Behind The Dark
.
.
.
.
.
.
Mistake
.
.
.
.
.
.
Jimin as Uke
.
.
.
.
.
-Chapter 7-
Akhirnya satu hari yang penuh hal baru di sekolah sudah selesai, ini menjadi pengalaman yang tidak akan pernah Jimin lupakan dimana first kiss nya diambil, konflik, bahkan sampai melihat aksi kekerasan, benar benar hari yang sangat panjang
"Hah, aku jadi tidak ingin ke asrama"
"Apa Namjoon hyung masih marah ya? Eh tapi kenapa hyung marah ya?"
"Ah sudahlah, aku hanya ingin istirahat sekarang"
Setelah berdebat dengan dirinya sendiri Jimin memutuskan melangkahkan kakinya menuju kamar asramanya dan Namjoon
.
.
.
.
.
.
'Cklek'"Namjoon hyung?"
Sepi, tidak ada jawaban dari dalam, Jimin langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya, sepertinya memang namjoon belum kembali karena kamar mandinya pun kosong
"Syukurlah, aku masih agak canggung dengannya"
Jimin memperhatikan kamar asramanya, terdapat 2 ranjang yang hanya dibatasi nakas kecil disampingnya, ranjangnya tepat berada disebelah jendela, sebenarnya kamarnya berada didaerah belakang asrama, jadi benar benar sangat sepi disini, kasur Namjoon hyung benar benar berantakan, selimutnya belum dilipat dan juga ada beberapa baju diatas kasurnya, Jimin memutuskan merapikannya ya hitung hitung agar saat Namjoon kembali dia melihat kamarnya bersih jadi kecanggungan diantara mereka bisa berkurang, lalu saat Jimin memindahkan baju baju namjoon, jimin melihat beberapa pil dibawah bajunya dan jimin tidaklah sebodoh itu tidak mengetahui pil apa yang ia lihat, karna sudah jelas itu narkoba
"Ke-kenapa ada na-narkoba?"
'Cklek'
Dan tepat sekali namjoon datang, dan langsung melihat apa yang jimin lakukan, dan Jimin sekarang wajahnya sudah pucat pasi apalagi dengan senyum yang namjoon tunjukan kepadanya sekarang
-Namjoon P.O.V-
Hari ini benar benar menyebalkan ingin sekali rasanya aku menghajar si pucat itu sampai mati, bagaimana bisa dengan seenaknya mencium Jimin, entahlah kenapa aku merasa sangat kesal, tapi aku benar benar tidak terima apabila ada orang lain yang mendekati Jimin
"Cih, awas saja kau pucat"
Aku menendang tong sampah yang ada disampingku sehingga menimbulkan bunyi yang keras dan tentu saja itu membuat orang disekitarku menoleh ke arah sumber bunyi itu, merasa terganggu mungkin, tapi setelah tau bahwa aku pelakunya mereka langsung menundukan kepalanya dan hanya diam, raut wajah yang awalnya kesal sekarang berubah menjadi takut, ck tentu saja karna mereka semua tau siapa aku Kim Namjoon anak dari mafia yang akan membunuh siapa saja asalkan ada imbalannya sekalipun harus membunuh tokoh penting, mereka tidak akan peduli, dan polisipun tidak bisa melakukan apa apa, karna bila melakukan sesuatu maka nyawa taruhannya, dan juga sedikit informasi semua murid yang masuk disini bukanlah semuanya murni pintar dan kaya, tapi juga banyak anak mafia disni, mafia juga kaya bukan?. Dan disini lah aku salah satu mafia yang paling ditakuti dinegara ini
"Ck, dasar pengecut"
Aku melanjutkan perjalananku menuju kamar asrama dengan wajah yang angkuh dan juga aura dominan yang mencengkam, aku benar benar menyukai bagaimana raut ketakutan siswa disini saat aku melewati mereka, ini adalah hiburan tersendiri bagiku, saat sampai di depan kamarku dan Jimin aku langsung melangkahkan kakiku, dan pintunya tidak terkunci berarti Jimin sudah datang
'Cklek'
Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam kamar asrama, dan disana Jimin tengah berada didepan kasurku dengan baju yang sengaja ku taruh diatas kasur sudah berada ditangannya, kasurku sudah terlihat rapi sekarang tapi kalau dia sudah mengangkat baju itu berarti dia sudah melihatnya, barang yang sengaja kusembunyikan, Jimin langsung membalikan badanya setelah mengetahui keberadaanku, wajahnya menjadi pucat pasi dan juga matanya menunjukan dengan jelas bahwa dia sedang ketakutan, kuangkat sudut bibirku, karna sekarang aku mendapatkan apa yang aku inginkan
.
