Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park

Romance-hurt/comfort

Teenager-Rated

Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung

Other cast: Kim Sejeong, Kim Chungha

Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe

...

- stage 7-

...

Sejeong menyenggol Chungha yang sedang mengaduk minumannya. Setelah menoleh, Sejeong memberi gestur untuk menatap kearah depan. Bukan, mereka bukan sedang berada di kelas, lagipula keduanya berbeda fakultas. Sejeong, Chungha, dan seorang gadis lagi yang kini berada di hadapan Sejeong, sedang berada di sebuah kafe dekat kampus mereka. Girls time. Mereka menyebutnya begitu. Sayangnya, seseorang kini tampak sibuk dengan dunianya sendiri. Dunia yang hanya dihuni Nayoung, gadis itu, dan ponselnya.

"EHKEM." Chungha berdehem keras. Nayoung mendongak, sedikit tersentak.

"Tadi kayaknya ada yang ngajak jalan, sampe nyeret-nyeret gue di kelas. Tapi sekarang orangnya kok ilang ya." Chungha dan kalimat sarkas andalannya.

"Sejeong kok yang maksa." Sayangnya tidak mempan sama sekali pada Nayoung yang kembali menatap ponselnya sekilas sambil tersenyum tipis. Gadis itu kemudian meletakkan ponselnya di meja, ada rasa bersalah karena mengabaikan kedua sahabatnya itu.

"Lo aneh Young." Sejeong buka mulut, memicingkan mata pada Nayoung dengan tatapan penuh curiga. "Aneh apanya sih?." Nayoung bertanya dengan gelisah, entah mengapa dia merasa gugup sekarang. Gadis itu memeilih mengalihkan perhatiannya pada minuman di hadapannya.

Chungha dan Sejeong saling tatap. Gadis di hadapan mereka ini bukanlah gadis yang bisa memberikan ekspresi dengan leluasa. Tapi kali ini setiap pergerakannya seolah memberikan pesan berbeda, tidak datar dan biasa-biasa saja seperti sebelum-sebelumnya.

"Lo aneh. Dari tadi senyam-senyum mulu. Lo juga liatin hape lo terus-terusan. Dan ekspresi lo..." Sejeong berhenti bicara, gadis itu menatap Nayoung tajam, membuat gadis yang ditatap semakin salah tingkah.

"Dan gak cuma hari ini. Lo sering gak fokus dan banyak pake ekspresi belakangan ini. Sekarang aja lo keliatan banget lagi gugup. Biasanya sekalipun lo lagi presentasi di depan Miss Jeon yang super garang lo datar-datar aja." Sejeong menyelesaikan analisis mendalamnya. Di samping Sejeong, Chungha mengangguk-angguk mengamini perkataan Sejeong, sementara Nayoung hanya memperhatikan kedua sahabatnya yang masih memberikan tatapan menyelidik.

Gadis itu baru akan memberikan argumen, saat tiba-tiba sebuah pertanyaan meluncur mulus dari bibir Chungha.

"Lo lagi jatuh cinta ya?."

Nayoung tersedak minumannya. Sejeong sibuk memberikan tissue dan membantu Nayoung membersihkan meja yang mereka gunakan. Di kursinya Chungha bersidekap lalu bersandar pada sandaran kursi sambil memberikan senyum kemenangan serta wajah angkuh. Tebakannya pasti 100% benar.

"Ja-jangan ngaco deh." Tapi Nayoung masih mengelak membuat Chungha merotasi bola matanya kesal.

"Gak usah ngelak, percuma. Mulut lo bilang enggak, tapi gestur lo bilang iya. Gue kenal lo dari jaman SMA Young, udah tiga tahun." Chungha memajukan tubuhnya mendekati wilayah Nayoung. "Jadi, siapa?."

"Bukan siapa-siapa." Chungha mangacak rambutnya frustasi, sementara Sejeong hanya menggelengkan kepalanya bingung.

"Cerita aja sama kita Young. Gue sama Chungha gak bakal netawain atau ngejek lo kok." Sejeong menggenggam tangan Nayoung yang sudah terasa dingin. Gadis itu sebenarnya ingin menertawakan kegugupan Nayoung sekarang, benar-benar lucu. Tapi situasi ini bukan situasi yang tepat untuk bercanda. Apalagi di sampingnya Chungha sudah terlihat tak sabar.

