Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park
Romance-hurt/comfort
Teenager-Rated
Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung
Other cast:Kim Chungha, Ong Seongwoo
Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe
...
- stage 2-
...
Dering ponsel mengalihkan perhatian Nayoung dari obrolannya bersama Chungha. Sebenarnya hanya Chungha yang sibuk bercerita, sementara Nayoung fokus mendengarkan cerita Chungha pemuda pertukaran pelajar dari Jepang yang ada di kelasnya. Saat melihat nama yang tertera, Nayoung menghela nafas dalam.
"Halo, apaan?." Ucap Nayoung setelah memberi isyarat pada Chungha untuk mengangkat panggilannya.
"Di kantin sebelah sama Chungha." Sementara Nayoung sibuk dengan seseorang di seberang sana, Chungha asik mengaduk minumannya sambil mengedarkan pandangan.
"Ck dasar, ganggu aja." Nayoung meletakkan ponselnya setelah panggilan itu berakhir. "Terus gimana?."
Chungha menatap Nayoung dengan tatapan bertanya. "Apanya yang gimana?." Begitulag kira-kira pertanyaan yang akan terlontar dari bibir Chungha yang masih sibuk dengan minumannya.
"Ya cowok dari Jepang tadi gimana? Lo naksir ya, kok ceritanya semangat banget." Chungha segera menggeleng sambil mengibaskan tangannya, memberi gestur tidak setuju.
"Enggak lah, dia alay sih kelakuannya. Gue ceritanya jadi semangat." Chungha tertawa di akhir kalimatnya diikuti oleh Nayoung yang terkekeh.
Nayoung yang galak, judes, dan cuek, akan menghilang begitu saja ketika bertemu orang yang tepat. Jonghyun dan Chungha salah satunya. Di depan mereka, Nayoung akan menunjukkan sisinya yang lain. Sisinya yang lebih berwarna, bukan hanya sosok Stone Girl.
"WOYYY!."
"Astaga!." Nayoung memegangi dadanya yang kini berdebar kencang. Gadis itu menoleh cepat dan memberikan tatapan tajam pada seseorang yang baru saja mengejutkannya.
"Lo gila ya Jong. Jantung gue hampir copot tau." Nayoung segera menyembur Jonghyun yang kini tertawa.
Pemuda itu mendudukkan dirinya di samping Nayoung, sementara pemuda yang berada di belakang tubuh Jonghyun masih berdiri dengan bingung. Jonghyun menoleh lalu nenepuk lengan pemuda itu.
"Ngelamunin apaan lo Ong? Duduk sono." Jonghyun menunjuk tempat duduk di hadapannya, yang juga berada di samping Chungha. Sementara pemuda yang dipanggil Ong itu hanya tersenyum kaku sambil menggaruk tengkuknya sebelum duduk di samping Chungha.
"Hai, Ong Seungwoo." Pemuda itu menjulurkan tangannya pada Chungha yang hanya dibalas tatapan dan gumaman "Chungha." tanpa repot-repot membalas jabat tangan Seungwoo. Seungwoo akhirnya hanya bisa kembali tersenyum canggung dan menarik tangannya. Di hadapannya, Jonghyun tertawa lepas.
"Eh Young, gue kok inget sesuatu ya pas liat mereka."
"Lo berdua ngapain kemari?." Nayoung tak menanggapi ucapan Jonghyun yang sepertinya sedang mengingat-ingat kejadian di masa sekolah menengahnya.
"Oh iya, tugas woy tugas. Analisisnya ada yang kurang nih." Jonghyun mengeluarkan laptopnya lalu menunjukkan data tugas mereka. Sementara Jonghyun dan Nayoung sibuk dengan tugas itu, Seungwoo sedang dalam kondisi canggung dengan Chungha. Atau sejujurnya hanya Seungwoo yang canggung, karena tampaknya Chungha tak terusik dengan kehadirannya.
"Yang bikin bagian ini siapa?." Nayoung menunjuk salah satu bab setelah membuat analisis tambahan selama sepuluh menit.
"Bagiannya Sejeong nih." Seungwoo mencoba mengintip laptop Jonghyun, berusaha mengurangi kecanggungannya dengan Chungha.
"Lha terus Sejeong kemana?."
"Sejeong pacarnya Daniel?." Ketiganya menatap ke arah Chungha.
"Iya kayaknya. Lo kok tau Chung?."
"Daniel kan temen sekelas gue, anaknya berisik hobi banget ngebahas pacarnya di fakultas sebelah." Chungha terkekeh sebentar sebelum melanjutkan. "Kayaknya mereka kencan deh. Tadi Daniel nyombong ke gue."
"Lo jomblo sih." Celetukan Jonghyun membawa segulung kertas -lapoean Chungha- mendarat di kepalanya. "Sialan lo, sadar diri dong." Ditambah sebuah omelan.
Nayoung menghela nafas lalu mengambil ponsel di tasnya. "Yaudah, gue tanya dia dulu." Gadis itu lalu mengetikkan sesuatu di ponselnya.
"Oh ya Young. Lo sekelompok lagi sama Jonghyun?." Nayoung mengangguk, masih dengan mata yang tertuju pada ponselnya.
"Jodoh banget ya kalian kayaknya." Akhirnya Nayoung mengangkat kepalanya, hanya untuk memberikan tatapan tajam dan desisan kesal kepada gadis yang kini tertawa puas.
"Males amat gue jodoh sama batu macem dia."
"Lo pikir gue mau gitu? Ogah." Suara tawa Seungwoo membuat ketiganya menoleh.
"Lo bener sih Chung. Mereka jodoh banget." Chungha menatap bingung pada Seungwoo, pemuda itu memutar tubuhnya untuk menghadap Chungha dan mencoba berbicara sementara bahunya masih berguncang akibat tawa yang belum reda. "Sekelas tiga semester berturut-turut, tugas semester lalu juga mereka sering banget sekelompok, belom proyek baru dari dosen."
Tawa Chungha meledak. Gadis itu sampai menepuk-nepuk bahu Seungwoo karena tawanya yang terlalu keras. Sementara di hadapan mereka Nayoung dan Jonghyun mencebikkan bibir mereka, kesal.
Chungha mencoba menetralkan nafasnya sambil mengusap air mata yang keluar karena tawa yang terlalu keras. Gadis itu lalu menatap Nayoung yang cemberut dan Jonghyun yang mencoba mengalihkan perhatian pada laptopnya.
"Udah takdir ini namanya." Keduanya mendesis sebal mendengar kalimat Chungha. "Pokoknya kalian emang jodoh."
"Bodo amat."/"Sialan lo ah." Jawab Jonghyun dan Nayoung bersamaan.
"Oh ya, eumm nama lo siapa tadi?." Chungha menoleh ke arah Seungwoo yang kini berkedip-kedip lucu. "Ooh itu, Ong Seungwoo. Tapi panggil aja Ong, biar gampang."
Chungha mengangguk-angguk, Seungwoo tersenyum karena akhirnya Chungha tidak mengacuhkannya.
"Ngomong-ngomong proyek mereka apa sih?."
- TBC -
A/n: jadi, seharusnya chap ini diupdate beberapa hari yang lalu. Tapi saya lupa *doeng* jadi up cuma di wattpad doang wkwk. Jadi haru ini double up di ffn ngahaha
