Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park

Romance-hurt/comfort

Teenager-Rated

Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung

Other cast: Kim Sejeong, Kim Chungha

Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe

...

- stage 8-

...

"Ngomong aja coba ke Jonghyun." Nayoung menggeleng keras mendengar saran Chungha. "Gak gak, gila ah. Malu gue."

"Halah pake malu malu segala lo. Jangan kemakan gengsi Young. Ntar lo sendiri yang nyesel." Nayoung terdiam, dalam hati menbenarkan apa yang dikatakan Chungha barusan.

"Terus lo maunya gimana?." Kini Sejeong menimpali. Nayoung masih terdiam, dia sendiri tampak tak yakin dengan apa yang dia ingin lakukan.

"Lo yakin kan sama perasaan lo?." Chungha bertanya gemas pada Nayoung yang masih menutup rapat mulutnya. Gadis itu kemudian mengangkat bahunya pelan lalu menunduk, membawa helaan nafas berat dihembuskan oleh Chungha dan Sejeong.

"Gue... gak ngerti." Gadis itu akhirnya buka mulut, tapi masih dengan kepala tertunduk.

"Apa yang lo gak ngerti sih Young?." Chungha mencoba bertanya dengan lebih lembut, menekan kekesalan pada gadis di hadapannya yang perasaannya sulit diajak berkompromi.

"Semuanya Chung, semuanya." Nayoung mendongak. "Gue gak ngerti sama perasaan gue sendiri, kenapa gue bisa gini. Gue juga gak ngerti apa yang harus gue lakuin, ini... ini pertama kalinya buat gue." Suara Nayoung menjadi semakin pelan pada kalimat terakhirnya.

Sejeong dan Chungha memijat pelipis mereka. Pusing. Padahal bukan mereka yang sedang mengalami pergolakan bathin.

"Kalo lo sendiri gak ngerti, apalagi kita Young." Pada akhirnya keduanya menyerah dan memilih menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Lelah jiwa bisa membuat raga ikut lelah.

"Gue... mau coba sama Jonghyun."

...

Nayoung masih berguling-guling di tempat tidurnya. Matanya belum bisa terpejam, walaupun jam sudah menunjukkan pukul dua lebih sepuluh menit. Dini hari. Gadis itu masih memikirkan niat yang sudah diutarakannya pada Chungha dan Sejeong tempo hari.

"Gue mau coba mastiin perasaan gue sama Jonghyun. Gitu juga perasaan Jonghyun ke gue."

"Caranya?." Chungha bertanya antusias. Akhirnya Nayoung memiliki sebuah keputusan.

"Entah." Chungha mendecih melihat Nayoung yang menatapnya bingung. "Kalian ada saran gak?."

"Gak." Chungha menjawab cepat. Sudah terlampau kesal dengan Nayoung. Sementara Sejeong hanya terkekeh melihat perdebatan mereka berdua.

"Kodein aja si Jonghyun. Masa gak peka." Nayoung menoleh, begitu juga dengan Chungha. "Kodein gimana?."

"Ya sekreatif lo lah. Ini perasaan lo, hubungan lo. Jadi lo yang harus puter otak. Jangan bergantung sama kita kita mulu."

"YA TAPI GUE HARUS GIMANA!? Aaaarggh." Nayoung akhirnya memilih menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, terlalu lelah berpikir hingga akhirnya gadis itu tertidur.

...

Ponsel Nayoung berdering di atas meja. Sang pemilik menjulurkan tangannya dari balik selimut untuk menggapai benda elektronik itu. Tanpa melihat siapa yang menghubunginya, Nayoung segera mengangkat panggilan itu.

"Halo." Suaranya serak, khas orang bangun tidur.

"LO MASIH TIDUR YOUNG!?." Nayoung menjauhkan ponselnya, lalu keluar dari selimut. Gadis itu mendudukkan dirinya lalu memeriksa sang penelfon. Jonghyun.

"Lo pagi-pagi udah berisik aja Jong."

"Gila lo!?. Pagi apaan!? Ini udah jam sepuluh kurang Young. Kita ada kelas sama Prof. Han jam 10." Nayoung mendelik, gadis itu kembali menjauhkan ponsel itu dari telinganya lalu memeriksa jam yang tertera di ponselnya.

09.47

Mampus.

"BENTAR JONG. ABIS GINI GUE TURUN." Tanpa mendengar balasan dari Jonghyun, Nayoung segera melompat dari tempat tidurnya dam berlari ke kamar mandi.

