Disclaimer : Moontone

Rate : T

Genre : Friendship/Humor

Warning : Lame Joke

Character : Zilong/Alucard

Random Things About Them

Chapter 1

(I do not want to do it)

.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11:00 malam. Orang-orang yang mendiami land of dawn kebanyakan pasti sudah terlelap di kamar masing-masing, pengecualian untuk dua hero fighter favorite penduduk setempat, yang entah kenapa bertingkah mencurigakan. Alucard dan Zilong pergi keluar dari rumah dengan cara mengendap-endap. Sementara itu Alucard seperti menjinjing sebuah keranjang. Ah, mereka berdua tidak tahu kalau sebenarnya ada yang mengikuti.

Keduanya berjalan cukup jauh dan baru berhenti di sebuah lorong gang yang gelap dan sempit.

"Zilong, kau yakin mau melakukannya di sini?" Sapphire itu menatap ragu ke arah Zilong.

"Iya..."

"Di tempat gelap seperti ini?" Alucard melihat keadaan sekitar. Sempit dan gelap, membuat perasaannya tidak enak.

"Mau di mana lagi? Semakin gelap semakin bagus bukan? Jadi tidak ada orang lain yang melihat apa yang kita lakukan..." Zilong mendengus sebal. Mereka sudah terlanjur berada di sana, masa harus mundur.

"Ta-tapi, aku merasa berdosa..." Alucard menunduk tampak menyesal dan sikap Alucard seakan menampar Zilong yang terlihat seperti penjahat sekarang.

JEDUARRR!

Bagai tersambar petir dipagi buta pria berwajah oriental itu menatap temannya dengan tatapan -kenapa-baru-inget-dosa-sekarang-

"Aku rasa aku tidak bisa melakukannya..." Laki-laki berwajah maskulin itu mengalihkan pandangannya ke bawah.

"Dengar, kita akan melakukannya dengan hati-hati dan cepat." Zilong mencengkram kedua bahu Alucard, seolah ingin meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja.

"Lagipula apa yang akan kita lakukan hanya hal kecil saja," imbuhnya dengan nada meremehkan. Namun sayangnya, Alucard tidak menyukai pernyataannya barusan.

"Apa kau bilang? Hal. Kecil?" Sepasang manik sapphire itu membelalak seperti mau lepas dari tempatnya.

Keringat dingin mengucur dari pelipis Zilong. Rasanya ia salah bicara tadi. Pasti sebentar lagi Alucard akan mengoceh dan mendramatisir keadaan.

"Kau bisa mudah menganggapnya sebagai hal kecil, tapi tidak bagiku." Tuh kan. Alucard mulai histeris sendiri. "Kau tidak tahu. Karena aku yang merasakan sakit!" Jerit Alucard tepat si telinga Zilong.

" For god sake, Alucard! Kita hanya akan membuang anak-anak kucing ini!" Zilong ikut frustasi. Tanpa sadar ia berteriak.

GEDEBUK!

Bagus. Sepertinya ia bersuara terlalu keras sampai-sampai durian milik tetangga sebelah runtuh seketika.

"A-a-aduh! Dasar tali sialan!" Oh, ternyata bukan. Yang jatuh barusan bukan durian runtuh tapi seorang gadis. Tapi, kalau kalian berpikir yang jatuh itu gadis cantik bak bidadari, kalian salah.

"Fa-Fanny!? Kenapa kau bisa ada di sana?" Zilong menatap horor ke arah Fanny bagai sedang melihat penampakan.

"Hehehehe..." Tak ada jawaban. Fanny cuma nyengir, berusaha pasang muka polos yang gagal total di mata Zilong.

'Dasar demit! Dia pasti lagi cari bahan buat diomongin!' Gerutu Zilong dan yakin setelah ini akan ada rumor tentangnya dan Alucard (kayak yang biasa).

"Yah, gak seru ah! Kirain kalian mau 'iya-iya'!" Miya keluar dari semak-semak yang menjadi tempat persembunyiannya 10 menit lalu. Ia memasang wajah masam, tampak tidak puas.

"Apa maksudnya yang iya-iya sih?" Tanya Layla (beneran) polos. Ikut keluar membuntuti Miya.

Sinngg...!

Dari kejauhan Zilong menatap seberkas kilatan cahaya berkelebat melewati atap rumah.

'Itu 'kan Gusion...' Zilong geleng-geleng kepala, tak habis pikir. Sebenarnya ada berapa orang yang mengikutinya dan Alucard?

"Baiklah, apa masih ada lagi yang bersembunyi hah!?" Zilong memijit keningnya sendiri. Habis ini rasanya dia perlu untuk meninju seseorang.

"Zilong..."

"Marah itu..."

"Tidak baik untuk kesehatan loh!"

Chou, Natalia, dan Harley keluar secara bersamaan dari balik rumput sambil berkomentar secara bersahutan.

"Harley, ini 'kan sudah malam. Apa Lesley tidak mencarimu?" Dia terkejut melihat Harley dibiarkan keluyuran sendiri dari sang kakak yang over posesif.

"Untuk apa dia mencariku? Dia ada di sana, tuh!" Tanpa merasa berdosa, Harley sang bocah ahli trik sihir itu menunjuk ke arah sebuah pohon, di mana Lesley sedang berdiri dengan posisi sedang meneropong.

"Harley, tidak akan ada jatah es krim untukmu!" Teriak wanita itu dari kejauhan.

Urat di dekat kepala Zllong berkedut. Saat ini rasanya ia ingin menjadi seperti Moskov agar dia bisa melemparkan tombaknya ke arah Lesley dan membuatnya tumbang seketika.

"GAAAAH!" Zilong kembali menjerit, stress, merasa privasinya jadi tak aman selama ia masih dkelilingi temen-temen gendeng, dan konon kadar kewarasan otaknya makin menipis tiap menitnya.

"KAU YANG ADA DI SANA KELUARLAH! AKU TAHU KAU ADA DI SANA!" Zilong menunjuk ke salah satu rerimbunan semak tak berdosa di sebelah Miya dan Layla. Menunjuk-nunjuknya sambil melotot.

"Oh, oke. Ternyata aku ketahuan." Hayabusa keluar dari penyamarannya, membuka kain kamuflasenya sebagai pohon. Tepat beberapa centimeter di sebelah semak-semak yang ditunjuk Zilong. Oke, Zilong meleset, tapi siapa yang peduli.

"Dasar kalian!" Zilong mendengus penuh emosi. "Ayo Alucard kita pergi!" Dengan cepat ia menarik tangan Alucard untuk menghindari orang-orang sinting di sana.

Lalu, bagaimana dengan anak kucing itu? Tentu saja mereka berdua pulang sambil membawa dua hewan berbulu nan menggemaskan itu kembali ke rumah. Dalam hati Alucard menjerit senang.

END


A/N : Hanya cerita singkat yang gak mutu. Lagi iseng, coba-coba bikin Humor, maaf kalau garing.