Game (c) darkjune a.k.a Junee_Park

Romance-hurt/comfort

Teenager-Rated

Main cast: Kim Jonghyun x Im Nayoung

Other cast: Kim Chungha, Hwang Minhyun, Ong Seongwoo, Seo Johnny

Jonghyun, Nayoung, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe

...

-reset button-

...

Jonghyun kembali ke rumahnya dengan wajah lusuh. Pemuda itu tidak tahu harus bagaimana lagi. Dia tidak tahu apalagi yang akan terjadi kedepannya. Tentang dia dan Nayoung. Juga hubungan keduanya.

...

"Young, gue..."

"..."

"...sorry, gue gak bisa." Raut wajah Nayoung tetap datar. Tapi Jonghyun bisa menangkap kesedihan dan kekecewaan di mata gadis itu.

"Oh." Balas Nayoung pendek. Duduknya kembali tegap. Menatap jauh ke depan, menghindari Jonghyun yang menatapnya tajam di sisi tempat duduknya.

"Kita masih bisa jadi temen kok. Lo jangan canggung ke gue abis gini. Gue beneran minta ma-"

"Gapapa Jong. Anggep aja gue gak pernah ngomong apa-apa." Ada senyum kecil yang Jonghyun temukan. Tapi entah mengapa itu menambah rasa sesak yang sedari tadi menjerat dadanya.

"Kita... masih bisa temenan kok." Nayoung berdiri dari duduknya. "Udah ah, udah sore. Lo masih mai di sini? Gue balik duluan kalo gitu."

"Tunggu, gue anter ya?." Nayoung mengangguk masih memasang senyum kecil.

"Sure." Gadis itu berjalan mendahului Jonghyun menuju parkiran di dekat taman.

"Anter gue, mungkin untuk terakhir kalinya." Nayoung bergumam pelan. Dan Jonghyun merasakan dadanya diremas saat mendengar kalimat itu.

...

Setelah kejadian penolakan dari Jonghyun, hubungan pemuda itu dengan Nayoung menjadi canggung. Mereka juga memilih untuk saling menghindar di area fakultas. Keduanya bahkan duduk berjauhan saat berada di kelas yang sama.

Jonghyun tidak lagi mengantar jemput Nayoung ke kampus. Pemuda itu juga tidak pernah lagi mengirim pesan kepada Nayoung. Pesan terakhirnya adalah saat dia mengiyakan permintaan Nayoung untuk bertemu.

Hari dimana Nayoung mengatakan perasaannya.

Dan Jonghyun menolak.

Sejujurnya Jonghyun merasa bersalah. Dia yang mengatakan bahwa mereka akan tetap menjadi teman baik, tapi dia juga yang membiarkan Nayoung menjauh dengan dalih membiarkan gadis itu memulihkan perasaannya.

Tapi Jonghyun juga tidak tahu apa lagi yang bisa dia lakukan. Segala kata-kata yang dia persiapkan, candaan yang dia rancang, luntur seketika saat menemukan pandangan sedih dari Nayoung.

Dan saat gadis itu memilih untuk berjalan ke arah yang berbeda, Jonghyun dengan diam hanya menatap punggung sempit itu menjauh.

...

"Men, lo jatuh cinta." Seloroh Seongwoo sambil menikmati makan siangnya. Di sampingnya ada Minhyun yang mengangguk setuju.

"Tapi gue gak ngerasa jatuh cinta sama Nayoung." Minhyun menghela nafas keras. Temannya ini selalu keras kepala.

"Lo kalo tau Nayoung belum balik ke apartemen suka khawatir?." "Ya kan dia cewek, gaada temen buat lindungin. Jelas khawatir lah." Jonghyun keukeh, tapi Minhyun menghitung satu poin.

"Oke. Kalo dia deket sama cowok lain lo suka kesel?." "Enggak. Deketnya dia juga paling sama kalian." Jonghyun memasang tampang arogan, merasa menang.

