Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park
Romance-hurt/comfort
Teenager-Rated
Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung
Other cast: Kang Dongho, Choi Minki, Hwang Minhyun
Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe
...
- stage 3 -
...
Jonghyun terus mengumpat dalam hati sambil menata mikroskop di mejanya. Di sampingnya ada Nayoung yang tampak tak terganggu sekalipun tahu bahwa Jonghyun sering melirik sebal padanya, gadis itu masih membaca buku panduan praktikumnya. Nayoung juga tetap memberi arahan kepada Jonghyun yang kebingungan memasang preparat.
Selesai dengan pengamatan bagian-bagian tanaman di laboratorium, Jonghyun menghela nafas lega. Bersyukur karena tak harus berurusan lagi dengan peralatan berharga mahal, preparat aneh, dan gadis menyebalkan -yang sialnya adalah teman sebangkunya untuk satu tahun kedepan. Sayangnya, pertemuan Jonghyun dengan Nayoung tidak berakhir bisa begitu saja. Helaan lega dari Jonghyun tiba-tiba berubah menjadi hembusan nafas yang berat dan panjang saat sang guru mengatakan sesuatu.
"Buat laporan dari hasil dari praktikum hari ini bersama teman sebangku kalian. Tugas dikumpulkan dua hari dari sekarang. Dan jangan ada yang menggantungkan kepada temannya, kalian bisa melaporkan kepada saya jika ada yang tidak mau mengerjakan. Sekian untuk hari ini, selamat siang."
"Selamat siang, Pak."
Kelas segera ribut karena bel tanda istirahat sudah berbunyi. Siswa-siswi di kelas segera berhamburan. Hampir semua, karena saat Jonghyun menoleh, dia menemukan Nayoung yang masih duduk di tempatnya sambil menunduk menatap ponselnya.
"Ck! Pasti mau janjian buat pacaran." Jonghyun mendecih lalu mengendikkan bahunya tak peduli dan keluar dari kelas menuju kantin.
...
"Untuk tugas drama minggu ini akan dibuat kelompok berisi dua orang, satu berperan sebagai seorang kakak laki-laki dan satu lagi berperan sebagai sang adik perempuan. Pasangan drama akan dipilih melalui undian."
"Bu, cowoknya kan lebih banyak dari ceweknya." Yongguk, Pemuda keturunan China yang duduk di bangku depan menyela.
"Ibu sudah menyiapkan undiannya. Akan ada beberapa siswa yang mendapat peran adik perempuan." Kelas menjadi riuh dengan suara gumaman kekecewaan para siswa dan kekehan pelan dari para siswi.
Sementara itu di bangku belakang, Jonghyun terus menggumamkan kata "Yes.!." dengan semangat. Pemuda itu lalu menoleh pada gadis di sebelahnya dan memasang ekspresi meremehkan.
"Akhirnya gue bakal terbebas dari lo."
Nayoung tak berniat untuk peduli pada tingkah Jonghyun, gadis itu hanya memutar bola matanya lalu kembali menghadap ke arah depan. Kembali fokus pada sang guru dan bersiap-siap apabila namanya dipanggil.
...
Saat Minki dan Dongho sedang sibuk dengan makan siang masing-masing, Minhyun menyenggol pelan lengan mereka dan menunjuk ke arah pintu masuk kantin. Di sana ada Jonghyun yang berjalan gontai. Ketika sampai di meja ketiga temannya, pemuda bermarga Kim itu segera menjatuhkan kepalanya ke meja. Minki menatap Jonghyun lalu beralih kepada Minhyun sambil memberikan geatur bertanya. Minhyun hanya menjawab dengan gendikkan bahu.
"Heh, lo kenapa sih? Lemes gitu kayak abis lari keliling lapangan aja." Dongho yang berhasil menelan makanannya lebih cepat segera memberi pertanyaan pada Jonghyun.
Tak ada jawaban, hanya helaan nafas panjang yang terdengar oleh ketiganya. Ketiga pemuda itu hanya bisa saling pandang. Minhyun lalu mencoba mengingat-ingat apa yang kira-kira menjadi penyebab tingkah aneh Jonghyun.
"Gara-gara tugas drama nih?." Jonghyun menoleh ke arah Minhyun sekilas, lalu kembali menenggelamkan wajahnya di meja dan menghembuskan nafas panjang. Tanpa perlu mendengar kalimat apapun dari Jonghyun, mereka sudah tahu bahwa tebakan Minyun benar.
Minki lalu menjentikkan jarinya, mendapat kemungkinan penyebab murungnya jonghyun. "Lo ngalamin hal tragis yang sama kayak gue ya Jong?."
Jonghyun menegakkan tubuhnya dan mengernyit bingung pada Minki yang kini ekspresinya tampak menggelikan. Pemuda itu hobi sekali mendramatisir keadaan, dan sekarang hobi itu sedang dilakukannya. Minki memegang bahu Jonghyun sekilas, lalu menepuknya beberapa kali. Setelahnya, pemuda itu menghela nafas sambil menatap langit-langit kantin.
"Lo jadi tokoh adik perempuan kan buat tugas drama?." Minki menoleh dengan dramatis, lalu memberi tatapan serius pada Jonghyun yang menatapnya datar. Sementara itu, di samping Jonghyun ada Minhyun yang terbahak dan di samping Minki ada Dongho yang memberi gestur akan muntah. Muak dengan kelakuan sahabatnya.
"Enggak, gue jadi si kakak." Jawab Jonghyun singkat.
