Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park
Romance-hurt/comfort
Teenager-Rated
Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung
Other cast: Ong Seongwoo, Kim Chungha
Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe
...
- special stage (OngHa) -
...
Setelah berhasil menjahili Jonghyun dan Nayoung tempo hari, Chungha dan Seongwoo menjadi akrab. Keduanya sering bertemu bersama dengan dua korban kejahilan favorit mereka. Tapi hari ini mereka hanya berdua saja di kantin fakultas Chungha. Mengobrolkan hal-hal tidak penting, yang kebanyakan adalah tentang Jonghyun dan Nayoung.
"Jadi mereka deket gegara game? Kocak amat." Seongwoo tergelak di mejanya. Begitu juga dengan Chungha yang berusaja menceritakan kronologi kedekatan Jonghyun dan Nayoung yang diketahuinya dari Minki, teman sekelasnya dulu.
"Tapi ya, kalo bukan karena game, mereka mungkin masih gak saling sapa sampe sekarang."
Seongwoo mengangguk-angguk lalu menyeruput latte miliknya. Pemuda itu kemudian teringat sesuatu, sebuah pertanyaan yang ingin sekali ditanyakannya sejak pertama mengenal Chungha.
"Lo sendiri kenapa bisa deket sama Nayoung?." Chungha menelan minumannya lalu menatap Seongwoo. "Ya, lo kan bilang kalo Nayoung anaknya agak penyendiri. Lo kok bisa jadi deket sama dia?."
Chungha memasang pose berpikir. Mencoba mengingat-ingat kejadian apa yang menjadi titik balik kedekatannya dengan Nayoung di masa sekolah menengah atas. Tapi gadis itu sepertinya tak menemukan alasan khusus kenapa dia bisa dekat dengan Nayoung.
"Gak ada?." Seongwoo mencoba bertanya dan gelengan Chungha menjadi jawabannya. "Lha, ini sih lebih kocak ketimbang si Jonghyun." Seongwoo tergelak sementara Chungha terlihat masih memikirkan pertanyaan Seongwoo.
"Gak ada hal khusus sih kayaknya. Cuma Minki sering ngoceh di kelas tentang temen sebangkunya Jonghyun. Lama-lama gue penasaran juga, akhirnya gue gak sengaja kete-." Chungha menghentikan kalimatnya, gadis itu terlihat mengingat sesuatu. "OH ADA ADA." Seongwoo tersedak minumannya saat mendengar Chungha berteriak heboh.
"Apanya yang ada?." Tanya Seongwoo setelah berhasil mengatasi tersedaknya.
"Gue inget hal yang bikin gue deket sama Nayoung."
Kemudian Chungha menceritakan bagaimana pertemuan pertamanya dengan Nayoung di perpustakaan. Gadis itu melihat Nayoung yang duduk di sebrangnya, di salah satu sudut perpustakaan. Menurut Chungha, Nayoung bukannya penyendiri, dia hanya kekurangan ekspresi yang bisa dibagikan kepada orang lain.
Tiba-tiba suara berisik dari arah pintu perpustakaan mengejutkan semua orang yang ada di dalamnya, tak terkecuali Chungha dan Nayoung. Mereka segera pergi menuju tempat suara berasal, ternyat sedang terjadi keributan antara beberapa siswi. Menurut mereka yang sampai terlebih dahulu ada seorang siswi yang dilabrak oleh segerombolan lainnya karena masalah ponsel.
Chungha masih ingin mengorek informasi saat seseorang dibelakangnya, yang kemudian diketahui sebagai Im Nayoung, merangsek maju dan menahan tangan seorang gadis yang hendak menapar siswi lain di hadapannya.
"Nayoung punya jiwa pembela kebenaran ternyata." Seongwoo nampak kagum pada cerita Chungha.
"Iya, gue aja kaget kok." Chungha menyesap minumannya, membasahi kerongkongannya yang mulai kering. "Apalagi pas dia bilang 'cuma pengecut yang nyelesein masalah pake kekerasan'." Seongwoo mengangguk antusias.