"Well, minggu lalu siapa ya yang hampir ngehajar Lee Taeyong soalnya ngajak Nayoung jalan?." Jonghyun menggebrak meja hingga membuat Seongwoo tersedak nasi di mulutnya.

"Nayoung itu polos, dan Taeyong itu playboy. Si Lee itu berbahaya." Minhyun mengangkat bahunya tidka peduli. "Poin kedua buat Kim Jonghyun yang lagi jatuh cinta." Jonghyun mendecih sebal.

"Selanjutnya, lo lebih sering senyum pas lihat Nayoung berubah lebih ceria." "Ya gue kan ikut sen-"

"Lo deg-degan pas denger Nayoung masakin makanan buat lo." Seongwoo menambahkan. "Gue eng-"

"Lo suka ngelamun kalo gue ngomongin Nayoung." "Ong, kok lo-"

"Lo ngerasa ada kupu-kupu beterbangan di perut lo pas liat Nayoung senyum." Seongwoo turut menatap Minhyun sambil berkedip-kedip. "Apa!? Gue pas liat Shin ketawa suka ngerasa gitu. Dan gue gak denial kalo gue jatuh cinta." Ujarnya sambil melirik Jonghyun memejamkan matanya, mencari ketenangan.

"Gue gak jatuh cinta, bung."

"YES, YOU ARE, DUDE!." Seongwoo dan Minhyun berujar kompak. Kesal dengan Jonghyun dan segala penyangkalannya.

Minhyun masih ingin memojokkan Jonghyun saat ponsel Seongwoo bergetar. Pemuda itu membuka pesan dari seseorang lalu menyeringai.

"Ya ya ya, lo boleh ngomong kalo lo gak jatuh cinta sama Nayoung." Minhyun dan Jonghyun menoleh ke arah Seongwoo sambil mengerutkan kening mereka.

"Asal lo bisa duduk diem di sini setelah baca chat dari Chungha." Seongwoo menyodorkan ponselnya.

Chung

Udah, gak usah khawatir sama Nayoung
Dia udah mulai move on kayaknya
Liat nih~
Chung mengirim foto

"Sialan!."

...

Nayoung turun dari motor gede Johnny dengan senyum tipis terpatri. Johnny membuka kaca helm merahnya lalu menerima helm putih dari Nayoung sambil tersenyum. Keduanya berbincang sejenak. Nayoung mengucapkan terima kasih atas traktiran dari teman sekalasnya itu dan Johnny mengucap terima kasih karena Nayoung akhirnya mau menerima ajakannya setelah sekian lama.

"Yaudah, gue balik ya." Johnny menurup kaca helmnya lalu melambai pada Nayoung yang juga melambaikan tangannya pada Johnny.

Kedunya terlalu larut dalam dunia mereka sendiri, hingga tidak sadar bahwa sedari tadi seorang Kim Jonghyun membututi mereka.

Ya. Jonghyun mengikuti Nayoung dan Johnny bahkan sejak mereka keluar dari gerbang kampus. Pemuda itu tidak mengindahkan tawa dan seloroh heboh dari Seongwoo dan Minhyun saat pemuda itu mengumpat keras lalu berlari tak karuan menuju gerbang kampus saat melihat foto Nayoung dan Johnny yang dikirimkan oleh kekasih Seongwoo. Pemuda itu berakhir membuntuti keduanya menuju salah satu mall untuk makan siang hingga menonton.

Dan Jonghyun dapat melihat wajah bahagia Nayoung selama mengobrol dengan Johnny.

"Sial." Sementara Nayoung memasuki gedung apartemennya dengan langkah bahagia, Jonghyun hanya biaa menunju tembok dengan kesal.

...

Jonghyun berubah murung. Sementara Nayoung terlihat semakin ceria. Hampir setiap hari, saat waktu kosong, Johnny akan datang ke kelas Nayoung sekedar untuk bercerita atau mengajaknya makan siang bersama. Separuh hati Jonghyun ingin melarang Nayoung bertemu Johnny, tapi logikanya menentang. Toh dia bukan siapa-siapa Nayoung.

