Behind The Dark
.
.
.
.
.
.
.
Destroyed
.
.
.
.
.
.
.
Jimin as Uke
.
.
.
.
.
Warning: mature content
-Chapter 9-
"Ah ah ahk!"
"Hmm, mm ah, hiks, ah"
"Berhen- ahk ti ah"
"Hiks! Berhenti kumohon! Ah"
"Sa-sakit kumohon ah ah"
Entah sudah berapa kali aku memohon untuk berhenti tapi seakan tuli dia sama sekali tidak menghentikan kegiatan yang dia lakukan sekarang, entah sudah berapa banyak tangisan yang aku keluarkan dia tetap melanjutkannya, menghina dan menghancurkan harga diriku dengan sangat mudah
"Ini hukuman dariku sayang"
"Ah ah ah"
Benar benar hina, otakku sendiri sudah sangat menolak dengan apa yang terjadi namun tubuhku berkata lain, jujur ini benar benar memabukan tapi sangat menyakitkan, aku membencinya
Aku membenci Kim Namjoon
.
.
.
.
.
-Namjoon P.O.V-
Kucium bibir manis yang sangat menggoda didepanku, benar benar memabukan bibirnya sangatlah indah dan juga rasa manis saat ku kecup rasanya ingin kumakan saja bibir itu, aku melumat bibir manis itu dengan ganas dapat kulihat wajah terkejut Jimin tapi apa peduliku yang sekarang kuinginkan hanya merasakan bibir yang sudah terlebih dahulu dicicipi oleh si pucat sialan itu, memikirkannya benar benar membuat moodku tambah semakin buruk, aku mencoba memasuki lidah ku kedalam labirin hangat jimin namun dia dengan kuat menutup bibirnya agar lidahku tidak bisa memasuki bibir sexynya itu
'Ck!'
Dengan mood yang benar-benar tidak bisa ku kontrol aku menggigit bibir bawahnya dengan sedikit keras, itu terbukti dengan rasa darah yang aku rasakan setelahnya
"Ah!" Tentu saja dia merasa kesakitan dan juga menjadi kesempatanku saat dia membuka bibirnya langsung kumasukan lidahku kedalam labirin bangatnya,lidahku dengan lihai bermain didalam mulut jimin mengobrak-abrik apapun yang ada disana dan juga mengajak lidah jimin untuk bertarung didalam sana, aku masih setia bermain dengan lidahnya namun dapat kulihat jimin mulai kehabisan nafasnya dia mencoba mendorong bahuku untuk melepaskan ciumannya, aku yang mengerti bahwa Jimin membutuhkan udara terpaksa melepaskan ciuman hot kami sehingga menghasilkan beberapa benang saliva saat ciuman mereka terlepas, ku lihat Jimin yang berada dibawahku, bibirnya terlihat bengkak karna ulahku dan juga matanya yang sayu tengah menatap kearahku dan oh itu benar benar membuatku tegang, oh jangan lupa pipinya yang sudah sangat memerah, benar benar cantik, manis, sexy, dan sangat menggairahkan benar benar membuat bagian selatanku tegang
"Kau akan menerima hukuman dari Daddy baby boy"
Akan kubuat kau menjadi miliku sepenuhnya Park Jimin
-end Namjoon P.O.V-
Dengan nakal mulutn namjoon yang sexy mulai menggulum daun telinga Jimin membuat Namja manis itu melenguh pelan. Ia juga memasukkan lidahnya agar turut bermain ditelinga Jimin. Menjilat, menggulum, mengemut. Itu yang ia lakukan.
"Ahhnnn mm ahh ber-berhenti ah" Jimin tidak dapat menahan desahannya saat namjoon menjilat bagian yang paling sensitif di tubuhnya,setelah puas dengan telinganya ciuman namjoon turun membuat Kiss-mark dileher putih menggoda Jimin. Dengan sisa tenaga dan kesadaran yang sudah diujung tanduk jimin mencoba medorong namjoon dengan tangannya yang sudah lemas agar menghentikan apa yang sedang dia lakukan ditatapnya wajah manis Jimin yang mulai berkeringat kecil.