.
.
.
.
.
.
.
"Apa yang kau lakukan Jimin?"
Namjoon melangkah kakinya semakin mendekati Jimin yang sudah gemetaran, senyum yang namjoon tunjukan benar benar tidak biasa, senyum kali ini sangat mengintimidasi dan benar benar menyeramkan,Jimin benar benar tidak mengenal siapa yang ada didepannya ini, kemana perginya Namjoon hyung yang melindunginya saat dia merasa takut dihari pertama sekolah
"Aku bertanya padamu sayang"
Tubuh jimin sekarang sudah bergetar sangat hebat, jarak antara dia dan namjoon juga semakin menipis hingga hidung mereka saling bersentuhan, aroma namjoon benar benar memabukan dan itu benar benar menggangu akal sehat Jimin, wajahnya sudah sangat merah sekarang
"Jimin-ah aku bertanya kepadamu"
Namjoon berbisik ditelinga jimin sehingga Jimin merinding dibuatnya dan juga sekarang tangannya meremas pundak jimin yang semakin lama semakin mengeras, Jimin tau namjoon pasti sangat marah sekarang
"Ma-maaf kan a-aku, a-aku ti-tidak akan memberi tahu pa-pada siapapun hyung"
Jimin menjawab dengan terbata bata dan juga sangat pelan, bibirnya bergetar sekarang dan juga matanya sudah berair, Jimin menggigit bibir bawahnya agar tangisnya tidak tumpah
"Hm? Bicara yang benar sayang"
Namjoon mengangkat dagu jimin agar menatap matanya, dan jimin benar benar sangat takut sekarang
"Maaf hyung"
"Kau melihatnya kan?"
"Jimin-ah aku bertanya, kau melihatnya kan?"
"KALAU AKU BETANYA JAWAB JIMIN!"
Namjoon mebentak jimin dengan keras dan jimin benar benar syok sekarang dia tidak tau namjoon akan semarah itu
"Maaf hyung"
Akhirnya hanya itu yang keluar dari mulut jimin
"Maaf? Bagaimana aku bisa tau kalau kau tidak akan melaporkanku Jimin? Apa hukuman yang harus aku berikan pada bocah nakal tidak tau sopan santun sepertimu? Sepertinya aku harus mendisiplinkanmu"
Namjoon langsung mendorong Jimin kekasurnya, jimin bahkan tidak sempat melawan karna kedua tangannya sudah berada diatas kepalanya yang langsung ditahan Namjoon sekarang dia sepenuhnya berada di bawah kungkungan namjoon
"H-hyung a-apa yang akan kau la-lakukan?"
Jimin berusaha membrontak tapi percuma saja karna tentu saja tenaganya kalah jauh dari Namjoon
"Aku akan mendisiplinkanmu baby, diam dan ikuti aku atau aku akan mengunakan cara kasar Jimin-ah"
Bisik namjoon tepat ditelinga Jimin, jimin benar benar tidak tau apa yang akan terjadi padanya tapi sudah dipastikan itu tidaklah baik, karna senyum namjoon kali ini benar benar mengerikan
-tobecontinue-
