Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park

Romance-hurt/comfort

Teenager-Rated

Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung

Other cast: Kim Sejeong, Kang Daniel

Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe

...

- special stage: NielJeong-

...

Ponsel Sejeong bergetar, panggilan dari kekasihnya yang mungkin sedang menunggunya di depan gerbang fakultasnya seperti biasa. Sejeong mengacuhkannya, dihadapannya Miss Jeon masih menjelaskan tugas review yang harus dikumpulkan minggu depan. Lima belas menit berselang, Sejeong akhirnya menghubungi Daniel.

"Halo sayang?."

"Kok tadi gak diangkat?."

"Masih ada Miss Jeon, jelasin tugas."

"Tumben dosen bahasa inggris kamu ngaret."

"Gatau tuh. Eh, jadi kan?."

"Jadi dong. Ini aku udah di depan gerbang, nungguin kamu."

"Yaudah, aku turun nih. Bentar ya."

Sejeong mematikam sambungan telefonnya. Kepalanya ditolehkan ke arah kiri. Masih ada Nayoung di sana. Sejeong berniat pamit, tapi Nayoung tampak sibuk dengan dunianya sendiri. Senyumnya terus terkembang sembari menatap ponsel di hadapannya yang sudah dipegang sejak sepuluh menit yang lalu, saat Miss Jeon keluar dari keluar dari ruangan.

Sejeong mengerutkan kening. Bukan hal wajar bagi seorang Stone Nayoung untuk tersenyum manis -yang terkesan aneh bagi Sejeong- seperti itu dalam waktu yang cukup lama. Lima menit sudah masuk batas langka bagi Nayoung.

"Liatin apa sih Young? Senyum senyum mulu." Nayoung terkesiap lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas.

"Bukan apa-apa." Sejeong sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut, tetapi teringat Daniel yang menunggunya di gerbang fakultas membuatnya memilih untuk pergi.

"Yaudah, gue duluan ya." Nayoung membalas lambaian tangan Sejeong dengan senyuman, membuat Sejeong semakin kebingungan.

...

Sejeong memasuki mobil Daniel dengan senyuman. Gadis itu menyapa sang kekasih yang segera membalas dengan cubitan di pipi Sejeong. Gadis yang mendapat cubitan itu segera mengerucutkan bibirnya setelah menepis tangan kekar Daniel.

"Hobi banget sih cubit-cubit. Ntar pipi aku makin melar." Daniel tergelak lalu mengelus rambut Sejeong dengan satu tangan sementara tangan lainnya sibuk dengan kemudi. Kali ini Sejeong tidak menepis lengan pemuda di sampingnya.

"Abis kamu gemesin banget sih." Sejeong hanya memutar bola matanya malas, Daniel hanya tertawa melihat tanggapan sebal sang kekasih.

Beberapa menit berlalu setelah Sejeong dan Daniel sampai di kafe tujuan mereka, kafe yang menjadi tempat kencan langganan keduanya dan keduanya hanya diam. Daniel sibuk dengan minumannya, sementara Sejeong sedang bergulat dengan pikirannya sendiri. Gadis itu masih memikirkan perubahan Nayoung akhir-akhir ini. Merasakan Sejeong yang melamun, Daniel pun mengembalikan gadis itu ke dunia nyata.

Cup

Dengan caranya sendiri.

"Ih Niel, apa-apaan sih!? Malu tau." Sejeong memegang pipinya yang baru saja dikecup ringan oleh Daniel. "Makanya jangan ngelamun. Pacar ganteng gini dianggurin." Sejeong mendecih.

"Emang kenapa sih? Keliatannya kayak banyak pikiran gitu." Daniel menatap Sejeong lembut, membuat gadis di sampingnya salah tingkah. "Kalo ada masalah bilang aja. Jangan dipendam sendiri. Kamu punya aku."

Setelah berdehem untuk menenangkan jantungnya yang berdetak berantakan akibat perlakuan manis Daniel, Sejeong segera memulai ceritanya. Gadis itu menjelaskan kepada Daniel dimulai dari kisah tentang teman sekelasnya, Nayoung, dengan segala sifat dan ekspresi datarnya hingga perubahannya akhir-akhir ini. Daniel mendengarkan dengan seksama sambil sesekali menyeruput es kopi pesanannya.

"Nah, waktu aku tanya dia kayak gugup gitu. Aku mau tanya lagi juga bingung." Sejeong menoleh untuk menatap Daniel. "Menurut kamu dia kenapa?."

"Naksir cowok kali." Dahi Sejeong mengernyit sebelum tertawa pelan. "Enggak, gak mungkin. Mau naksir siapa dia?."

