Behind The Dark
.
.
.
.
.
.
New
.
.
.
.
.
.
Jimin as Uke
.
.
.
.
.
.
-Chapter 6-
Suasana kelas Jimin seperti biasa sangat ramai, ada yang bergosip, bermain dengan hp mereka ataupun tertidur, Jimin bahkan tidak tau nama teman sekelasnya, karna tidak ada satupun yang mengajak Jimin berkenalan, entah hanya perasaan Jimin saja atau memang teman sekelasnya seperti menjaga jarak dengan Jungkook, dan karna Jimin sekarang teman Jungkook maka juga menjaga jarak dengan Jimin? Entahlah Jimin juga sudah tidak peduli dulu di Busan juga dia hanya memiliki satu teman
"Baik semuanya! Kita kedatangan guru baru sekarang"
Dari arah pintu wali kelas Jimin masuk, dan langsung membuat suasana kelas menjadi diam, banyak yang bertanya guru siapa yang akan menggantikan guru biologinya yang sudah pensiun, Jimin tentu belum tau siapa guru biologi terdahulu karena ini hari pertamanya
"Silahkan masuk saem"
"annyeonghaseyo, perkenalkan nama saem Kim Seokjin, kalian bisa panggil saya Seokjin saem, saya akan mengajar biologi disini, apakah ada pertanyaan?"
Guru baru itu langsung mencuri perhatian dikelas Jimin, bagaimana tidak dengan wajahnyanya yang sangat tampan, tubuhnya tinggi, senyumnya yang sangat manis dan bahunya yang lebar tentu saja dia bisa dengan mudah menarik perhatian, tapi entah kenapa Jimin merasa guru itu terus memperhatikan Jimin, tentu saja jimin tidak mau kepedean jadi dia hanya menolehkan kepalanya menghadap kejendela
"Baiklah, saya rasa cukup untuk sesi pertanyaanya, kita mulai kepelajaran"
Dan pelajaranpun dimulai, dan jimin dapan melihat gurunya melirik kebangkunya lagi, pelajaran biolgi kali ini menghabiskan waktu tigajam sampai bel istirahat berikutnya
-skip-
"Baiklah, pelajaran hari ini sampai disini saja, sampai bertemu minggu depan"
Seokjin menutup kelasnya dengan senyum yang sangat memikat, banyak murid perempuannya sampai memekik karena ketampanannya
"Dan Park Jimin? Bisa ikut aku keruangan ku?"
Jimin yang merasa namanya dipanggil langsung menolehkan kepalanya, untuk apa dia disuruh keruangannya?, karena tidak ingin membuat gurunya menunggu dan juga ingin menjauh dari Jungkook, jimin mepercepat membereskan bukunya dan memasukannya ketas, dan langsung pergi tanpa melirik Jungkook lalu menuju ruangan Seokjin
.
.
.
.
.
.
.
"Permisi, saem memanggilku?"
Setelah mengetuk pintu, jimin memasuki ruangan seokjin, ruangannya berpisah dengan ruang guru lain karena ruangannya bersatu dengan lab biologi, walaupun kecil jimin akui ruangannya sangat bersih dan tertata dengan rapi dan juga harum
"Kemarilah, kau murid barukan? Aku membutuhkan beberapa datamu"
Seokjin tersenyum manis dan mepersilahkan Jimin duduk
"Apa yang ingin saem tanyakan?"
"Panggil saja Hyung Jiminie"
"Um, ne hyung"
"Aku hanya akan menanyakan pertanyaan simpel, so just relax okay?"
Setelah menjawab beberapa pertanyaan seokjin, tiba tiba handphone seokjin bergetar dan dia langsung mengangkatnya, sayup sayup Jimin mendengar apa yang Seokjin katakan, tidak sopan sih tapi mau bagaimana lagi salahkan telinganya yang terlalu peka
"Ne, aku sudah bertemu"
"Hm"
Sekiranya seperti itu yang Jimin dengar dari pembicaraan Seokjin di teleponnya
"Baiklah Jiminie, kau boleh kembali sekarang"
"Baiklah"
Jimin pergi dari ruangan seokjin, tanpa sadar Seokjin masih memperhatikannya sampai punggungnya menghilang di pintu ruangannya
"Aku menemukanmu~"
.
.
.
.
.
.
.
Jimin benar benar merasa lelah sekali, dia bahkan sengaja tidak pergi kekantin dan memilih untuk duduk ditaman belakang sekolah karna dia masih tidak ingin bertemu dengan Taehyung dan juga Namjoon, jimin masih merasa takut dengan aura yang namjoon keluarkan tadi
"Hari pertama saja sudah seperti ini, apa aku kuat untuk 3 tahun kedepan?"
'BRAK'
Tiba tiba terdengar suara seperti sesuatu yang membentur dinding dari ruangan yang tidak jauh dari taman, Jimin yang emang penakut tapi juga sangat penasaran akhirnya mendekat ke ruangan tersebut, seperti gudang karena sudah tidak terawat, Jimin mengintip dari celah jendela yang ada disana, sedikit menjijit karena posisi jendela yang cukup tinggi
Didalam Jimin dapat lihat dengan jelas ada seorang namja yang sedang dipukuli dengan beberapan murid yang Jimin sudah tau siapa itu- Min Yoongi
"Kau fikir kau siapa hah?! Sadar posisimu! Meminta? Tidak ada yang gratis didunia ini! Apalagi narkoba yang kau minta! Dasar sinting!"