"Kuharap kau tidak sembarangan lagi menyentuh barangku sayang." Ucapnya dengan serak menahan birahi yang mulai membeludak.
Dikecupnya kembali Bibir merah Jimin hingga sang empu terbelalak, Jimin sulit mengimbangi namjoon saat Pemuda itu mulai menggulum bibir bawah dan atasnya secara bergantian.
"Mmmhhh.. eungghh.."
Jimin sedikit memberontak saat pasokan nafasnya mulai berkurang. Ia mendorong lemah bahu namjppn. Tentunya itu tidak berhasil. Tubuh namjoon lebih kuat darinya. Ciuman kali ini benar benar lebih memabukan dari sebelumnya, dan jimin benci mengakuinya, dan dengan sedikit terpaksa namjoon melepaskan ciuman mereka, dia tidak mau jimin nanti pingsan padahal permainan saja belum dimulai
"Haaahhh... ahhh... Haahh... Hmmppphh."
Baru saja Jimin mulai bernafas namjoon dengan tidak sabaran langsung melesatkan lidahnya ke dalam labirin hangat Jimin yang terasa manis, bermain dengan lidah Namja dibawahnya. Jimin mendesah untuk kesekian kalinya saat namjoon menyedot lidah miliknya. Tangan namjoon tidak tinggal diam, dengan agresif kedua telapak itu menarik baju kaos kebesaran Jimin dan melemparnya sembarangan, ya jimin sempat mengganti seragamanya dengan baju kaos kebesaran dan juga boxer pendek yang mengekspos pantatnya yang sexy dan membuat namjoon semakin kehilangan akal sehatnya
Namjoon memutuskan Ciumannya secara sepihak. Ia menggantinya dengan kecupa-kecupan lembut pada kening, pucuk hidung, bibir dan berakhir ditulang selangka Jimin yang terekspos lalu mengigit dan menghisapnya sehingga meninggalkan bekas kemerahan yang pasti akan sulit untuk dihilangkan
Wajah Jimin memerah, namjoon benar benar membuatnya gila, tapi kesadaranya kali ini langsung menghantamnya jimin mendorong namjoon dan untuk kali ini ia tidak mengalami kegagalan,
"Haahhh, ber-berhenti namjoon hyung, aku hah tidak ingin ini ter-terjadi hahh"
Jimin dengan agak tergesa bangun dari tidurnya dan mencoba mencari dimana kaosnya berada. Celananya terasa agak ngilu sudah dipastikan bagian selatannya menjadi tegang karena sentuhan namjoon kepadanya
Belum sempat Jimin menyingkir, namjoon menarik pinggul Jimin hingga posisi mereka menjadi namjoon yang memangku Jimin lalu ia berkata
"Ini adalah hukuman baby boy, diam dan nikmagi saja! "
"AKKHH! AH AHhh Heunghhh apa yang- Ah ah Ah Mm AHHh!" Jimin tidak bisa menahan desahannya saat tangan namjoon tiba tiba sudah masuk ke celananya dan meremas adik mungilnya yang sedari tadi berdiri. Tangan itu dengan profesional memberikan servis hebat pada junior Jimin.
Tangan kirinya tak tinggal diam, tanggannya mulai menjelajahi tubuh jimin, akhirnya tangannya dipertemukkan dengan nipple pink Jimin. Ia mulai memainkan nipple sebelah kiri Jimin,
"ah ahk kum-kumohon berhenti ah ahk hiks"
Mata Jimin sudah mulai berair menatapnya dengan harapan agar namjoon segera berhenti tapi itu malah membuat kesan sexy dimata namjoon, dikecupnya tengkuk si Manis hingga membuatnya bergidik. "Nikmati saja, sayang"
Berujar binal tangannya semakin cepat memompa Jimin.
"Ahhh umm Hhhhssss ahh" bibirnya masih mengalunkan nada yang mulai detik ini menjadi favorit namjoon. Jimin membelalakan matanya saat sesuatu yang keras menyodok pantat montoknya.