Daniel mengangkat bahunya acuh. "Ya mana aku tahu. Kan yang deket Nayoung kamu, bukannya aku."

"Ya kamu ngomongnya sok tau gitu sih." "Enak aja, aku gak sok tau nih. Ini dari pengalaman."

"Hah!? Kamu pernah naksir cowok." Daniel mencubit gemas pipi Sejeong. "Gak gitu sayaaang." Lalu menghembuskan nafas berat, kekasihnya ini memang kadang suka ada-ada saja.

"Ini pengalamannya kak Seulgi." Daniel kemudian menceritakan tentang Kang Seulgi, kakak perempuan Daniel yang sedang bekerja di kota sebelah.

"Kak Seulgi dulu juga gitu, cuma bedanya kalo kakak dulu galak, sukanya marahin orang bukan punya ekspresi datar gitu. Tapi itu udah berubah waktu kak Seulgi kenal bang Chanyeol." Sejong mengangguk, dia mengenal dua orang dalam cerita Daniel. "Kak Seulgi naksir bang Chanyeol soalnya ngerasa nyaman sama perlakuan bang Chanyeol. Apalagi kak Seulgi selalu dibantu bang Chanyeol selama kuliah."

Daniel menyesap es kopinya yang hampir habis sebelum melanjutkan ceritanya. "Singkat cerita kakak aku berubah, ya kayak Nayoung gitu. Suka liatin hapenya, senyum-senyum sendiri, banyak lah perubahannya. Setelah didesak akhirnya ngaku kalo suka sama bang Chanyeol. Untungnya sih bang Chanyeol ternyata juga naksir balik ke kak Seulgi. Mereka bahkan mau nikah awal tahun depan."

"Tapi kalopun iya, Nayoung naksir siapa?." Tanya Sejeong, entah kepada siapa, setelah Daniel menamatkan ceritanya.

"Cowok yang deket sama Nayoung gak banyak. Paling cuma Jonghyun, Ong, sama temen gengnya Jonghyun pas SMA. Atau Jaehwan? Ah tapi Jaehwan gak deket-deket banget sama Nayoung, mereka cuma nugas bareng." "Apa jangan-jangan dia naksir cewek?." Daniel mendapat geplakan di kepalanya setelah pertanyaan ngawurnya terucap.

"Aduh, jangan kasar dong." "Ngomongnya dijaga kalo gitu." Sejeong mengerucutkan bibirnya, sebal dengan Daniel dan otaknya yang belakangan ini sepertinya sering mengalami pergeseran. Mungkin sebaiknya Sejeong mulai menjauhkan Daniel dari Ong.

"Coba sekarang kamu inget-inget, Nayoung paling deket sama siapa. Ya semacam calon paling memungkinkan buat bikin Nayoung baper." Sejeong memasang tampang berpikir. Gadis itu memutar otak, mengingat pemuda di sekitar Nayoung yang sebenarnya tidak terlalu banyak, beserta perlakuan mereka kepada Nayoung.

"Siapa ya? Paling si Jonghyun..." Sejeong tidak meneruskan kalimatnya, gadis itu justru menoleh ke arah Daniel dengan wajah bingung. "...doang."

"Yaudah, berarti Jonghyun." Sahut Daniel enteng. "Ah, masa sih?." Sejeong memasang ekspresi tidak percaya, Daniel mengendikan bahunya acuh sambil menandaskan minumannya.

"Udah gak usah kebanyakan mikirin hubungannya orang. Mikirin hubungan kita aja." Daniel menggenggam tangan Sejeong lalu menariknya untuk berdiri. Sejeong akhirnya menurut, gadis itu memilih unuk mengabaikan rasa penasarannya pada Nayoung.

...

Di dalam mobil, Daniel masih sibuk memasang sabuk pengaman. Sejeong sendiri sudah duduk manis di samping Daniel. Tapi, bukannya segera menyalakan mobilnya setelah menyelesaikan urusannya dengan sabuk pengaman, Daniel justru melamun.

"Heh! Ini kenapa ganti kamu sih yang ngelamun?." Sejeong menyenggol lengan Daniel. "Gara-gara kamu ngomongin hubungannya Nayoung. Aku jadi inget kalo lagi penasaran sama hubungannya seseorang."

"Siapa?." Tanya Sejeong antusias. Barangkali bisa memberikan pencerahan untuk hubungan Nayoung dan entah siapapun itu.

"Sebenernya hubungan Chungha sama Ong apa sih?."

- TBC -

A/n: ada yang kangen? Enggak? Oh yaudah hehe