Setelah memaki namja tadi yoongi langsung memukulnya dan menedangnya wajah namja itu sudah penuh dengan luka lebam diwajahnya dan sudut bibirnya yang sudah robek, darah segar sudah hampir mengotori semua seragamnya, setelah memukulnya dengan membabi buta Yoongi menaruh kakinya diatas perut namja itu yang sudah sangat sekarat dengan kasar hingga membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya karena perutnya di injak secara tiba tiba
"Bagaimana rasanya kekurangan methamphetamin bocah?! Kalau gak mampu beli gak perlu nyoba! Aku pertama memberimu gratis karna kufikir kau bisa kugunakan, tapi nyatanya cih! Kau gak berguna!"
Yoongi meludah tepat diwajah namja itu lalu pergi menuju pintu setelah sebelumnya menendang kepalanya dan meninggalkan namja yang sudah sekarat itu, Jimin yang melihat Yoongi semakin dekat langsung menyembunyikan badannya diantara kardua kardus yang tidak jauh dari gudang, untuk pertama kalinya Jimin bersyukur karena dengan tubuh kecilnya dia mampu menyembunyikan badanya, Jimin tidak ingin mengambil resiko apabila dia ketauan mengintip maka nasibnya akan sama seperti namja tadi. Setelah merasa Yoongi dan teman temannya menjauh Jimin masuk menuju gudang dan melihat bagaimana keadaan namja yang tadi, jujur Jimin benar benar takut bagaimana Yoongi memukul namja tadi, dan juga dengan perkataan Yoongi tadi, narkoba? Bagaimana bisa siswa sekolahan berbicara soal narkoba?
"Astaga!"
Saat Jimin masuk, ia melihat namja tersebut sangat hancur, wajahnya sudah penuh dengan lebam, darah keluar dari hidungnya dan juga mulutnya, dia masih memegang perutnya lalu tak lama setelah itu namja tersebut tak sadarkan diri
"Yatuhan! Bagaimana ini, dia benar benar sangat parah, bagaimana ini aku tidak akan kuat membawanya ke ruang kesehatan"
Jimin benar benar bingung, namja tadi sudah tak sadarkan diri sedangkan dirinya tidak mungkin membawanya karena tubuhnya bisa dibilang lebih kecil dari namja tersebut, sayup sayup jimin dengar suara beberapa murid, sepertinya Dewi Fortuna ada dipihaknya, dia langsung memanggil murid tersebut, awalnya mereka menatap Jimin dengan pandangan yang aneh, namun setelah Jimin mengatakan bahwa ada yang sekarat mereka langsung membantunya, Jimin teralu pusing untuk memikirkan kenapa mereka menatap Jimin seperti itu
.
.
.
.
.
.
"Saem! Tolong dia sekarat"
Dengan terburu buru Jimin membuat pintu ruang kesehatan, dan langsung diikuti dua siswa yang membopong namja sekarat tadi
"Ada ap- Astaga! Cepat letakan dia di kasur!"
Dokter kesehatan yang sedang menjaga langsung terkejut dengan siswanya yang sudah sangat sekarat, dengan cekatan dia memberhentikan pendarahan pada hidung namja tersebut dan juga memberikan obat pada bagian yang lebam di tubuh namja tersebut, Jimin benar benar terkejut saat dokter itu membuka seragam namja tersebut ternyata diperutnya juga terdapat luka lebam, itu pasti karena Yoongi menginjak perutnya tadi
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
Dokter itu menanyakan sambil tetap merawat namja tersebut
"Kita hanya mengantar saja saem, dia yang menemukannya"
Dua siswa yang tadi menunjuk Jimin, karna memang mereka tidak mengetahui apapun, setelah berkata begitu mereka langsung pergi karena masih ada urusan
"Jadi? Apa yang terjadi"
Jimin berpikir sejenak, kalau dia jujur bahawa Yoongi yang melakukannya dia tidak memiliki jaminan apakah dia akan selamat nantinya dan juga dia tidak ingin terlibat dalan masalah
"Saya tidak tau saem, saat saya duduk dibangku taman belakang, saya mendengar suaranya lalu saat saya mendekat dia sudah seperti ini"
Jimin menjelaskannya sambil menunduk karna dia tidak ingin ketahuan berbohong
"Siapa namamu?"
"Park Jimin"
"Baiklah Park Jimin, kembali kekelasmu, karna sekarang kau sudah terlambat, saat dikelas bilang bahwa tadi kau berada di ruang kesehatan bersama Baekhyun saem, kau mengerti?"
Benar saja ternyata ini sudah jam pelajaran dan itu berarti jimin sudah terlambat untuk kedua kalinya di hari pertamanya sekolah, bagus sekali
"Baiklah terima kasih saem, tolong rawat dia, saya permisi"
Jimin tersenyum manis lalu membungkuk sebelum akhirnya pergi menuju kelasnya dan Baekhyun hanya tersenyum melihat tingkah muridnya dan kembali merawat muridnya yang sudah sangat sekarat, sepertinya dia harus membawanya kerumah sakit, entah siapa yang membuatnya sampai seperti ini
.
.
.
.
.
.
.
.
"Akhirnya"
"Aku menemukanmu Park Jimin"
-tocontinue-
.
.
.
.
.
.
.
.
Nahlo kira kira siapa Secret admirer Jimin ya?:v
bolehkok tulis tebakan kalian di review :3