"Ti-tidak kumohon jang- AHHhh ahk, jangan hiks"
"Bisa kau rasakan Hmm? Bagaimana kerasnya aku. Sebentar lagi kau akan merasakannya didalam lubangmu sayang."
Namjoon mengangkat tubuh Jimin hingga kini Jimin terduduk diatas ranjang dan dia berada dibawah ranjang. Ditariknya celana boxer Jimin beserta celana dalamnya sehingga Jimin benar-benar Topless.
Jimin benar benar sangat malu sekarang, apalagi namjoon menatap Adiknya yang berukuran sedang itu tanpa berkedip
"Ber-berhenti hyung hiks"
Jimin mencoba menutup adiknya dengan kedua tangannya dan juga tetap memohon agar namjoon menghentikan apa yang sedang ia lakukan
Namun namjoon tentu saja tidak akan peduli. Dia mengangkangkan paha Jimin sehingga memperjelas keberadaan adiknya, Ia memasukkan Benda yang lebih mungil dari miliknya itu ke dalam mulutnya.
"Hyungg!" Teriak Jimin saat setelahnya namjoon mulai membrutal.
Kaki putih Jimin bergetar, ia akan mencapai klimaks nya. Diremasnya rambut namjoon, yang bagi namjoon seolah Bikin memberikannya semangat, jimin benar benar sudah hilang kesadarannya lupa dengan apa yang selalu ingin ia jaga
Gerakan namjoon semakin di percepat, erangan erotis Jimin makin membakar gairahnya.
Saat ia merasakan Jimin mengejang klimaks, dia dengan jahil menutup lubang kecil yang sedari tadi mengeluarkan percum, berniat menutup jalan keluar sperma Jimin.
Jimin merasa sangat kesakitan,
"Hiks lep-lepas Sakitthh.. Jebballlhh..."
Seringai terukir diwajah tampan namjoon,
"Panggil aku dadysayang."
Kata namjoom sambil mengelus paha dalam Jimin. Jimin benar benar sudah tidak tahan air mata terus jatuh dipipi tembamnya, dengan bibir gemetar karena elusan namjoon ia mengucapkan kata yang sangat terkutuk saat itupula dia mengutuk dirinya sendiri
"Dady, je-jebalhh"
"Good Boy."
Namjoon dengan cepat kembali memasukkan benda Jimin ke mulutnya meng in out benda itu dengan brutal
"Aaaahhhhkkkkhhh"
Teriakan Jimin mengiringi cairan yang keluar di dalam mulut namjoon. Ditelannya cairan itu seolah ia baru saja meminum cairan madu paling manis sedunia.
"Hukuman baru saja dimulai sayang"
Namjoon berdiri melepaskan seluruh pakaiannya tanpa malu didepan Jimin yang masih mengangkang. Wajah Jimin seketika pucat namun juga memerah semerah kepiting rebus saat melihat milik namjoon yang bisa dibilang besar mengacung padanya. "H-hyung ja-jangan hiks, ku-kumohon"
Jimin mulai beringsut menjauhi namjoon yanh semakin mendekat kepadanya, jatungnua sudah tidak bisa dikontrol saat ini
Dielusnya surai karamel itu dan meralat perkataan Jimin,
"Ck,bukankah sudah kubilang dady?Bersiaplah karena kau sudah melakukan kesalahan dady akan menghukummu"
Namjoon membuat kedua Kaki Jimin menekuk ke dada, hingga kini lubang berkedut pink milik park jimin terlihat dimatanya. Ia mengulurkan 3 jarinya ke depan wajah Jimin yang sudah pucat pasi
"Kulum Jim."
Jimin menjauhkan wajahnya dari tangan namjoon menolak apa yang baru saja namjoon perintahkan
"KULUM!"
dengan paksaan jimin akhirnya mengulum jari panjang namjoon hingga berlumuran saliva miliknya airmatanya sudah sangat banyak menuruni pipinya , Serasa cukup basah namjoon pun menariknya.
