Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park
Romance-hurt/comfort
Teenager-Rated
Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung
Other cast: Kim Sejeong, Kang Daniel
Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe
...
- stage 6-
...
Nayoung terus mengamati ponselnya. Gadis itu tersenyum lalu menggelengkan kepala panik. Matanya melirik jam di dinding. Sudah hampir pukul 2 dini hari, seharusnya dia audah tidur sejak empat jam yang lalu.
Sejak Jonghyun mengirimkan ucapan selamat malam padanya.
Nayoung segera bangkit dan mengacak surai kecoklatannya. Ponsel layar sentuh yang sedari tadi berada di genggamannya dia buka. Layar itu masih menampakkan ruang obrolannya dengan Jonghyun.
Jonghyun Kim
Makasih ya Jong. Dan sori, lo jadi harus nganterin gue balik
Santai aja Young
Gue juga gak mau lo kenapa napa
Bisa dipenggal gue sama Chungha
Yaudah Jong, lo istirahat aja. Besok katanya mau ngampus.
Iya. Lo juga cepet tidur
Good night
Senyum Nayoung kembali mengembang. Hanya sekejap, gadis itu kemudian menggeleng keras. Nayoung memukul pelan kepalanya. Berharap kewarasannya kembali. Tapi saat ingatan tentang senyum Jonghyun datang lagi, jantung gadis itu kembali berdegup kencang.
"Aaargggh." Nayoung menenggelamkan kepalanya di bantal, mencegah teriakannya agar tidak mengganggu tetangga sebelah unit apartemennya.
Gadis itu lalu menerawang ke langit-langit kamarnya. Menghela nafas panjang, mencari ketenangan. Dan memaksa matanya untuk terpejam.
...
Nayoung berdiri di depan gedung apartemennya. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri. Sudah sepuluh menit, pemuda yang mengatakan akan mengantarnya ke kampus belum juga muncul. Nayoung sudah akan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Jonghyun, tetapi suara klakson menginterupsinya.
"Young, mau ngampus? Sini bareng aja." Sejeong berbicara dari kursi penumpang. Di sampingnya, Daniel hanya tersenyum sambil memainkan tangannya di kemudi.
"Enggak deh Jeong, makasih. Gue nungguin Jonghyun. Katanya mau jemput gue."
"Ceilah, yaudah kalo mau berduaan sama Jonghyun doang. Gue ngerti kok." Nayoung mencebikkan bibirnya saat melihat senyum jahil di bibir Sejeong. "Ngaco lo. Udah sono berangkat."
Sejeong tergelak mendengar kalimat berisi usiran dari Nayoung, karena saat itu pipi Nayoung terlihat merona. "Iya iya, yaudah gue duluan." Mobil yang ditumpangi Sejeong akhirnya kembali melaju setelah Sejeong dan Daniel pamit. Meninggalkan Nayoung yang akhirnya mengeluarkan ponselnya.
"Lo dimana? Jadi jemput gue gak?."
"Sorry sorry, gue tadi kesiangan. Ini udah deket kok."
Tut
Nayoung menatap sebal pada ponselnya. Sekitar lima menit kemudian Jonghyun tiba di hadapan Nayoung. Pemuda itu memberikan cengiran khasnya sementara di hadapannya Nayoung memberikan tatapan datar. Tapi Jonghyun sudah cukup tahu bahwa gadis itu sedang sebal padanya.
"Jangan marah dong. Ntar gue traktir deh makan di kafe favorit lo."
"Gak usah, sekarang cepetan aja ke kampus. Gue gak mau telat di mata kuliahnya Miss Jeon." Ujar Nayoung seraya mengenakan helm dan duduk di belakang tubuh Jonghyun.
...
Miss Jeon baru saja keluar dari ruang kelas, dan Jonghyun segera berlari ke depan meninggalkan Seongwoo di deretan kursi belakang. Tujuannya adalah Nayoung yang duduk di deretan depan. Gadis yang dituju tampak terkejut begitu melihat Jonghyun berdiri di hadapannya.
"Ngapain lo?." Tanyanya datar. Jonghyun segera mencubit pipi Nayoung gemas.
"Jangan marah lagi dong. Gue traktir deh ya. Ya ya ya." Nayoung menepis tangan Jonghyun. "Sakit Jong."
"Uhuk." Di samping Nayoung, Sejeong pura-pura batuk. Jonghyun dan Nayoung segera menoleh dengan tatapan berbeda. Jonghyun menatap jenaka beserta cengiran khasnya, sementara Nayoung hanya melirik sebal.