"Cemburu nih?." Seongwoo menepuk pundak Jonghyun, pemuda itu terlalu serius memandangi Johnny yang membawa Nayoung keluar dari kelas saat dosen sudah pergi hingga tak menyadari Seongwoo yang terus memperhatikannya.

"Apaan sih?." Jonghyun menepis tangan Seongwoo yang berada di pundaknya. "Wow wow wow santai dong. Kesel ya gak bisa ngapa-ngapain?."

Jonghyun menoleh, menatap Seongwoo heran. "Lo gak bisa nyegah Nayoung sama Johnny kan? Gak kayak waktu Nayoung di deketin Taeyong." Seongwoo memilih menyandarkan tubuhnya sebelum melanjutkan kalimatnya. "Soalnya Johnny itu cowok baik, dan dia kayaknya tulus sama Nayoung. Chungha juga bilang, kalo sama Johnny dia bakal setuju aj- eh anjir, mau kemana lo!?."

Kesal dengan kata-kata Seongwoo, Jonghyun memilih segera keluar dari kelas. Sayang sekali waktu yang dia ambil tidak tepat. Tak jauh dari tempatnya berdiri ada Nayoung dan Johnny yang tengah sibuk mengobrol. Keduanya tampak begitu dekat, membuat dada Jonghyun bergemuruh. Tanpa sadar pemuda itu mendekat demi mendengar percakapan mereka.

"Hari ini ada film bagus. Mau nonton?." Nayoung menoleh. "Traktir gak nih?."

Johnny tersenyum, mengusak pelan rambut Nayoung. "Apa sih yang gak buat lo?."

...

Film yang akan ditonton oleh Johnny dan Nayoung sudah akan ditayangkan. Keduanya berjalan bersama menuju studio tempat film tersebut akan ditayangkan. Dalam diam Jonghyun mengikuti keduanya. Dan sebuah kesalahan besar bagi Jonghyun yang mengambil kursi di atas kursi yang dipilih Johnny dan Nayoung. Karena dengan begitu, Jonghyun bisa menyaksikan dengan jelas interaksi antara Johnny dan Nayoung.

Jonghyun masih mengikuti keduanya hingga saat Johnny merengkuh pinggang Nayoung, kesabaran Jonghyun habis. Pemuda itu tidak tahan dan akhirnya memilih untuk mengikuti kata hatinya. Menarik Nayoung dari sisi Johnny hingga membuat keduanya terkesiap. Nayoung melotot saat menemukan Jonghyun dengan wajah kusut, sementara Johnny menatap tak suka pada genggaman tangan Jonghyun pada Nayoung.

"Eh, Jong lo ngapain?."

"Young, plis. Gue minta maaf, gue gak nyadarin perasaan gue sendiri." Nayoung hampir buka suara saat Jonghyun memberi isyarat padanya untuk diam. "Maaf, gue udah nyakitin lo. Maaf, gue gak bisa jujur bahkan sama diri gue sendiri. Dan maaf, karena gue denial."

Nayoung tak bisa berujar apapun. Gadis itu terlalu terkejut dengan perubahan yang terjadi pada Jonghyun dalam satu minggu terakhir. Jonghyunnya yang selalu terkekeh lucu kini menatapnya memelas. Ada gurat terluka dari matanya. Nayoung tidak suka itu.

"Young, plis. Gue sadar kalo gue juga sayang sama lo. Lebih dari sekedar sahabat." Nayoung bimbang. Haruskah dia melepaskan genggaman erat Jonghyun saat ini?.

"Atau kita perlu ngereset hubungan kita? Balik ke awal lagi.

"Sorry Jong, tapi... bukannya lo sendiri yang bilang..." Nayoung menghela nafas sebelum kembali melanjutkan. "...kalo gue milih nekan tombol reset, gue punya kemungkinan untuk mengulang akhir yang sama."

...

Now, you have to choose

End this game

Or

Create a new game

...

Because there's no reset button in this game

...

A/n: one more yaaa