vanilla yang keluar dari badan Jimin, benar benar sangat manis
"Aku minta maaf"
Samar Jimin mendengar Jungkook berkata maaf, Jungkook berkata dengan sangat pelan,dan itu benar benar mengejutkan,belum selesai Jimin terkejut dengan pelukan tibatiba dan Jungkook yang mencium kepalanya, sekarang dia meminta maaf?, dan setelah itu dia melepaskan pelukannya lalu pergi begitu saja seperti tidak terjadi apa apa dan meninggalkan Jimin dengan wajah yang sudah sangat memerah
.
.
.
.
.
.
.
.
"Min, jiminie, mochi!"
"Hmm"
Taehyung benar benar bingung dengan sikap Jimin, saat tadi dia mencarinya dikelas dia melihat Jimin mematung dengan wajah yang memerah, imut sih tapi aneh, kenapa Jimin seperti itu? Dan saat dia menanyakan dimana Jungkook, wajah Jimin semakin memerah dan menjawab pertanyaannya dengan gugup, sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka
"Mochi! Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa sikapmu aneh gini?"
"Tidak ada tae"
"Tapi tadi aku mendengar ada murid baru yang dicium oleh suga"
Namjoon akhirnya membuka suaranya, walaupun dari tadi dia sudah bersama Jimin dan Taehyung tapi dia hanya diam saja memakan makanannya dengan tengang, bertolak belakang sekali dengan Tehyung yang dari tadi sibuk dengan Jimin
"Hah!? Apa maksudmu hyung? Murid baru, murid baru kan cuman Jimin, jangan jangan"
Taehyung langsung menoleh kepada Jimin yang duduk disampingnya, dan Jimin wajahnya sudah sangat merah, Jimin tidak tau kalau beritanya bisa menyebar secepat itu, apalagi Namjoon sudah mengetahuinya, jujur jimin merasa benar benar malu dan juga canggung, ya karna tentu saja dia takut rommatenya malah menjauhinya karena ciuman tersebut
"Kau bodoh atau gimana sih"
Namjoon menjitak kepala taehyung lalu menatap Jimin
"Aduh hyung! Dan mochi apa maksudnya itu?"
Kini Taehyung juga menatap jimin dengan tajam
"Um, aku tadi-"
"Itu semua salahku"
Jungkook, orang benar benar ingin dia hindari malah datang dan duduk tepat didepannya, dan dengan santainya melahap makanannya sedangkan jimin sudah salah tingkah
"Apa maksudmu Jugkook? Dan kenapa kepalamu itu?"
"Biarkan aku menghabiskan makananku"
Setelah Jungkook menghabiskan makannya, taehyung bertanya lagi dan Jungkook sudah siap untuk memulai ceritanya,dia sempat melirik jimin yang terlihat salah tingkah dengan pipi yang sedikit memerah
"Suga, dia datang kepadaku karna tidak terima aku meniduri si jalang itu, lalu ya kau taulah apa yang terjadi, saat dia mendorongku ternyata kepala sialan ini mengeluarkan darah, dan dengan kebaikannya atau kebodohannya Jimin mendorong suga, dan ya dia dapat hadiah dari bajingan itu"
Jimin benar benar tidak habis pikir bagaimana Jungkook bisa menjelaskan cerita dengan sesantai itu dan hey jujur Jimin benar benar tersinggung dia sudah setengah mati menahan takut untuk menyelamatkan Jungkook malah dibilang bodoh? Dia bahkan berakhir dengan kehilangan ciuman pertamanya
"Apa kau bodoh Jiminie? Tolong katakan padaku itu bukan ciuman pertamamu"
Jimin benar benar tidak mengerti tadi Jungkook berkata dia bodoh bahkan sekarang Namjoon hyung juga? Apa menolong teman adalah tindakan yang bodoh?
"Apa maksudmu hyung? Aku hanya menolong teman, emangnya itu salah? Dan juga um- itu-ciuman pertamaku"
Jimin mengecilkan suaranya saat mengatakan itu adalah ciuman pertamanya, tapi jangan salah Namjoon mendengarnya, bahkan dengan.sangat.jelas
"Aku ke kelas duluan"
Namjoon langsung pergi meninggalkan Jimin dan yang lainnya tapi Jimin bisa merasakan aura yang mencengkam dari Namjoon, dan jujur itu benar benar menyeramkan, auranya sama seperti Jungkook dan Yoongi, tapi lebih kuat dan sangat mengintimidasi
"Kau bodoh! Kan sudah ku bilang untuk jangan sampai dia berurusan dengan Yoongi!"
"Hn, maafkan aku"
"Apa maksudmu tae?"
"Sudahlah mochi, sekarang ayo kembali, sebentar lagi jam pelajaran, dan Jungkook jaga dia"
Taehyung lalu pergi meninggalkan Jimin yang masih dengan pikirannya sendiri
"Cepatlah kita akan terlambat, aku dengar ada guru baru yang akan mengajar"
Jungkook langsung menarik lengan Jimin yang masih mematung dengan pikirannya, sehingga Jimin terpaksa harus berhenti dengan pikirannya dan mengikuti Jungkook melangkahkan kakinya kembali kekelas mereka
.
.
.
.
.
.
.
.
"Sebentar lagi Park Jimin"
"Tunggu aku, ini akan sangat mengenangkan"
-tobecontinue-
