Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park

Romance-hurt/comfort

Teenager-Rated

Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung

Other cast: Ong Seongwoo, Kim Chungha

Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe

...

- stage 4-

...

Minggu depan sudah memasuki minggu uts. Nayoung jadi semakin sibuk wara-wiri ke perpustakaan, baik itu perpustakaan kampus ataupun perpustakaan kota. Gadis itu memang sangat serius dengan studinya. Hari ini pun dia masih berada di perpustakaan kota. Gadis itu baru saja pindah dari perpustakaan kampusnya yang sudah tutup dua jam yang lalu.

Tuk

Seseorang mengetuk meja tempat Nayoung membaca. Gadis itu menengadah dan menemukan Jonghyun berdiri di hadapannya. Nayoung hanya melihat pemuda itu sekilas lalu kembali menekuni bukunya. Jonghyun mendecih, tanpa suara dia menarik kursi di hadapan Nayoung lalu mendudukinya.

"Ngapain lo ke sini?." Tanya Nayoung tanpa mengalihkan perhatiannya.

"Belajar lah, minggu depan kan minggu ujian." Nayoung mencibir diam-diam, dia lalu melirik tangan Jonghyun yang kosong.

"Buku yang lo ambil model baru ya? Transparan gitu." Jonghyun hanya mampu mendesah kesal mendengar sindiran dari Nayoung.

"Lagian lo kan udah biasa nyontek gue, ngapain pake gegayaan kemari sih?." Kini perhatian Nayoung sepenuhnya dia berikan pada Jonghyun. Gadis itu menutup buku yang dibacanya, beserta buku tulis yang dia gunakan untuk mencatat. Setelahnya, Nayoung berdiri untuk meletakkan kembali buku bacaannya ke rak yang seharusnya.

"Gue ke sini soalnya gue khawatir sama lo." Nayoung segera menoleh dan menatap aneh pada Jonghyun.

"E-eh, jangan salah sangka dulu. Gue gak mau temen yang gue percayain buat ujian belajar sampe sakit." Nayoung kembali mencebikkan bibirnya begitu mendengar jawaban bodoh dari Jonghyun.

"Gue juga gak mau ngerjain proyek Prof. Han sendirian kalo lo sakit." Pemuda itu berdiri menghampiri Nayoung yang bersidekap sambil menatap datar pada Jonghyun.

"Gue gak bakalan sakit cuma gegara belajar selama emm." Gadis itu mengangkat tangan kirinya, melihat jamnya yang kini menunjukkan sudha hampir pukul sebelas malam. "Lima jam?." Lanjutnya tidak yakin.

Jonghyun hanya menggeleng-geleng di hadapan Nayoung lalu segera menarik gadis itu keluar dari perpustakaan. Nayoung ingin meronta, tapi dia sadar diri bahwa ini masih di area perpustakaan. Jonghyun melepaskan genggaman pada pergelangan tangan Nayoung begitu mereka sampai di parkiran perpustakaan. Pemuda itu melempar sebuah helm dan memberi isyarat pada Nayoung untuk segera naik.

"Lho ini kan bukan jalan ke rumah gue." "Gue laper, mau makan dulu. Emang lo gak laper apa?."

Sejujurnya Nayoung juga kelaparan, tapi gadis itu memilih untuk mengisi kepalanya dulu dibanding perutnya. "Belajar dengan perut kosong lebih cepat masuknya Jong." Jonghyun tergelak. "Iya, dan lo juga lebih cepat ambruk ntar. Udah gausah bawel ikut aja."

Dan Nayoung hanya bisa mengeratkan pegangannya pada Jonghyun saat pemuda itu menambah laju kendaraannya.

...

"Lo ntar ke perpus lagi?." Jonghyun bertanya di sela kegiatan mengunyah bibimbab miliknya. Nayoung hanya mengangguk, masih fokus dengan ramyeon di hadapannya.

"Jangan malem-malem. Gue ntar ada kegiatan sama anak himpunan, gak bisa nemenin lo."

"Gue bukan anak kecil Jong." Nayoung mendongak. "Lagian siapa juga yang perlu lo."

"Yeee dikhawatirin malah gitu balesannya." Nayoung terkekeh pelan, terlalu pelan hingga yang bisa mendengarnya hanya Jonghyun. "Iya deh, makasih udah khawatir."

"Eh Ong, lo tau nyamuk gak?." Suara lain tiba-tiba muncul. "Tau Chung. Lo sendiri tau laler gak?." Dan ditimpali oleh satu suara lainnya.