"Mau ke kafe deket kampus? Bareng aja yuk. Gue sama Daniel juga mau ke sana." Sejeong tampak tak peduli dengan lirikan sebal Nayoung.
"Boleh."/"Gak deh." Jonghyun dan Nayoung menjawab bersamaan. Keduanya lalu saling tatap.
"Enggak gue mau balik." Nayoung segera berkemas, tapi Jonghyun mencekalnya. "Lo beneran marah sama gue?." Tatapan Jonghyun memelas.
"Enggak Jong. Gue cuma pengen balik aja, banyak tugas, padahal baru juga kelar mid-test." "Yaudah gue anter." Nayoung hanya menghela nafas dalam. Jonghyun sejak dulu memang keras kepala. Pada akhirnya gadis itu mengangguk sebelum menyampirkan tasnya di pundak dan pamit kepada Sejeong yang sepertinya sibuk menghubungi Daniel.
...
Selama perjalanan Jonghyun sibuk meminta maaf, sementara Nayoung sibuk menjelaskan bahwa dia tidak marah. "Gue gak marah Jong. Beneran deh." Ujar Nayoung sedikit berteriak.
"Tapi ekspresi lo kayak marah Young." Jonghyun membalas dengan tinggi nada yang sama. Jalanan memang tidak direkomendasikan untuk menjadi tempat berbincang yang nyaman, terlalu bising.
"Ekspresi gue ya emang gini kali Jong." Nayoung menghembuskan nafas lelah. Mau bagaimana lagi, Nayoung ya seperti ini, selalu memberikan ekspresi datar.
"Makanya sesekali lo coba ubah ekspresi lo, coba juga buat ngutarain apa yang lo rasain. Jangan lo pendem sendiri, orang lain ntar bingung." "Iya deh, iya." Nayoung hanya menurut, ini tidak akan selesai kalau Nayoung tidak mengalah.
Begitu sampai di depan gedung apartemennya, Nayoung segera turun dari motor Jonghyun. Gadis itu menyerahkan helm berwarna putih yang tadi dia kenakan kepada sang pemilik asli. Tapi Jonghyun memberikan kembali helm itu kepada Nayoung, membuat gadis itu mengernyit heran.
"Lo bawa aja. Mulai sekarang lo gue anter jemput. Kalo lo mau pergi kemana juga bilang gue aja, ntar gue anterin."
"E-eh, gausah. Ntar ngerepotin." Jonghyun berdecak. "Halah, kayak sama siapa aja lo. Udah santai aja."
Nayoung sebenarnya ingin menyanggah lagi. Tapi berdebat dengan Jonghyun sama sekali bukan keahliannya. Gadis itu juga sudah tahu siapa yang akan memenangkan perdebatan ini pada akhirnya.
"Ya udah, tapi kalo lo gak bisa lo gausah maksa." Jonghyun tersenyum mendengar Nayoung yang akhirnya menurut. "Gapapa kok. Gue cuma gak mau lo luka lagi." Jonghyun melihat perubahan pada ekspresi Nayoung, air muka gadis itu tampak sendu.
"Maaf ya, gara-gara gue lo jadi dapet masalah sama preman." Pemuda di hadapan Nayoung hanya tersenyum lembut, tangannya terulur untuk mengacak surai panjang Nayoung.
"Gapapa kalo gue yang luka. Asal lo baik-baik aja."
Nayoung membeku, gadis itu bahkan tidak sadar Jonghyun sudah berpamitan dan pergi dari hadapannya. Yang gadis itu kini lakukan adalah menyentuh dada kirinya, tempat jantungnya berada. Ada desir hebat di sana. Juga debaran yang luarbiasa, seolah dia baru menyelesaikan sebuah pertandingan marathon.
"Jangan bilang kalo gue... suka sama Jonghyun."
- TBC -
A/n: Laptop gue abis mandi alias keujanan and then mati total. Masih gue service. Doakan cepet sembuh ya. Dan semoga biayanya gak mahal, kantong mahasiswa nih:( mana gak berani ngomong ke bokap nyokap lagi:( huhuhu
Btw, gue minggu ini up chapter ini aja ya. Maaf. Gabisa fokus soalnya kepikiran laptop mulu:((( minggu depan juga gak janji. Tapi kalo laptop gue beres langsung up deh. Bye byee