Tak sampai sepuluh menit, Jonghyun sudah melihat Nayoung berlari keluar dari gedung apartemennya. Tanpa banyak bicara Jonghyun melempar helm untuk Nayoung dan memberi kode pada gadis itu untuk segera naik. Dan begitu Nayoung berada di atas motor Jonghyun, pemuda itu segera melajukan motornya secepat yang dia bisa. Membuat Nayoung panik dan langsung memeluk pinggang Jonghyun erat.

Perjalanan dari gedung apartemen Nayoung menuju kampus yang biasanya ditempuh dalam waktu sepuluh menit, kali ini berhasil dipangkas oleh Jonghyun menjadi lima menit. Bahkan mungkin kurang. Begitu merasakan motor yang ditumpanginya berhenti, Nayoung segera membuka matanya -yang sepanjang perjalanan dia tutup karena ketakutan- dan melompat turun dari motor Jonghyun.

Kaduanya berlari dengan tergesa, tak peduli tatapan mahasiswa lain. Saat hampir sampai di tangga utama fakultas mereka, keduanya berhenti mendadak. Prof. Han ada di sana, dalam perjalanan naik ke lantai dua untuk mengajar kelas Nayoung dan Jonghyun. Dua mahasiswa yang sedang panik itu segera memilih jalan lain, mencari tangga lain untuk menuju ruang kelas mereka. Prof. Han adalah dosen senior paling disiplin di tempat Jonghyun dan Nayoung menimba ilmu, beliau tidak akan membiarkan mahasiswanya masuk ke ruang kelasnya bila terlambat sedetik saja. Bahkan sekalipun mahasiswa tersebut tepat berada di belakang tubuhnya saat beliau hendak masuk ke dalam kelas.

Karena itulah Jonghyun segera menarik Nayoung dan berlari menuju tangga di sisi kiri gedung fakultasnya. Mereka berlari sekencang mungkin. Tak peduli beberapa mahasiwa yang mengumpat karena tak sengaja mereka tabrak. Nayoung bahkan tak peduli tubuhnya hampir terjatuh karena terseret Jonghyun yang menariknya begitu cepat. Dan untunglah kedua mahasiswa itu berhasil mendaratkan tubuh mereka di kursi kelas tepat saat Prof. Han membuka pintu.

Keduanya sibuk menetralkan nafas masing-masing. Setelahnya Jonghyun menoleh pada Nayoung, lantas tersenyum sambil bergumam "Untung aja masih sempet."

"Yang dibelakang jangan pacaran." Seluruh mahasiswa menoleh ke deretan kursi belakang begitu mendengar kalimat tegas Prof. Han. Di sana, di dua kursi deretan paling belakang, Jonghyun dan Nayoung yang masih bergandengan tangan sambil saling tersenyum segera melepas gandengan tangan mereka lalu menunduk malu.

...

Kelas Prof. Han baru saja selesai. Sang dosen baru keluar dan menutup pintu kelas, tetapi suasana sudah riuh. Tapi berbeda dengan gadis yang ada di dereta kursi paling belakang. Gadis yang datang amat sangat hampir telah itunkini meletakkan kepalanya di meja. Helaan nafas beratnya membuat pemuda di sampingnya menoleh.

"Lo kenapa Young? Sakit?." Jonghyun menyibakkan rambut panjang Nayoung yang menutupi wajah gadis itu lalu mencoba meraba dahinya, memastikan suhu Nayoung. Tapi gadis itu menghindar karena merasa jantungnya berdegub berlebihan.

"Gapapa. Ngantuk doang." "Lo tidur jam berapa semalem?." Nayoung mengendikkan bahunya, dia tidak yakin pukul berapa di berhasil tidur semalam.

"Oh ya." Jonghyun mendekatkan tubuhnya ke arah Nayoung untuk bertanya. "Lo tadi mandi gak?."

Kontan saja Nayoung mengangkat kepalanya dan menatap tajam Jonghyun. "Yaiya lah, gila aja kali." Jonghyun terkekeh melihat wajah kesal Nayoung.

"Haha jarang jarang gue liat ekspresi wajah lo gini." Ucapat Jonghyun membuat Nayoung terdiam, sebelum pemuda itu menarik Nayoung pergi.

"Eh mau kemana?." Gadis itu tetap bertanya walau tubuhnya sudah mengikuti arah tarikan Jonghyun. "Makan." Jawabnya singkat.

"Lo tadi kesiangan, pasti gak sempet sarapan kan." Jonghyun menoleh lalu tersenyum manis.

Kalau begini Nayoung bukannya bisa mengetahui perasaan Jonghyun, tetapi gadis itu justru akan semakin tenggelam dalam perasaannya sendiri.

- TBC -

A/n: satu chap lagi kok up hari ini. Tenang aja.