"Gue ikutan maju, takut tiba-tiba Nayoung yang balik diserang. Tapi pas gue lihat matanya Nayoung natapnya tajem banget, asli. Dia kalo marah emang gak ada nadanya, tapi keliatan banget kalo dia serius." Pemuda di hadapan Chungha terus berdecak kagum. "Terus gue sama Nayoung akhirnya ngelerai mereka semua."
"Abis gitu lo langsung deket gitu sama Nayoung?." Chungha mengheleng. "Enggak langsung juga sih, tapi gak lama setelah itu gue sering nyapa terus ngobrol sama Nayoung kalo gak sengaja ketemu."
Seongwoo baru akan menandaskan minuman di gelasnya saat Chungha memberikan pertanyaan padanya.
"Lo sendiri deket sama Nayoung cuma karena tugas?."
"Ya awalnya sih gitu. Tapi pas udah kenal lumayan lama gue jadi tau sedikit banyak tentang Nayoung." Pemuda itu menyandarkan tubuhnya sebelum melanjutkan kalimatnya. "Dia gak seaneh yang gue bayangin. Anaknya juga kooperatif, enak buat diajak kerja sama, gak bawel kayak cewek kebanyakan."
"Gue juga bawel gitu?." Chungha memicingkan matanya sementara Seongwoo tergelak. "Lo termasuk lumayan cerewet, tapi gak nyebelin. Soalnya gue nemu banyak cewek yang cerewetnya ngeselin. Kalo lo sih, enak diajak ngobrol." Chungha terlihat puas dengan jawaban Seongwoo.
"Chung." Gadis yang dipanggil mendongak lalu menatap Seongwoo dengan padangan bertanya. "Menurut lo hubungan Jonghyun sama Nayoung itu gimana?."
Chungha bersandar sambil bersidekap, ekspresinya menunjukkan kalau gadis itu sedang berpikir.
"Gimana ya? Gue juga bingung sih. Abisnya, mereka udah deket banget. Jonghyun bahkan dulu jadi lebih deket sama Nayoung dibanding Minki dkk." "Tapi mereka juga gak ada hubungan romantis kan?." Chungha menyetujui kalimat Seongwoo beneran.
"Tapi, Ong." Chungha menatap Seongwoo lalu tersenyum. "Gue gak percaya kalo dua sahabat cowok-cewek bakal bertahan tanpa ada rasa."
Seongwoo mengernyit. Sebelum pemuda itu membalas, Chungha segera menambahkan "Cepet atau lambat, salah satu atau malah keduanya bakal punya perasaan yang beda. Lebih dari sekarang."
"Terus kita harus gimana?." Sejujurnya itu juga pertanyaan Chungha sejak lama. Apa yang bisa dia lakukan untuk mereka berdua.
"Ya gak gimana gimana sih. Kita cuma bisa dukung aja keputusan mereka. Apapun itu."
Suasana kemudian hening. Ada canggung yang menyelimuti keduanya. Chungha memilih untuk menandaskan minumannya, sementara Seongwoo sibuk mengaduk es batu yang tertinggal di gelasnya.
"Chung."
"Hmm?."
"Lo gak percaya cowok sama cewek bisa sahabatan doang kan?." Gadis itu mengangguk pelan, sepertinya tahu kemana arah pembicaraan Seongwoo.
"Terus kita sendiri gimana?."
Chungha terkekeh. Gadis itu kemudian berdiri, menimbulkan tanya di kepala Seongwoo. "Emang gue pernah bilang kalo kita sahabatan?."
"E-eh, ta-tapi kan." Belum sempat Seongwoo menyelesaikan kalimatnya, Chungha sudah berlalu dari hadapannya.
"Eh Chung tunggu dulu. Eh, woyy. LO BELOM BAYAR MINUMAN LO. Ah elah."
- TBC -
A/n: chapter ini seharusnya up 2 hari yang lalu. Tapi saya lagi rusuh dengan tugas dan kegiatan kampus 2 hari kebelangan ini ja di ya... gitu deh ehehe