"Eh!? Lha terus kenapa?. Yaelah, gue kira bakal nemu temen buat sedih-sedihan." Minki mencebikkan bibirnya lalu kembali melahap makan siangnya dengan brutal, menyalurkan segala kekesalannya hari ini.
"Yaudah kali Ki, yang sabar aja. Lagian cocok kok perannya sama lo." Dongho menepuk-nepuk pundak Minki, seolah memberi semangat. Tapi Minki tahu benar bahwa Dongho hanya ingin mengejeknya.
"Singkirin tangan lo kalo gak mau gue tusuk pake garpu." Dongho tergelak lalu memindahkan tangannya kembali ke meja saat melihat Minki mengangkat garpunya.
"Terus lo kenapa emang Jong?."
"Aaah." Bukannya menjawab pertanyaan Minhyun, Jonghyun justru kembali menjatuhkan kepalanya.
"Kalo ditanya itu dijawab dong!." Dongho yang sudah kesal akhirnya menoyor kepala Jonghyun hingga pemuda itu kembali mengangkat kepalanya.
"Ck! Gue sekelompok lagi sama Nayoung buat tugas drama."
"YAELAAAH." Ketiganya menjawab bersamaan, lalu kembali sebuk dengan piring masing-masing.
Melihat reaksi ketiga sahabatnya, Jonghyun hanya bisa berkedip-kedip lucu. Pemuda itu tak menyangka akan sedatar ini reaksi mereka.
"Gue lagi kesel nih, kok kalian pada asik makan sih!?."
Minki mengangkat kepalanya sebelum memberikan pertanyaan kepada Jonghyun. "Emang kenapa sih? Selain wajahnya datar, Nayoung gak salah apa-apa kayaknya."
Dongho dan Minhyun mengangguk-angguk, setuju dengan perkataan Minki. "Lo kenapa segitu gak sukanya sama Nayoung? Dari pengamatan gue dia anaknya kooperatif kok."
"Wah, lo suka ngamatin Nayoung, Hyun?." Kelakar Dongho yang dihadiahi geplakan oleh Minki di kepalanya. "Bukan waktunya becanda, Ho."
"Ya gue sebel aja, apa-apa sama dia. Duduk sebangku, tugas kelompok sebangku, ini lagi tugas udah undian masih aja sama dia."
"Yaudah sini tukeran sama gue. Lo peranin si adek perempuan, gue nemenin Nayoung."
"Ogahlah, gamau gue dapet peran cewek." Minkin mendecih. "Ya kalo gitu syukurin apa yang lo dapet lah. Lagian itu udah takdir lo, gausah kebanyakan permintaan deh."
Dongho sudah tidak fokus dengan obrolan, pemuda itu memilih untuk segera menandaskan makanannya dibanding kembali mendapat siksaan dari Minki yang sepertinya sedang sangat kesal.
"Lo juga jangan gitu ke Nayoung." Kali ini Minhyun yang bersuara. "Lo belom kenal baik dia gimana kan? Nayoung gak berhak lo perlakuin sejahat ini."
...
"Nayoung gak berhak lo perlakuin sejahat ini."
Perkataan Minhyun dua hari yang lalu terus terngiang di kepala Jonghyun. Pemuda itu menoleh ke arah Nayoung yang sibuk menulis catatan yang diada di papan. Rasa bersalah tiba-tiba memenuhi dada Jonghyun.
"Kenapa?." Jonghyun tersentak saat mendengar suara Nayoung -yang sejujurnya sangat pelan.
"Enggak kok, gapapa." Hening kembali menyergap. Jonghyon berdehem sebelum melanjutkan. "Gue cuma mau minta maaf."
Nayoung berhenti menulis dan menoleh ke arah Jonghyun. "Minta maaf buat?."
"Buat sikap gue yang kurang baik sama lo. Padahal lo gak salah apa-apa sama gue." Nayoung hanya membalas dengan senyum tipis, tapi Jonghyun bisa merasakan ketulusan di dalamnya.
"Ini catatan untuk kuis minggu depan. Saya rasa cukup, selamat siang."
"Selamat siang, Pak."
Anak-anak di kelas Jonghyun segera berhamburan keluar dari kelas. Jika biasanya Jonghyun akan ikut larut dalam gerombolan anak-anak yang menuju kantin, tapi kali ini berbeda. Pemuda itu maaih duduk di bangkunya. Saat kelas mulai sunyi Jonghyun menoleh ke arah Nayoung.
"Gue jarang liat lo di kantin."
"Gue ke kantin kalo pas laper gak bawa bekal doang." Gadis itu mengeluarkan tempat makan yang disimpannya di tas. Selain itu, Nayoung juga mengeluarkan ponselnya.
"Mau ngapain?."
"Ngegame." Jonghyun menatap tertarik pada Nayoung. Pemuda itu lalu melihat permainan yang ada di ponsel Nayoung setelah mendapat ijin dari sang pemilik.
"Eh, lo main game ini juga?." Pemuda itu bertanya dan menujuk game yang dimainkan eh Nayoung yang dijawab dengan anggukan. "Waaah, ini game favorit gue juga. Eh, gue udah selesai level ini minggu lalu. Sini gue kasih tau strategi menangnya."
Dan siang itu dihabiskan Jonghyun untuk membantu Nayoung memenangkan permainannya.
- TBC -
A/n: 1k+ word di story chaptered yeayyy:"))) saya terharu dengan diri sendiri:""") setelah sekian lama bertahan dengan oneshoot -yang kadang gak nyampe 1k word- akhirnya gue bisa bikin chapetered story yang salah satu chapternya lebih dari 1k word huhuhu. Semoga chapter selanjutnya gak anjlok lagi wordnya wkwk
