Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park
Romance-hurt/comfort
Teenager-Rated
Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung
Other cast: Kim Sejeong, Kim Chungha
Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe
...
-last stage-
...
Ujung dari permainan ini adalah...
...siapa yang jatuh cinta terlebih dahulu, dialah yang kalah.
...
Nayoung memukul-mukul bibirnya pelan. Dia sekarang sedang berada di apartemennya. Lebih tepatnya di kamar, di atas tempat tidur, dengan tampang acak-acakan.
"Gue bakal lakuin ini tiap hari kok." Nayoung tersenyum manis. Amat sangat manis. Hingga membuat rahang Jonghyun terjatuh.
"Ma-maksud gue sebagai ganti lo yang bolak-balik anter jemput gue. Anggep aja ini bayarannya." Saat melihat anggukan paham Jonghyun lalu membereskan barang-barangnyadan bersiap pulang, diam-diam Nayoung menghela nafas lega.
"Astagaaa. Bego banget sih gue." Nayoung kembali mengacak-acak rambutnya saat mengingat percakapannya dengan Jonghyun sesiangan tadi. Bisa-bisanya dia terbawa suasana dan mengatakan hal bodoh begitu.
"Semoga aja Jonghyun gak mikir aneh-aneh." Doa Nayoung sebelum memaksakan dirinya untuk tidur.
...
Sayangnya keadaan Jonghyun tak jauh berbeda dengan Nayoung. Pemuda itu duduk di atas tempat tidur sambil mengingat-ingat kejadian siang tadi. Tak lupa tangan kanannya yang bersarang di dada kiri. Memeriksa dadanya yang berdetak diluar kebiasaan.
"Gue... kenapa sih?."
"Apa jangan-jangan... ah gak gak. Gak mungkin." Jonghyun menepis apapun yang kini berkeliaran di kepalanya. Pemuda itu merebahkan diri dan menutup mata. Memaksakan tidur sementara pikirannya masih berkeliaran.
...
Nayoung menepati janjinya. Gadis itu membuatkan Jonghyub bekal setiap hari. Jonghyun sendiri semakin tidak sungkan untuk mengantar jemput Nayoung. Bukan hanya dari apartemen menuju kampus. Tapi juga saat gadis itu memiliki keperluan dia tempat lain, seperti toko buku, perpustakaan, atau kafe di dekat kampus.
Tiga sahabat Jonghyun semakin gencar menggoda mereka, dibantu Seongwoo, Daniel, dan Jaehwan. Sementar Sejeong dan Chungha hanya bisa menatap khawatir pada Nayoung yang terus mengeluhkan jantungnya yang selalu seperti selesai maraton saat bersama Jonghyun.
"Kayaknya ini waktunya lo ngomong deh Young." Sejeong mengangguk setuju, sementara Nayoung menelungkupkan kepalanya di meja kafe.
"Dari yang gue liat Jonghyun kayak ngasih sinyal positif kok." Kekasih Daniel itu tersenyum seraya menepuk pundak Nayoung. "Lo udah nunjukkin segala yang lo bisa. Sekarang puncaknya."
"Daripada lo galau gak jelas gini. Cari kepastian sendiri kalo Jonghyun ngambang mulu." Dalam hati Nayoung mengamini perkataan dua sahabatnya itu. "Lo ajak Jonghyun kemana. Tunjukkin lo sebener-benernya, tunjukkin perasaan lo, dan bilang."
"Kalo dia nolak?." Itulah yang sedari tadi menggerogoti pikiran Nayoung. Bagaimana jika Jonghyun menolaknya dan membuat pertemanan mereka hancur.
"Yang penting lo udah usaha." Sejeong mencari jawaban aman. "Dari yang gue liat Jonghyun juga nyaman sama lo." Sementara Chungha memberikan motivasi, sekalipun dia sendiri tidak yakin.
Dalam diam, ketiganya berharap apa yang dikatakan Chungha benar adanya.
...
Nayoung mondar-mandir di apartemennya. Gadis itu menggigiti kuku jarinya sembari terus menatap layar ponselnya yang menampilkan obrolannya dengan Jonghyun. Sudah sepuluh menit dan tidak ada balasan dari pemuda itu. Nayoung mulai meragu.
Jonghyun Kim
Jong
Besok sibuk gak?
Gue mau ngajak lo ke taman
Taman bermain maksudnya
Nayoung merebahkan tububnya di sofa lalu melempar ponselnya sembarangan. Gadis itu memilih memejamkan matanya demi menetralkan pikirannya yang kacau. Hingga tanpa sadar gadis itu tertidur. Tanpa tahu sepuluh menit berselang, ponselnya bergetar.
Panggilan dari Jonghyun.
...
