Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park

Romance-hurt/comfort

Teenager-Rated

Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung

Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe

...

- start -

...

Jonghyun sedang sibuk dengan pspnya saat Nayoung mengetuk pintuk kamarnya. Awalnya pelan, hanya ketukan lembut namun masih terdengar oleh Jonghyun. Tapi saat tidak ada pergerakan dari sang pemilik kamar, suara ketukan itu berubah menjadi gedoran. Jonghyun terkejut, apalagi dengan teriakan membahana dari Nayoung di luar kamarnya.

"Jonghyun, keluar gak! Nama lo gak gue tulis nih di laporan!."

"Bawel ah." Jonghyun meletakkan psp -yang tadinya hampir dilempar ke lantai karena terkejut- di meja belajar yang ada di sebelah tempat tidurnya. Pemuda itu berjalan sambil terus berdecak karena Nayoung masih belum menghentikan aksi anarkis pada pintu kamar Jonghyun.

"Berisik amat sih." Pemuda itu membuka pintuk kamarnya dan menemukan Nayoung yang menatapnya tajam, gadis itu lalu bersidekap dan memberikan ekspresi kesal.

"Lo tuh ya, udah nyuruh kerja kelompok di rumah lo, sekarang ninggalin gue gitu aja buat ngerjain laporannya. Mau gak gue tulis nama lo di laporan!?."

Im Nayoung itu galak, judes, dan cuek. Hampir tidak ada yang mau menjadi teman dekatnya kecuali Kim Jonghyun yang memang sudah mengenalnya dari bangku sekolah menengah atas, serta beberapa gadis yang memiliki persamaan sifat dengannya. Entah itu galak, judes, atau cuek. Semacam menemukan saudara kembar berbeda orang tua.

"Yaudah, sekarang mau lo apa?." Jonghyun sudah terlalu kebal dengan beragam omelan Nayoung, pemuda itu hanya menatap datar ke arah Nayoung sambil menyandarkan tubuhnya di pintu kamarnya.

"Lo keluar dari kamar dan kerjain bagian lo. Kepala gue udah mau pecah rasanya ngeresume lima artikel sekaligus, mana yang dua bahasa inggris lagi. Lo tau kan bahasa inggris gue lemah. Ntar yang bahasa ing..." Jonghyun berusaha menulikan indra pendengarannya sambil mengikuti Nayoung menuju ruang tamu, tempat seharusnya mereka berdua menyelesaikan tugas mereka.

Pemuda yang sedang mengenyam pendidikan di tahun kedua perguruan tinggi itu mulai mengerjakan tugas bagiannya, membuat analisis dari hasil resume yang telah dilakukan oleh Nayoung sekaligus memeriksa resume artikel bahasa inggri yang telah diselesaikan oleh Nayoung. Sementara itu, gadis yang berada satu kelas dengannya itu sedang duduk di hadapannya sambil memainkan ponselnya.

"Enak banget lo ngegame pas gue ngerjain tugas."

"Dih, kayak gue gak tau aja lo ngapain di kamar tadi." Nayoung membalas perkataan Jonghyun tanpa menoleh sedikitpun, gadis itu masih terpaku pada layar ponselnya, hingga membuat Jonghyun mendecih. Kesal, karena Nayoung sudah hafal mati hobinya bermain game.

Dua puluh menit dilalui tanpa kata, hanya ada suara keyboard laptop yang ditekan cepat oleh Jonghyun dan suara-suara game dari ponsel Nayoung. Gadis itu bermain dengan serius, sementara Jonghyun sesekali akan melirik Nayoung, tergiur untuk memainkan permainan yang ada di ponsel Nayoung. Jonghyun semakin tidak fokus saat mendengar umpatan-umpatan kecil yang keluar dari bibir Nayoung saat pemain dalam permainannya mengalami kegagalan dalam menjalankan misi. Sepuluh menit setelahnya Jonghyun akhirnya berhasil menyelesaikan tugas mereka, pemuda itu segera menyimpan data tugas mereka di laptop Nayoung lalu mengcopy data tugas mereka di flashdisk miliknya untuk berjaga-jaga. Segera setelah mematikan laptop Nayoung, Jonghyun berdiri dan menghampiri Nayoung di seberang.

"Yaelah, main gini doang kalah lo. Sini gue yang main." Jonghyun merebut ponsel Nayoung dan mulai melanjutkan permainan yangvsedang dimainkan Nayoung.

"Eh eh, gue hampir menang tadi. Ah, Jong siniin hape gue." Nayong mencoba merebut kembali ponselnya dari tangan Jonghyun, namun terus berhasil ditepis.

"Menang apanya, poin lo berkurang banyak tau. Udah diem aja, gue yang menangin." Pada akhirnya Nayoung hanya mengerucutkan bibirnya lalu mengamati permainan Jonghyun dari balik bahu pemuda itu, sambil sesekali mengomentari apapun yang terjadi.

"Eh awas itu di belakangnya."

"Yah Jong jangan ke kanan tadi harusnya."

"Itu musuhnya bunuh dulu Jong."

"Ck! Berisik lo. Jangan berisik, gue kalah ntar." Jonghyun hanya mampu mengultimatum Nayoung melalui kata-kata, karena terlalu fokus pada permainan.

"Yak! Yaak! YESSS! Gue menaaang!." Setelah lima belas menit berlalu, Jonghyun bisa mengepalkan tangannya dan meninju udara dengan bangga di hadapan Nayoung yang cemberut.

"See? Udah gue bilang gue bakalan menangin permainan ini kan." Jonghyun menaik-turunkan alisnya dengan jahil, sengaja ingin menggoda Nayoung yang segera mengambil ponselnya dari tangan Jonghyun.

"Kalo gue kalah, gue bisa ngereset permainannya juga kok."

"Gak asik dong, ngulang lagi. Jadi kerja dua kali."

"Tapi enak ya hidup di game, kalo udah kalah bisa direset." Nayoung menerawang sambil menatap langit-langit rumah Jonghyun.

"Aduh, hidup yang direset itu gak enak tau." Nayoung menoleh dan menunggu kelanjutan kalimat Jonghyun. "Lo harus mulai hidup lo dari awal lagi, ngelakuin hal-hal yang sama lagi, ngalamin kejadian yang sama dua kali, lagian..."

"...kalo hidup lo lo reset, ada kemungkinan lo tetep ngalamin akhir yang sama."

- TBC -

A/n: ada yang nungguin? Ehehe. Setelah sekian lama akhirnya saya pake bahasa gaul buat dialognya. Dialog doang tapi, narasinya sih tetep wkwk. Semoga suka ya