Chungha menoleh pelan pada Nayoung dan Jonghyun. Seongwoo pun ikut, ditambah dengan gelengan dramatis dari pemuda itu. Keduanya lalu meberikan decakan kagum sekaligus sebal yang sesungguhnya ingin Jonghyun tertawakan.

"Enak ya lo berdua. Berasa dunia milik sendiri."

"Iya nih, gue sama Chungha masih manusia tau. Bukan nyamuk atau laler kali." Dan Jonghyun tak bisa menahan ledakan tawanya, sementara Nayoung memilih menandaskan ramyeon miliknya lalu berdiri.

"Udah ya, gue mau ke perpus duluan."

Seongwoo menyenggol lengan Jonghyun. "Lo ada hubungan apa sih sama Nayoung?." Jonghyun mengernyit. "Ya temen lah. Apa lagi?."

"Temen kok perhatian banget." Chungha memberikan tatapan jahilnya membuat Jonghyun segera mengibaskan tangannya. "Gue cuma gak mau proyek Prof. Han gak berjalan lancar."

Chungha dan Seongwoo saling tatap lalu memberikan ekspresi menyebalkan. Saat keduanya ingin kembali menjahili Jonghyun, ponsel pemuda itu bergetar. Jonghyun segera mengangkatnya. Setelah bicara sekitar lima menit, Jonghyun bangkit dari duduknya dan berpamitan pada Chungha dan Seongwoo.

"Gue duluan, ada rapat himpunan."

...

Nayoung masih sering mondar-mandir di perpustakaan. Dan Jonghyun masih setia menemaninya. Walau tidak setiap hari pemuda itu ada. Tapi itu bukan masalah bagi Nayoung, karena ada atau tidaknya pemuda itu tak mempengaruhi kegiatan belajarnya.

Nayoung menatap jam di tangannya. Sudah pukul sepuluh kurang lima belas. Gadis itu sudah mulai mengantuk. Beberapa hari ini tenaganya terkuras karena materi yang dicarinya beberapa hari ini sangat susah ditemukan.

Dia bahkan sudah bertanya pada penjaga perpustakaan kota yang memiliki buku jauh lebih lengkap daripada perpustakaan kampusnya. Tapi tetap saja hanya beberapa referensi yang didapatnya. Dan itu semua tidaklah cukup.

Pada akhirnya Nayoun menyerah di jam setengah sebelas. Gadis itu membereskan bukunya lalu beranjak keluar dari perpustakaan. Halte terdekat sudah tidak beroperasi diatas pukul sepuluh, alhasil Nayoung harus berjalan lebih jauh untuk menunggu bus.

Nayoung berjalan dengan langkah cepat. Selain karena rasa kantuk yang sudah menggerogoti raganya, jalan yang dilewatinya cukup gelap dan menakutkan. Sekitar seratus meter lagi Nayoung akan sampai di halte tujuannya, namun tiga orang pemuda dengan aroma alkohol yang menguar dari mulut mereka mulai mendekati gadis itu.

Nayoung gelagapan. Gadis itu mencoba melewati samping tubuh pemuda-pemuda itu. Tapi salah satunya berhasil mencengkram tangan Nayoung.

"Hei, mau kemana? Temenin kami dong." Nayoung menutup hidungnya, aroma alkohol membuatnya mual. Gadis itu meronta sambil mencoba mencari pepper spray yang dulu diselipkan Jonghyun di tasnya.

Crssss

Begitu Nayoung berhasil mendapatkan seprotan itu, gadis itu segera menyerang pemuda yang mencengkram tangannya. Saat cengkaraman itu melonggar, Nayoung segera kabur. Sayangnya, karena terlalu panik dia salah jalan. Sebuah gang buntu berbau tidak sedap lah yang dimasukinya.

Nayoung hanya bisa berdoa semoga seseorang bisa menolongnya hari ini. Dan satu orang yang muncul dalam benak Nayoung adalah Jonghyun. Gadis itu terus berharap Jonghyun tiba-tiba datang dan menyelamatkannya bak pahlawan super.

"Udah langsung aja sikat." Pemuda yang tadi mendapat serangan Nayoung memberi komando, membuat gadis itu menutup matanya.

Dugh

Dugh

Brukk

Suara-suara pukulan dan tubuh yang ambruk membuat Nayoung membuka matanya. Dan gadis itu ingin menangis saat tahu siapa yang kini ada di hadapannya.

"Jonghyun!?."

- TBC -

A/n: konflik akan segera dimulai. Micin akan segera ditebarkan, tapi gak lupa nyebar gula juga ehehe. Bakal slow up, paling 2 kali seminggu doangan hehehhe