Nayoung terbangun dari tidur pulasnya. Entah mengapa rasanya semalam dia tidur begitu nyenyak. Bahkan alarm yang seharusnya berbunyi setengah jam yang lalu tidak berhasil membuatnya terjaga. Nayoung tersenyum. Mungkin mimpinya semalam menjadi penyebabnya. Walau hanya wajah Jonghyun yang tersenyum sambil menggenggam tangannya. Walau hanya sebuah mimpi, tapi Nayoung bahagia.
Gadis itu mengambil ponselnya. Memeriksa barangkali ada pesan yang diterimanya saat gadis itu sudah tertidur. Dan benar saja, ada banyak pesan yang belum terbaca olehnya. Bahkan ada panggilan tak terjawab dari pemuda yang membuatnya jungkir balik belakangan ini.
Jonghyun Kim:
Udah tidur ya? (8)
Ong:
Tugas pak Kim udah? (2)
Chungha:
Bales woeee (4)
Nayoung segera membuka pesan dari Jonghyun, mengabaikan pesan lainnya yang tidak penting. Senyum di bibir Nayoung mengembang saat membaca satu persatu pesan yang dikirim oleh jonghyun.
Jonghyun Kim
Besok?
Free kok
Jam berapa?
Mau gue jemput?
Atau ketemu langsung?
Young?
Woy Im Nayoung
Udah tidur ya?
Nayoung menoleh menatap jam dindingnya. Pukul delapan kurang dua puluh menit. Gadis itu menimbang-nimbang, berapa lama waktu yang akan dihabiskannya untuk mempersiapkan diri sebelum bertemu Jonghyun dan mengungkapkan perasaannya. Nayoung menghela nafas dalam, menutup matanya sebelum membalas pesan dari Jonghyun.
Jonghyun Kim
Jam 11 bisa?
Langsung ketemuan aja di taman
Gue tunggu di bangkh favorit lo
Nayoung hanya berharap waktu tiga jam cukup untuk mempersiapkan dirinya.
...
Tidak cukup.
Waktu tiga jam tidaklah cukup bagi Nayoung untuk mempersiapkan hatinya. Gadis itu sekarang sudah berada di taman. Padahal waktu pertemuannya dengan Jonghyun masih lima belas menit lagi. Itupun jika Jonghyun tidak terlambat.
Nayong terus-terusan menenangkan dirinya. Menghembuskan nafas berkali-kali. Menghilangkan pemikiran-pemikiran buruk tentang reaksi Jonghyun.
Mungkin saja Jonghyun akan menganggapnya hanya bercanda.
Bisa saja pemuda itu terkejut dan segera menolaknya.
Atau Jonghyun akan menjauhinya karena canggung.
Nayoung menggeleng keras. Mengenyahkan pikiran-pikiran yang akan membuatnya bersedih. Apapun yang terjadi mereka akan baik-baik saja.
"Gapapa. Jonghyun tetep temen lo." Nayoung meyakinkan dirinya sendiri. Namun belum selesai proses penenangannya, suara Jonghyun mengejutkannya.
"Eh sorry, udah lama nunggu?." Nayoung menggeleng. "Mau ngapain emang?."
"Main aja. Ganggu lo gak sih?." Kini giliran Jonghyun yang menggeleng. "Tumben aja sih. Yaudah ayo, mau main kemana?."
Nayoung bukannya menjawab, justru segera menarik tangan Jonghyun. Gadis itu membawa Jonghyun berkeliling, mencoba permainan anak-anak, hingga makanan yang dijual di sekeliling taman. Jonghyun hanya menurut, sambil terus tersenyum memandang Nayoung yang menunjukkan ekspresi bahagia. Hal yang jarang Jonghyun temukan pada gadis itu.
"Lo seneng banget ya?." Mereka sedang menukmati es krim di salah satu bangku taman. Nayoung berkata dia lelah berkeliling.
"Ya." Jawab Nayoung sambil tersenyum. "Jong, ada yang mau gue omongin."
Jonghyun menoleh, menatap Nayoung yang berkspresi datar. Gadis itu sedang serius. Tiba-tiba jantung Jonghyun berdetak lebih cepat. Pemuda itu merasa ada hal penting yang ingin disampaikan oleh Nayoung. Dan Jonghyun nerasa dia tidak siap untuk itu.
"Jong. Gue suka sama lo."
Jonghyun mematung. Dia benar-benar tidak siap untuk pernyataan cinta Nayoung.
"Young..."
"Gue gak tau dari kapan, tapi gue tulus sayang sama lo." Jonghyun tidak fokus, pandangannya berkeliling. Kemanapun, asal bukan mata Nayoung yang memancarkan kesungguhan.
"Young, gue..."
...
Sementara sang pemenang memiliki pilihan:
Melanjutkan ke level selanjutnya bersama partner mereka
Atau
Meninggalkan permainan
- TBC -
A/n: hari ini mau aku selesaiin hehe