Nayoung membuka dan menutup mulutnya beberapa kali. Tapi berakhir dengan menunduk tanpa mengatakan apapun. Gadis itu kemudian menghela nafas kasar sebelum kembali mendongan dan menatap dua gadis dengan ekspresi yang berbeda itu.

"Gue... gatau." Chungha dan Sejeong mengernyit. "Gue... beneran jatuh cinta?." Tanya Nayoung, polos.

Chungha dan Sejeong kembali saling tatap untuk kemudian meledakkan tawa mereka, membuat pengunjung kafe yang lain, serta beberapa pelayan menoleh ke arah mereka. Ketiganya meminta maaf atas keributan yang mereka buat laku kembali fokus pada obrolan mereka. Chungha berdehem, menenangkan dirinya sendiri.

"Gue juga gatau kalo lo gak cerita apapun." Sejeong mengangguk membenarkan. "Lo harus bilang dulu ke kita, dia siapa ceritanya gimana."

Nayoung memainkan jarinya, masih bingung harus bercerita dari mana atau seperti apa. Sayangnya kesabaran Chungha hari ini sedang benar-benar tipis. Melihat Nayoung yang terus meragu, gadis itu kembali membuat serangan.

"Siapa emang? Jangan bilang Ong." "Enggak lah, gila lo." Respon cepat dan tegas dari Nayoung membuat Chungha tersenyum.

"Kalo gitu, pasti Jonghyun." Nayoung terdiam, menelan ludahnya kasar lalu menatap sekitar dengan acak. Chungha kembali ke mode normal. Dia dan Sejeong sudah mendapatkan jawabannya.

"Udah gue duga. Pasti Ong tadi cuma pancingan kan?." Chungha menunjukkan kedua ibu jarinya pada Sejeong. "Jadi gimana?." Lalu keduanya kembali memberikan fokus pada Nayoung yang menghembuskan nafas berat.

"Sebenernya, gue juga gak ngerti. Gue udah lama temenan sama Jonghyun, dan dulu gue ngerasa biasa aja. Tapi belakangan ini gue ngerasa ada yang berubah."

Sejeong dan Chungha mencermati cerita dari Nayoung. Mulai dari pertemuan pertamanya dengan Jonghyun dan segala perubahan dalam hidup mereka. Jonghyun yang pertama kali menjadi teman baiknya, Jonghyun yang selalu membantunya, Jonghyun yang menyelamatkannya dari preman beberapa waktu lalu, hingga Jonghyun yang terus menyemangatinya dan membangun lingkungan yang nyaman untuknya.

"Jonghyun selalu ada di hampir seluruh hidup gue lima tahun kebelakang. Gue gatau apa yang bakal terjadi sama hidup gue sekarang kalo gak ada Jonghyun." Nayoung terus tersenyum selama bercerita, membawa senyum untuk ikut mengembang di bibir dua gadis di hadapannya.

"Tapi..." Nayoung mendongak, menatap sendu pada dua sahabatnya itu. "Apa bener gue jatuh cinta sama Jonghyun? Apa gue gak cuma sekedar nyaman aja?."

"Yang lo rasain ke Jonghyun sama gak sama yang lo rasain ke Ong?." Chungha kembali bertanya, memastikan. "Enggak sih, tapi kan gue baru kenal Ong waktu kuliah. Kalo Jong-"

"Kalo gitu ke Minki, Dongho, sama Minhyun?." Nayoung terdiam kembali. "Gue yakin lo bisa bedain mana rasa nyaman ke temen doang, mana rasa nyaman ke orang yang lo suka."

Tanpa bisa dicegah, Nayoung tersenyum. Begitu juga dengan dia gadis di hadapannya. Tapi hanya sekejap, karena tiba-tiba senyum Nayoung berubah menjadi sendu.

"Kenapa lagi?." Sejeong menggenggam tangan Nayoung, memberikan kekuatan pada gadis yang kembali terlihat gugup itu. Nayoung mendongak, menatap dua gadis di hadapannya dengan tatapan memelas.

"Kalo gitu gue harus gimana sekarang?."

- TBC -

A/n: boom update karena amnesia kalo punya akun di ffn hehe