Tanpa aba-aba ia melesakkan dua buah jari yang membuat Jimin berteriak.
"Arrgghhh!"
"Sebentar sayang, Aku sedang mempersiapkan lubangmu." Dia menggerakkan jarinya tidak sabaran hingga mengguncang Jimin.
"Ahhh Ahhh berhenti ahh hiks ahh sa-sakit"
Dimasukkannya Jari yang tertinggal hingga kini ada tiga buah jari yang bermain disana. Peluh membasahi keduanya.
"AH! Umm ah" sepertinya ia menemukan prostat Jimin, terbukti saat Jimin Mengerang tadi namun tetap tidak ingin mengatakannya kepada namjoon.
Dia mengecup kening Jimin.
"Kita akan mulai sayang, mungkin akan sakit."
Namjoon menarik ketiga Jari saat dirasa lubang Jimin agak merenggang. Dia menarahkan miliknya ke lubang Jimin, ada perasaan kesal saat Jimin memundurkan tubuhnya dengan wajah yang sudah pucat ketika ia mencoba masuk.
"Akan kubuat ini menjadi sakit jika kau melawanku terus baby"
"Ku kumohon hyung ja-jangan hiks" Jimin kembali menangis dan memohon agar namjoon tidak melakukan itu
"Diam dan turuti aku!"
Namjoon membawa Jimin dalam Ciuman jangka panjang meredakan tangisan Jimin , bibir Jimin yang kini agak membengkak masih tidak pandai membalas.
"AAKKHHH! Ahh! Ahh!"
Tanpa aba aba namjoon memasukkan miliknya yang besar dan panjang dalam satu hentakan. Jimin mencakar punggung namjoon, menyalurkan rasa sakitnya.
"Sakittt Lepashh, kumohon Lepass"
Namjoon tidak mengatakan apapun dan terus menggerakan pinggulnya
"Ah ah ah ummm ah, h-hyung"
"Ah. Milikmu sempit sayang"
Namjoon merasa Jika lubang Jimin bagai surga baginya benar benat berbeda dengan lajang yang ia tiduri sebelumnya. Tidak tahan dengan pijatan dinding Jimin, namjoon mempercepat genjotannya.
"Ahh ahhk ahh henti- umm ah"
Sodokan namjoon semakin menggila. Klimaks hampir dicapainya, punggung Jimin melengkung nikmat otaknya sudah benar benar kosong saat ini. Suara benda cair terdengar ditengah erangan dan desahan erotis mereka. Memenuhi satu-satunya lubang Jimin.
Namjoon merapatkan miliknya dan lubang Jimin, tidak membiarkan cairan itu meluber keluar.
Jimin merasakan sesuatu bergerak disana,
dilihatnya namjoon yang kini lagi menggerakkan pinggulnya menyodok dengan brutal lubang jimin
"Apa yang ah AHHhh hyung lakukan AHhhh"
"Ah ah AHHhh!"
"Hmm, mm Ahh, hiks, ah"
"Berhen- ahk ti ah"
"Hiks! Berhenti kumohon! Ah"
"Sa-sakit kumohon ah ah"
Entah sudah berapa kali jimim memohon untuk berhenti tapi seakan tuli namjoon sama sekali tidak menghentikan kegiatan yang dia lakukan sekarang, entah sudah berapa banyak tangisan yang jimin keluarkan dia tetap melanjutkannya, menghina dan menghancurkan harga diri jimin dengan sangat mudah
"Ini hukuman dariku sayang"
"Ah ah ah"
"Per AHHK persetan dengan hu-hukuman ahh!"
Namjoon kembali mempercepat genjotannya dan untuk kedua kalinya dia klimaks didalam tubuh jimin, dan jimin setelah klimaks yang entah sudah keberapa kalinya
"Malam yang nikmat sayang" setelah namjoon mengatakan itu kesadaran jimin sudah mulai menghilang terakhir yang bisa ia ingat hanya sosok namjoon yang keluar meninggalkan jimin tanpa sedikitpun perasaan bersalah benar benar pria brengsek
-tobecontinue-
