Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park
Romance-hurt/comfort
Teenager-Rated
Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung
Other cast: Kang Dongho, Choi Minki, Hwabg Minhyun
Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe
...
- stage 1-
...
Seorang pemuda berlari terburu-buru menuju ke gerbang sekolahnya. Lima menit lagi bel akan berbunyi, itu artinya gerbang sekolah akan segera ditutup. Pemuda itu, Jonghyun, sampai di depan gerbang tepat saat bel berbunyi, dan gerbang sudah di tutup. Butuh waktu hampir sepuluh menit bagi Jonghyun untuk membujuk penjaga sekolah agar membukakan gerbang sekolah untuknya. Sayangnya, setelah gerbang itu terbuka, penderitaan Jonghyun belum berakhir. Pemuda enam belas tahun itu masih harus menghadapi guru piket yang kini sibuk menanyakan alasan keterlambatannya.
"Ini baru hari pertama kamu udah telat aja."
Jonghyun hanya bisa menunduk sambil terus meminta maaf. Salahnya sendiri memang, bermain game hingga larut malam dan berakhir dengan terlambat bangun. Dan berakhir di ruang guru pada hari pertama tingkat kedua sekolah menengah atasnya.
Satu mata pelajaran sudah terlewat saat Jonghyun akhirnya diizinkan memasuki kelasnya. Pemuda itu disambut dengan suara riuh dari teman-temannya yang sibuk dengan kelakar masing-masing. Jonghyun mengedarkan pandangannya, mencari teman yang barangkali akrab dengannya untuk diajak menjadi teman sebangku. Sayangnya semua kursi sudah penuh, hanya satu kursi yang kosong di samping seorang gadis yang asik menatap keluar jendela, tak terusik dengan keramaian di sekitarnya.
"Hai, kursi ini kosong?." Gadis itu menoleh lalu menatap Jonghyun lama.
"Keliatan ada yang duduk gak?." Jonghyun menelan ludahnya gugup. Kalimat yang dilontarkan gadis itu terdengar begitu dingin di telinganya.
"Emm, aku boleh duduk sini gak?."
"Gak ada tempat lain emang?." Jonghyun menoleh ke sekitar, diikuti oleh sang gadis, dan memang tidak ada tempat kosong lain selain bangku itu.
Gadis itu menghela nafas dalam sebelum kembali buka suara "Yaudah, duduk gih."
Jonghyun turut menghela nafas lega. Akhirnya pemuda itu mendapatkan tempat untuk duduk setelah sejak tadi dia berlari dan berdiri karena terlambat. Pemuda itu lalu menjulurkan tangannya, mengajak gadis teman sebangkunya satu tahun kedepan itu untuk berkenalan.
"Namaku Jonghyun, Kim Jonghyun."
Namun gadis itu hanya melirik sekilas, tampak tak tertarik untuk membalas jabat tangan Jonghyun. Namun untung saja dia masih memiliki sopan santun untuk memperkenalkan dirinya.
"Im Nayoung."
...
Ketika istirahat Jonghyun akhirnya menemukan tiga sohibnya. Berbagai keluh kesahnya hari ini ditumpahkan begitu saja. Sayangnya, bukannya merasa kasihan tida orang di samping Jonghyun justru terbahak.
"Salah lo sendiri itu, ngapain ngegame sampe jam dua pagi." Minki yang pertama memberi omelan kepada Jonghyun, sementara Dongho dan Minhyun masih sibuk tertawa.
"Sialan kalian, temen susah malah diketawain."
"Lo susah karena kesalahan lo sendiri kan, bukan orang lain. Yaudah, terima akibatnya lah." Sekarang Minhyun yang buka suara. "Pokoknya sekarang lo jangan ngulangin lagi kelakuan lo."
Dongho dan Minki membenarkan ucapan Minhyun melalui anggukan mantap. Jonghyun hanya bisa mencebik sebal sambil mengaduk-aduk minumannya. Saat sedang mengumpati ketiga sahabatnya -dalam hati tentu saja- itu, Jonghyun teringat sesuatu.
"Eh, kalian tau Im Nayoung gak?."
Pemuda di samping Jonghyun menatap pemuda itu bingung. Tampak sekali bahwa mereka tak mengenal gadis yang dimaksud oleh Jonghyun. Pemuda itu kemudian mengedarkan padangannya, mencoba mencari gadis yang di maksud. Dan dia menemukan Nayoung di sudut kantin.
"Tuh, yang makan sendirian di pojok." Ketiganya mengikuti arah yang diunjuk oleh Jonghyun.
"Ooh, si Stone Girl." Kali ini dahi Jonghyun yang mengkerut tak paham.
"Coba liat tu cewek. Gaada ekspresi, datar-datar aja, kayak batu. Makanya dia dijuluki Stone Girl." Bibir Minyun dan Jonghyun sama-sama membentuk huruf 'o' pertanda mereka paham.
"Lha Hyun, lo juga gak ngerti?." Minhyun menggeleng untuk menjawab pertanyaan Dongho.
"Kalian kok ngerti?." Jonghyun balik bertanya kepada Minki dan Dongho.
"Cewek-cewek di kelas gue sama Dongho ngomongin dia mulu sih tadi, gue juga sempet gak sengaja liat ada yang bisik-bisik sambil nunjuk keluar kelas, ternyata dia lewat."
"Emang kenapa Jong?." Ekspresi Dongho tiba-tiba berubah jahil. "Lo naksir si Stone Girl ya?." Dan Jonghyun jelas-jelas menggeleng.
"Enggak lah. Dia temen sebangku gue."
"Lha kok bisa? Gegara telat ya, makanya lo gak dapet tempat duduk."
Jonghyun mengangguk dan dibalas gelak tawa oleh teman-temannya sambil terus memberika kalimat menyebalkan -bagi Jonghyun- seperti 'Mampus lo.', 'Nasib lo Jong.', hingga 'Selamat ya Jong.' Jonghyun hanya bisa melemparkan beberapa butir kacang goreng yang tadi di beli Minki ke arah ketiga temannya itu sambil balas mengumpati mereka.
"Aduh aduh, kalem kali Jong. Gak ada masalah kali sama Nayoung. Tampangnya juga lumayan."
"Jangan-jangan lo Ki yang naksir Nayoung." Minhyun tersenyum penuh arti pada Minki yang segera menjawab. "Enak aja, kagak lah. Serem gitu anaknya."
Keempatnya lalu kembali tertawa hingga tiba-tiba Dongho menyenggol lengan Jonghyun dan menunjuk ke arah pintu keluar kantin.
"Noh Jong, temen sebangku lo udah balik."
"Waduh, abis dari temen bisa jadi demen nih."
"Sialan lo Ki, ogah gue. Gue berharap gak perlu berurusan apapun sama dia." Jonghyun berharap dengan sungguh-sungguh, tapi Tuhan mungkin punya rencana lain.
- TBC -
A/n: seharusnya story ini saya update sesiangan tadi. Tapi karena asik di kosan temen jadinya kelupaan wkwk. Balik dari kampus baru inget haha
